Home & Living

28 Desember 2021

Anti Ribet, Ini Desain Rumah Kontainer serta Kelebihan dan Kekurangannya

Ini desain menarik yang bisa jadi inspirasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nevy
Disunting oleh Widya Citra Andini

Rumah kontainer adalah hunian dari kargo kontainer yang direstrukturisasi sedemikian rupa sehingga dapat ditinggali.

Desainnya sendiri bisa menyesuaikan dengan keinginan pemilik, sehingga tempat tinggal terasa nyaman ditempati.

Dengan kreativitas tinggi, kargo kontainer bisa disulap menjadi kamar, ruang tamu, dapur, dan ruang lainnya.

Kargo kontainer bekas bahkan bisa dibentuk sedemikian rupa sebagai bangunan komersil.

Bangunan tersebut biasa digunakan sebagai restoran atau coffee shop.

Bukan hanya biaya yang cukup hemat, jika ditata dengan desain yang menarik, rumah kontainer terlihat lebih indah ketimbang rumah konvensional.

Membangun rumah menggunakan kargo kontainer bekas juga turut membantu mengurangi limbah lingkungan.

Terpikir ingin membuatnya? Ketahui di sini desain rumah yang cocok, kekurangan, dan kelebihannya terlebih dulu, Moms!

Baca juga: Inspirasi Desain Rumah Industrial, Cocok untuk Penyuka Tampilan Unik!

Desain Menarik Rumah Kontainer

Beberapa tahun belakangan ini, muncul terobosan baru dalam bidang arsitektur, yaitu menggunakan kargo bekas kontainer sebagai bangunan.

Bukan hanya unik, rumah kontainer mengandung unsur seni yang tinggi dari segi struktur bangunan.

Membangunnya pun tidak membutuhkan metode konstruksi rumit yang berisiko membahayakan lingkungan, serta kesehatan para pekerja.

Dibandrol dengan harga kurang dari Rp 100,000,000,00, rumah idaman bisa Moms dapatkan dalam waktu singkat.

Berikut ini beberapa jenis desain yang bisa Moms jadikan sebagai referensi:

1. Tambahkan Kaki-Kaki

Rumah kontainer dengan tambahan kaki-kaki - furnizing.com & pingpoint.co.id.jpeg

Foto: www.furnizing.com & www.pingpoint.co.id

Rumah kontainer tidak bisa diletakkan di tanah dengan permukaan yang bergelombang.

Agar tetap bisa digunakan, sebaiknya tambahkan kaki-kaki yang disesuaikan dengan ketinggian tanah.

Moms bisa memilih kaki-kaki dari beton atau besi, agar lebih awet dan bisa menopang berat kontainer keseluruhan.

2. Jejerkan Beberapa Kontainer

Rumah kontainer yang dijejerkan - kencanaindonesia.co.id.jpg

Foto: www.kencanaindonesia.co.id

Jika ingin memiliki rumah kontainer dengan ukuran yang lebih luas, Moms bisa mengerjakan beberapa kontainer.

Misalnya saja, dijejerkan di depan dan belakang, yang disesuaikan berdasarkan lebar kontainer.

Moms bisa menyesuaikan ukuran dengan keinginan. Namun ingat, Moms juga memerlukan lahan yang lebih luas.

Dengan menjejerkan beberapa kontainer, Moms masih bisa menambahkan taman outdoor atau kolam renang di bagian belakang rumah.

3. Tumpuk Kontainer

Rumah kontainer yang ditumpuk - javacontainer.com.jpg

Foto: www.javacontainer.com

Desain menarik lainnya, Moms bisa menumpuk kontainer ke atas. Susun kargo kontainer sesuai dengan keinginan.

Moms bisa menyusunnya sekreatif mungkin, tidak hanya dalam susunan yang sejajar.

Moms bisa mengakalinya seperti digambar, bahkan bisa lebih ekstrim lagi.

4. Beri Bukaan yang Lebar

Rumah kontainer dengan bukaan lebar - rukita.co.jpg

Foto: www.rukita.co

Rumah kontainer adalah hunian modern yang bisa disesuaikan dengan keinginan masing-masing pemilik.

Jangan lupa untuk menambahkan bukaan lebar di masing-masing sisi agar sirkulasi udara dapat bergantian dengan baik.

Selain sirkulasi udara, bukaan yang lebar dapat memaksimalkan cahaya yang masuk ke dalam rumah, sehingga lebih hemat listrik.

Karena matahari lebih panas saat sore hari, sebaiknya jendela diarahkan ke barat saja.

5. Tambahkan Panel Kayu

Rumah kontainer dengan panel kayu - rukita.co.jpg

Foto: www.rukita.co

Desain selanjutnya adalah menambahkan panel kayu. Tujuannya agar rumah ini terasa lebih natural.

Susunan kayu bisa dibuat melapisi seluruh kontainer, atau hanya bagian-bagian tertentu saja. Pasang secara vertikal atau horizontal.

Selain menambah kesan natural, susunan kayu dapat mencegah kontainer berkarat ketika musim hujan tiba.

6. Ekspos Warna Asli

Rumah kontainer warna warni - istockphoto.com.jpg

Foto: www.istockphoto.com

Ketika Moms bingung memilih warna yang cocok, ekspos saja warna asli yang sudah ada.

Moms tinggal membeli warna cat yang sama untuk mengeluarkan warna aslinya.

Seperti pada gambar, kargo kontainer sendiri memiliki beragam warna menarik dan mencolok.

Baca juga: Modern dan Indah, Ini 10 Ide Denah Rumah Minimalis yang Kekinian

Keuntungan Rumah Kontainer Ketimbang Konvensional

Ketimbang rumah konvensional, rumah kontainer memiliki beberapa kelebihan, seperti:

1. Tahan Terhadap Gempa

Karena merupakan satu kesatuan yang terbuat dari besi, rumah ini dinilai anti terhadap serangan gempa.

Besi dinilai mampu meredam getaran gempa, sehingga dapat mencegah keretakan struktur bangunan.

Berbeda dengan rumah kontainer, rumah konvensional yang terbuat dari semen lebih rentan retak saat terkena gempa.

2. Mudah Dipindahkan

Jika Moms atau Dads tiba-tiba harus berpindah tempat karena pekerjaan, tidak usah khawatir akan repot pindahan.

Pasalnya, rumah kontainer mudah dipindahkan menggunakan truk kargo.

Namun, perhatikan luas lokasi baru. Jika tidak sesuai dengan ukuran kontainer, rasanya percuma memindahkannya.

3. Tidak Memerlukan Izin Bangunan

Keuntungan rumah kontainer lainnya adalah tidak memerlukan izin bangunan.

Hal tersebut dikarenakan, rumah unik tersebut tidak dibangun dari semen atau batu, dan termasuk jenis bangunan semi-permanen.

Proses izin mendirikan bangunan hanya diperuntukkan untuk rumah konvensional permanen.

Bagi Moms yang ingin memiliki rumah dengan budget yang minimalis, sepertinya rumah kontainer akan lebih cocok.

4. Harga Cenderung Lebih Murah

Kelebihan selanjutnya adalah harga yang lebih murah ketimbang rumah konvensional.

Jika dibandingkan dengan rumah konvensional dengan ukuran yang sama, rumah kontainer dinilai lebih ramah di kantong.

Harganya pun bervariasi, yaitu mulai dari Rp 15,000,000,00 untuk kontainer berukuran kurang lebih 6 meter atau Rp 30,000,000,00 untuk kontainer baru dengan ukuran yang sama.

Kembali lagi, Moms bisa menyesuaikan dengan budget yang dimiliki.

Jika hanya memiliki budget untuk membeli kontainer bekas, Moms bisa melakukan reparasi dengan mengecat ulang agar tampak seperti baru.

5. Waktu Pembangunan yang Lebih Cepat

Jika rumah konvensional membutuhkan waktu 1-2 tahun pembangunan, rumah kontainer hanya membutuhkan waktu 1-3 bulan saja.

Waktu pengerjaannya sendiri disesuaikan dengan seberapa besar rumah yang diinginkan.

6. Lebih Ramah Lingkungan

Seperti pada penjelasan sebelumnya, rumah kontainer dinilai lebih ramah lingkungan ketimbang rumah konvensional.

Pasalnya, bahan baku utama rumah menggunakan kontainer bekas.

Dengan kata lain, Moms sudah mengurangi limbah kontainer yang menumpuk dan tidak terpakai.

Baca juga: 12 Inspirasi Desain Rumah Minimalis, Cocok untuk Rumah Mungil!

Ada Kelebihan, Tentu Ada Kekurangannya

Di samping banyak kelebihan, ini kekurangan rumah kontainer yang perlu Moms pikirkan sebelum membelinya:

1. Menyerap Panas

Ketika udara sedang dingin atau panas, kontainer menyerap suhu di sekitar lingkungan.

Saat musim panas tiba, sepertinya Moms akan terasa sangat pengap dan panas tinggal di rumah kontainer.

Sebagai solusi, mungkin Moms harus memasang pendingin ruangan untuk meminimalisir udara panas di siang hari.

2. Akses Jalan yang Masih Jarang

Hal ini mungkin Moms temui ketika ingin berpindah tempat ke luar kota.

Tidak semua jalan di Indonesia memiliki fasilitas yang sama, yaitu lebar jalan yang memadai untuk kontainer.

Jika ingin berpindah tempat, pastikan lokasi baru memiliki akses jalan yang bisa dilalui oleh kontainer, ya.

Itulah desain, kelebihan, beserta kekurangan rumah kontainer. Sampai di sini, apakah Moms ingin memilikinya?

Sebaiknya pertimbangkan dengan matang, ya. Meski budget yang keluar tidak sebesar rumah konvensional, baik buruknya tetap perlu dipertimbangkan.

  • https://www.rukita.co/stories/inspirasi-rumah-kontainer/
  • https://www.99.co/blog/indonesia/denah-rumah-kontainer/
  • https://www.casaindonesia.com/article/read/2/2020/1999/5-Inspirasi-Desain-Rumah-Kontainer-Berparas-Modern
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait