24 Juli 2019

Hal Yang Perlu Diketahui Mengenai Susu Formula Hypoallergenic

Susu hypoallergenic tepat diberikan pada bayi dengan masalah alergi protein susu sapi

Beragam jenis susu formula bisa ditemui sesuai dengan usia bayi.

Ada yang berasal dari susu sapi, susu kedelai, susu formula bebas laktosa, hingga susu formula hypoallergenic. Berbagai jenis susu formula ini harus disesuaikan konsumsinya dengan masalah kesehatan Si Kecil.

Berikut ini informasi lengkap seputar susu formula hypoallergenic untuk membantu Moms memutuskan perlu tidaknya Si Kecil mengonsumsi jenis susu formula ini.

1. Cara Pengolahan

1 Cara Pengolahan.jpeg
Foto: 1 Cara Pengolahan.jpeg

Foto: toptenzilla.com

Susu formula hypoallergenic biasanya dibuat dari susu sapi, namun diproses sedemikian rupa sehingga protein penyebab alergi dipecah agar lebih mudah dicerna untuk bayi.

"Susu formula ini terdiri dari asam amino, yang merupakan bahan dasar protein dan merupakan bentuk protein paling terurai yang bisa didapatkan," ungkap Meagan O'Neill, M.D., Dokter anak untuk Kesehatan Anak Riley di Indiana University Health, seperti dikutip dari romper.com.

Baca Juga : 5 Kesalahan dalam Menyiapkan Susu Bubuk Formula

2. Berguna Bagi Bayi Alergi Susu Formula Biasa

2 Dikonsumsi Oleh.jpg
Foto: 2 Dikonsumsi Oleh.jpg

Foto: supplemania.net

Jika bayi mengalami kesulitan dalam memproses susu formula standar atau bahkan kadang ASI, maka bisa disebabkan karena Si Kecil mengalami alergi protein susu.

"Susu formula hypoallergenic benar-benar diperlukan untuk bayi yang tidak bisa mentolerir susu formula biasa. Tanpa itu, bayi tidak akan menyerap nutrisi dengan baik dan tidak akan berkembang," ungkap ahli diet bersertifikat yang berbasis di New York, Natalie Gillett, seperti dikutip dari parents.com.

Gejala alergi protein susu, antara lain: menangis berlebihan, perut bergas, sulit tidur, pilek, batuk, ruam kulit, muntah, diare, dan mudah rewel.

Jika Moms mencurigai Si Kecil mengalami alergi protein susu, bicarakan dengan Dokter sebelum beralih ke susu formula hypoallergenic untuk memastikan masalah kesehatan Si Kecil.

Jangan kaget dengan peralihan Si Kecil dari susu formula biasa ke susu formula hypoallergenic, karena biasanya akan memberi perubahan pada buang air besar Si Kecil.

Susu formula jenis ini memiliki sejumlah besar zat larut yang tidak dapat diserap oleh usus.

Maka mereka menyimpan proporsi air yang lebih besar di dalam usus daripada yang biasanya ada di dalamnya, sehingga rentan membuat feses bayi yang minum susu formula hypoallergenic menjadi lebih cair.

Baca Juga : Bolehkah Mengombinasi ASI dengan Susu Formula?

3. Alternatif

3 Alternatif Lain.jpg
Foto: 3 Alternatif Lain.jpg

Foto: stayathomemum.com.au

Susu formula jenis hypoallergenic ini memiliki harga yang relatif lebih mahal, bahkan hingga 2-3 kali harga susu formula standar.

Namun tidak perlu khawatir, karena ada beberapa alternatif susu formula lain yang bisa dicoba. Alternatif utama adalah pemberian ASI eksklusif pada bayi.

Moms yang memberikan ASI eksklusif juga perlu menghilangkan beberapa jenis makanan yang dapat memicu alergi protein susu yang dialami Si Kecil, seperti susu sapi, telur, ikan, dan lainnya.

Pemberian susu formula berbasis kedelai juga bisa menjadi alternatif lain. Dikutip dari parents.com, susu kambing juga umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh bayi yang memiliki alergi protein susu sapi.

Hal ini dikarenakan, susu kambing mengandung lemak yang lebih kecil. Sebelum mengganti susu formula Si Kecil pastikan Moms berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan rekomendasi terbaik mengenai masalah kesehatan Si Kecil.

(GS/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.