Kesehatan

10 Desember 2020

8 Cara Mengatasi Gigi Goyang, Menggunakan Makanan?

Ada banyak cara mengatasi gigi goyang, simak yuk Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Gigi goyang merupakan kondisi dimana gigi kehilangan penyangga dan perlahan terlepas dari gusi dan tulang. Saat mengalami gigi goyang, Moms mungkin akan mengalami gejala, seperti gusi berdara, gusi bengkak, gusi merah dan resesi gusi atau kondisi turunnya gusi hingga memperlihatkan akar dari gigi.

Ada banyak faktor penyebab terjadinya gigi goyang. Untuk anak-anak, gigi goyang merupakan salah satu tanda bahwa mereka telah memasuki masa anak-anak dari balita. Namun gigi goyang akan menjadi masalah jika menimpa orang dewasa.

Banyak cara mengatasi gigi goyang, tetapi sebelumnya Moms harus mengetahui lebih dulu penyebabnya.

Baca Juga: Anak Punya Kebiasaan Menggigit Kuku? Ini Penyebab dan Cara Menghentikannya

Penyebab Gigi Goyang

XX Cara Mengatasi Gigi Goyang

Foto: freepik.com

Ada banyak faktor yang menyebabkan gigi goyang. Berikut penyebab gigi goyang yang harus Moms ketahui.

1. Penyakit Gusi

Penyakit gusi atau juga dikenal dengan nama periodontitis. Penyakit menimbulkan peradangan dan infeksi pada gusi. Biasanya disebabkan oleh kebiasaan kebersihan gigi yang buruk.

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) yang berkantor pusat di Amerika melaporkan bahwa setengah dari orang dewasa berusia 30 tahun atau lebih di Amerika menderita penyakit gusi.

Kondisi ini terjadi karena tidak terangkatnya plak dengan sempurna dari gusi dan gigi. Plak yang mengandung bakteri akan mengeras, sehingga bakteri akan bertumbuh dan mempengaruhi kesehatan gusi.

Tanda-tanda penyakit gusi harus diperiksa oleh dokter gigi sesegera mungkin. Deteksi dan perawatan dini dapat mencegah gigi tanggal.

2. Kehamilan

Gigi goyang juga bisa dialami oleh ibu hamil. Karna peningkatan kadar estrogen dan progesteron selama kehamilan dapat memengaruhi tulang dan jaringan di mulut.

Moms tidak periu takut untuk mengunjungi dokter gigi saat mengalami kondisi ini. Menurut American Dental Association dan the American Congress of Obstetricians and Gynecologists aman bagi setiap ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan gigi rutin, termasuk pemeriksaan sinar X dan juga pembersihan (karang gigi).

Faktanya, karena kemungkinan adanya hubungan antara penyakit gusi dan kelahiran prematur, orang hamil dianjurkan untuk mengunjungi dokter gigi secara teratur.

3. Cedera

Kecelakaan yang menyebabkan benturan juga dapat menyebabkan gigi goyang. Bahkan, hal ini juga dapat merusak gigi dan jaringan sekitarnya.

Kemudian, sering mengatupkan gigi saat stres atau menggemeretakkannya di malam hari dapat merusak jaringan dan mengendurkan gigi.

Banyak orang tidak menyadari kebiasaan mengatupkan atau menggemeretakkan hingga menyebabkan nyeri rahang. Seorang dokter gigi mungkin dapat mendeteksi masalah tersebut sebelum gigi rusak secara permanen.

Siapa pun yang curiga bahwa cedera telah merusak gigi harus segera menemui dokter gigi. Cedera olahraga, kecelakaan, dan jatuh, misalnya, dapat menyebabkan kerusakan gigi.

4. Osteoporosis

Osteoporosis merupakan penyakit yang menyebabkan tulang melemah dan menjadi keropos. Akibatnya, benturan dan benturan kecil pun dapat menyebabkan patah tulang.

Sementara osteoporosis umumnya menyerang tulang belakang, pinggul, dan pergelangan tangan, hal itu juga dapat merusak tulang di rahang yang menopang gigi.

Jika tulang rahang menjadi kurang padat, gigi bisa kendor dan rontok. Jurnal National Institutes of Health (NIH) melaporkan kemungkinan adanya hubungan antara keropos tulang dan peningkatan risiko penyakit gusi.

Obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati osteoporosis dapat menyebabkan masalah kesehatan gigi, meskipun hal ini jarang terjadi. Dalam kasus yang jarang terjadi, obat yang disebut bifosfonat, yang membantu mengobati keropos tulang, dapat menyebabkan gigi lepas. Ini dikenal sebagai osteonekrosis rahang.

Jurnal Clinical Cases in Mineral and Bone Metabolism menyatakan bahwa osteonekrosis jarang terjadi pada orang yang mengonsumsi bifosfonat dalam bentuk pil, tetapi kondisi tersebut dapat berkembang pada orang yang menerima obat secara intravena.

Trauma dan prosedur pembedahan, seperti pencabutan gigi, juga dapat menyebabkan osteonekrosis.

Baca Juga: Cegah Kerusakan Gigi Anak Dengan Makanan Tinggi Serat

Cara Mengatasi Gigi Goyang Pada Anak

XX Cara Mengatasi Gigi Goyang

Foto: freepik.com

Gigi goyang merupakan kondisi yang tidak nyaman untuk Moms dan Si Kecil. Jika gigi goyang terjadi pada anak-anak Moms tidak perlu khawatir, karena gigi goyang pada anak akan copot dengan sendirinya.

Namun, Moms dapat melakukan beberapa cara mengatasi gigi goyang pada anak-anak. Berikut caranya.

1. Mendorong dengan Lidah atau Jari

Mintalah Si Kecil untuk mendorong gigi yang goyang agar cepat lepas dari gusi. Baik menggunakan lidah, maupun menggunakan jari tangan yang suda dibersihkan. Hal ini merupakan cara mengatasi gigi goyang agar cepat copot pada anak Moms.

2. Menarik dengan Benang

Gigi anak yang sudah goyang juga bisa Moms tarik menggunakan benang. Hal ini merupakan metode yang paling sering dilakukan sebagai cara mengatasi gigi goyang pada anak-anak.

3. Menggunakan Makanan

Moms bisa minta Si Kecil untuk konsumsi makanan yang keras, seperti apel atau es krim batangan agat giginya tertinggal di makanan tersebut. Pilihan terbaik untuk melakukan metode ini adalah dengan menggunakan es krim batangan. Karena dapat menghilangkan rasa sakit saat gigi tanggal.

Baca Juga: Tidak Perlu Veneer, Ini 3 Cara Memutihkan Gigi Secara Alami

Cara Mengatasi Gigi Goyang Karena Benturan

XX Cara Mengatasi Gigi Goyang

Foto: freepik.com

Salah satu penyebab gigi goyang adalah benturan. Hal ini bisa dikarenakan olahraga atau kecelakaan mobil. Gigi goyang karena benturan merupakan kondisi yang sangat tidak nyaman bagi Moms. Agar tidak sakit lagi, berikut cara mengatasi gigi goyang karena benturan.

4. Splinting Gigi

Splinting gigi adalah metode mengikat gigi ke gigi-gigi sebelahnya yang masih kuat. Namun, cara ini hanya bisa dilakukan apabila gig masih memiliki pegangan ke gusi dan tulang rahang, meskipun hanya sedikit.

Prosedur splinting gigi merupakan cara mengatasi gigi goyang karena benturan. Kondisi ini biasanya akan dilakukan karena kondisi gigi yang masih bagus dan tidak perlu ditanggalkan.

5. Menggunakan Penyesuaian Gigitan

Salah satu cara mengatasi gigi goyang karena benturan adalah dengan cara penyesuaian gigitan. Dokter biasanya akan memebrikan alat pelindung gigi untuk untuk dipakai saat tidur. Hal ini untuk menghindari terjadinya gertakan saat malam hari, sehingga gigi tidak mudah copot saat goyang.

Baca Juga: Kenali Tanda-tanda Bayi Tumbuh Gigi

Cara Mengatasi Gigi Goyang Agar Cepat Copot

XX Cara Mengatasi Gigi Goyang

Foto: freepik.com

Kalau Moms sudah tidak nyaman dengan keadaan gigi goyang, sebaiknya Moms mulai periksakan ke dokter gigi. Namun, biasanya dokter akan melakukan berbagai cara untuk mempertahankan gigi goyang pada orang dewasa. Sebaliknya, untuk anak-anak gigi yang goyang harus cepat ditanggalkan. Berikut cara mengatasi gigi goyang agar cepat copot.

6. Menggunakan Lidah

Saat gigi Si Kecil mulai goyang, Moms dapat menginstruksikan Si Kecil untuk mendorongnya menggunakan lidah. Hal ini merupakan cara mengatasi gigi goyang agar cepat copot yang paling efektif.

7. Menggunakan Jari

Moms juga minta Si Kecil menggoyangkan giginya menggunakan tangan agar cepat copot. Namun, Moms tetap perlu pastikan tangan Si Kecil dalam keadaan bersih ya Moms. Agar tidak ada kontaminasi dari virus dan bakteri.

8. Konsumsi Es Krim Batang

Es krim merupakan makanan kesukaan anak-anak di seluruh dunia. Nah, Moms bisa mengandalkan makanan yang satu ini sebagai cara mengatasi gigi goyang agar cepat copot pada Si Kecil. Moms cukup meminta Si Kecil untuk menggigit es krim di bagian gigi yang sudah goyang.

Baca Juga: 5 Pertanyaan Seputar Cara Merawat Gigi Bayi dan Jawabannya

Moms, sudah tahukan cara mengatasi gigi goyang agar cepat copot? Jangan lupa dicoba ya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait