Parenting Islami

PARENTING ISLAMI
18 Januari 2021

Bolehkah Puasa setelah Berhubungan Intim? Temukan Jawabannya di Sini!

Rasulullah SAW menjawab rasa penasaran tentang bolehkah puasa setelah berhubungan intim
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Berhubungan intim bagi pasangan suami istri akan meningkatkan keharmonisan. Selain itu, dikutip dari Health Harvard bahwa berhubungan seksual juga memiliki manfaat kesehatan, salah satunya untuk jantung.

Sebuah studi di The American Journal of Cardiology mencatat bahwa tidak perlu ada keraguan untuk berhubungan intim karena masih ada kemungkinan untuk memiliki kehidupan seks yang sehat dan aktif meski memiliki penyakit jantung.

Berhubungan intim saat puasa juga bukan menjadi halangan. Bagi pasangan suami istri, ada kalanya melakukan hubungan intim secara spontan. Namun terkadang keduanya melakukan hubungan intim di malam hari hingga lupa untuk mandi wajib bahkan sahur setelah berniat untuk berpuasa.

Jika itu yang terjadi, bolehkah puasa setelah berhubungan intim? Bagaimana jika seseorang memiliki hadats besar atau dalam kondisi junub di malam yang mengharuskannya mandi junub, lalu tertidur hingga pagi yang menjadi bagian dari waktu ibadah puasa?

Baca Juga: Tips Berolahraga Walau Sedang Berpuasa

Bolehkah Puasa setelah Berhubungan Intim?

Bolehkan Puasa Setelah Berhubungan Intim -1

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir NU Online menurut hadist riwayat Bukhari dan Muslim yang menceritakan pengalaman Rasulullah SAW mengenai hubungan intim dan juga puasa.

Dalam keterangan tersebut, beliau masih dalam kondisi junub di pagi hari waktu puasa sebagaimana keterangan istrinya. “Dari Aisyah RA dan Ummu Salamah RA, Nabi Muhammad SAW pernah berpagi hari dalam kondisi junub karena jimak, kemudian beliau mandi, dan terus berpuasa”. (HR Muttafaq Alaih).

Hal ini memberikan jawaban mengenai pertanyaan bolehkah puasa setelah berhubungan intim, yakni adalah sesuatu yang dibolehkan. Selain itu, Imam Muslim dalam riwayat dari Ummu Salamah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak mengaqadha puasanya saat itu.

Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki menerangkan bahwa redaksi ‘Rasulullah SAW tidak mengaqadha’ mengisyaratkan bahwa puasa yang dijalani oleh Rasulullah SAW di hari saat beliau junub tersebut tidak berkekurangan sesuatu apapun.

“Maksudnya adalah tidak mengqadha puasa hari tersebut di bulan lainnya karena puasanya hari itu tetap sah tanpa cacat sedikitpun di dalamnya.” (Lihat Syekh Hasan Sulaiman An-Nuri dan Syekh Alawi Abbas Al-Maliki, Ibanatul Ahkam, [Beirut, Darul Fikr: 1996 M/1416 H], cetakan pertama, juz II, halaman 312).

Sejumlah ulama pun telah berfatwa bahwa hadas atau keadaan tidak suci pada diri seorang muslim menyebabkan ia tidak boleh untuk salat dan melakukan banyak ibadah lain kecuali puasa.

Dapat disimpulkan bahwa orang yang dalam keadaan junub dan tertidur hingga pagi hari sehingga lupa mandi wajib, dapat terus melanjutkan ibadah puasanya. Ia cukup mandi junub lalu berpuasa hingga matahari tenggelam.

Puasanya terbilang sah tanpa perlu mengqadhanya di bulan-bulan selanjutnya. Islam membolehkan orang yang junub untuk menunda mandi wajibnya di bulan Ramadhan maupun di luar bulan Ramadhan.

Tetapi sebaiknya orang yang junub segera melakukan mandi wajib agar dapat menjalani ibadah puasa seharian dalam keadaan suci dari hadats besar.

Baca Juga: 5 Cara Menahan Lapar saat Puasa, Praktikkan Yuk!

Waktu yang Diperbolehkan Berhubungan Intim saat Akan Berpuasa

Bolehkan Puasa Setelah Berhubungan Intim -2

Foto: Orami Photo Stock

Jika seseorang hendak melakukan puasa baik saat Ramadan atau bulan-bulan lain misalnya melakukan puasa daud itu, ada waktu-waktu tertentu untuk melakukan hubungan intim agar tidak membatalkan puasanya.

Allah berfirman: “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu, mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.

Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam". (QS Al-Baqarah: 187)

Berikut ini adalah waktu yang diperbolehkan untuk berhubungan intim, terutama di bulan Ramadan.

  • Setelah berbuka puasa. Waktu berbuka puasa merupakan waktu untuk umat muslim yang berpuasa sudah diperbolehkan untuk menyantap makanan berbuka. Artinya, pasangan suami istri juga diperbolehkan untuk melakukan hubungan intim setelah magrib hingga subuh.
  • Setelah salat tarawih. Malam hari setelah usai menunaikan salat tarawih, suami istri diperbolehkan melakukan hubungan intim. Waktu ini merupakan waktu terbaik karena pasangan suami istri memiliki waktu yang cukup banyak dan juga akan merasa nyaman saat melakukannya.
  • Sebelum Qiyaamul-layl. Tahajud atau Qiyamul-layl merupakan ibadah malam yang biasanya dilakukan sekitar pukul 00.00-04.00. Pasangan suami istri bisa menggunakan waktu ini untuk berhubungan intim.
  • Setelah Qiyaamul-layl. Pilihan yang terakhir yaitu berhubungan intim setelah qiyaamul-layl. Usai berhubungan intim, pasangan bisa sekaligus mempersiapkan makan sahur bersama. Seseorang bisa memilih untuk mandi wajib atau sahur dahulu, tergantung keinginannya.

Baca Juga: Tak Hanya Bisa Bikin Batal, Ini Bahayanya Seks Saat Puasa

Mandi Wajib atau Sahur Dulu?

Bolehkan Puasa Setelah Berhubungan Intim -2

Foto: Orami Photo Stock

Setelah pertanyaan bolehkah puasa setelah berhubungan intim terjawab, ada pertanyaan lain yang biasanya mengikuti. Ketika ada orang junub bangun tidur di penghujung malam, ia berada dalam keadaan harus memilih antara mandi wajib dan sahur, apa yang harus didahulukan?

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa mandi wajib tidak harus dilakukan sebelum subuh. Seseorang boleh mandi wajib setelah subuh dan puasanya tetap sah. Sementara sahur, batas terakhirnya adalah subuh. Seseorang tidak boleh sahur setelah masuk waktu subuh.

Mempertimbangkan hal tersebut, seseorang memungkinkan untuk menunda mandi wajib dan tidak mungkin menunda sahur. Karena itu, yang mungkin dilakukan adalah mendahulukan sahur dan menunda mandi wajib.

Hanya saja, sebelum makan sahur dianjurkan agar berwudhu terlebih dahulu. Sebagaimana keterangan dari Aisyah RA, beliau mengatakan: “Apabila Nabi SAW berada dalam kondisi junub, kemudian beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu sebagaimana wudhu ketika hendak shalat.” (HR Muslim).

Meski begitu, ‘Aisyah RA berkata: “Rasulullah SAW pernah menjumpai waktu fajar di bulan Ramadhan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa." (HR Muslim).

Al Qurthubi RA memiliki penjelasan tersendiri mengenai hadist tersebut. “Dalam hadits ini terdapat dua faedah. Pertama, Nabi SAW menyetubuhi istrinya di bulan Ramadhan, lantas beliau menunda mandinya hingga setelah terbit fajar. Ini menunjukkan bolehnya menunda mandi junub seperti itu.

Kedua, beliau dalam keadaan junub karena jima’ (berhubungan badan dengan istrinya). Karena Nabi SAW tidaklah pernah ihtilam (mimpi basah). Mimpi basah hanyalah dari setan, sedangkan beliau sendiri adalah orang yang ma’shum (terjaga dari kesalahan)."

Sedangkan ahli tafsir sekaligus penyusun Tafsir Al-Misbah, Quraish Shihab menyatakan, mandi wajib setelah subuh sebenarnya tidak membatalkan puasa. Namun dirinya tidak memperbolehkan orang mandi wajib dilakukan pada siang hari.

“Tidak boleh [mandi junub siang hari] bukan karena itu membatalkan puasa, tetapi karena Anda harus salat subuh. Mandi junub harus sebelum waktu Subuh berlalu,” kata Quraish Shihab seperti dikutip dari buku Quraish Shihab Menjawab: 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui halaman 118.

Jawaban mengenai bolehkah puasa setelah berhubungan intim ini memiliki alasan kuat berdasakan keterangan nabi, sehingga bisa dicontoh untuk seseorang yang berada dalam kondisi tersebut.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait