25 Januari 2023

MPASI Homemade atau Instan, Mana yang Terbaik untuk Anak?

Mana yang lebih baik, memberikan MPASI homemade atau instan?

Ketika memasuki usia 6 bulan, bayi dianjurkan untuk diberi makanan pendamping ASI atau MPASI. Moms mungkin mempertimbangkan pemberian MPASI homemade atau instan.

Kedua jenis menu MPASI ini memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing.

Pemilihan MPASI perlu Moms pertimbangkan, mulai dari bahan dasar yang bergizi tinggi, hingga persiapan peralatan untuk membuat sajian tersebut.

Namun, saat melihat iklan di televisi dan deretan rak di minimarket maupun supermarket, Moms mendapati begitu banyak pilihan MPASI instan yang relatif lebih simpel untuk menyiapkannya.

Moms pun kemudian dihadapkan pada pertanyaan, pilih MPASI homemade atau instan, ya?

Hal ini mungkin akan menjadi pilihan yang sulit untuk Moms putuskan.

Lantas, makanan pendamping seperti apa yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)? Apakah MPASI homemade atau instan? Yuk, cari tahu!

Baca Juga: 4 Tanda Bayi Siap MPASI

MPASI Homemade atau Instan?

MPASI Homemade (Orami Photo Stocks)
Foto: MPASI Homemade (Orami Photo Stocks)

Saat bayi pertama kali mengonsumsi makanan padat, WHO menganjurkan pemberian MPASI yang dibuat sendiri alias MPASI homemade.

Pastikan pula untuk memilih bahan pangan lokal yang mudah didapat, mudah diolah, harga terjangkau, dan terjamin kebersihannya.

Hal tersebut bertujuan untuk melatih dan mengenalkan anak dengan menu makan keluarga sehari-hari.

Sehingga, ketika anak sudah berhenti menyusu, sekitar usia 2 tahun, ia bisa makan bersama keluarga dengan menu yang serupa.

Tak hanya memperhatikan hal tersebut, Moms juga harus memilih bahan dasar MPASI yang bergizi.

Pada dasarnya, pemberian MPASI bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi bayi berusia 6 bulan ke atas yang sudah tidak bisa lagi dipenuhi hanya dengan ASI.

Lalu, kebutuhan nutrisi apa saja yang diperlukan pada MPASI?

Energi, protein, dan mikronutrien lain, seperti zat besi, zinc, kalsium, vitamin A, vitamin C, serta asam folat.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, diperlukan MPASI yang mengandung karbohidrat, protein nabati dan hewani, serta sayuran dan buah-buahan.

Apabila Moms kesulitan atau tak yakin dapat memenuhi kebutuhan tersebut, tidak ada salahnya untuk memilih MPASI instan, lho!

Baca Juga: Harus Paham! Ini Do’s dan Don’ts Memberikan MPASI Instan Pada Bayi

MPASI Instan Bisa Menjadi Alternatif

MPASI Instan (Orami Photo Stocks)
Foto: MPASI Instan (Orami Photo Stocks)

Tidak sedikit Moms yang kesulitan untuk memastikan proporsi menu MPASI Si Kecil.

Misalnya, dalam sehari diperlukan berapa gram daging ayam untuk memenuhi kebutuhan protein si buah hati.

Belum lagi fakta bahwa ukuran lambung anak cukup kecil, sehingga membuat orang tua khawatir memberikan MPASI homemade dalam porsi berlebihan.

Karenanya, MPASI instan bisa menjadi alternatif yang Moms pilih.

Dalam publikasi yang juga dimuat oleh WHO, bahwasanya di negara berkembang, ada kelompok-kelompok tertentu yang memang memerlukan makanan fortifikasi atau dikenal dengan MPASI instan.

Hal ini dikarenakan MPASI homemade bisa saja terlalu mahal dan sulit disiapkan, apalagi jika harus menambahkan bahan makanan yang berasal dari hewan.

Lagi pula, MPASI homemade atau instan memiliki manfaat masing-masing dan sebaiknya tidak perlu diperdebatkan mana yang terbaik.

MPASI homemade tentunya sangat baik untuk mengenalkan menu keluarga pada anak, serta mengajarkan Si Kecil dengan aneka jenis makanan dalam bentuk aslinya.

Baca Juga: Do's and Don'ts Memberikan MPASI Instan Pada Si Kecil

Tapi, tidak dapat dimungkiri bahwa pemberian MPASI instan juga diperlukan ketika orang tua tidak mampu menyiapkan MPASI buatan sendiri yang mencukupi nutrisi harian anak.

MPASI instan biasanya sudah difortifikasi dan diberikan tambahan mikronutrien yang jumlahnya telah disesuaikan dengan kebutuhan Si Kecil sehari-hari.

Apalagi, untuk anak yang picky eater, memberikan MPASI fortifikasi adalah hal yang perlu dilakukan demi mencukupi kebutuhan nutrisi hariannya.

Hal ini karena MPASI instan tersedia dalam banyak varian rasa, yang bisa disesuaikan dengan kondisi anak picky eater.

Baca Juga: 6 Macam Resep Hati Ayam untuk MPASI

Tips Memberikan MPASI yang Bernutrisi

Tips Memberikan MPASI yang Bernutrisi
Foto: Tips Memberikan MPASI yang Bernutrisi (Workingmother.com)

Ketika ditemukan dengan fase awal memberikan MPASI pada Si Kecil, Moms mungkin sering bingung dengan cara memberikan MPASI untuk si kecil.

Umumnya, rasa khawatir ini muncul terkait cara memberikan MPASI secara efektif.

Atau, mungkin seputar bagaimana agar Si Kecil selalu bersemangat mengonsumsi MPASI.

Nah, agar Moms tidak bingung lagi tentang bagaimana memberikan MPASI yang efektif kepada si kecil, simak tipsnya di bawah ini, ya!

1. Perhatikan Waktu Memberikan MPASI

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), waktu yang tepat untuk memberikan MPASI adalah ketika Si Kecil sudah menunjukkan tanda-tanda tertentu.

Tanda-tanda Si Kecil sudah siap menerima MPASI, antara lain:

  • Kepala Si Kecil sudah bisa tegak
  • Si Kecil sudah bisa duduk
  • Si Kecil sering mencoba untuk meraih makanan
  • Si Kecil telah memiliki refleks untuk membuka mulut ketika disuapi makanan.

Tanda-tanda ini biasanya mulai ditunjukkan oleh Si Kecil ketika menginjak usia 6 bulan.

Jadi, Moms harus selalu peka terhadap perkembangan fisik anak sebelum memberikan MPASI, ya!

2. Pilih Menu yang Tepat

Pemberian MPASI bagi si kecil merupakan hal penting yang berperan bagi proses tumbuh dan kembang anak.

Oleh karena itu, Moms perlu memperhatikan menu yang memiliki gizi seimbang bagi Si Kecil.

Moms bisa membuat menu MPASI dengan beberapa bahan segar dari buah-buahan, seperti pisang.

Tidak hanya itu, Moms juga bisa membuat MPASI yang bernutrisi dari buah melon, atau jagung yang bisa diolah menjadi bubur.

Bahan dasar MPASI tersebut mengandung banyak gizi, juga dapat diolah dengan berbagai kombinasi.

Hal ini bisa membuat Si Kecil tertarik dan lebih lahap saat makan!

3. Hindari Penggunaan Penambah Rasa

Hal lain yang perlu diingat Moms adalah, jangan sampai memberikan penambah rasa seperti gula, garam, dan zat-zat lainnya pada menu MPASI Si Kecil.

Sebab, Si Kecil baru saja belajar untuk mengonsumsi asupan selain ASI.

Memberikan penambah rasa pada MPASI dikhawatirkan akan menimbulkan risiko, seperti alergi atau membuat Si Kecil menjadi picky eater.

Oleh karena itu, sebisa mungkin, rasa makanan yang diberikan harus sesuai dengan aslinya.

Teksturnya pun harus dimulai dari sangat lembut, lalu ditingkatkan menjadi semi-padat dan padat sesuai usia serta tumbuh kembang Si Kecil.

Baca Juga: 11+ Perlengkapan MPASI yang Wajib Moms Miliki

Demikian informasi mengenai MPASI homemade atau instan, tips jitu memberikannya kepada Si Kecil.

Mana yang menurut Moms paling cocok untuk Si Kecil? Apakah MPASI homemade atau instan?

Baik MPASI homemade atau instan, keduanya bisa memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil asalkan diberikan dengan cara yang tepat.

Jadi, jangan bingung dengan pilihan MPASI homemade atau instan lagi, ya, Moms. Selamat menyiapkan MPASI untuk Si Kecil!

  • https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/66389/WHO_NHD_00.1.pdf?sequence=1

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.