05 Desember 2022

Gunung Semeru Meletus, Bagaimana Sejarah Erupsi Gunung Tertinggi di Jawa Ini? Yuk, Cari Tahu!

Erupsi Gunung Semeru mulai tercatat sejak 8 November 1818
Gunung Semeru Meletus, Bagaimana Sejarah Erupsi Gunung Tertinggi di Jawa Ini? Yuk, Cari Tahu!

Foto: Freepik

Kabar duka kembali hadir dari tanah air, kini giliran salah satu gunung api di Indonesia, Gunung Semeru, mengalami erupsi.

Gunung Semeru meletus sebanyak puluhan kali mulai Minggu, 4 Desember 2022.

Letusan ini membuat status gunung ditingkatkan dari 'Siaga' menjadi 'Awas' atau dari Level III menjadi Level IV oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Sebagai informasi, Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 mdpl yang membuat gunung ini menjadi gunung paling tinggi di Pulau Jawa.

Maka dari itu, Gunung Semeru menjadi gunung berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci di Sumatera dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

Penasaran dengan informasi lainnya mengenai Gunung Semeru? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Baca Juga: 172 Obat Sirop yang Aman Dikonsumsi Menurut BPOM, Mulai dari Tempra, Rhinos, hingga Sanmol!

Tentang Gunung Semeru

Gunung Semeru
Foto: Gunung Semeru (Orami Photo Stock)

Gunung Semeru memiliki lokasi yang secara administratif masuk dalam wilayah dua kabupaten, yakni Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.

Kemudian, gunung ini juga termasuk ke dalam dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bersama Gunung Bromo dan wisata lainnya.

Posisi geografis Semeru terletak antara 8°06' LS dan 112°55' BT.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, gunung ini memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (MDPL).

Salah satu puncak Gunung Semeru yang terkenal adalah Puncak Mahameru.

Gunung Semeru juga merupakan gunung berapi aktif di Indonesia yang kini memiliki status Awas.

Kemudian, untuk iklim di wilayah Gunung Semeru termasuk type iklim B (Schmidt dan Ferguson) dengan curah hujan 927 mm - 5.498 mm per tahun.

Aktivitas Letusan Gunung Semeru

Aktivitas Letusan
Foto: Aktivitas Letusan (Wikipedia)

Karena Gunung Semeru merupakan gunung berapi aktif, membuat gunung ini memiliki jejak aktivitas letusan.

Catatan letusan pertama yang terekam diperkirakan pada 8 November 1818.

Kemudian, letusan pada abad ke-19 terjadi lagi pada 1829, 1830, 1832, 1836, 1838, 1842, 1844, 1845, 1848, 1851, 1856, 1857, 1860, 1864, 1867, 1872, 1877, dan 1878.

Setelah itu di tahun 1900-an, Gunung Semeru terekam aktivitas vulkaniknya pada tahun 1941-1942.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan semburan lava terjadi pada periode 21 September 1941 hingga Februari 1942.

Pada periode waktu tersebut, bahkan letusan di lereng sebelah timur mencapai ketinggian 1.400 hingga 1.775 meter.

Beberapa aktivitas vulkanik juga tercatat secara beruntun pada 1945, 1946, 1947, 1950.

Kemudian, terjadi juga erupsi di tahun 1951, 1963, 1969, 1972, 1977, 1990, dan 1994.

Setelah itu, Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada 2002, 2004, 2005, 2007, dan 2008.

12 tahun setelah pergerakan terakhirnya, di tahun 2020 Gunung Semeru kembali meletus dengan diikuti guguran awan panas dari puncak.

Lalu, di tahun 2021 terdapat dua pergerakan vulkanik yang terjadi, yaitu di 4 Desember 2021 dan 16 Desember 2021.

Terakhir, pada tanggal 4 Desember 2022 Gunung Semeru kembali meletus dan statusnya diubah oleh PVMBG dari Siaga (Level III) menjadi Awas (Level IV).

Baca Juga: 3 Doa Selamat untuk Keluarga agar Dijauhkan dari Mara Bahaya, Yuk Baca Moms!

Tempat Wisata di Gunung Semeru

Gunung Semeru
Foto: Gunung Semeru (Wikipedia)

Gunung Semeru merupakan gunung yang berada dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang kerap dijadikan destinasi wisata di Jawa Timur.

Di dalam Taman Nasional ini terdiri dari pegunungan dan lembah seluas 50.273,3 hektare.

Terdapat beberapa gunung di dalam Kaldera Gunung Tengger antara lain: Gunung Bromo (2.392 m); Gunung Batok (2.470 m); Gunung Kursi (2.581 m); Gunung Watangan (2.662 m); dan Gunung Widodaren (2.650m).

Kemudian, terdapat pula empat buah danau (ranu): Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, dan Ranu Darungan.

Jika berkunjung ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Moms perlu membayar tiket sebesar:

Wisatawan Lokal

  • Weekday: Rp27.000
  • Weekend: Rp34.000

Wisatawan mancanegara

  • Weekday: Rp220.000
  • Weekend: Rp320.000

Sedangkan, untuk melakukan pendakian di Gunung Semeru, Moms perlu mengeluarkan biaya sebesar:

  • Pendaki Indonesia

Rp19.000 (hari kerja) dan Rp24.000 (hari libur) – per orang per hari

  • Pendaki Mancanegara

Rp210.000 (hari kerja) dan Rp310.000 (hari libur)

Baca Juga: Bertualang ke Curug Cibaliung Bogor yang Penuh Pesona, Segarnya Nikmati Kejernihan Air Terjun!

Demikian informasi mengenai Gunung Semeru yang bisa Moms ketahui. Semoga tidak ada letusan menyusul, ya Moms!

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Semeru

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.