13 Maret 2022

Kenali Kehamilan Kimiawi dari Gejala hingga Penyebabnya

Hati-hati dengan bahaya ‘Chemical Pregnancy’

Moms mungkin pernah mendengar istilah kehamilan kimiawi atau chemical pregnancy. Ini juga dikenal dengan keguguran dini, yang diyakini mencakup 50-75% dari semua keguguran.

Biasanya, kehamilan kimiawi terjadi ketika Moms mengalami menstruasi seminggu setelah tes kehamilan positif.

Biasanya, hal ini terjadi ketika Moms tidak sadar kalau sedang hamil.

Pasalnya, kehamilan kimiawi terjadi sebelum USG dapat mendeteksi janin, tetapi tidak terlalu dini untuk tes kehamilan demi mendeteksi kadar hCG, atau human chorionic gonadotropin.

Untuk lebih lengkapnya, berikut ini adalah informasi seputar kehamilan kimiawi. Disimak yuk, Moms!

Baca Juga: 7 Makanan yang Harus Dimakan dan Dihindari setelah Keguguran

Apa Itu Kehamilan Kimiawi?

kehamilan kimiawi
Foto: kehamilan kimiawi (freepik.com)

Foto: freepik.com

Istilah "kehamilan kimiawi" mengacu pada hasil positif pada tes darah atau urin yang mengukur keberadaan hormon, human chorionic gonadotropin (hCG), untuk mendeteksi kehamilan.

Tetapi banyak wanita yang mengalami kehamilan kimiawi bahkan tidak menyadari bahwa mereka hamil karena kegugurannya sangat dini.

Bahkan mungkin tidak sempat melakukan tes kehamilan, memiliki gejala kehamilan, atau bahkan melewatkan menstruasi.

Lanalee Araba Sam, M.D., dokter kebidanan dan kandungan di Fort Lauderdale menyatakan bahwa kehamilan kimiawi umumnya dikenal sebagai kehamilan positif palsu.

Artinya Moms memang mendapatkan hasil test pack positif tetapi beberapa hari kemudian terjadi pendarahan berat yang sering dianggap menstruasi.

Kira-kira 3 minggu setelah menstruasi terakhir, telur yang dibuahi tertanam di rahim.

Sel-sel yang akan menjadi plasenta pun mulai menghasilkan kadar hCG hormon kehamilan yang cukup tinggi untuk dideteksi pada tes darah atau urine.

Namun, karena beberapa alasan tertentu, implantasi tidak pernah sepenuhnya terjadi dan USG tidak bisa mendeteksi kantung kehamilan, detak jantung janin, atau plasenta yang berkembang.

Sehingga, hal ini mengakibatkan pendarahan sekitar seminggu setelah masa menstruasi.

Jadi, jika Moms mengalami pendarahan berat (dengan atau tanpa kram) setelah tes kehamilan positif, segera hubungi dokter kandungan.

Karena, bisa saja Moms mungkin mengalami kehamilan kimiawi.

Baca Juga: Kehamilan yang Gagal, Kenali Ciri-ciri Hamil Anggur

Gejala Kehamilan Kimiawi

Karena kehamilan kimiawi terjadi di awal kehamilan, Moms mungkin bahkan tidak menyadari kalau sudah hamil saat mengalami kehamilan kimiawi.

Untuk wanita yang memiliki gejala, umumnya akan terjadi kram perut seperti menstruasi.

Selain itu, juga ada pendarahan vagina dalam beberapa hari setelah mendapatkan hasil kehamilan yang positif.

Penting untuk dicatat bahwa pendarahan setelah tes kehamilan positif tidak selalu berarti kehamilan kimiawi.

Pendarahan juga sering terjadi selama implantasi, yaitu saat embrio menempel pada rahim.

Proses ini dapat pecah atau merusak pembuluh darah kecil di sepanjang lapisan rahim, yang mengakibatkan pelepasan darah.

Kehamilan kimiawi biasanya tidak berlangsung cukup lama untuk menyebabkan gejala terkait kehamilan seperti mual dan kelelahan.

Jenis keguguran akibat kehamilan kimiawi berbeda dengan keguguran lainnya.

Keguguran dapat terjadi kapan saja selama kehamilan. Tetapi kehamilan kimiawi lebih sering terjadi sebelum minggu ke-20.

Berikut ini mungkin tanda-tanda kehamilan kimiawi, dilansir dari Healthline:

  • Terjadi pendarahan berat yang tidak seperti biasanya
  • Kram perut seperti yang terjadi pada menstruasi
  • Gumpalan darah yang keluar dari vagina

Segera hubungi dokter jika mengalami pendarahan berat dan/atau kram setelah melakukan tes kehamilan positif.

Penyebab Kehamilan Kimiawi

kehamilan kimiawi
Foto: kehamilan kimiawi

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Everyday Health, kehamilan kimiawi adalah keguguran dini yang terjadi ketika sel telur dibuahi tetapi tidak sepenuhnya tertanam di dalam rahim.

Kehamilan hilang sebelum minggu kelima. Kehamilan kimia (juga dikenal sebagai kehamilan biokimia) ini sangat umum terjadi.

Penyebab kehamilan kimiawi bermacam-macam, di antaranya meliputi:

  • Kebanyakan terjadi karena janin tidak berkembang secara normal
  • Kelainan gen atau kromosom yang biasanya terjadi secara kebetulan saat embrio membelah dan tumbuh
  • Faktor risiko ibu hamil lebih tua dari 35 tahun
  • Lapisan uterus yang tidak memadai
  • Tingkat hormon rendah
  • Cacat fase luteal
  • Masalah medis yang tidak terdiagnosis, misalnya pembekuan darah atau kondisi tiroid
  • Infeksi

Kehamilan kimiawi juga dapat terjadi setelah fertilisasi in vitro (IVF).

Telur dikeluarkan dari indung telur dan dicampur dengan sperma. Embrio dipindahkan ke rahim setelah pembuahan.

IVF adalah pilihan jika Moms tidak dapat hamil, karena:

  • Saluran tuba yang rusak
  • masalah ovulasi
  • Endometriosis
  • Fibroid rahim
  • Masalah kesuburan lainnya

Jika hal tersebut menjadi penyebab kehamilan kimiawi, tes darah biasanya diberikan dalam waktu 9-14 hari setelah IVF untuk memeriksa kondisi rahim dan Moms.

Baca Juga: 7 Penyebab Keguguran Paling Umum

Bisakah Hamil Lagi Setelah Kehamilan Kimiawi?

kehamilan kimiawi
Foto: kehamilan kimiawi

Foto: Orami Photo Stock

Moms bisa berovulasi dan hamil lagi 2 minggu setelah keguguran dini, demikian menurut American Congress of Obstetricians and Gynecologists (ACOG).

Meskipun keguguran dini biasanya tidak memerlukan intervensi medis, pastikan untuk mengunjungi dokter jika Moms merasa telah mengalaminya.

Dokter bisa memastikan penyebabnya tergantung dari berbagai faktor.

Jika Moms mengalami 3 kali kehamilan kimiawi berturut-turut, dokter mungkin ingin menjalankan tes untuk menyingkirkan masalah medis yang mungkin menyebabkannya.

Jika kondisi kesehatan berkontribusi terhadap kehamilan kimiawi, sebagian besar dapat diobati sehingga Moms bisa terus mengandung bayi yang sehat.

Artinya, segera setelah siap, Moms bisa mulai mencoba hamil lagi.

Baca Juga: Rencanakan Kehamilan Lagi 6 Bulan Pasca Keguguran

Itu dia Moms informasi seputar kehamilan kimiawi yang wajib Moms ketahui, terutama ketika sedang menjalani program hamil.

Apakah Moms pernah mengalami kehamilan kimiawi? Bagaimana tindakan Moms?

  • https://www.acog.org/womens-health/faqs/early-pregnancy-loss
  • https://www.everydayhealth.com/chemical-pregnancy/guide/
  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/chemical-pregnancy#following-an-ivf
  • https://www.verywellfamily.com/chemical-pregnancy-a-very-early-miscarriage-2371493
  • https://www.miscarriageassociation.org.uk/information/miscarriage/chemical-pregnancy/
  • https://www.webmd.com/parenting/what-is-chemical-pregnancy#1

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb