31 Januari 2023

10 Penyebab Kepala Kesemutan, Awas Tanda Penyakit Berat!

Kira-kira, apa penyebabnya, ya, Moms?

Moms, kepala kesemutan biasanya terkait dengan sistem saraf. Baik sistem saraf pusat maupun sistem saraf tepi.

Gejalanya kadangkala disertai dengan sensasi geli atau gatal hingga nyeri tajam yang dapat menjalar ke sekitar wajah atau mata.

Kondisi ini dapat bersifat akut atau kronis, tergantung dari penyebab yang mendasarinya.

“Penyebab kepala kesemutan yang paling sering adalah stres atau gangguan kecemasan, yang memicu ketegangan saraf otak," kata Dr Daniel Fenton, direktur klinis di London Doctors Clinic.

"Pada kondisi tersebut, kepala kesemutan biasanya bersifat sementara alias tidak lama,” sambungnya.

Yuk, cari tahu selengkapnya tentang penyebab kepala kesemutan dan cara mengatasinya!

Baca Juga: Sering Kesemutan saat Hamil: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Penyebab Kepala Kesemutan

Ilustrasi Kepala Kesemutan (Orami Photo Stocks)
Foto: Ilustrasi Kepala Kesemutan (Orami Photo Stocks)

Kepala kesemutan umumnya sebentar dan tidak lama.

Dikenal juga sebagai paresthesia, sensasi kesemutan yang biasa terjadi pada anggota tubuh (lengan, tungkai) dan ekstremitas (tangan, kaki).

Mungkin Moms pernah mengalami kesemutan sementara setelah duduk dengan kaki bersilang terlalu lama atau tertidur dengan lengan di belakang kepala.

Ini dapat terjadi ketika saraf terus menekan pada area tertentu.

Penyebab kepala kesemutan ini berbagai hal, bisa bersifat sementara atau berkelanjutan (kronis).

Mari simak penjelasan kepala kesemutan di bawah ini!

1. Stres atau Psikis

Biasanya, kepala kesemutan karena stres dipicu oleh tegangnya otot juga saraf di kepala. Sehingga menciptakan gejala kesemutan yang dapat dirasakan di satu atau kedua sisi kepala.

“Biasanya kesemutan akibat stres tidak lama dan akan segera berakhir ketika stres yang dialami telah teratasi," ungkap Dr Fenton.

"Namun, bila stres tidak juga teratasi, kesemutan di kepala dapat bertahan lama, bahkan dapat memicu terjadinya dermatitis seboroik,” tegasnya.

Dalam National Center for Biotechnology Information menjelaskan, hormon stres, seperti norepinefrin, mengarahkan darah ke area tubuh yang paling membutuhkannya.

Akibatnya, Moms mungkin mengalami kepala kesemutan atau sensasi kesemutan di area lain.

Menurut Anxiety and Depression Association of America , serangan panik juga dapat menyebabkan kepala kesemutan.

Ini mungkin terkait dengan bagaimana aliran darah berubah sebagai respons terhadap stres psikologis dan mungkin juga terkait dengan hormon stres.

Gejala serangan panik lainnya meliputi:

Baca Juga: 8 Makanan Pantangan Rematik yang Harus Dihindari untuk Cegah Gejala Kambuh

2. Sinusitis

Sinusitis merupakan peradangan pada rongga sinus akibat produksi lendir berlebih yang terperangkap di dalamnya.

Gejala yang dapat dirasakan berupa sakit kepala, nyeri wajah terutama sekitar mata, dahi dan hidung serta kesemutan di kepala akibat kompresi pada saraf trigeminal.

Infeksi seperti pilek, flu, dan sinusitis dapat menyebabkan hidung menjadi bengkak dan meradang. Sinus yang membesar dapat menekan saraf di dekatnya, menyebabkan kepala kesemutan.

Sinus juga dapat membuat sakit kepala dan mata lelah.

Serta dapat memicu sensasi kepala kesemutan karena perubahan tekanan dan aliran darah.

3. Radang Otak

Mengutip Johns Hopkins Medicine, radang otak atau yang disebut juga dengan ensefalitis paling sering disebabkan oleh infeksi virus.

Meski tak jarang, ensefalitis juga dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti tuberculosis atau sifilis.

Peradangan pada otak ini dapat menyebabkan kepala kesemutan yang dapat disertai dengan kekakuan pada leher dan punggung, nafsu makan menurun, demam, mual dan muntah.

Gejala yang dirasakan juga seperti flu atau sakit kepala biasa.

Baca Juga: 17+ Makanan Penyebab Asam Urat, Wajib Dihindari ya Moms!

4. Neuropati Kranial

Neuropati kranial atau gangguan saraf dapat menjadi penyebab kepala kesemutan.

Disebabkan oleh gangguan pada salah satu dari dua belas saraf kranial.

Gangguan saraf yang disebut dengan neuropati kranial ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, tekanan darah tinggi, stroke atau komplikasi diabetes yang disebut dengan neuropati diabetik.

“Gejala umumnya dapat berupa kesemutan, nyeri atau mati rasa di bagian kepala atau bagian tubuh lainnya,” Dr.Fenton menjelaskan.

5. Trauma Kepala

Kepala kesemutan dapat terjadi ketika seseorang mengalami trauma di bagian kepala akibat benturan, misalnya karena pukulan, terjatuh atau kecelakaan.

Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami sakit kepala disertai kesemutan, penglihatan menjadi kabur, mual dan muntah.

Mereka mungkin juga mengalami kelumpuhan wajah, di mana otot-otot di wajah tidak berfungsi.

Cedera kepala lainnya dapat merusak saraf di bagian luar kepala.

Jika ini terjadi, seseorang mungkin juga merasakan sensasi kepala kesemutan atau mati rasa sementara di daerah yang terkena.

Segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami kondisi seperti ini.

Baca Juga: 10 Cara Menjaga Kesehatan Otot Anak Sejak Dini, Mencegah Kram dan Pegal Linu

6. Migrain

Moms, migrain merupakan jenis sakit kepala yang kerap menyebabkan nyeri ringan hingga parah yang berdenyut-denyut.

Pada kasus yang parah, sensasi kepala kesemutan akibat migrain dapat berlangsung lama, bahkan dapat menyebabkan mati rasa pada wajah, bibir juga lidah.

Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, namun terdapat beberapa pemicunya, seperti faktor hormon, gen, kekurangan gizi, konsumsi makanan tertentu, stres dan kelelahan.

7. Penyakit Lyme

Mengutip Lyme Disease, penyakit Lyme merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Borrelia burgdorferi yang ditularkan melalui gigitan kutu.

Pada stadium awal, seseorang yang terinfeksi dapat mengalami ruam kemerahan yang berbentuk khas, dikenal dengan nama erythema migrans.

“Bila tidak segera ditangani, bakteri Borrelia akan menyebar ke seluruh tubuh dan berkembang menjadi stadium lanjut,” ungkap Dr Fenton.

Pada tahap ini, penderitanya akan mengeluhkan gejala berupa kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, demam, kepala kesemutan atau gangguan penglihatan yang dapat timbul secara episodik.

8. Herpes Zoster

Herpes zoster adalah infeksi pada saraf juga kulit disekitarnya akibat reaktivasi virus Varicella zoster, virus yang sama yang menjadi penyebab terjadinya cacar air.

Ia juga penyakit yang memengaruhi saraf dan penyebab kepala kesemutan.

Gejala awalnya ditandai dengan rasa nyeri yang bersifat neuropatik, seperti terbakar atau tertusuk benda tajam pada satu sisi tubuh dari bagian saraf yang terinfeksi.

Baca Juga: 7 Manfaat Daun Karuk untuk Kesehatan, Salah Satunya Meredakan Migrain!

9. Kekurangan Vitamin

Penyebab kepala kesemutan juga bisa karena Moms kekurangan vitamin dalam tubuh.

Tubuh membutuhkan vitamin E, B1, B6, B12, dan niasin untuk kesehatan saraf.

Kekurangan vitamin B12 misalnya, dapat menyebabkan anemia pernisiosa, peranan penting dari neuropati perifer.

Tetapi terlalu banyak vitamin B6 juga dapat menyebabkan kesemutan di tangan dan rasa sakit pada area kaki.

10. Kadar Gula Tinggi

Sering mengalami kepala kesemutan, adalah tanda kadar gula dalam darah cukup tinggi, lho. Ini bisa memicu diabetes.

Diabetes terjadi ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin atau tidak dapat menggunakannya dengan baik.

Insulin bertanggung jawab untuk memproses gula dalam darah. Jika insulin tidak cukup, kadar gula darah seseorang bisa menjadi terlalu tinggi dan menyebabkan berbagai gejala.

Tanpa pengobatan, diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf. Penderita diabetes cenderung mengalami kerusakan saraf di bagian ekstremitas luar, seperti kaki.

Namun, orang bisa saja mengalami kerusakan saraf di wajah dan kepala, yang bisa jadi sumber kesemutan.

Baca Juga: Serba Serbi Flu Tulang, Jangan Disepelekan!

Cara Mengatasi Kepala Kesemutan

Cara Mengatasi Kepala Kesemutan (Orami Photo Stocks)
Foto: Cara Mengatasi Kepala Kesemutan (Orami Photo Stocks) (freepik.com)

Seseorang mungkin tidak perlu ke dokter jika mereka mengalami kepala kesemutan sesekali.

Jika kesemutan datang dan pergi dengan cepat, dan disebabkan karena flu, sinusitis atau disertai dengan sakit kepala, biasanya akan hilang tanpa pengobatan.

Obat alami dalam mengatasi kepala kesemutan yakni dengan membuat tubuh lebih relaks dan tenang.

Ketika gejala kepala kesemutan disebabkan oleh rasa cemas dan respons stres yang menyertainya, menenangkan diri akan mengurangi gejala kepala kesemutan.

Moms dapat mempercepat proses pemulihan dengan mengurangi stres, melatih pernapasan yang relaks, meningkatkan istirahat dan relaksasi, dan tidak mengkhawatirkan secara berlebihan.

Tentu, gejala kepala kesemutan bisa mengganggu dan bahkan memengaruhi aktivitas.

Namun sekali lagi, saat tubuh Moms sudah pulih dari hormon stres, gejala kepala kesemutan akan berangsur hilang.

Baca Juga: 7 Lagu Pengantar Tidur, Buat Tubuh Lebih Rileks dan Lekas Mengantuk

Namun, jika kepala kesemutan berlanjut atau menyebabkan gangguan dalam beraktivitas, jangan tunda untuk segera berobat ke dokter, ya, Moms.

Bisa jadi, hal tersebut merupakan gejala awal stroke sehingga perlu segera diatasi sebelum muncul komplikasi.

Intinya, jangan anggap sepele kepala kesemutan, apalagi jika keluhannya sudah sangat mengganggu.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb