Pernikahan & Seks

30 Juli 2021

Cemburu atau Posesif? Ketahui Perbedaannya di Sini!

Cemburu memang bumbu cinta, tapi kalau posesif?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Karla Farhana

Cemburu dan posesif adalah masalah yang kerap dihadapi pasangan. Namun banyak yang bilang cemburu dan posesif bisa menjadi salah satu pintu dari toxic relationship. Benarkah?

Bicara tentang hubungan pasangan suami istri, pasti tidak pernah lepas dari yang namanya konflik. Konflik kecil yang berkepanjangan bisa menjadi besar jika tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya.

Salah satu konflik kecil dalam suatu hubungan adalah masalah cemburu dan tingkat posesif pasangan yang kadang membuat kurang nyaman.

Perlu Moms ketahui, setiap pria pasti memiliki kadar cemburu yang berbeda-beda, serta cara menunjukan kecemburuan yang berbeda pula. Ada yang terang-terangan bicara bahwa ia tidak suka jika Moms berkomunikasi dengan lelaki A.

Baca Juga: 3 Tips Mengatasi Rasa Cemburu Balita terhadap Adik Barunya, Layak Dicoba!

Ada juga yang tidak secara langsung mengutarakannya, tapi kadang tipe pria yang seperti ini akan berubah sikapnya lebih cuek dari biasanya sampai ada celah untuk Moms menegurnya, baru ia mengutarakannya dengan sedikit gengsi.

Cemburu sah-sah saja Moms, selama masih di batas wajar. Karena ini menunjukan bahwa dirinya mempunyai rasa memiliki yang tinggi atau dalam kata yang lebih sederhana, ia menyayangi Moms seutuhnya.

Tapi apa jadinya kalau pasangan justru memiliki sifat yang lebih dari sekadar cemburu dan terlalu posesif? Ia melarang Moms pergi dan bertemu dengan orang-orang tertentu. Tentunya hal itu sangat membatasi ruang gerak Moms.

Agar lebih mendalam, yuk kita ketahui apa itu definisi cemburu dan posesif terlebih dahulu.

Pengertian Cemburu dan Posesif

posesif

Foto: Orami Photo Stock

Memberikan dukungan emosional adalah salah satu keuntungan dari menjalin sebuah hubungan. Perlu diketahui, sangatlah normal untuk melakukan dan menerima dukungan emosional, terlebih ketika seseorang berada di dalam hubungan yang cukup lama.

Namun terkadang, hubungan tak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya rasa cemburu pun hadir. Tak jarang, rasa cemburu itu berujung pada posesif. Yuk ketahui apa itu arti cemburu dan posesif.

1. Cemburu

Kita semua memiliki kecemburuan. Rasa cemburu sendiri bisa diartikan sebagai rasa waspada ketika kita sedang menjaga sesuatu yang dimiliki.

Kecemburuan sendiri bisa menjadi sebuah hal yang sehat dan normal, namun juga bisa berakibat buruk terhadap orang yang kita sayangi.

Dilansir dari sebuah jurnal yang berjudul Romantic Jealousy and Relationship Satisfaction: The Costs of Rumination kecemburuan memang sering dikaitkan dengan rusaknya hubungan. Namun kecemburuan juga bisa memiliki keterkaitan dengan peningkatan komitmen.

Biasanya rasa ini datang ketika kita melihat "saingan" potensial yang bisa hadir dalam kehidupan pasangan kita. Hal tersebut sangatlah wajar ketikas seseorang sedang berada dalam hubungan romantis.

Kendati demikian, kecemburuan yang diiringi dengan tindakan yang berlebihan bisa mengarah pada perilaku posesif. Dan perlu diketahui, sifat tersebut bisa sangat merugikan diri sendiri, pasangan, dan hubungan yang sedang dijalani.

2. Posesif

Berbeda dengan cemburu yang masih bisa dibilang normal, posesif sendiri adalah sebuah tindakan yang tidak sehat dalam hubungan.

Tak bisa dipungkiri bahwa rasa keinginan untuk memiliki adalah hal yang normal. Kendati demikian, rasa memiliki yang berlebihan dan membuat seseorang merasa memiliki hal untuk mengatur, membatasi, serta melarang pasangannya untuk menjalani hidup sesuai pilihannya bukanlah sebuah hal yang sehat.

Ya, tindakan dan rasa memiliki berlebihan yang sudah disebutkan di atas dinamakan posesif.

Dilansir dari sebuah studi yang berjudul Effects of Ownership Expressed by The First-person Possessive Pronoun menunjukkan bahwa kecemburuan yang diikuti dengan perilaku pengawasan pada pasangan yang sering disebut sebagai tindakan posesif bisa menyebabkan ketidakpuasan hubungan dan perilaku destruktif.

Berikut beberapa sikap yang wajib Moms ketahui untuk membedakan antara cemburu dan posesif.

Baca Juga:Kalau Mengalami 6 Hal Ini, Tandanya Kita Sudah Merasa Bahagia dengan Pasangan

Cara Membedakan Cemburu dan Posesif

posesif

Foto: Orami Photo Stock

Terkadang seseorang masih bingung membedakan cemburu dan juga posesif. Bahkan tak jarang seseorang membiarkan pasangannya bersikap posesif karena dianggap sebagai caranya untuk menunjukkan kasih sayang.

Namun perilaku posesif bisa berbahaya, Moms. Berikit cara membedakan cemburu dan perilaku posesif yang perlu diketahui!

1. Alasan

Pria menjadi cemburu atau posesif memang punya alasannya masing-masing. Coba ajak bicara pasangan dan tanyakan alasan yang paling mendasar mengapa ia tidak menyukai sikap Moms.

Jika Moms merasa alasannya masuk akal, dan hal tersebut bisa merusak hubungan Moms. Berarti pasangan hanya sekadar cemburu.

Orang yang posesif cenderung tidak memiliki hal yang jelas ketika membatasi pasangannya, ia hanya ingin mengontrol hidup Moms tanpa alasan yang realistis.

2. Cara Penyampaian

Sama dengan halnya wanita, karakter pria pun berbeda-beda. Saat menyampaikan dirinya tidak menyukai Moms bergaul dengan salah seorang pria, Moms bisa lihat dari cara menyampaikan hal tersebut.

Kalau hanya teguran atau pembicaraan serius itu tandanya ia sedang menunjukan kecemburuannya. Tapi kalau ia bicara secara kasar bahkan sampai memaki-maki atau berteriak, sudah pasti ia adalah orang yang sangat posesif.

Baca Juga: Cek, Apakah Anda Termasuk Istri yang Cemburuan

3. Reaksi Pasangan

Saat tahu bahwa ada perbuatan Moms yang tidak disukai pasangan, coba bicarakan dengan teman dekat atau orang tua, apakah hal tersebut wajar dicemburui atau tidak.

Jika tanggapan mereka tidak wajar dan hal yang Moms lakukan adalah hal yang tidak menyimpang. Seharusnya Moms memberi penjelasan kepada pasangan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Lihatlah reaksi pasangan, apakah ia mengalah atau justru bicara kasar atau bahkan sampai melakukan kekerasan. Karena orang yang memiliki tingkat posesif tinggi akan melakukan tindakan kekerasan untuk membuat pasangannya merasa takut dan mematuhi segala perintahnya.

Baca Juga: Moms, Yuk Belajar dari Kisah Siti Aisyah yang Cemburu

Duh Moms, kalau tingkat kecemburuan dan posesif sudah sampai seperti ini, segera laporkan ke keluarga dekat untuk mengambil tindakan lanjut. Jangan sampai Moms salah kaprah antara cemburu dan posesif, ya Moms.

  • https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10570314.2013.770161
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/21251853/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait