2-3 tahun

2-3 TAHUN
3 Februari 2021

Normalkah Demam Anak Naik Turun Selama 5 Hari? Ini Jawaban Menurut Ahli!

Selain dari suhu tubuh, bagaimana cara mengetahui demam yang harus diperiksakan ke dokter?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Amelia Puteri

Demam anak naik turun selama 5 hari mungkin menjadi hal yang menakutkan bagi Moms. Namun tenang saja, bagi anak yang sehat, demam tidak selalu berkaitan dengan penyakit serius.

Pada dasarnya, demam tidak membahayakan anak dan malah jadi hal yang baik. Sebab, itu merupakan cara tubuh untuk mengatasi infeksi.

Demam terjadi ketika suhu tubuh berada di atas batas normal. Biasanya, suhu tubuh normal manusia adalah 37ºC.

Jadi, anak bisa dikatakan demam ketika suhu tubuhnya mencapai 38ºC.

Hal yang dikhawatirkan adalah ketika demam anak naik turun selama 5 hari dan tidak kunjung sembuh.

Saat suhu tubuh meningkat, anak mungkin akan merasakan dingin pada seluruh tubuhnya. Ketika suhu tubuhnya menurun, ia akan mengeluarkan banyak keringat.

Lantas, apakah kondisi demam anak naik turun selama 5 hari perlu diwaspadai? Perhatikan penjelasan demam anak naik turun selama 5 hari berikut ini ya Moms.

Baca Juga: 4 Perawatan di Rumah Saat Anak Demam

Demam Anak Naik Turun Selama 5 Hari, Normalkah?

apakah normal demam anak naik turun selama 5 hari.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Suhu tubuh normal adalah sekitar 37,4ºC namun bisa bervariasi sepanjang hari. Pada anak-anak, suhu lebih dari 38ºC menunjukkan demam, namun tak selalu indikasi penyakit serius.

Jika demam mencapai sekitar 42ºC, ini akan merusak perkembangan otak anak dan jarang terjadi.

Lalu apakah demam anak naik turun selama 5 hari adalah kondisi yang normal? Melansir dari Queensland Health, suhu tubuh anak akan naik turun setiap empat jam sekali atau bahkan lebih.

Demam bukanlah penyakit. Ini adalah gejala, atau tanda, bahwa tubuh sedang melawan penyakit atau infeksi.

Demam merangsang pertahanan tubuh, mengirimkan sel darah putih dan sel "pejuang" lainnya untuk melawan penyebab infeksi.

Apabila demam anak naik turun selama 5 hari namun anak masih beraktivitas seperti biasa (main dan makan minum normal), ini adalah wajar dan tidak perlu khawatir ya Moms.

Mungkin mereka agak sedikit lebih lelah dari biasanya.

Demam pada anak yang sehat biasanya tidak berbahaya, apalagi jika anak tersebut tidak mengalami gejala lain dan demamnya hilang dalam 3 sampai 4 hari.

Kebanyakan anak yang mengalami demam akan menjadi rewel dan lebih sedikit bermain serta mungkin tidak makan sebanyak biasanya.

Jika bayi atau anak baru saja diimunisasi dan demam, ini akan kembali normal kurang dari 48 jam.

Obat-obatan seperti parasetamol atau ibuprofen bisa menjadi alternatif Moms untuk menurunkan demam pada anak, namun dengan arahan dari dokter.

Baca Juga: Anak Sering Batuk Pilek dalam Jangka Waktu Lama, Waspadai Risikonya!

Saat anak demam naik turun selama 5 hari, ini dapat disebabkan dari berbagai faktor. Suhu meningkat pada tubuh karena sejumlah alasan, antara lain:

  • Proses kimia, yang disebut sitokin dan mediator. Dibuat di dalam tubuh sebagai respons terhadap invasi mikroorganisme, keganasan, atau pengganggu lainnya.
  • Tubuh membuat lebih banyak makrofag. Ini adalah sel-sel yang akan berperang ketika ada penyusup di dalam tubuh. Sel-sel ini sebenarnya "memakan" organisme yang menyerang.
  • Tubuh mencoba membuat antibodi alami, yang melawan infeksi. Antibodi ini akan mengenali infeksi saat mencoba menyerang lagi.
  • Banyak bakteri terkurung dalam membran mirip mantel. Ketika membran ini rusak atau pecah, kandungan yang keluar bisa menjadi racun bagi tubuh. Mereka merangsang otak untuk menaikkan suhu.

Baca Juga: 4 Perawatan di Rumah Saat Anak Demam

Apa Penyebab Demam pada Anak?

penyebab-demam-anak-naik-turun-selama-5-hari.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Setiap anak pada akhirnya akan mengalami demam.

Menurut Dokter Anak Tracy Lim, MD di Amerika Serikat, penting bagi orang tua untuk mengetahui apa yang harus dilakukan orang tua untuk mengatasi demam pada anak.

"Itu dimulai dengan mengukur suhu anak menggunakan berbagai macam termometer yang tersedia, dari termometer oral standar atau jenis lainnya," tambahnya.

Penyebab demam anak naik turun selama 5 hari biasanya disebabkan oleh infeksi di suatu tempat di tubuh.

Beberapa jenis infeksi yang menyebabkan demam meliputi:

  • Virus. Sekitar sembilan dari sepuluh anak yang demam akan mengalami penyakit virus, seperti pilek, flu atau gastroenteritis.
  • Bakteri. Seperti beberapa infeksi telinga, pneumonia atau infeksi urin.
  • Imunisasi.

Demam tidak berbahaya dan suhu tubuh anak akan kembali normal saat infeksi mereda.

Bayi di bawah usia tiga bulan adalah yang paling berisiko mereka mengalami demam dan perlu diperiksa oleh dokter atau tenaga kesehatan.

Baca Juga: Paniknya Saya sebagai Ibu Baru saat Melihat Anak Kejang karena Demam

Apa Saja Gejala Demam yang Perlu Diwaspadai?

Demam-Kelenjar-Pada-Anak--Gejala,-Penyebab,-dan-Pengobatannya-Hero.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Apabila demam anak naik turun selama 5 hari dan kunjung sembuh, Moms perlu merasa cemas dan segera membawanya ke dokter.

Menurut Cleveland Clinic, ada beberapa gejala yang dirasakan Si Kecil apabila demam anak naik turun selama 5 hari atau semakin parah, antara lain:

  • Anak Mama yang terkena demam berusia kurang dari tiga bulan. Demam pada bayi yang baru lahir bisa jadi tanda awal penyakit serius.
  • Demam berlangsung lebih dari lima hari.
  • Suhu tubuh lebih dari 40ºC.
  • Suhu tubuh anak di bawah 40ºC namun mengalami diare, muntah-muntah, dehidrasi dan mengalami sakit pada tenggorokan serta telinganya.
  • Anak sulit bangun, mengalami sakit kepala, kulit kemerahan dan kesulitan bernapas.
  • Perilaku anak tidak seperti biasanya. Misalnya, tidak berhenti menangis, selalu marah, menolak minum dan makan, kesulitan bangun tidur dan sering mengeluarkan liur.

Selain itu, apabila demam tinggi anak juga akan mengalami kejang. Kejang adalah efek samping demam yang sangat menakutkan pada beberapa anak.

Kejang pada anak terjadi pada 2-4% dari semua anak di bawah usia 5 tahun. Tidak semua kejang menyebabkan gerakan menyentak di tubuh. Beberapa kejang terlihat seperti pingsan.

Jika anak mengalami kejang Moms perlu tenang. "Jangan memasukkan benda apapun ke dalam mulut anak, baik itu sendok atau apapun," tambah dr. Lim. Segera bawa anak ke dokter jika kejang berlangsung lebih dari lima menit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Baca Juga: 5 Gangguan Kesehatan Anak di Tahun Pertama

Bagaimana Cara Menurunkan Demam Anak?

Psikolog Anak Jelaskan Tips Menurunkan Anak Demam

Foto: Orami Photo Stocks

Stanford Children's Health mengatakan, apabila demam anak naik turun selama 5 hari jangan berikan obat aspirin, sebab ini menyebabkan komplikasi atau disebut sindrom Reye.

Ini adalah kondisi yang jarang terjadi namun fatal yang menyebabkan kebingungan, pembengkakan di otak, dan kerusakan hati.

Cara untuk menurunkan anak demam adalah gunakan pakaian Si Kecil yang longgar dan berbahan dingin. Pakaian berlebih akan memerangkap panas tubuh dan menyebabkan suhu meningkat.

Ajak anak minum banyak cairan, seperti air, jus, atau es loli. Demam membuat banyak cairan keluar dari tubuhnya dan dapat menyebabkan dehidrasi.

Mandi air hangat dibolehkan jika anak sedang demam. Jangan biarkan anak menggigil karena air dingin, itu bisa menaikkan suhu tubuh.

Baca Juga: Gejala Tifus Pada Balita

Tidak perlu khawatr yang berlebihan apabila demam yang dialami anak tidak berlangsung lebih dari lima hari dan anak berperilaku normal.

Si Kecil masih ingin bermain, makan dan minum dengan normal saat demam (meskipun ia tampak lebih lelah dari biasanya).

Selalu ukur tubuh untuk dapat mengontrol demam pada anak. Demam juga dapat terjadi setelah anak diimunisasi. Itu merupakan hal yang normal apabila terjadi kurang dari waktu 48 jam.

Semua anak pasti mengalami demam. Mereka akan kembali normal dalam waktu beberapa hari.

Saat anak demam, lebih penting untuk melihat bagaimana tingkah laku mereka dibanding angka pada termometer.

Jika anak menunjukkan rasa sakit yang membuat Moms khawatir, sebaiknya segera kunjungi dokter.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait