Kehamilan

KEHAMILAN
2 Februari 2020

5 Cara Melancarkan BAB pada Ibu Hamil, Bisa Dicoba Nih Moms!

Minum banyak air putih bisa membantu melancarkan BAB pada ibu hamil lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sembelit saat buang air besar merupakan hal yang kerap dialami oleh ibu hamil. Beberapa ibu mengalami sembelit pada tahap awal kehamilan mereka, sementara ada juga yang tidak terpengaruhi hingga waktu kelahiran.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Acta Obstretricia et Gynecologica Scandinavica, peningkatan hormon progesteron selama kehamilan menyebabkan relaksasi otot-otot tubuh Moms.

Itu termasuk usus Anda. Dan usus yang bergerak lebih lambat berarti pencernaan lebih lambat. Ini dapat menyebabkan sembelit saat buang air besar.

Baca Juga:5 Pengobatan Alami untuk Sembelit Bagi Ibu Hamil

Selain pergerakan usus yang jarang, sembelit dapat menyebabkan kembung, ketidaknyamanan lambung, dan feses yang keras dan kering yang menyakitkan untuk dilewati. Ini juga dapat menimbulkan perasaan bahwa tidak semua feses telah keluar saat buang air besar.

Cara Melancarkan BAB pada Ibu Hamil

Perlu diingat bahwa sembelit saat buang air besar pada ibu hamil seringkali dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup. Nah, ada juga cara melancarkan BAB pada ibu hamil dengan menggunakan metode rumahan berikut ini. Disimak ya Moms!

1. Serat

1-makanantinggiserat.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara melancarkan BAB pada ibu hamil yang pertama adalah meningkatkan konsumsi serat. Moms dengan mengonsumsi suplemen serat atau makan lebih banyak makanan berserat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian, dapat meningkatkan jumlah feses dan memfasilitasi perjalanan melalui usus.

Setidaknya, berdasarkan artikel dari The National Academies of Sciences Engineering Medicine, orang dewasa harus makan antara 28 dan 34 gram serat setiap hari.

2. Cairan

Ibu hamil minum air putih

Foto: Orami Photo Stock

Cara melancarkan BAB pada ibu hamil yang selanjutnya adalah minum lebih banyak cairan. Minum air putih cukup penting agar feses lunak dan keluar.

Jika Moms merasa air tidak membantu, maka bisa dengan menambahkan sup bening, teh, jus buah atau sayuran yang dimaniskan secara alami ke dalam makanan mereka.

3. Aktivitas

Beraktivitas

Foto: Orami Photo Stock

Cara melancarkan BAB pada ibu hamil yang selanjutnya adalah melakuan aktivitas fisik. Moms menjadi aktif akan membantu feses bergerak melalui usus.

Berolahraga secara teratur, dengan persetujuan dokter dapat membantu meringankan sembelit saat buang air besar.

Jika berolahraga bukanlah prioritas atau kemungkinan, ibu hamil bisa menyesuaikan dengan jalan ringan setiap hari.

Baca Juga:Jangan Khawatir, Ini 5 Obat Alami untuk Lancarkan Sembelit

4. Probiotik

probiotik.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara melancarkan BAB pada ibu hamil yang selanjutnya adalah minum probiotik. Jutaan bakteri sehat hidup di usus dan membantunya berfungsi dengan benar.

Dilansir dari Journal Nutrients, probiotik dapat membantu mengisi kembali bakteri usus dengan strain sehat yang mendorong buang air besar normal dan teratur. Makanan yang mengandung banyak probiotik termasuk yogurt, asinan kubis, dan kimchi.

5. Kurangi Suplemen Zat Besi

Ilustrasi suplemen zat besi

Foto: Orami Photo Stock

Cara melancarkan BAB pada ibu hamil yang selanjutnya adalah kurangi suplemen zat besi. Berdasarkan artikel American Pregancy Association, suplemen zat besi pun dapat menyebabkan sembelit saat buang air besar. Nutrisi yang baik sering dapat memenuhi kebutuhan zat besi Anda selama kehamilan.

Mengambil dosis besi yang lebih kecil sepanjang hari daripada meminumnya sekaligus dapat mengurangi sembelit. Bicaralah dengan dokter Anda tentang memeriksa kadar zat besi Anda dan rekomendasi untuk mengelola asupan zat besi selama kehamilan.

Baca Juga:Ini Langkah Mengatasi Sembelit Saat Hamil

Kabar baiknya, sembelit saat buang air besar tidak mempengaruhi kualitas hidup ibu hamil.

Tetapi, bila Moms menghabiskan lebih banyak waktu di kamar mandi daripada biasanya. Maka, Moms harus berbicara dengan dokter untuk mengindentifikasi penyebab potensial serta menemukan perawatan yang efektif.

Artikel Terkait