25 Desember 2022

Mengenal Vasektomi, Metode KB untuk Pria yang Bersifat Permanen

Pahami prosedur, efektivitas, dan risikonya di sini

Banyak bentuk metode KB (Keluarga Berencana) yang mungkin sudah Moms ketahui, baik itu menggunakan kondom saat berhubungan seks, penggunaan KB spiral, minum pil KB, hingga vasektomi.

Namun, apakah metode KB vasektomi ini termasuk aman dan efektif? Lalu, bagaimana cara kerjanya?

Baca lebih lanjut artikel ini untuk mengetahui penjelasannya, Moms.

Baca Juga: Kenali Beragam Jenis Alat Kontrasepsi dan Kelebihannya

Efektivitas Metode KB dengan Vasektomi

Metode KB Vasektomi
Foto: Metode KB Vasektomi (Orami Photo Stock)

Mengutip Planned Parenthood, vasektomi atau sterilisasi pria, adalah salah satu jenis alat kontrasepsi yang paling efektif, dengan kemungkinan hampir 100% bisa mencegah kehamilan.

Istilah "vasektomi" berasal dari nama saluran di skrotum pria, yakni vas deferens.

Namun, kinerja metode KB ini dalam mencegah kehamilan tidak langsung segera efektif.

Diperlukan sekitar 3 bulan bagi air mani atau semen menjadi bebas sperma.

"Vasektomi adalah salah satu metode KB paling aman, sebab komplikasi setelah tindakan hanya ditemukan 1–2 persen dari total tindakan," jelas dr. Doddy W. Hami Seno, Sp. U, Dokter Spesialis Bedah Urologi RS Pondok Indah - Pondok Indah.

Dalam jurnal Scientific Reports, vasektomi adalah metode kontrasepsi pria yang sederhana, efektif, dan permanen.

Secara global, sekitar 5% pasangan yang menikah pada kelompok usia produktif menggunakannya sebagai kontrasepsi.

Perlu Dads ketahui, ada dua jenis vasektomi, yakni metode sayatan, dan metode tanpa pisau bedah (tanpa pemotongan).

Metode tanpa pemotongan menurunkan risiko infeksi dan komplikasi akibat vasektomi, dan umumnya lebih cepat dalam proses pemulihan.

Vasektomi adalah prosedur yang hanya dijalani satu kali.

Jadi, sebelum menentukan ini, Moms dan Dads berunding terlerbih dahulu, dalam menjalani program KB kehamilan seumur hidup.

Baca Juga: 7 Mitos KB Spiral dan Faktanya, Wajib Tahu!

Jenis Prosedur Vasektomi

Tindakan Operasi
Foto: Tindakan Operasi (Healthline.com)

Seperti kita tahu sebelumnya, prosedur vasektomi terbagi menjadi dua, yakni dengan sayatan dan tanpa pembedahan.

Lebih lanjut, dr. Doddy menjelaskan bahwa cara operasi metode KB vasektomi ini adalah dengan memotong saluran sperma (vas deferens) yang membawa sperma dari testis ke penis.

Bagaimana penjelasan mengenai kedua hal ini?

Berikut lebih rincinya untuk membantu Dads sebelum menjalani program pil KB.

1. Vasektomi Konvensional

Pada jenis vasektomi ini, dokter akan membuat sayatan di skrotum hingga mencapai saluran testis, yakni "vas deferens".

Vas deferens dipotong ke bagian kecil, dilepas, dan meninggalkan celah pendek di antara kedua ujungnya.

Selanjutnya, ahli urologi memotong ujung vas dan kemudian mengikat ujung yang dipotong atau meletakkan beberapa jahitan di antara keduanya.

Langkah-langkah ini kemudian diulangi di vas lain, baik melalui sayatan yang sama atau melalui yang baru.

Pembedahan skrotum dapat ditutup dengan jahitan atau dibiarkan menutup sendiri.

Ketika setiap vas deferens dipotong, sperma tidak bisa lagi mencapai air mani atau keluar dari penis.

2. Vasektomi Tanpa Pembedahan

Untuk vasektomi tanpa pisau bedah, ahli urologi akan menahan saluran sperma di bawah kulit skrotum dan menahannya dengan penjepit kecil.

Sebuah lubang kecil dibuat di kulit dan direntangkan sehingga vas deferens dapat diangkat keluar dengan lembut.

Kemudian dipotong, diikat dan dipasang kembali pada tempatnya.

Melansir Family Doctor, operasi metode ini memakan waktu sekitar 30 menit dan dilakukan pada keadaan sadar selama prosedur operasi dilakukan.

Dokter akan memberi bius lokal untuk mematikan rasa di bagian skrotum.

Setelah mati rasa, dokter akan membuat tusukan (lubang) yang sangat kecil di satu sisi skrotum dan mengeluarkan sebagian vas deferens di sisi itu.

Dads mungkin merasakan sedikit sensasi seperti ditarik.

Metode kontrasepsi vasektomi ini tidak langsung efektif, Dads harus berejakulasi sebanyak 15–20 kali, atau menunggu hingga 3 bulan sebelum sperma bersih dari kedua vas deferens.

Dokter akan meminta untuk membawa sampel ejakulasi pada jangka waktu dua atau tiga bulan setelah prosedur vasektomi dilakukan.

Baca Juga: 6 Posisi Seks Malam Pertama yang Aman dan Tidak Sakit

Risiko Bedah Vasektomi

Prosedur Operasi
Foto: Prosedur Operasi (Insider.com)

Mengutip Urology Health, tepat setelah operasi, ada risiko kecil pendarahan pada skrotum.

Jika Dads melihat skrotum membesar atau timbul nyeri, segera hubungi dokter yang menjalani pembedahan vasektomi sebelumnya.

Jika mengalami demam, atau skrotum berwarna merah atau sakit, ada kemungkinan terjadinya infeksi.

Ada risiko kecil untuk sindrom nyeri pasca vasektomi. Ini terjadi pada 1 atau 2 pria dari 100 vasektomi.

Sindrom nyeri pasca vasektomi adalah nyeri yang dapat terjadi setelah pembedahan.

Tidak jelas apa penyebabnya, tetapi biasanya diobati dengan obat anti nyeri dari dokter.

Studi menunjukkan pria yang pernah menjalani vasektomi, berisiko rendah untuk kondisi medis lain seperti penyakit jantung, kanker prostat, kanker testis, atau masalah kesehatan lainnya.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Aplikasi Pengatur Keuangan Keluarga

Aktivitas Seksual Pasca Vasektomi

Efek Samping Vasektomi
Foto: Efek Samping Vasektomi (Orami Photo Stock)

Kebanyakan pria tidak memerlukan rawat inap setelah pembedahan vasektomi.

Umumnya, para pasangan harus menghindari seks selama 3–7 hari atau aktivitas yang membutuhkan banyak tenaga.

Pembengkakan dan nyeri dari pembedahan bisa terjadi dan dapat diobati dengan kompres es pada skrotum dan mengenakan pakaian dalam yang nyaman.

Kebanyakan pria akan sembuh total dalam waktu kurang dari seminggu.

Seks sering kali dapat dilanjutkan dalam seminggu setelah vasektomi, tetapi penting untuk diketahui bahwa vasektomi tidak langsung berhasil.

Setelah vasektomi, sperma baru tidak akan bisa masuk ke dalam air mani, tetapi masih akan ada banyak sperma "di dalam saluran" yang membutuhkan waktu untuk dibersihkan.

Dads harus menindaklanjuti dengan ahli urologi untuk analisis air mani untuk memeriksa sperma dalam ejakulasi.

Dalam waktu ini, Dads harus menggunakan bentuk kontrasepsi lain dalam mencegah kehamilan. Waktu yang dibutuhkan agar ejakulasi bebas dari sperma bisa berbeda.

Kebanyakan ahli urologi menyarankan menunggu untuk memeriksa air mani setidaknya selama 3 bulan atau 20 kali ejakulasi.

Baca Juga: Berhubungan Seks di Awal Haid, Bisakah Hamil?

Biaya Vasektomi

Ilustrasi Seks Oral
Foto: Ilustrasi Seks Oral (Orami Photo Stock)

Biaya vasektomi berbeda-beda, tergantung dari rumah sakit yang menyelenggarakannya. Namun umumnya, membutuhkan biaya berkisar jutaan hinga belasan juta rupia.

Rata-rata di Indonesia biaya prosedur ini dapat dimulai dari Rp10.000.000 ke atas. Ini belum termasuk biaya tidak terduga serta pengobatan yang dibutuhkan pasca pembedahan.

Apabila Dads hendak melakukan vasektomi, setidaknya ada beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi.

Pertama, dianjurkan untuk yang berusia di atas 30 tahun, mempunyai anak lebih dari 2, serta sepakat untuk tidak memiliki anak lagi.

Sebab, pembedahan ini sifatnya permanen dan sekali seumur hidup.

Dads dalam keadaan sehat dan tidak menderita hemofilia atau penyakit kelainan pembekuan darah.

Yang paling penting adalah tidak ada tanda-tanda mengalami radang pada buah zakar, penyakit darah tinggi, kencing manis yang tidak terkontrol, penyakit paru-paru kronis, dan penyakit jantung.

Konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan program KB ini dengan matang ya.

Metode KB vasektomi ini memang terbilang sangat efektif. Namun, memang harus dipikir matang-matang karena bersifat permanen.

  • https://www.plannedparenthood.org/learn/birth-control/vasectomy/how-effective-vasectomy
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6200721/
  • https://familydoctor.org/vasectomy-what-to-expect/
  • https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/v/vasectomy

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.