Scroll untuk melanjutkan membaca

PROGRAM HAMIL
01 September 2022

Cryptic Pregnancy atau Kehamilan Samar, Ketika Kehamilan Gagal Terdeteksi oleh Alat Medis

Cryptic pregnancy bisa saja diketahui saat trimester ketiga bahkan saat hendak melahirkan!
Cryptic Pregnancy atau Kehamilan Samar, Ketika Kehamilan Gagal Terdeteksi oleh Alat Medis

Cryptic pregnancy atau kehamilan samar, adalah kehamilan yang mungkin gagal dideteksi oleh metode pengujian medis konvensional.

Bukti menunjukkan bahwa perempuan mungkin tidak menyadari kehamilan mereka hingga 1 dari 475 kasus, dilansir BMJ Case Report.

Biasanya, ini membuat emosi yang campur aduk. Berbeda dari kehamilan yang terlambat diketahui misalnya pada bulan kedua, cryptic pregnancy bisa saja diketahui saat trimester ketiga bahkan saat hendak melahirkan.

Baca Juga: Ketahui 7 Masalah Kehamilan Karena Gangguan Makan

Gejala Cryptic Pregnancy

Gejala Cryptic Pregnancy

Foto: Gejala Cryptic Pregnancy

Foto: perut perempuan (Orami Photo Stock)

Untuk memahami bagaimana cryptic pregnancy atau kehamilan samar bisa tidak terdeteksi, ada baiknya Moms untuk mengetahui seperti apa kehamilan yang normal pada tahap awal.

Di Amerika Serikat, kebanyakan perempuan mengetahui bahwa mereka hamil dalam waktu 5 sampai 12 minggu setelah pembuahan.

Setelah melewatkan satu periode haid, tes kehamilan di rumah umumnya akan menunjukkan hasil ‘positif’. Tes urin, tes darah, dan USG di dokter kandungan akan mengkonfirmasi kehamilan tersebut.

Kebanyakan orang menunjukkan gejala kehamilan seperti payudara yang lembut dan bengkak, perubahan suasana hati, kelelahan, dan mual sejak awal selama trimester pertama.

Saat mengalami cryptic pregnancy, tidak ada yang memicu rantai peristiwa yang mengarah pada hasil bahwa Moms sedang hamil.

Tes kehamilan mungkin akan kembali negatif bahkan setelah Moms melewatkan waktu menstruasi.

Moms juga mungkin mengabaikan mual di kehamilan awal sebagai flu perut atau gangguan pencernaan.

Mungkin Moms telah diberi tahu bahwa Moms mengalami infertilitas, atau menstruasi tidak teratur sejak awal, yang berarti bahwa kehamilan bukanlah kemungkinan yang cenderung dipertimbangkan.

Jika Moms sedang hamil tetapi tidak menyadarinya, gejala kehamilan yang hilang dapat menambah kebingungan.

Apalagi jika Moms belum pernah hamil sebelumnya, jadi akan lebih mudah untuk mengabaikan gejala kehamilan seperti gerakan janin, sedikit kenaikan berat badan, dan kelelahan.

Tingkat hormon kehamilan yang rendah dapat berarti gejala kehamilan sangat ringan atau hampir tidak mungkin untuk diperhatikan.

Baca Juga: 7 Jenis Stres yang Dapat Menyebabkan Masalah Kehamilan, Apa Saja?

Penyebab Cryptic Pregnancy

Penyebab Cryptic Pregnancy

Foto: Penyebab Cryptic Pregnancy (nutraingredients-asia.com)

Foto: ilustrasi rahim (Orami Photo Stock)

Hormon yang berfluktuasi dapat menyebabkan sedikit pendarahan yang menyerupai menstruasi.

Jika Moms memiliki waktu haid yang tidak teratur dan merasa sebagian besar sama seperti biasanya, mungkin Moms berfikir mengapa harus melakukan tes kehamilan?

Inilah yang menyebabkan berapa banyak orang yang bisa berbulan-bulan tidak mengetahui bahwa mereka hamil. Kondisi yang terkait dengan cryptic pregnancy meliputi:

  • Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS). Kondisi ini dapat membatasi kesuburan, membuat ketidakseimbangan hormon, dan menyebabkan menstruasi yang terlewat atau tidak teratur.
  • Perimenopause. Ini adalah waktu antara saat menstruasi mulai tumbuh kurang konsisten dan saat berhenti sepenuhnya, yang ditandai dengan menopause. Gejala kehamilan seperti penambahan berat badan dan fluktuasi hormon dapat menyerupai gejala perimenopause.
  • Pil KB dan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) dapat membuat Moms merasa yakin bahwa kehamilan bukanlah sebuah kemungkinan. Meskipun metode pencegahan kehamilan ini sangat efektif, ada beberapa contoh seseorang yang bisa hamil meski menggunakan IUD.
  • Dimungkinkan untuk hamil lagi setelah kehamilan dan sebelum menstruasi kembali. Ini karena menyusui dan faktor hormonal dapat menyebabkan tubuh menunda ovulasi dan menstruasi selama beberapa bulan setelah melahirkan, Moms mungkin menganggap gejala ini hanyalah tubuh yang menyesuaikan diri dengan keadaan pascapersalinan.

Baca Juga: 5 Masalah Kesehatan Ibu Hamil yang Aneh tapi Umum

Contoh Kasus Cryptic Pregnancy

Contoh Kasus Cryptic Pregnancy

Foto: Contoh Kasus Cryptic Pregnancy

Foto: bingung hasil kehamilan (Orami Photo Stock)

Banyak sumber yang bervariasi tentang berapa lama cryptic pregnancy dapat berlangsung. Sulit untuk mengumpulkan data tentang hal ini.

Itu karena perempuan yang tidak mengetahui kehamilan mereka hanya dapat memberi tahu kapan kehamilan mereka berakhir, bukan berapa lama itu dimulai.

Bukti anekdotal menunjukkan bahwa hal tersebut dapat berlangsung lebih lama daripada kehamilan biasa, mungkin terkait dengan kadar hormon yang sangat rendah.

Di sisi lain, ada juga kasus akibat kurangnya perawatan prenatal, pola makan yang buruk, dan pilihan gaya hidup yang membuat seseorang yang tidak menyadari kehamilan mereka dapat meningkatkan kemungkinan kelahiran prematur.

Baca Juga: Kenali 4 Masalah Kulit Saat Hamil yang Bersifat Fisiologis

Ada banyak cerita tentang perempuan yang mengaku tidak tahu bahwa mereka hamil. Ada satu cerita tentang seorang perempuan berusia 23 tahun yang pergi ke UGD karena nyeri punggung bawah.

Begitu tiba, dia melakukan tes kehamilan rutin sebelum diperiksa, yang mengungkapkan bahwa dia hamil.

Yang lebih mengejutkan, ketika dokter mulai memeriksa untuk kehamilan ektopik, mereka menemukan bahwa dia mengalami dilatasi 8 sentimeter atau hampir siap untuk melahirkan.

Dan dia akhirnya melahirkan bayi laki-laki yang sehat. Selain itu, NBC News melaporkan beberapa kasus ‘kelahiran sembunyi-sembunyi’ pada 2009.

Menurut laporan mereka, perempuan dilarikan ke UGD dengan apa yang dia dan keluarganya pikir adalah radang usus buntu, akhirnya dia dipanggil karena telah berada ditengah-tengah persalinan dengan merasakan kepala bayi yang muncul.

Bayi itu juga lahir dan tetap sehat.

Studi European Journal of Obstetrics, Gynecology, and Reproductive Biology menunjukkan bahwa tanpa perawatan prenatal, bayi jauh lebih mungkin dilahirkan prematur dan kekurangan berat badan saat lahir.

Baca Juga: 5 Masalah Kesehatan Selama Kehamilan yang Membuat Malu, Ada di Sini!

Fakta Cryptic Pregnancy

Kenali-Tes-Kehamilan-Alami.jpg

Foto: Kenali-Tes-Kehamilan-Alami.jpg

Foto: test pack (Orami Photo Stock)

Ada beberapa fakta menarik yang berkaitan dengan cryptic pregnancy. Sebab, belum ada kejelasan mengenai perempuan seperti apa yang dapat mengalami kehamilan samar ini.

Mayoritas perempuan yang diteliti, bertentangan dengan kepercayaan umum.

Misalnya memiliki dukungan sosial yang baik, yang mengarah pada kesimpulan bahwa stresor eksternal dan konflik dapat memiliki efek buruk pada perempuan yang dapat menyesuaikan diri dengan baik.

Dengan demikian, perempuan yang menjalani kehamilan samar adalah bagian dari kelompok heterogen tanpa karakteristik identifikasi yang jelas.

Oleh karena itu, dokter harus lebih waspada terhadap kemungkinan kehamilan samar dan menjalani pemeriksaan menyeluruh terhadap perempuan yang menunjukkan gejala yang berhubungan dengan kehamilan.

Beberapa fakta lain Mengen cryptic pregnancy yakni:

1. Dipercaya sebagai Gangguan Jiwa

Awalnya, ada yang mempercayai bahwa kehamilan samar berhubungan dengan adanya gangguan kejiwaan kepada seorang perempuan.

Namun, penelitian menunjukkan bukti yang bertentangan mengenai hubungan kehamilan samar dengan gangguan kejiwaan.

Gejala psikiatri yang berhubungan dengan skizofrenia, depresi atau gangguan kepribadian hanya menonjol pada sebagian kecil kasus, sehingga tidak dikenali sebagai ciri esensial dari kehamilan samar.

2. Pendarahan Pseudomenstruasi dan Tidak Mual

Banyak perempuan yang mengalami kehamilan samar yang ditandai dengan tidak menstruasi, menstruasi yang teratur, dan juga tidak mengalami mual.

Lebih penting lagi, tidak ada perempuan yang melaporkan tidak menyadari kehamilan sampai melahirkan mengalami mual.

Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara tidak adanya mual dan gejala lain seperti pembengkakan perut berkurang dan berat badan lahir rendah.

Ini mungkin menjadi alasan mengapa kehamilan tetap tersembunyi dan dalam banyak kasus ditolak sampai kelahiran anak.

Human chorionic gonadotropin (hCG) adalah hormon plasenta yang memainkan peran penting selama kehamilan.

Hormon ini terlibat dalam banyak aspek gejala kehamilan, dengan memicu pelepasan progesteron ibu dan dapat menghambat menstruasi.

3. Hipotesis Terkait Kehamilan Samar

Bukti yang tersedia saat ini dari sudut pandang biologis kehamilan samar terbatas. Beberapa studi epidemiologi memberikan lebih banyak informasi tentang topik tersebut.

Namun, bukti ini tidak langsung dan tidak cukup untuk menginformasikan teori penjelas. Perempuan menggunakan isyarat tubuh untuk menentukan apakah mereka hamil atau tidak.

Dalam kasus kehamilan samar, isyarat ini berkurang atau tidak ada. Oleh karena itu, dengan tidak adanya isyarat, kehamilan tidak diasumsikan.

  • Hipotesis 1: Hipotesis ini melihat aborsi yang terlewatkan sebagai penjelasan dari fenomena kehamilan samar. Jika janin yang produksi hCGnya mendekati ambang penolakan ibu bertahan dari awal kehamilan tanpa aborsi, ia dapat bertahan sampai melahirkan meskipun investasi ibu yang rendah dalam kehamilan.
  • Hipotesis 2: Hipotesis ini melihat kehamilan samar sebagai mekanisme adaptif dalam kondisi kehidupan yang penuh tekanan. Penelitian dengan sampel Australia mendukung klaim ini dengan menunjukkan tingginya insiden stres psikososial pada ibu.

Demikian penjelasan mengenai cryptic pregnancy yang bisa digunakan untuk Moms agar lebih waspada jika seandainya terlihat gejala kehamilan.

  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/cryptic-pregnancy
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4039772/
  • https://www.nbcnews.com/healthmain/congratulations-stomach-cramp-full-term-baby-1C9926250
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11750959/
  • https://www.news-medical.net/health/What-is-a-Cryptic-Pregnancy.aspx