Parenting Islami

19 Februari 2021

Tata Cara dan Doa Sholat Dhuha untuk Melancarkan Rezeki, Yuk Hafalkan!

Dapatkan berbagai keutamaan doa sholat dhuha saat rutin mengerjakannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Seperti apa tata cara dan doa sholat dhuha? Simak selengkapnya di sini.

Dalam Islam, untuk menyempurnakan shalat wajib, orang muslim juga dianjurkan untuk sering melakukan shalat sunat. Selain itu, disunatkan juga untuk melakukan sholat sunat di malam hari seperti sholat tahajud atau sholat dhuha yang dilakukan di pagi hari.

Setiap sholat sunat memiliki kepentingan, manfaat dan keutamaan masing-masing. Dalam studi yang dilakukan oleh UIN Sunan Gunung Djati Bandung, salah satu manfaat shalat doa jika dilakukan secara teratur dapat memberi pengaruh pada sisi intelektual, fisik, spiritual, kecerdasan emosional, dan ekonomi.

Sholat Dhuha termasuk sholat sunat yang berhubungan dengan waktu. Disebut sholat dhuha karena sholat ini dikerjakan pada waktu dhuha, yakni saat matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta mulai dari terbitnya matahari atau sekitar pukul 07:00 pagi, sampai sebelum waktu dhuhur.

Namun, waktu yang lebih utama adalah setelah seperempat siang. Yakni sekitar pukul 08.30. Di Arab, waktu ini ditandai dengan padang pasir terasa panas dan anak unta beranjak. Inilah waktu terbaik sholat dhuha. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’." (HR Muslim).

Sama seperti pada shalat sunat lainnya, doa sholat dhuha yang dibacakan tentunya memiliki keutamaan tersendiri. Sebelum membahan doa sholat dhuha, ada baiknya untuk mempelajari terlebih dulu hal-hal yang berkaitan dengan shalat dhuha.

Baca Juga: 6 Manfaat Gerakan Shalat untuk Kesehatan, Masya Allah!

Mengenal Shalat Dhuha

Doa Sholat Dhuha -1

Foto: Orami Photo Stock

Shalat dhuha termasuk salah satu sholat sunat yang sangat dianjukan oleh Rasulullah SAW. Dalam salah satu hadist beliau bersabda: “Barang siapa yang melakukan sholat dhuha dua belas rakaat, Allah akan membuatkan baginya istana di surga.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)..

Hadist tersebut menjelaskan bahwa sebenarnya jumlah rakaat sholat dhuha adalah sebanyak 12 rakaat. Namun, hal tersebut adalah jumlah maksimal. Sebab, jumlah rakaat sholat dhuha minimal adalah 2 rakaat dan maksimal adalah 12 rakaat.

Semua ulama sepakat bahwa tempat niat adalah hati. Melafadzkan niat bukanlah suatu syarat sehingga tidak ada keharusan melakukannya. Namun Syaikh Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu menjelaskan, menurut jumhur ulama selain madzhab Maliki, hukumnya sunnah.

Sedangkan dalam madzhab Maliki, yang terbaik adalah tidak melafadzkan niat karena tidak ada contohnya dari Rasulullah SAW. Bagi yang melafadzkan niat, lafadz niat sholat dhuha adalah sebagai berikut:

“Ushollii Sunnatadh Dhuha Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa’an Lillaahi Ta’aalaa,” artinya: “Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat menghadap kiblat saat ini karena Allah Ta’ala.”

Baca Juga: 5 Tips Mengajarkan Anak Salat Lima Waktu

1. Tata Cara Sholat Dhuha

Sebelum membaca doa sholat dhuha, ada rukun dan tata cara sholat huha yang harus diketahui. Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib berkata: “Rasulullah SAW pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam.” (HR Abu Dawud).

Tata cara sholat dhuha yang terdiri dari 2 rakaat yakni:

Rukun Rakaat Pertama:

  • Membaca Niat Sholat Dhuha
  • Membaca Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat dari Al Qur’an, diutamakan Surah Asy-Syamsi
  • Melakukan Ruku dengan tumaninnah
  • Melakukan Itidal
  • Melakukan Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Melakukan Sujud kedua
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

Rukun Rakaat Kedua:

  • Membaca surat Al-Fatihah
  • Membaca surat dari Alquran
  • Melakukan Ruku
  • Melakukan Itidal
  • Melakukan Sujud pertama
  • Duduk di antara dua sujud
  • Melakukan Sujud kedua
  • Duduk Tahiyat akhir
  • Mengucapkan Salam

2. Doa Sholat Dhuha

Sebenarnya, tidak ada doa sholat dhuha khusus yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits shahih. Sehingga dalam kitab-kitab Fiqih populer, para ulama sama sekali tidak mencantumkan doa sholat dhuha.

Baik dalam Fiqih Sunnah, Fiqih Islam wa Adillatuhu, Fikih Empat Madzhab maupun Fiqih Manhaji Mazhab Imam Syafi’i, semuanya tidak mencantumkan doa sholat dhuha. Sehingga, seseorang membaca doa shalat dhuha sesuai keinginannya dengan doa apapun yang baik.

Meski begitu, ada satu doa sholat dhuha yang sangat populer, yaitu:

“Alloohumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka wal ‘ishmata ‘ishmatuka. Alloohumma inkaana rizqii fis samaa-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’assiron fayassirhu, wa inkaana harooman fathohhirhu, wa inkaana ba’iidan faqorribhu bihaqqi dhuhaa-ika wa bahaa-ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudrotika aatinii maa aataita ‘ibaadakash shoolihiin.”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, kekuasaan adalah kekuasaan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.

Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu dan kekuasaan-Mu, berikanlah kepadaku apa yang Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.”

Doa ini dicantumkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan juga oleh Ad Dimyathi dalam I’anatuth Thalibiin. Meskipun bukan berasal dari hadits Nabi, doa sholat dhuha ini boleh saja dibaca. Boleh pula membaca doa lainnya yang penting isinya baik. Bahkan, diperbolehkan pula berdoa dengan bahasa Indonesia karena doa tersebut dibaca di luar sholat.

Terkait dengan bacaan sholat dhuha, kadang ada pertanyaan, surat apa yang harus dibaca setelah selesai surat Al-Fatihah? Tidak ada hadits shahih yang menjelaskan surat apa yang harus dibaca. Berbeda dengan sholat jumat atau sholat subuh yang ada hadits shahih menerangkan sunnahnya membaca surat tertentu.

Baca Juga: Selama Pandemi COVID-19 di Singapura, Anak jadi Lebih Rajin Salat dan Mengaji

Manfaat Sholat Dhuha

Doa Sholat Dhuha -2

Foto: Orami Photo Stock

Biasanya, banyak orang muslim yang mengerjakan shalat dhuha karena bisa mendatangkan rezeki. Ternyata, manfaat shohal dhuha bukan hanya itu. Hingga membaca doa sholat dhuha setelah selesai shalat, ada beberapa manfaat dan keutamaan sholat dhuha yang akan didapatkan. Apa saja?

  • Penghapus dosa. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: “Barang siapa yang mengerjakan sholat dhuha dan mampu menjaganya setiap waktu, niscaya Allah mengampuni dosa-dosanya. Sekalipun dosa-dosanya itu banyak seperti buih di lautan,” (HR Tirmidzi dari Abu Daud).
  • Wasiat Rasulullah SAW. Sebuah hadist dari Abu Hurairah RA berkata: “Kekasihku, Rasulullah SAW telah berpesan kepadaku supaya berpuasa tiga hari setiap bulan, dan dua rakaat shalat dhuha, dan shalat witir sebelum tidur,” (HR Buhkari dan Muslim).
  • Pengganti tasbih, tahmid dan tahlil. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda: “Setiap pagi ada kewajiban untuk tiap-tiap persendian bersedekah. Tiap-tiap tasbih itu sedekah, tiap-tiap tahlil sedekah, tiap-tiap tahmid sedekah, tiap-tiap takbir sedekah, tiap-tiap menganjurkan kebaikan sedekah, tiap-tiap mencegah yang mungkar sedekah dan cukup menggantikan semua itu dengan dua rakaat shalat dhuha,” (HR Muslim).
  • Senilai 360 sedekah. Keutamaan inilah yang dikaitkan dengan rezeki lancar. Bukankah sedekah adalah kunci lancarnya rezeki?! Ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW: “Dalam tubuh manusia ada 360 ruas tulang ia diharuskan bersedekah untuk setiap ruas itu. Para sahabat bertanya: Siapa yang kuat melaksanakan itu wahai Rasulullah ? Beliau bersabda: Dahak yang ada di masjid lalu di tutupnya dengan tanah atau menyingkirkan suatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah. Atau sekiranya tidak mampu cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat shalat dhuha,” (HR Ahmad dan Abu Daud).
  • Rezeki yang diantar. Jika memiliki waktu luang, sebaiknya tidak mencukupkan dua rakaat. Tambahlah agar minimal empat rakaat karena keutamaannya adalah rezeki yang dicukupkan sepanjang hari bahkan hingga rezeki yang diantar. Rasul SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman: “Wahai anak Adam, janganlah engkau luput dari empat rakaat di awal harimu, niscaya Aku cukupkan untukmu di sepanjang hari itu,” (HR Ahmad)
  • Ghanimah terbanyak. Ghanimah biasanya diartikan dengan harta rampasan. Kaitannya dengan shalat dhuha adalah akan didapatnya rezeki yang berkah yang disebut Rasulullah SAW sebagai ghanimah terbanyak. Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berwudhu kemudian pergi pada waktu pagi ke masjid untuk melaksanakan shalat dhuha, maka hal itu adalah peperangan yang paling dekat, ghanimah yang paling banyak, dan kembalinya lebih cepat,” (HR Tirmidzi dan Ahmad).

Seseorang bisa membaca doa sholat dhuha sesuai dengan keinginan atau kebutuhannya. Karena memiliki keutamaan yang luar biasa, rutinkanlah melakukan sholat dhuha dan membaca doa setelahnya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait