Pasca Melahirkan

8 September 2021

Sebagai Persiapan Sebelum Menyapih, Intip Cara Menghentikan ASI Ini Moms!

Ada beberapa cara menghentikan ASi yang bisa dilakukan, tergantung dengan alasannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Karla Farhana

Ada banyak alasan bagi Moms untuk berhenti menyusui, tapi Moms harus dapat menemukan cara menghentikan ASI yang nyaman dan juga aman.

Sebab, kemampuan luar biasa tubuh Moms untuk membuat ASI tidak akan berhenti dalam sekejap.

Menyapih adalah proses yang paling baik jika terjadi selama beberapa minggu.

Tetapi jika Moms harus segera berhenti menyusui, ada beberapa cara untuk menghentikan ASI yang memiliki sedikit kemungkinan adanya masalah, misalnya seperti pembengkakan atau mastitis.

“Mencari bantuan sejak dini dapat memecahkan potensi masalah penyapihan sebelum muncul,” kata Rachel Radcliffe, MS, OTR/L, IBCLC, terapis okupasi dan konsultan laktasi di Sistem Kesehatan Nasional Anak di Washington, DC.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengencangkan Payudara Setelah Menyusui?

Cara Menghentikan ASI Secara Alami

Bagaimana Cara Agar Proses Menyapih Tetap Menyenangkan untuk Moms dan Bayi -4.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika menemukan cara menghentikan ASI yang dilakukan dengan benar, menyapih bisa menjadi pengalaman yang bebas rasa sakit, baik secara fisik dan emosional, untuk Moms dan juga untuk Si Kecil.

American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk menyusui secara eksklusif sampai bayi berusia setidaknya 6 bulan, dan kemudian secara bertahap menambahkan makanan padat sambil terus menyusui sampai bayi berusia satu tahun atau lebih.

Tapi, ada beberapa ibu yang memiliki alasan medis untuk berhenti menyusui lebih cepat.

Harus diingat bahwa jika menyapih sebelum bayi berusia satu tahun, Moms harus memberikan susu formula untuk memastikan bayi menerima nutrisi yang tepat.

Setelah usia satu tahun dapat beralih ke susu sapi.

Cara menghentikan ASI terbaik tanpa rasa sakit adalah dengan melakukannya secara alami dan perlahan.

“Menyapih secara bertahap, dengan menghentikan satu sesi menyusui atau memompa setiap beberapa hari, biasanya merupakan cara yang baik untuk memulai,” kata Rachel.

Selain mengurangi waktu menyusui setiap tiga hari atau lebih, Moms juga dapat mengurangi beberapa menit setiap kali menyusui.

“Setiap ibu memiliki respons yang berbeda-beda terhadap frekuensi menyusui yang berkurang,” kata dia.

Tetapi, sambungnya, menyapih dengan cara yang terukur dan stabil dapat membantu menghindari payudara yang membesar dan mengurangi risiko saluran tersumbat atau mastitis, serta infeksi saluran ASI di payudara.

Selain itu, mulailah proses penyapihan dengan tidak menyusui saat anak tidak meminta. Misalnya saat anak asyik bermain.

Saat menyapih, bantu alihkan perhatian anak dengan memberi sesuatu yang lain sehingga dia kenyang, dan hindari menyusui sampai anak tertidur.

Meski tidak semua nyaman dengan caara mengehentikan ASI secara alami, Mom dapat menggunakan beberapa strategi penyapihan yang terbukti benar dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan dengan waktu cepat, seperti:

  • Mengurangi tekanan dan rasa sakit dengan menggunakan pompa payudara atau tangan untuk mengeluarkan sedikit ASI. Cukup keluarkan seperlunya, sebab mengosongkan payudara hanya akan mendorong tubuh terus memproduksi lebih banyak ASI dan menghambat penyapihan.
  • Daun kubis dingin atau kompres es adalah cara lama menyapih untuk menghilangkan rasa sakit akibat pembengkakan. Caranya, cukup dimasukkan ke dalam bra untuk mengurangi ketidaknyamanan.
  • Gunakan pereda nyeri seperti ibuprofen (Advil atau Motrin) untuk membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri terkait penyapihan, dan antihistamin pil KB untuk mengurangi suplai ASI.
  • Office of Women health The US Department of Health and Human Services juga merekomendasikan teh dan herbal, termasuk sage, peppermint, peterseli, dan melati, untuk membantu mengurangi suplai ASI lebih cepat.
  • Menyapih di malam hari dapat menghadirkan tantangan tersendiri. Ini karena banyak perempuan cenderung memiliki volume susu tertinggi di tengah malam atau dini hari. Moms bisa memberikan banyak makanan padat nutrisi di siang hari untuk memenuhi kalori yang dapat diberikan saat menyusui malam.

Baca Juga: Moms Wajib Tahu, Ini Dia Tips Memilih Bra Menyusui

Cara Menghentikan ASI setelah Keguguran

9 Cara Mengurangi Risiko Keguguran pada Kehamilan Pertama.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Keguguran bisa menjadi peristiwa yang memilukan. Ini bisa menjadi pengalaman yang mengasingkan dan topik yang dihindari oleh banyak orang.

Sebab perempuan sering terkejut menemukan diri mereka masih mengeluarkan ASI setelah keguguran.

Beberapa Moms merasa tertekan dan ingin segera mengehentikan ASI tersebut.

Yang lain memiliki reaksi sebaliknya dan menemukan bahwa itu membantu mereka mengatasi kehilangan mereka dengan lebih baik, misalnya dengan:

  • Mengakui keberadaan bayi.
  • Membiarkan rasa kehilangannya dan bekerja melalui proses berkabung, daripada menghentikannya dengan segera.
  • Mengubah kehilangan menjadi sesuatu yang positif dengan mendonasikan ASI.

Tidak setiap perempuan yang mengalami keguguran akan mengeluarkan ASI.

Karena biasanya Moms memulai proses menyusui antara minggu kedua belas dan keenam belas kehamilan.

Setelah keguguran, Moms dapat memeras payudara hingga terasa kosong, menurut Global Journal of Health Science

Sangat dapat dimengerti mengapa kebanyakan perempuan ingin segera menghentikan ASI agar menghindari perasaan berkabung yang lama.

Hal terbaik yang harus dilakukan sebagai cara menghentikan ASI setelah keguguran adalah dengan:

  • Hindari menyentuh atau merangsang puting karena dapat meningkatkan aliran ASI.
  • Tempatkan daun kol dingin di dalam bra untuk meredakan pembengkakan.
  • Ambil pereda nyeri seperti Tylenol (acetaminophen) atau Advil (ibuprofen), dikutip Lunalactation .
  • Gunakan kompres dingin untuk meredakan pembengkakan atau nyeri.
  • Moms yang terus mencoba menekan produksi ASI masih dapat mengalami masalah yang terkait dengan menyusui seperti mastitis atau saluran yang tersumbat. Jika terjadi, Moms mungkin perlu memijat payudara dan memeras ASI melalui puting untuk membuka pori-pori yang tersumbat.
  • Obat Parlodel (bromokriptin) dulu banyak diresepkan untuk menghentikan laktasi setelah keguguran. Kebanyakan dokter sekarang menghindarinya karena tingginya tingkat efek samping. Jika diresepkan harus digunakan dengan sangat hati-hati dan dihindari pada perempuan dengan tekanan darah tinggi atau penyakit mental yang serius, dikutip Drugs and Lactation Database.

Baca Juga: 10 Penyebab Mual Saat Menyusui Bayi yang Harus Moms Ketahui

Cara Menghentikan ASI Saat Menyapih

Bagaimana Cara Agar Proses Menyapih Tetap Menyenangkan untuk Moms dan Bayi -2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya apapun masalahnya, menyapih secara perlahan dan tanpa stres adalah yang terbaik untuk Moms dan juga bayi.

Waktu yang ideal untuk menyapih adalah saat ibu dan bayi sama-sama menginginkannya.

Beberapa faktor akan memengaruhi berapa lama ASI akan mengering, termasuk usia bayi dan berapa banyak ASI yang diproduksi tubuh.

Beberapa perempuan mungkin berhenti berproduksi hanya dalam beberapa hari.

Bagi yang lain, mungkin perlu beberapa minggu agar payudaranya telah kering dari ASI.

Moms mungkin juga akan mengalami sensasi let-down atau bocor selama berbulan-bulan setelah menekan laktasi.

Moms bisa mencoba cara menghentikan ASI saat berencana menyapih berikut ini:

  • Kenakan bra yang dapat menahan payudara di tempatnya.
  • Gunakan kompres es dan obat pereda nyeri (OTC) yang dijual bebas untuk membantu mengatasi rasa sakit dan peradangan.
  • Memeras payudara dengan tangan untuk meredakan pembengkakan. Lakukan ini dengan tepat agar tidak terus merangsang produksi.
  • Gunakan rempah. Sage dapat membantu mengatasi masalah penyapihan atau kelebihan pasokan, menurut studi Breastfeeding Medicine. Moms harus mulai sedikit demi sedikit dan melihat bagaimana tubuh bereaksi.
  • Gunakan pil KB. Pil yang hanya mengandung progestin tidak selalu berdampak pada pasokan ASI. Pil kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen, di sisi lain, dapat bekerja dengan baik untuk menekan laktasi.
  • Konsumsi Vitamin B. Sebuah studi tentang B-6 dari South African Medical Journal menunjukkan bahwa metode ini tidak menghasilkan efek samping yang tidak menyenangkan untuk 96 persen peserta. Hanya 76,5 persen dari mereka yang menerima plasebo bebas dari efek samping.
  • Obat lain. Cabergoline dapat digunakan untuk menekan ASI. Ia bekerja dengan menghentikan produksi prolaktin tubuh. Obat ini tidak disetujui untuk penggunaan ini oleh FDA, tetapi mungkin diresepkan di luar label. Dokter dapat menjelaskan manfaat dan risikonya.

Apapun cara menghentikan ASI yang akan Moms pilih, semoga dapat dilakukan dengan hati agar Si Kecil tidak kehilangan waktu bersama dengan Moms.

  • https://www.verywellfamily.com/lactation-and-pregnancy-loss-2371501
  • https://www.thebump.com/a/how-to-stop-breastfeeding
  • https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Where-We-Stand-Breastfeeding.aspx
  • https://www.womenshealth.gov/breastfeeding
  • https://www.ccsenet.org/journal/index.php/gjhs/article/view/53876
  • http://www.lunalactation.com/final_clinical_lactation.pdf
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501306/
  • https://www.healthline.com/health/parenting/how-to-dry-up-breast-milk#TOC_TITLE_HDR_1
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4216483/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/1209435/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait