Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
8 September 2020

Fakta Sindrom MIS-C yang Mematikan dan Menghantui Anak Ex-Pasien Covid

Kasus sindrom MIS-C yang menyerang anak setelah sembuh dari COVID-19 semakin banyak ditemukan dan menghantui para orang tua.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Dina Vionetta

Kasus sindrom MIS-C yang menyerang anak setelah sembuh dari COVID-19 semakin banyak ditemukan dan menghantui para orang tua. Saat ini, beberapa kasus MIS-C ditemukan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Korea Selatan.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) MIS-C atau sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak adalah Sindrom peradangan multisistem pada anak-anak (MIS-C) adalah kondisi serius di mana beberapa bagian tubuh - seperti jantung, pembuluh darah, ginjal, sistem pencernaan, otak, kulit atau mata - mengalami peradangan.

Peradangan yang terjadi biasanya meliputi pembengkakan, seringkali disertai kemerahan dan nyeri. Meskipun semua anak-anak bisa terserang MIS-C, namun penelitian menyebut bahwa kebanyakan anak-anak yang mengidap MIS-C pernah terinfeksi COVID-19.

Baca Juga: Hindari COVID-19, Ini 5 Ide Kegiatan Akhir Pekan di Rumah Bersama Keluarga

Fakta-fakta tentang MIS-C

Keberadaan penyakit MIS-C seakan mengintai dan orang tua dan anak karena jika tidak segera ditangani, penderita MIS-C bisa berujung pada kondisi yang lebih serius hingga kematian. Berikut ini beberapa fakta yang perlu Moms ketahui mengenai MIS-C.

1. Mirip dengan Penyakit Kawasaki

xx fakta sindrom mis-c yang mematikan dan menghantui anak ex pasien covid

Foto: Orami Photo Stocks

Melansir dari Mayo Clinic, MIS-C memiliki beberapa tanda dan gejala yang sama seperti kondisi lain yang disebut penyakit Kawasaki yakni menyebabkan peradangan pada dinding pembuluh darah, terutama yang memasok darah ke otot jantung (arteri koroner). Penyakit ini biasanya menyerang anak di bawah usia 5 tahun atau balita. Meski begitu, hingga kini para peneliti masih bekerja untuk mencari tahu apakah kedua penyakit tersebut saling berkaitan atau tidak.

2. Gejala

xx fakta sindrom mis-c yang mematikan dan menghantui anak ex pasien covid

Foto: Orami Photo Stocks

Ada beberapa gejala yang dialami oleh anak ketika mengidap MIS-C. Meskipun tidak semua anak mengalami semua gejala tersebut, namun secara umum berikut ini gejala penyakit MIS-C:

- Demam yang berlangsung 24 jam atau lebih

- Muntah

- Diare

- Sakit di perut

- Ruam kulit

- mata merah

- Kemerahan atau bengkak pada bibir dan lidah

- Merasa sangat lelah

- Kemerahan atau bengkak pada tangan atau kaki

Jika gejala awal tersebut tidak segera ditangani, kondisi anak akan semakin memburuk dan harus segera diberikan pertolongan. Beberapa tanda peringatan darurat MIS-C pada anak meliputi:

- Ketidakmampuan untuk bangun atau tetap terjaga

- Sulit bernafas

- Nyeri dada atau tekanan yang tidak kunjung hilang

- Kebingungan baru

- Bibir atau wajah kebiruan

- Sakit perut yang parah

Baca Juga: Mengenal Penyakit Kawasaki yang Bahayakan Jantung Bayi

3. Perawatan Jika Anak Terserang MIS-C

xx fakta sindrom mis-c yang mematikan dan menghantui anak ex pasien covid

Foto: Orami Photo Stocks

Sebagian besar anak dengan MIS-C perlu dirawat di rumah sakit, dan beberapa akan membutuhkan perawatan di unit perawatan intensif anak. Perawatan biasanya melibatkan berbagai jenis terapi yang menargetkan sistem kekebalan dan mengurangi peradangan.

Perawatan pada anak pengidap MIS-C tergantung pada gejala dan kondisi si kecil. Anak akan diberikan obat anti-inflamasi dan obat lain untuk mengurangi peradangan pada organ vital seperti jantung, ginjal dan melindungi orang vital dari kerusakan permanen.

4. MIS-C Tidak Menular

xx fakta sindrom mis-c yang mematikan dan menghantui anak ex pasien covid

Foto: Orami Photo Stocks

Menurut penelitian berjudul Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) with COVID-19: Insights from simultaneous familial Kawasaki Disease cases dijelaskan bahwa MIS-C tidak menular tetapi ada kemungkinan anak Anda terkena infeksi aktif virus COVID-19 atau jenis infeksi menular lainnya. Sehingga pihak rumah sakit akan menggunakan langkah-langkah pengendalian infeksi saat anak dalam perawatan.

Baca Juga: Seberapa Berbahayakah Penyakit Kawasaki?

5. Cara Mencegah Anak dari Penyakit MIS-C

xx fakta sindrom mis-c yang mematikan dan menghantui anak ex pasien covid

Foto: Orami Photo Stocks

Cara terbaik untuk mencegah anak dari MIS-C ialah dengan menghindarkan diri dari paparan virus COVID-19 dan mengajarkan anak untuk selalu melakukan protokol kesehatan sesuai standar Kemenkes dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Berikut beberapa tips yang bisa Moms lakukan agar anak terhindar dari MIS-C.

Jaga Kebersihan Tangan

Sering cuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 20 detik. Jika sabun dan air tidak tersedia, gunakan pembersih tangan yang mengandung setidaknya 60% alkohol.

Tidak Berkontak Fisik dengan Orang yang Sakit

Secara khusus, hindari orang yang batuk, bersin, atau menunjukkan tanda dan gejala lain yang mengindikasikan bahwa mereka sedang sakit dan menular.

Jaga Jarak

Latih anak untuk menjaga jarak dengan orang lain setidaknya 2 meter saat berada di luar rumah.

Memakai Masker Kain Setiap Saat

Apabila masih sulit untuk mengajarkan anak menjaga jarak dengan orang lain, Moms bisa melatihnya untuk selalu menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut.

Bersihkan Rumah dengan Disinfektan

Bersihkan dengan cara desinfeksi pada bagian-bagian permukaan yang kerap disentuh oleh anak. Misalnya, gagang pintu, saklar lampu, remote, pegangan, meja, kursi, keran, wastafel, dan toilet.

Cuci Pakaian dan Barang Lainnya

Ikuti petunjuk pencucian menggunakan air hangat. Jika perlu, cuci juga mainan anak secara berkala.

Itulah lima fakta mengenai sindrom MIS-C yang jadi momok bagi anak dan orang tua. Hingga kini para peneliti masih mempelajari lebih lanjut terkait adanya gejala baru, penyebab, pengobatan, dan diagnosis lain yang penting diberitahukan bagi para orang tua.

Artikel Terkait