Kesehatan Umum

25 November 2021

Bisul di Kepala, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya Yuk Moms!

Ternyata, ada beberapa jenis bisul di kepala lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ada banyak kondisi dan infeksi yang dapat menyerang kulit kepala. Selain ketombe, ada juga hal yang lain seperti semacam jerawat atau bisul di kepala.

Penyebabnya jura beragam, misalnya banyaknya racun berbahaya di udara, kotoran, keringat dan polusi yang memicu penumpukan kotoran yang menyebabkan beberapa masalah di kulit kepala.

Bisul di kepala juga bisa disebut dengan folikulitis. Ini adalah gangguan peradangan yang dapat berdampak pada folikel rambut di kulit kepala, Moms.

Baca Juga: Ini 10 Penyebab Kepala Kesemutan, Bisa Jadi Penyakit Berat!

Penyebab Bisul di Kepala

kulit kepala gatal.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jerawat atau bisul di kepala ini akan terlihat seperti benjolan kecil dan merah yang bisa sangat gatal dan juga menyakitkan. Ini kebanyakan berkembang di garis rambut.

Ukuran bisul di kepala juga berbeda untuk setiap orang, karena tergantung pada tingkat keparahannya. Meski bukan kondisi medis yang serius, tetapi kadang membuat tidak nyaman dan memalukan.

Jika tidak diobati, bisul ini bisa menyebar ke folikel rambut lainnya. Moms mungkin juga mendapati kulit kepala yang seperti melepuh dengan nanah dan akan mengeras di kulit kepala.

Ini akan mempengaruhi kulit kepala, dan selanjutnya melahirkan masalah lain seperti rambut rontok dan pertumbuhan rambut yang lambat.

Ada banyak alasan mengapa bisul di kepala bisa terjadi. Sebagian besar tidak berbahaya. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, ini bisa mengindikasikan masalah yang lebih serius.

Beberapa penyebab bisul di kepala di antaranya:

1. Rambut Tumbuh ke Dalam

Ini bisa terjadi ketika rambut yang dicukur tumbuh ke dalam kulit, bukan melaluinya. Ini menyebabkan benjolan kecil berwarna merah dan padat.

Terkadang, rambut yang tumbuh ke dalam bisa terinfeksi dan berubah menjadi benjolan berisi nanah yang bisa disebut jerawat atau bisul.

Rambut yang tumbuh ke dalam biasanya tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri saat rambut tumbuh. Moms dapat mencegah rambut tumbuh ke dalam dengan membiarkan rambut tumbuh sendiri.

2. Folikulitis

Folikulitis adalah peradangan atau infeksi pada folikel rambut. biasanya ini terjadi akibat adanya infeksi bakteri dan jamur. Benjolan ini bisa berwarna merah atau terlihat seperti jerawat whitehead.

Selain bisul di kepala, penderita folikulitis di kulit kepala juga bisa terasa gatal dan nyeri. Jika tidak diobati, infeksi bisa berubah menjadi luka terbuka.

3. Seborrheic Keratosis

Ini adalah pertumbuhan kulit non-kanker yang terlihat dan terasa seperti kutil. Ini biasanya muncul di kepala dan leher orang dewasa.

Benjolan ini biasanya tidak berbahaya, meskipun terlihat mirip dengan kanker kulit. Untuk alasan ini, saat seborrheic keratosis muncul jarang dirawat.

Baca Juga: 11 Ciri-Ciri Terkena Radiasi HP, Salah Satunya Sakit Kepala

4. Epidermal Cyst

Ini disebut juga kista epidermoid, yakni benjolan kecil dan keras yang tumbuh di bawah kulit. Kista yang tumbuh lambat ini sering terjadi pada kulit kepala dan wajah.

Ini tidak menyebabkan rasa sakit, dan terlihat berwarna kulit atau kuning. Penumpukan keratin di bawah kulit sering menjadi penyebabnya.

Terkadang kista ini akan hilang dengan sendirinya. Ini biasanya tidak harus dirawat atau diangkat kecuali terinfeksi dan terasa menyakitkan.

5. Pillar Cyst

Ini adalah jenis lain dari kista jinak yang tumbuh lambat dan berkembang di kulit. Disebut juga kista pilar, jenis ini paling sering terjadi di kulit kepala.

Ukurannya bisa bermacam-macam, tetapi hampir selalu halus, berbentuk kubah dan berwarna kulit. Ini tidak menyakitkan saat disentuh.

6. Pilomatrixoma

Ini adalah tumor kulit non-kanker. Rasanya sulit untuk disentuh karena terjadi setelah sel-sel mengapur di bawah kulit.

Tumor ini umumnya terjadi pada wajah, kepala, dan leher. Biasanya, hanya satu benjolan yang terbentuk dan tumbuh perlahan seiring waktu. Benjolan ini biasanya tidak sakit.

Pilomatrixoma dapat ditemukan pada anak-anak dan orang dewasa. Ada kemungkinan kecil pilomatrixoma bisa berubah menjadi kanker.

Baca Juga: Kepala Sering Pusing? Mungkin 7 Hal Ini Jadi Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gejala dan Jenis Bisul di Kepala

Hati-hati,-Jerawat-Bisa-Muncul-di-Kulit-Kepala-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Biasanya, bisul di kepala dimulai dengan adanya benjolan kecil yang meradang dan muncul di sepanjang garis rambut.

Seiring waktu, benjolan ini tumbuh lebih besar dan menjadi lebih meradang. Tanpa pengobatan, ini dapat menyebar ke folikel rambut di bagian tengah atau belakang kepala.

Dilansir Dermato Endocrinology, gelaja lainnya adalah:

  • Kumpulan luka berisi nanah atau berkerak
  • Menutup jerawat dengan whiteheads
  • Luka dengan koreng berwarna coklat atau kuning
  • Kulit yang meradang
  • Gatal, sensasi terbakar, atau kulit yang lembut
  • Demam ringan

Setiap orang dapat mengembangkan berbagai jenis bisul di kepala, tergantung pada penyebabnya. Beberapa jenisnya menurut StatPearls adalah:

  • Penyakit Hoffman. Ini adalah tempat munculnya nodul besar di kulit kepala. Mungkin juga ada bercak rambut rontok, menurut Dermato Endocrinology. Ini bukan karena infeksi bakteri atau jamur, tetapi infeksi sekunder yang dapat berkembang jika tidak diobati.
  • Pseudofolliculitis barbae. Ini adalah jenis lain yang berkembang dari rambut yang tumbuh ke dalam. Luka bakar akibat pisau cukur biasanya mengarah ke kumpulan kecil, benjolan merah di wajah bagian bawah, alat kelamin, dan area lain di mana seseorang secara teratur bercukur.
  • Folikulitis bakteri. Infeksi bakteri adalah penyebab paling umum dari folikulitis. Staphylococcus aureus (S. aureus) adalah bakteri yang paling sering menyebabkan folikulitis bakteri.
  • Gram Negative Folliculitis. Ini paling sering terjadi ketika seseorang menggunakan antibiotik oral. Ini juga bisa berkembang setelah penggunaan antibiotik topikal jangka panjang, di mana bakteri resisten antibiotik tumbuh di berbagai bagian tubuh, termasuk kulit kepala.
  • Folikulitis eosinofilik. Ini eosinofilik menyebabkan lesi kulit yang dalam dan berisi nanah terjadi sebagian besar pada wajah, leher, dan kulit kepala. Bentuk folikulitis ini mempengaruhi bayi dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Ini mempengaruhi pria lebih sering daripada wanita, menurut National Center for Advancing Translational Sciences (NCATS).

Baca Juga: Mengenal Tension Headache yang Bikin Kepala Seperti Diikat Karet

Cara Mengatasi Bisul di Kepala dengan Bahan Alami

Hati-hati, Eksim Bisa Muncul di Kulit Kepala-2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Moms bisa mengikuti saran dari dokter untuk mengatasi bisul di kepala, atau memilih untuk mengobatinya dengan pengobatan alami sederhana.

Saat melakukan proses pengobatan, Moms sebisa mungkin harus menghindari menggaruk kulit kepala meski merasa gatal pada sekitar bisul di kepala.

Sebagian besar kasus bisul ini bersifat ringan dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, mungkin memerlukan perhatian medis dalam kondisi yang jarang terjadi.

Nah, berikut ini 5 cara alami menghilangkan bisul di kepala yang bisa Moms coba!

1. Lidah Buaya

Aloe Vera atau lidah buaya adalah tanaman serbaguna dan gelnya dapat digunakan untuk banyak manfaat perawatan kulit dan rambut.

Ini baik untuk kesehatan dan secara alami juga dapat membuat kondisi kulit kepala lebih nyaman. Gel lidah buaya dapat memberikan rasa sejuk dan menenangkan di kepala.

Ini juga dapat membantu mengurangi gejala bisul seperti gatal, kemerahan, dan bengkak. Banyak penelitian menunjukkan gel lidah buaya juga dapat membantu mencegah infeksi yang menyebabkan bakteri.

Baca Juga: Sakit Kepala Bagian Atas? Cari Tahu Penyebab dan Cara Menanggulanginya di Sini

2. Minyak Atsiri

Minyak esensial atau minyak atsiri seperti minyak almond, minyak kelapa dan minyak zaitun juga merupakan perawatan yang efektif untuk jerawat kulit kepala.

Ini juga akan menghilangkan rasa kering pada kulit kepala dan rambut. menggunakan minyak setidaknya dua kali sehari setiap hari, dapat membantu dalam menyingkirkan masalah ini.

Namun, pastikan moms tidak alergi terhadap minyak esensial. Beberapa contoh minyak esensial adalah minyak lavender, minyak basil, minyak chamomile, minyak pohon teh, minyak jahe, dan sebagainya.

3. Oatmeal

Oat sangat berguna untuk banyak masalah perawatan rambut seperti rambut rontok, ketombe dan ujung bercabang. Ini dapat membantu mengendalikan rasa gatal di kulit kepala.

Ini juga bisa mengobati bisul di kulit kepala. Oleskan saja oatmeal pada kulit kepala untuk mengurangi peradangan dan gatal-gatal.

Oatmeal memiliki sifat anti-inflamasi yang ada di dalamnya, ini dapat memberikan bantuan untuk menghadapi beberasa masalah kulit yang lain juga.

4. Kompres Hangat

Basahi waslap dengan air hangat dan letakkan di kulit kepala selama beberapa menit. Ulangi setidaknya tiga kali sehari untuk mengurangi peradangan dan gatal.

Kompres hangat dan basah dapat membantu meredakan pembengkakan dan nyeri. Gunakan waslap baru atau yang disterilkan.

Kompres hangat juga merupakan salah satu pengobatan rumah yang paling efektif untuk mengatasi jerawat di kulit kepala.

Karena tidak ingin bisul di kepala lebih mengganggu, ada baiknya Moms untuk menghindari penyebabnya dan juga segera mengatasinya jika terlanjur terasa.

  • https://www.onlymyhealth.com/boils-on-scalp-here-are-5-useful-home-remedies-to-get-rid-of-them-1611377900
  • https://www.healthline.com/health/bump-on-back-of-head
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/scalp-folliculitis#folliculitis
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5821164/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK547754/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5821164/
  • https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/8534/eosinophilic-pustular-folliculitis
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait