Kesehatan

KESEHATAN
3 Maret 2021

5 Fakta dan Mitos Cegukan, Jangan Sampai Salah!

Apakah benar menahan napas bisa mengatasi cegukan?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Siapa sih yang tidak pernah mengalami cegukan? Pasti hampir semua orang di dunia ini pernah merasakannya. Lalu, seperti apa fakta dan mitos cegukan?

Cegukan sebenarnya normal dan bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari bayi hingga orang dewasa. Cegukan juga biasanya dapat berhenti dengan sendirinya dalam beberapa menit.

Terkait hal ini, ternyata banyak sekali fakta dan mitos cegukan yang beredar di masyarakat.

Membuat kita sendiri mungkin saja jadi bingung mana yang benar dan mana yang tidak. Bahkan ketika kita ingin menghentikan cegukan, kita sendiri tidak tahu apa cara-cara yang biasa kita dengar di masyarakat adalah fakta.

Baca Juga: Manfaat Tersembunyi di Balik Cegukan pada Bayi

Fakta dan Mitos Cegukan

Mitos Cegukan

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mengetahuinya, kami akan mengulasnya di artikel ini. Moms akan mengetahui fakta dan mitos cegukan yang sebenarnya!

1. Cegukan Bisa Sebabkan Kematian

Cegukan sebenarnya bukanlah kondisi berbahaya. Karena itu, hal ini merupakan mitos cegukan.

Cegukan terjadi karena kontraksi spontan (kejang) otot diafragma yang tiba-tiba. Ketika otot kejang, pita suara menutup, menghasilkan suara cegukan.

Namun, cegukan yang terjadi lebih dari 48 jam bisa jadi tanda kerusakan saraf atau iritasi, yang disebabkan oleh tumor atau kista di sekitar leher, refluks asam lambung, atau radang tenggorokan.

Jika cegukan yang Moms alami disebabkan hal itu, penyakit tersebutlah yang akan menyebabkan kematian, bukan cegukan itu sendiri.

2. Cegukan Tanda Bertambah Besar

Apakah Moms pernah mendengar mitos cegukan ini? Di daerah Jawa, banyak orang yang mengatakan anak yang cegukan akan bertambah besar dan tinggi.

Menurut mereka, cegukan dapat menarik otot-otot tulang hingga menjadikan anak bertambah tinggi. Hal ini tentu saja mitos.

Cegukan biasanya terjadi karena makan terlalu cepat, makan atau minum terlalu banyak, minum minuman bersoda dan beberapa kondisi medis tertentu yang bisa menyebabkan cegukan.

Jadi tidak ada hubungannya sama sekali dengan bertumbuh besar atau tinggi. Nah, sudah tahu kan kalau kabar yang satu ini hanyalah mitos cegukan semata?

Baca Juga: Cara Cepat Menghilangkan Cegukan, Mulai dari Jeruk Nipis hingga Menjulurkan Lidah!

3. Tahan Napas untuk Menghentikan Cegukan

Pasti Moms sering diminta untuk menahan napas untuk menghentikan cegukan bukan?

Menurut Tyler Cymet, kepala pendidikan kedokteran di American Association of Colleges of Osteopathic Medicine, dia sudah melakukan studi selama 5 tahun yang melibatkan 54 pasien rumah sakit dengan cegukan, tapi tidak ada satupun teknik yang terbukti efektif menghilangkan cegukan.

Termasuk menahan napas. Jadi, hal ini adalah mitos cegukan ya, Moms!

"Orang-orang memiliki banyak intervensi yang sangat menarik tentang cegukan, salah satunya adalah menahan nafas. Tapi saya sudah membuktikannya, dan tidak ada yang berhasil pada pasien saya," ungkap Cymet seperti dikutip dari The Guardian.

Namun, ada juga studi yang menyatakan jika metode menahan napas dapat membuat tubuh mempertahankan karbondioksida, yang diperkirakan dapat merilekskan dan menghentikan kejang diafragma penyebab cegukan.

Jadi, meski ada yang sudah meneliti dan mengatakan ini hanya mitos cegukan yang beredar di masyarakat, Moms tetap dapat mencoba cara ini. Siapa tahu cara ini benar dapat menghentikannya.

4. Emosi Berlebihan Menyebabkan Cegukan

Mitos Cegukan

Foto: Orami Photo Stock

Hal yang satu ini terdengar seperti mitos cegukan ya, Moms? Tapi emosi yang terlalu berlebihan ternyata memang dapat menyebabkan cegukan lho! Jadi, ini merupakan fakta cegukan.

Dokter senior Anthony L. Komaroff, M.D., dilansir dari Harvard Health Publishing, mengatakan bahwa stres, terlalu bersemangat, dan emosi berlebihan serta mendadak lainnya dapat menjadi penyebab cegukan.

Meski menurut para ilmuwan belum ada satupun pemicu yang jelas bagaimana cegukan bisa terjadi, tapi emosi berlebihan seringkali terbukti menjadi salah satu pemicunya.

Untuk menghentikannya, diri kita sendiri harus rileks terlebih dahulu.

Clinical Correlation juga mengungkapkan bahwa anoreksia dan malingering (pura-pura sakit atau melebih-lebihkan kondisi sakit) juga bisa menyebabkan cegukan.

Cara-cara alami yang sering kita ketahui juga sebenarnya tidak pernah terbukti secara ilmiah, cara-cara tersebut hanya dipercaya dapat membuat diri kita rileks dan menghentikan cegukan tersebut.

5. Janin Juga Mengalami Cegukan

Ini adalah fakta cegukan lain yang benar terjadi. Ternyata yang bisa mengalami cegukan bukan hanya bayi hingga orang dewasa saja, tapi janin yang masih ada di dalam rahim juga bisa mengalaminya.

Menurut The Bump, cegukan bayi di dalam rahim adalah gerakan-gerakan kecil yang dilakukan diafragma bayi ketika dia mulai berlatih bernapas.

Saat bayi menarik napas, cairan ketuban memasuki paru-parunya, menyebabkan dia mengembangkan diafragma untuk berkontraksi. Hasil? Kasus kecil cegukan dalam rahim.

Meski ini sangat normal terjadi dan tidak berbahaya, tapi jika cegukan terjadi pada janin terlalu sering seperti lebih dari 4 kali sehari selama beberapa minggu berturut-turut, Moms harus periksakan ke dokter karena bisa jadi tanda indikasi janin terlilit tali pusar.

Setelah mengetahui fakta dan mitos cegukan, Moms jadi tahu bukan belum ada cara pasti menyembuhkan cegukan. Yang disarankan memang sebenarnya Moms harus menenangkan diri supaya cegukan bisa berhenti dengan sendirinya.

Namun jika cara-cara seperti minum air cepat-cepat, menahan napas, dan berbagai cara lainnya dapat membantu menenangkan, coba saja di rumah ya!

Baca Juga: 11 Penyebab Bayi Cegukan Terus-menerus, Waspada!

Lupakan Mitos Cegukan, Yuk Kenali Cegukan Lebih Jauh

Mitos Cegukan

Foto: Orami Photo Stock

Usai mengetahui soal fakta dan mitos cegukan, rasanya tidak lengkap jika tak membahas mengenai bahaya yang ditandai dengan hadirnya cegukan.

Seperti yang sudah kita semua ketahui, hampir setiap orang pernah mengalami cegukan. Bahkan tak jarang cegukan datang secara tiba-tiba.

Normalnya, cegukan akan terjadi dan juga berhenti dengan sendirinya. Sangat jarang cegukan dianggap sebagai kondisi medis yang serius.

Baca Juga: Bayi Sering Cegukan, Wajarkah?

Penyebab dan Cara Mengatasi Cegukan

penyebab dan cara mengatasi cegukan

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari Medicine Net situasi yang umum, pemicu hadirnya cegukan sendiri bisa terjadi karena pola makan yang terlalu banyak, mengonsumsi minuman bersoda dengan berlebihan atau menelan udara saat mengunyah permen karet.

Meski bukan sebuah kondisi yang membahayakan, jika cegukan terjadi secara terus menerus dan berlangsung lebih dua hari, Moms dan Dads harus berusaha menemukan penyebabnya.

Beberapa kondisi yang sering menjadi penyebab cegukan adalah pembesaran kelenjar tiroid, tumor atau kista pada tenggorokan, kehamilan, hernia hiatus dan lain sebagainya.

Ketika Moms dan Dads memiliki penyakit kronis seperti diabetes, parkinson, gagal ginjal, kanker serta efek samping kemoterapi pun bisa menjadi pemicu terjadinya cegukan yang berkepanjangan.

Seperti yang sudah sedikit dibahas, umumnya cara orang untuk mengatasi cegukan adalah dengan menahan napas, meminum air dengan cepat dan juga menghisap lemon.

Beberapa cara lain yang bisa dicoba adalah bernapas dalam kantong, kertas, atau bahkan mencicipi cuka,

Namun, jika cegukan tak juga hilang, segeralah melakukan konsultasi ke dokter.

Bagaimana nih info mengenai fakta dan mitos cegukan serta penyebab dan juga cara mengatasinya? Jika Moms dan Dads seringkali mengalami cegukan, jangan sampai menganggapnya sepele ya. Segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan dengan tepat.

Jika Moms dan Dads memiliki pengalaman unik yang bisa membuat cegukan berhenti, atau memiliki mitos cegukan lain, jangan sungkan untuk menuliskannya di kolom komentar, ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait