Tren

22 Maret 2018

Duh, Ini 5 Bahaya Menjadi Seorang Workaholic

Gila kerja dapat meningkatkan risiko stres dan depresi.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Setiap kali mendengar kata workaholic, mungkin yang ada di pikiran Moms adalah sebuah kesibukan yang terus-menerus serta tak mengenal waktu dalam bekerja. Sekilas ini terdengar mirip gambaran seorang pekerja keras, ya, tetapi kenyataannya sungguh berbeda. Mereka yang workaholic adalah seorang yang gila bekerja dan susah memahami batasan-batasan yang seharusnya.

Seseorang yang tadinya memang pekerja keras, karena alasan tertentu bisa menjadi seorang yang gila bekerja. Apakah itu karena ingin mengejar materi, kepercayaan, status, jabatan, ataupun karena adanya teknologi yang memudahkan kita untuk melakukan apapun di dalam pekerjaan.

Jika Moms berada dalam kondisi seperti ini, penting sekali mengetahui dampak negatif workaholic yang akan dihadapi. Seperti di bawah ini, ada 5 bahaya workaholic yang mungkin tidak Moms sadari.

Baca juga: 5 Keuntungan Jika Moms Pulang Kerja Tepat Waktu

Stres dan Depresi

Di satu titik dalam kehidupannya, orang yang gila bekerja akan mudah stres dan depresi. Prestasi yang dicapai saat bekerja ternyata tidak cukup untuk mengisi kekosongan yang mereka rasakan.

Karena, sebelumnya mereka terlalu mengandalkan diri sendiri, kecemasan dan ketakuannya pun mereka simpan sendiri serta merasa gengsi untuk mengakui kelemahannya di depan orang lain.

Emosi dan Mudah Tersinggung

Bekerja terlalu berlebihan tanpa sadar membuat seseorang menjadi pemarah dan mudah emosi. Pikirannya selalu fokus pada pekerjaan dan tidak punya waktu untuk memikirkan dunia luar.

Sehingga perasaannya menjadi sensitif untuk hal-hal yang tidak diketahuinya di luar sana. Misalnya saja, candaan yang dilontarkan seorang teman akan ditanggapinya secara serius.

Baca juga: 5 Tanda yang Kita Perlu Cuti Sejenak dari Aktivitas Kantor

Kurangnya Waktu Tidur

Bekerja over time juga bisa mengurangi jatah waktu tidur kita yang berdampak bagi kesehatan. Orang yang kurang tidur akan meningkatkan hormon stres dalam tubuh. Hormon stres tersebut bisa memengaruhi kerja jantung dan merusak pembuluh darah, yang bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.

Tidak hanya itu, kurang tidur juga membuat metabolisme tubuh berkurang dan menurun, dimana kemampuan tubuh untuk mencerna glukosa semakin berkurang. Inilah yang akan menyebabkan kita terkena penyakit diabetes serta obesitas.

Hubungan Sosial yang Tidak Baik

Orang gila bekerja tidak mempunyai waktu yang cukup untuk bisa berkomunikasi, bercerita, atau mengobrol dengan orang lain. Akibatnya, selisih paham pun akan sering terjadi.

Penelitian yang dilakukan oleh University of North Carolina menemukan fakta bahwa rata-rata di mana satu pasangan yang salah satunya adalah workaholic, maka kemungkinan perceraiannya lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan dengan pasangan biasa.

Baca juga: Teman Menjadi Rekan Bisnis? Ini 5 Hal yang Perlu Kita Pertimbangkan

Berdampak Buruk Terhadap Bisnis

Karyawan yang bekerja 60, 70, atau pun 80 jam dalam seminggu kelihatannya akan menguntungkan sebuah perusahaan, tetapi penelitian membuktikan sebaliknya.

Seperti dilansir dari Harvard Business Review, karyawan yang gila bekerja sesungguhnya sangat berkontribusi dalam peningkatan biaya asuransi kesehatan perusahaan. Sehingga ini merugikan perusahaan juga, bukan?

Oleh sebab itu, bekerjalah sesuai dengan waktunya agar semua yang ada di dalam kehidupan kita bisa berjalan dengan baik dan kesehatan kita pun tetap terjaga.

(OMI)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait