Home & Living

26 Agustus 2021

Cara Membuat Kompos yang Sederhana dan Cepat, Anti Ribet!

Manfaatkan bahan sisa di dapur untuk membuat kompos
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms yang hobi berkebun di rumah perlu menyimak cara membuat kompos sendiri berikut ini.

Kompos adalah bahan-bahan organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk yang bekerja di dalam bahan organik tersebut.

Secara umum, hanya bahan tanaman yang dapat dikomposkan. Daging, tulang, dan susu dapat menampung bakteri berbahaya dan tidak boleh ditambahkan ke tumpukan kompos.

Untuk alasan yang sama, kotoran hewan peliharaan juga umumnya tidak boleh dikomposkan.

Cara membuat kompos memang tidaklah sulit, tetapi perlu ketelitian dan kesabaran karena proses pengomposan cukup memakan waktu. Pasalnya, salah satu jenis pupuk organik ini biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Berikut cara membuat kompos dan manfaatnya bagi tanaman yang perlu Moms ketahui.

Baca Juga: Moms Suka Berkebun? Coba Buat Pupuk Organik di Rumah, Yuk!

Bahan-bahan untuk Membuat Kompos

sampah dapur untuk kompos

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengetahui cara membuat kompos lebih lanjut, Moms perlu menyiapkan bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kompos.

Meski bahan-bahan yang digunakan biasanya adalah sisa bahan makanan di rumah, tetapi tak semua sampah dapur bisa dimanfaatkan untuk membuat kompos, lho.

Berikut bahan-bahan alami yang dapat dijadikan kompos:

  • Potongan buah
  • Potongan sayuran
  • Ampas kopi
  • Kulit telur
  • Potongan rumput dan tanaman
  • Daun kering
  • Kayu dan kulit kayu yang dicincang halus
  • Kertas bekas, tisu, atau koran yang sudah tak terpakai lagi
  • Sedotan
  • Serbuk gergaji dari kayu yang tidak diolah
  • Bumbu dapur kadaluarsa
  • Debu dari belakang lemari es.

Walaupun kulit jeruk, kulit bawang merah, dan kulit bawang putih juga termasuk dalam bahan organik tetapi sebaiknya tidak digunakan untuk membuat kompos.

Hal ini karena kulit jeruk, kulit bawang merah, dan kulit bawang putih dapat mengusir cacing tanah, yang merupakan bagian penting dari tumbuh kembang tanaman.

Semua bahan organik yang telah disebutkan di atas akan mengalami pelapukan yang diakibatkan oleh mikroorganisme yang tumbuh subur pada lingkungan lembap dan basah.

Pada dasarnya, proses pelapukan ini merupakan proses alamiah yang biasa terjadi di alam. Namun, proses pelapukan secara alami ini berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai puluhan tahun.

Untuk mempersingkat proses pelapukan, diperlukan adanya bantuan dari manusia. Jika proses pengomposan dilakukan dengan benar, proses hanya berlangsung selama 1-3 bulan saja, tidak sampai bertahun-tahun.

Baca Juga: 13 Tanaman Pembawa Hoki, Moms Harus Punya!

Hindari menambahkan:

  • Apa pun yang mengandung daging, minyak, lemak, atau lemak
  • Tumbuhan yang terkena penyakit
  • Serbuk gergaji atau serpihan dari kayu yang diberi perlakuan tekanan
  • Kotoran anjing atau kucing
  • Gulma yang menjadi benih
  • Produk susu
  • Kertas kado metalik
  • Bekas minuman yang dilapisi bahan metalk
  • Kaca, besi, alumunium
  • Boks kardus makanan bertekstur greasy (seperti boks pizza)
  • Plastik, botol atau kaleng bekas makanan/minuman.

Barang-barang ini tidak hanya akan menyebabkan masalah di kebun, tetapi juga dapat membuat kompos Moms berbau tidak sedap yang pada akhirnya dapat menarik binatang dan hama.

Baca Juga: 13 Rekomendasi Jenis Tanaman Air untuk Akuarium dan Kolam, Cantik!

Cara Membuat Kompos Sederhana dan Cepat

cara membuat kompos

Foto: Orami Photo Stock

Inilah bahan-bahan, alat, dan cara membuat kompos yang bisa Moms ikuti:

1. Alat Membuat Kompos

  • Alat pemotong/pencacah misalnya pisau.
  • Tempat menampung sampah, dapat menggunakan ember bekas cat dan wadah bekas lainnya.
  • Alat pengaduk
  • Ember/wadah untuk melarutkan aktivator
  • Sarung tangan.

2. Bahan untuk Membuat Kompos

  • Sampah rumah tangga
  • Tanah
  • Air secukupnya
  • Arang sekam
  • Aktivator, yaitu zat yang akan mengaktifkan kerja organisme pengurai sehingga akan mempercepat proses pembusukan dan penguraian bahan organik. Terdapat banyak jenis aktivator yang beredar di pasaran, salah satu yang umum digunakan adalah EM4.

Baca Juga: Buat Rumah Lebih Indah, Ini 5 Rekomendasi Pupuk Tanaman Hias Terbaik

3. Cara Membuat Kompos

tips membuat kompos

Foto: Orami Photo Stock

  • Cacah sampah organik rumah tangga hingga  berukuran kecil  (semakin kecil, semakin cepat pengomposan berlangsung).
  • Tambahkan kompos jadi/tanah/pupuk kandang/serbuk gergaji sebagai inokulan.
  • Larutkan aktivator dengan air. Tuangkan larutan aktivator/starter kompos (contoh : EM4) ke bahan kompos. Aduk rata.
  • Tambahkan  lagi larutan aktivator bila campuran terlalu kering.
  • Masukkan dalam wadah pengomposan.
  • Tutup rapat.
  • Aduk seminggu sekali agar aerasi (aliran udara) dalam wadah berlangsung baik.
  • Selama proses pengomposan, suhu dalam wadah akan naik yang menandakan bahwa mikroorganisme sedang bekerja.
  • Memasuki minggu 7-8 pengomposan selesai, suhu dalam wadah pun akan normal kembali.
  • Kompos yang sudah jadi siap digunakan. Bisa dilakukan pengayakan.
  • Kompos yang baik berwarna cokelat kehitaman, berbau tanah, dan berbutir halus.

Kompos berguna untuk meningkatkan daya ikat tanah terhadap air sehingga dapat menyimpan air tanah lebih lama.

Ketersediaan air di dalam tanah dapat mencegah lapisan kering pada tanah, serta memperbaiki struktur tanah yang semula padat menjadi lebih gembur.

Penggunaan kompos juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan akar serta membuat akar tanaman mudah tumbuh. 

Selain itu, kompos mengandung humus yang sangat dibutuhkan untuk peningkatan hara makro dan mikro pada tanah, meningkatkan aktivitas mikroba tanah, hingga mampu menekan pertumbuhan atau serangan penyakit tanaman.

Namun, kandungan hara pada kompos memang terbilang lebih sedikit dibandingkan pupuk anorganik. Oleh karena itu, penggunaan kompos harus dilakukan dengan volume yang sangat banyak untuk memenuhi kebutuhan hara tanaman.

Meski demikian, pupuk kompos tetap banyak digunakan dan digemari oleh para petani atau orang yang suka berkebun karena bisa memanfaatkan sampah organik menjadi hal yang lebih berguna.

Moms pun tidak membutuhkan banyak uang untuk membuat pupuk organik ini.

Itulah cara membuat kompos yang dapat Moms lakukan sendiri di rumah. Semoga bermanfaat, ya!

  • https://www.bhg.com/gardening/yard/compost/how-to-compost/
  • https://www.thespruce.com/how-to-easily-make-a-compost-2539473
  • https://pertanian.pontianakkota.go.id/artikel/57-membuat-kompos-dari-sampah-rumah-tangga.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait