04 April 2024

Ciri-Ciri Hadis Hasan, Hadis Satu Tingkat di Bawah Hadis Sahih

Disetujui keakuratannya oleh sebagian besar pakar hadis.

Oleh sebab itu, hadis ini turun derajatnya dari sahih menjadi hasan.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, tingkat ke-dhabit-an hadis hasan berada di bawah hadis sahih.

Sebagai contoh, hadis hasan diriwayatkan oleh Muhammad bin Amr bin al-Qamah, dari Salamah, dari Abu Hurairah.

Hadis tersebut masuk ke dalam kategori hasan karena Muhammad bin Amr bin al-Qamah memiliki tingkat hafalannya yang tidak luar biasa.

Hadis hasan selanjutnya adalah hadis yang membicarakan tentang seseorang yang laknat.

Dalam hadis ini, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam mengingatkan umat Muslim agar tidak menjadi orang yang suka melaknat.

Pesan ini menegaskan pentingnya menjaga lisan dan perkataan, serta menunjukkan bahwa perilaku tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Berikut bunyi hadisnya:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ عَنْ كَثِيرِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَكُونُ الْمُؤْمِنُ لَعَّانًا قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَرَوَى بَعْضُهُمْ بِهَذَا الْإِسْنَادِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَنْبَغِي لِلْمُؤْمِنِ أَنْ يَكُونَ لَعَّانًا وَهَذَا الْحَدِيثُ مُفَسِّرٌ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar, telah menceritakan kepada kami Abu Amir dari Katsir bin Zaid dari Salim dari Ibnu Umar ia berkata, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tidak boleh seorang mukmin menjadi orang yang suka melaknat." (Hadits Jami' At-Tirmidzi No. 1942)

Baca Juga: 10+ Hadis tentang Salat dan Keutamaanya dalam Islam

Cara Mengetahui Hadis Shahih, Hasan, dan Daif

Cara Mengetahui Hadis
Foto: Cara Mengetahui Hadis (Pixabay.com)

Moms juga perlu menelaah dengan baik hadis yang sekiranya dilihat di media sosial atau media lainnya, ya.

Bila menjumpai hadis dalam internet atau media sosial, maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah melihat perawi atau siapa yang meriwayatkan hadis tersebut.

Apabila diriwayatkan oleh Imam Bukhari atau Imam Muslim atau keduanya, maka hadis tersebut bisa dijamin sahih dan bisa diamalkan.

Bagaimana bila nama Imam Bukhari dan Muslim hanya dicatut ke dalam sebuah kalimat hadis?

Moms bisa menanyakan status dan kesahihan hadis tersebut kepada ulama atau orang yang sekiranya punya ilmu agama yang mumpuni.

Selain itu, untuk mengecek dan menjelaskan kesahihan sebuah hadis, bisa dilihat dari penilaian ulama terhadap hadis tersebut.

Oleh sebab itu, umat Islam sebaiknya tidak langsung mempercayai serta mengamalkan sebuah hadis jika belum paham dan mengetahui status hadis tersebut.

Jika hadis tersebut diberitakan oleh kerabat, maka sebaiknya menanyakan kejelasan dan asal mereka mendengar hadis tersebut.

Jika hadis tersebut didapatkan dari orang yang ahli dan mengetahui tentang hadis, maka Moms boleh-boleh saja mempercayai dan mengamalkannya.

Hati-hati, bila salah mengamalkan sebuah hadis yang belum jelas ke dalam kehidupan, maka jelas itu tidak diperbolehkan.

Baca Juga: Kumpulan Hadist Suami Menyakiti Istri, Pengingat untuk Dads!

Nah, sekarang Moms tentu sudah lebih paham tentang hadis hasan dan contohnya. Semoga bermanfaat, ya Moms!

  • https://www.arobiyahinstitute.com/2021/11/pengertian-hadits-hasan-dan-contohnya.html
  • https://risalahmuslim.id/kamus/hadits-hasan/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb