Kesehatan

KESEHATAN
13 November 2020

Darah Menstruasi Sedikit, Aman atau Tidak?

Jangan khawatir kalau darah menstruasi yang keluar sedikit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms, biasanya berapa hari mengalami menstruasi setiap bulannya? Paling lama, wanita yang masih berada dalam masa subur akan mengalami menstruasi selama 7 hari.

Umumnya, pada hari pertama sampai ketiga, aliran darah menstruasi lagi banyak-banyaknya.

Untuk itu, banyak wanita yang mengalami kram perut hingga sembelit pada hari pertama menstruasi dan itu normal terjadi. Terpenting adalah, jangan lupa mengganti pembalut setiap sudah terasa penuh, ya!

Lalu, bagaimana apabila darah menstruasi yang keluar sedikit bahkan sejak hari pertama datang bulan? Hati-hati, Moms, kondisi ini disebut juga hypomenorrhea.

Umumnya, wanita mengeluarkan darah sebanyak 30-50 ml setiap periode menstruasi. Atau bisa dikatakan mengganti pembalut sebanyak dua sampai tiga kali dalam sehari.

Hypomenorrhea bisa dialami siapa saja dengan berbagai penyebab yang mendasari. Apakah kondisi ini aman terjadi? Sebaiknya simak ulasan berikut.

Baca Juga: Keluarnya Gumpalan Darah Saat Menstruasi, Apakah Pertanda Kesehatan yang Buruk?

Tanda Darah Menstruasi Sedikit

tanda darah menstruasi sedikit

Foto: Orami Photo Stock

Namun, ada variasi yang berbeda antar individu. Orang harus membuat catatan jika menstruasi mereka lebih sedikit dari biasanya. Seseorang dapat mengukur jumlah darah menstruasi yang mereka hasilkan setiap bulan dengan menggunakan cangkir menstruasi.

Darah menstruasi yang sedikit, tandanya adalah seperti berikut ini:

  • durasinya lebih pendek dari menstruasi biasanya
  • membutuhkan lebih sedikit penggantian pembalut atau tampon dari biasanya
  • tidak memiliki aliran deras yang biasa terjadi di 1–2 hari pertama tetapi memiliki aliran yang ringan dan konsisten
  • perdarahan menyerupai bercak selama beberapa hari, bukan aliran yang stabil

Kadang-kadang periode darah menstruasi yang sedikit juga dapat menyebabkan penurunan gejala sindrom pramenstruasi (PMS), seperti nyeri punggung yang berkurang, kram rahim, atau perubahan suasana hati.

Penyebab Darah Menstruasi Sedikit

darah menstruasi sedikit

Foto: marieclaire.com

Hypomenorrhea atau kondisi darah menstruasi sedikit bisa disebabkan oleh berbagai faktor.

Jurnal Menstrual Cycle Length in Women Ages 20-30 years in Makassar yang diterbitkan oleh Universitas Negeri Makassar, menyebutkan siklus menstruasi pada setiap wanita saja bisa bervariasi, semua tergantung pada faktor usia, pola makan, seberapa berat aktivitas yang dijalani.

1. Stres

Jika seorang wanita merasa cemas atau tertekan hingga sebabkan kelelahan fisik dan mental, dapat mengalami gangguan pada menstruasi.

Oleh sebab itu, mungkin Moms pernah mengalami menstruasi dengan jumlah yang sedikit ketika sedang sangat stres dan banyak pikiran.

2. Perubahan Berat Badan

Penyebab lainnya yang terjadi ketika darah menstruasi sedikit adalah berat badan yang berfluktuasi, seperti penambahan atau penurunan berat badan secara drastis.

Menurut Dr. Lina Akopians, dokter spesialis endokrinologi reproduksi di Southern California Reproductive Center menyebutkan, perubahan berat badan nyatanya juga memengaruhi hormon di dalam tubuh yang akhirnya bisa mengakibatkan perbedaan pada aliran darah yang keluar saat menstruasi.

“Ketika berat badan bertambah, maka lemak di dalam tubuh juga bertambah dan memengaruhi kadar hormon menjadi tidak seimbang. Sebaliknya, menurunkan berat badan dan membatasi kalori yang masuk juga bisa menciptakan ketidakseimbangan hormon,” ujar Dr. Lina.

Hal yang paling baik untuk mengatasi hal tersebut menjaga berat badan agar tetap ideal dan seimbangkan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh, yaitu terdiri dari protein, karbohidrat, lemak, dan vitamin.

Baca Juga: Hubungan Peningkatan Gumpalan Darah Menstruasi Terhadap Kesuburan

3. Usia

Aliran menstruasi dapat bervariasi sepanjang hidup seseorang. Periode awal biasanya lebih ringan dan mungkin hanya melibatkan bercak. Namun bisa menjadi lebih teratur ketika seseorang berusia 20-an dan 30-an.

Di akhir usia 30-an dan 40-an, orang mungkin mengalami menstruasi yang lebih berat dan lebih pendek. Mereka mungkin melewatkan berbulan-bulan tanpa menstruasi, dan mengalami menstruasi yang lebih berat kemudian. Darah haid seringkali menjadi lebih sedikit dan lebih tidak teratur selama perimenopause.

4. Kurangnya Ovulasi

Terkadang seorang wanita mengalami menstruasi yang tidak teratur karena tubuhnya tidak melepaskan sel telur, yang dikenal sebagai anovulasi. Hal ini dapat menyebabkan menstruasi yang lebih ringan atau tidak teratur.

5. Berat Badan Menurun

Orang yang kekurangan berat badan mungkin merasakan menstruasi mereka sangat ringan atau berhenti sama sekali. Perubahan ini terjadi karena kadar lemak tubuh mereka turun sangat rendah sehingga mereka tidak berovulasi secara teratur.

Berolahraga terlalu banyak adalah penyebab lain menstruasi ringan atau tidak ada waktu dan mungkin juga terkait dengan kekurangan berat badan.

6. Kehamilan

Selama kehamilan, menstruasi seseorang biasanya akan berhenti total. Namun, orang mungkin salah mengira pendarahan implantasi untuk periode yang ringan. Pendarahan implantasi merupakan tanda awal kehamilan.

Baca Juga: Mengenal Tes Urine HCG dalam Kehamilan dan Risikonya

Ketika seseorang aktif secara seksual dan biasanya tidak mengalami menstruasi yang sedikit, mereka mungkin harus melakukan tes kehamilan.

Stres Sebabkan Darah Menstruasi Sedikit?

darah menstruasi sedikit.jpg

Foto: womenshealth.gov

Aliran darah menstruasi yang keluar sedikit sebenarnya dapat segera diatasi, dengan melihat dari penyebab yang terjadi.

Perlu dipahami, ketika Moms mengalami hypomenorrhea sebaiknya jangan khawatir atau menjadi stres.

Stres dapat mengacaukan berbagai fungsi di dalam tubuh kita. Hal ini dapat menyebabkan depresi hingga juga berpengaruh pada siklus menstruasi.

Stres juga dapat memicu menopause dini, yang tandanya bisa dilihat dari darah menstruasi yang keluar sedikit.

“Menopause dini bisa dialami bahkan ketika berusia 30-an awal, dan salah satu gejalanya adalah darah menstruasi yang keluar sedikit. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Dr. Janet Choi, direktur medis di CCRM, New York.

Jadi, sebenarnya aman atau tidak, aliran darah menstruasi yang keluar terlalu sedikit bisa menjadi gejala dari suatu keadaan tertentu.

Ada cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang seimbang, rutin berolahraga, dan jaga agar berat badan tetap ideal.

Baca Juga: Menstruasi Tidak Normal? Kenali dan Pahami Dampaknya untuk Kesehatan

Namun, berhati-hati, hindari olahraga yang berlebihan karena juga dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi berubah dan sebabkan stres fisik.

Jaga selalu kesehatan tubuh dan mental kamu dengan baik agar siklus dan aliran darah menstruasi yang keluar juga lancar, ya, Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait