Scroll untuk melanjutkan membaca

RUPA-RUPA
22 April 2022

Fakta Kepunahan Harimau Bali yang Sempat Menghuni Pulau Dewata

Karena perburuan dan hilangnya habitat asli
Fakta Kepunahan Harimau Bali yang Sempat Menghuni Pulau Dewata

Tidak tersedia banyak informasi mengenai harimau Bali (Panthera tigris balica) ketika spesies ini menghilang.

Harimau bali adalah salah satu dari 3 subspesies harimau yang dinyatakan punah total.

Bersama dengan harimau Kaspia (Panthera tigris virgata) dan harimau Jawa (Panthera tigris sondaica).

Baca Juga: Memahami Gejala Alam Biotik dan Abiotik yang Perlu Dijelaskan pada Si Kecil

Sejarah dan Karakteristik Harimau Bali

harimau bali

Foto: harimau bali (wikipedia.org)

Foto: wikipedia.org

Melansir laman Awely Tigers, pada 1912, ahli zoologi Jerman, Ernst Schwarz, menggambarkan kulit dan tengkorak harimau betina dewasa dari Bali, dalam koleksi Museum Senckenberg.

Ia menamakannya Felis tigris balica dan berpendapat bahwa hewan ini berbeda dari harimau jawa.

Warna bulu harimau Bali lebih cerah dan tengkoraknya lebih kecil dengan lengkungan zygomatik yang lebih sempit.

Pada 1969, kekhasan harimau Bali dipertanyakan, karena analisis morfologi beberapa tengkorak harimau dari Bali mirip dengan harimau jawa.

Perbandingan DNA mitokondria dilakukan dari 23 spesimen harimau Bali dan Jawa dengan subspesies harimau hidup lainnya.

Lalu, ditemukan bahwa ada kemiripan genetik yang dekat dengan harimau di Kepulauan Sunda.

Harimau Bali disebut harimau terkecil di kepulauan Sunda.

Pada abad ke-20, hanya 7 kulit dan tengkorak harimau dari Bali yang disimpan dalam koleksi museum.

Ciri umum tengkorak hewan ini adalah bidang oksipital sempit yang mirip dengan bentuk tengkorak harimau dari Jawa.

Kulit harimau jantan yang diukur di antara pasak memiliki panjang 220 hingga 230 cm, dari kepala hingga ujung ekor. Sementara yang betina 190 hingga 210 cm.

Berat jantan berkisar antara 90 hingga 100 kg, dan betina dari 65 hingga 80 kg.

Kisah Kepunahan Harimau Bali

harimau bali

Foto: harimau bali (awely-tigers.org)

Foto: awely-tigers.org

Harimau Bali sebelumnya menghuni hutan tropis basah di Pulau Bali. Spesimen terakhir yang diketahui ditembak pada 1937.

The International Union for Conservation of Nature mencatat keberadaan subspesies ini di Bali bagian barat pada akhir 1930-an.

Untuk menjaga habitat dan hewan yang juga dikenal dengan sebutan Samong ini, Taman Nasional Bali Barat didirikan pada 1941.

Namun, catatan menunjukkan bahwa harimau Bali benar-benar menghilang pada akhir Perang Dunia II atau pada awal 1950-an.

Harimau Bali sebenarnya tidak benar-benar terancam sampai pemukim Eropa pertama tiba di Bali pada akhir abad ke-16.

Selama 300 tahun setelah itu, harimau ini diburu oleh Belanda karena dianggap sebagai gangguan atau hanya sekadar hobi.

Jadi, secara singkat, dapat dijelaskan bahwa penyebab punahnya harimau Bali karena perburuan dan hilangnya habitat alaminya.

Baca Juga: Ketahui Tahapan Metamorfosis Kupu-kupu Berikut Ini

Namun, jika ditelisik lebih lanjut, sebenarnya ada beberapa alasan lain yang turut menjadi penyebab hewan ini punah.

Penyebab Harimau Bali Punah

Pertama, harimau ini tinggal di sebuah pulau, yang secara drastis meningkatkan peluang kepunahan mereka.

Ketika manusia mulai menghuni Pulau Bali, harimau tidak punya tempat untuk pindah, dan mereka (bisa dibilang) terjebak.

Harimau Bali juga merupakan hewan yang besar secara fisik, dan ini dapat menyebabkan beberapa masalah.

Tubuh yang besar dan mencolok membuat mereka lebih sulit untuk bersembunyi dari manusia.

Selain itu, hewan yang besar membutuhkan lebih banyak tanah dan sumber daya untuk bertahan hidup.

Setiap ekor harimau harus mempertahankan wilayah yang luas untuk mendapatkan sumber daya yang cukup untuk bertahan hidup.

Karena harimau Bali lebih kecil dari subspesies yang ada saat ini, wilayahnya mungkin sedikit lebih kecil.

Namun, ini masih tidak memungkinkan populasi yang sangat besar untuk bertahan hidup di pulau kecil itu.

Selain itu, harimau juga memiliki kapasitas reproduksi yang lambat.

Pembiakan berlangsung selama 20-30 hari.

Setelah masa kehamilan 90 hari, rata-rata harimau betina melahirkan hanya 2-3 anak.

Sebagian besar anak yang lahir kemungkinan besar akan menjadi korban predator.

Anak-anaknya akan tinggal bersama ibu mereka selama sekitar dua tahun.

Artinya, bahwa betina hanya dapat berkembang biak kira-kira setiap dua setengah tahun sekali.

Terakhir, harimau juga merupakan hewan soliter.

Hidup dalam kelompok dapat memberikan beberapa manfaat bagi individu.

Misalnya, perburuan kelompok dapat lebih menguntungkan ketimbang sendiri-sendiri.

Hidup berkelompok juga dapat mencegah pemangsaan.

Jika harimau hidup dalam kelompok besar, lebih sedikit anak harimau yang akan menjadi korban predator.

Ketika tiba saatnya untuk berburu, sang ibu tidak punya pilihan selain meninggalkan anaknya.

Pada saat ini, kebanyakan dari mereka dimangsa.

Jika mereka hidup berkelompok, ada harimau lain yang merawat anak-anaknya ketika ibu mereka pergi.

Baca Juga: 8 Fakta Menarik Ikan Nilem, Ikan Dokter yang Kerap Dipakai Terapi!

Fakta Menarik Tentang Harimau Bali

Bicara soal harimau Bali, ada beberapa fakta yang menarik untuk disimak, yaitu:

  • Dalam seni tradisional dan cerita rakyat, harimau ini memiliki tempat khusus. Mereka sering terlihat dalam lukisan dan bentuk seni lainnya.
  • Di Bali, metode berburu harimau yang disukai adalah menangkap hewan ini dengan perangkap kaki baja berat yang besa.rKemudian menembaknya dari jarak dekat.
  • Baron Hongaria Oszkár Vojnich, dalam bukunya In The East Indian Archipelago, menggambarkan bagaimana ia menjebak, berburu, dan mengambil foto harimau Bali pada 3 November 1911.
  • Masyarakat setempat percaya bahwa bubuk yang dibuat dari kumis harimau adalah racun yang tidak terdeteksi dan ampuh.
  • Dalam buku Island Of The Gods karya Miguel Covarrubias. Ketika bayi Bali lahir, ia diberi kalung jimat pelindung yang terbuat dari koral hitam dan sepotong tulang atau gigi harimau.
  • Mengenakan bagian tubuh harimau sebagai perhiasan adalah hal biasa di antara penduduk Pulau Bali, terutama untuk alasan spiritual.

Nah, itulah pembahasan mengenai karakteristik, kisah kepunahan, dan fakta menarik mengenai harimau Bali.

Semoga bermanfaat ya, Moms!

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Bali_tiger
  • https://www.extinctanimals.org/bali-tiger.htm
  • https://people.uwec.edu/jolhm/eh3/group10/Tiger.htm
  • http://www.awely-tigers.org/why-did-the-bali-tiger-disappear/
  • https://www.thoughtco.com/bali-tiger-1093052