Scroll untuk melanjutkan membaca

HOME & LIVING
01 Mei 2022

6 Jenis Atap Rumah Tropis, dari Genting Tanah Liat, Keramik, Metal, Hingga Multiroof

Cek jenis atap rumah yang paling berkualitas berikut ini
6 Jenis Atap Rumah Tropis, dari Genting Tanah Liat, Keramik, Metal, Hingga Multiroof

Sedang rencana bangun rumah atau renovasi rumah? Moms dan Dads perlu perhatikan segala jenis materialnya dan spesifikasi yang diinginkan, mulai dari jenis atap rumah, dan bagian rumah lainnya.

Moms bisa memilih jenis atap rumah yang tidak panas atau jenis atap rumah minimalis yang belakangan sedang banyak diminati.

Bagian atap rumah juga bisa didesain sedemikian rupa supaya bisa terlihat menarik dan tampak berbeda dari rumah orang lain.

Ingat, atap rumah adalah salah satu hal yang sangat penting bagi konstruksi rumah.

Karena tampilan dari atap dan jenisnya ini bisa memengaruhi kondisi dari tempat tinggal dalam jangka waktu yang panjang.

Terlebih di Indonesia hanya memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan musim hujan.

Saat musim kemarau, maka material tertentu bisa membuat rumah terasa lebih sejuk.

Sementara konstruksi yang kuat juga penting saat diterjang hujan dan angin kencang saat musim hujan.

Oleh karena itu, memilih atap rumah tidak bisa dilakukan secara sembarangan karena setiap spesifikasi dari atap dan material yang digunakan sangat menentukan sekali.

Supaya Moms bisa memilih jenis atap rumah terbaik, maka Moms perlu simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca Juga: 9 Cara Membuat Pot untuk Tanaman Hias di Rumah, Ramah Lingkungan!

Jenis Atap Rumah Tropis Terbaik

Berdasarkan bahannya, ada banyak variasi atap rumah yang bisa Moms pilih.

Namun tetap diingat ya Moms, karena Indonesia adalah negara tropis, maka Moms perlu jeli memilih jenis atap rumah. Berikut ini jenisnya!

1. Genting Tanah Liat

jenis atap rumah

Foto: jenis atap rumah

Foto: suara.com

Pastinya, Moms sudah sangat familiar dengan jenis atap rumah berbahan tanah liat. Jenis atap ini termasuk jenis genting yang paling populer di Indonesia.

Untuk membuatnya, jenis atap rumah ini diproduksi melalui proses press dan pembakaran.

Atap rumah berbahan tanah liat memiliki keunggulan seperti harganya yang ekonomis dan ia tahan lama dan cukup kuat saat dipijak. Namun, ia juga tetap memiliki sejumlah kekurangan.

Jenis atap ini mudah berlumut sehingga harus dilapisi cat terlebih dulu. Selain itu, ia juga memerlukan ketelitian saat pemasangan agar terhindar dari kebocoran.

Ia juga tidak terlalu kuat dalam menahan angin dan idealnya harus dipasangkan pada rangka yang kuat.

2. Genting Aspal

Genting Aspal

Foto: Genting Aspal

Foto: prospeku.com

Selanjutnya adalah atap aspal yang juga cukup populer di Indonesia.

Jenis atap ini dibuat dengan memadukan fiberglass dan aspal yang dilapisi mineral. Ia juga tersedia dalam dua model, yakni datar dan bergelombang.

Untuk jenis atap rumah aspal model gelombang, proses pemasangan akan dilakukan dengan menyekrupnya ke balok gording.

Sementara itu, jenis atap rumah aspal berbentuk datar bisa ditempel melalui multipleks yang disekrup di rangka.

Banyak orang memilih jenis atap rumah ini karena terhitung praktis dalam pemasangan, berbobot ringan, tahan api, tahan angin, antijamur, dan bisa dikenakan pada atap rumah berbentuk miring hingga 90 derajat.

Namun, sayangnya harga jenis atap rumah aspal terkenal cukup mahal dan ia juga tidak ramah lingkungan.

Baca Juga: Bebas Banjir, Ini Inspirasi Rumah Panggung Modern dan Minimalis

3. Genting Metal

jenis atap rumah

Foto: jenis atap rumah

Foto: dekoruma.blog

Jika Moms mengutamakan durabilitas untuk pemasangan jenis atap, maka atap rumah berbahan genteng metal bisa dipilih.

Jenis atap rumah ini menggunakan perpaduan berbagai bahan, mulai dari alumunium, besi, tembaga dan seng.

Saat ini, jenis atap rumah metal cukup banyak digunakan pada bangunan seperti sekolah atau bengkel.

Salah satu keunggulan dari jenis atap rumah ini adalah sangat mudah untuk dipasang.

Bahan ini juga memiliki bobot yang ringan, tahan karat, anti pecah, anti bocor, tahan api, tahan angin, dan fleksibel untuk dipasang di berbagai bidang.

Terpenting, material metal terbukti sebagai salah satu jenis atap rumah yang tidak panas.

Namun, sama dengan atap aspal, harga jenis atap metal juga cukup mahal serta memerlukan ketelitian tinggi saat memasangnya.

4. Genting Keramik

Genting Keramik

Foto: Genting Keramik

Foto: housingestate.id

Apakah Moms ingin mencoba sentuhan arsitektur khas Mediterania?

Moms bisa memilih jenis atap rumah berbahan keramik. Sentuhan keramik juga bisa Moms tambahkan pada bagian depan sebagai keramik teras rumah.

Dengan finishing glasur yang estetis, jenis atap rumah keramik akan memberikan kesan mewah pada rumahmu.

Selain itu, jenis atap rumah keramik juga lebih unggul dibandingkan jenis lainnya.

Karena genting keramik cukup awet, tahan terhadap api, minim perawatan, ramah lingkungan, dan menggunakan sistem interlock seperti genteng saat dipasang.

Namun tetap saja ada kekurangan dari jenis atap rumah keramik, yakni sangat mudah pecah, dan kurang tahan terhadap angin.

Genting keramik juga tidak bisa dipasangkan pada atap rumah dengan kemiringan lebih dari 30 derajat, karena ini adalah minimal kemiringan supaya air tidak bocor dan bisa mengalir sempurna.

Pemasangan jenis atap ini juga memerlukan baut agar tidak mudah lepas.

Baca Juga: Cari Tahu 3 Fakta dan Risiko Atap Asbes Sebelum Membangun Rumah

5. Atap Rumah Beton

jenis atap rumah

Foto: jenis atap rumah

Foto: rumahkutingkat.blogspot.com

Untuk Moms yang menginginkan jenis rumah minimalis, maka bahan beton kini banyak diaplikasikan pada rumah minimalis karena ia terkesan modern.

Tak hanya memiliki nilai estetik, tentunya jenis atap rumah ini juga dikenal sangat kokoh karena dibuat dari beton cor dan tulangan besi.

Kelebihan dari jenis atap ini adalah tahan lama, minim perawatan, dan tahan terhadap api.

Namun, ia juga tetap memiliki kekurangan, yakni durabitas yang kurang prima terhadap angin dan berbobot berat sehingga akan sangat berpengaruh pada durasi pemasangan.

Harga jenis atap rumah ini juga sangat tinggi sehingga Moms perlu menyiapkan dana lebih.

6. Jenis Atap Rumah Multiroof

jenis atap rumah

Foto: jenis atap rumah

Foto: rumahlia.com

Jenis atap rumah yang satu ini mungkin belum familiar untuk Moms. Namun ia adalah atap yang dibuat menggunakan baja ringan yang dilapisi dengan zinc, aluminum, fospat, dan coraltex.

Alhasil, daya tahannya sangat kuat, anti pecah, namun bobotnya tetap ringan.

Jika Moms lihat sekilas, tampilan multiroof ini seperti genting tanah liat. Namun, warnanya cukup beragam dan mengilap.

Lembarannya juga besar dan terdiri dari beberapa potong genteng sehingga pemasangannya hanya memerlukan sedikit waktu saja.

Jenis atap multiroof ini ada 5, di antaranya adalah multiroof standing steam, stainless steel, galvalume steel, tembaga, dan berpasir.

Baca Juga: 9 Desain Tangga Rumah yang Cocok untuk Hunian Keluarga

Tips Merawat Atap Rumah

jenis atap rumah

Foto: jenis atap rumah

Foto: everythingcanwork.info

Akibat teriknya panas matahari, angin kencang, serta guyuran hujan, maka ini semua bisa membuat kualitas atap rumah menurun.

Lama kelamaan, ketahanan atap rumah akan berkurang dan potensi kerusakan pada atap semakin tinggi.

Supaya tidak harus mengeluarkan biaya perbaikan untuk mengganti atap yang rusak, ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk merawat atap rumah.

1. Lakukan Pemeriksaan Rutin

Berbeda dengan membersihkan rumah, memeriksa kondisi atap tidak perlu dilakukan setiap hari.

Namun Dads tetap harus melakukan pemeriksaan setidaknya dua kali dalam setahun.

Dads juga bisa lebih sering memeriksa kondisi atap, tergantung pada kondisi atap rumah. Saat paling tepat memeriksa atap adalah sebelum musim hujan.

Kondisi atap harus diperhatikan dengan baik, untuk mencegah kebocoran saat hujan datang.

Ketika Dads sudah berada di atap, Dads perlu fokus pada 3 hal, yaitu menyapu atau membersihkan permukaan atap dari sampah, dedaunan, atau debu.

Kedua, yaitu membersihkan atap dari tanaman perdu, lumut, atau ilalang yang tumbuh di sela-sela atap.

Dads juga perlu mencabut tanaman tersebut hingga ke akar karena berpotensi merusak atap.

Ketiga, yaitu siram bagian atap yang telah dibersihkan dengan air. Dengan cara ini Dads akan tahu kondisi saluran pembuangan air yang meneruskan air dari atap ke bawah.

Jika ada hambatan, maka Dads perlu segera mencari solusi terbaik untuk penanganannya.

Baca Juga: 5+ Jenis Batu Alam untuk Dinding Agar Rumah Terlihat Makin Indah

2. Lakukan Pencegahan Lebih Dini

Dads perlu tindakan serius untuk mencegah kerusakan pada atap, seperti misalnya menambahkan cat pelapis pada permukaan atap.

Cat pelapis ini akan sangat berguna sebagai pelindung tambahan untuk mencegah air merusak pori-pori atap.

Cat pelapis ini turut mencegah keretakan pada bagian atap yang terjadi akibat panas matahari.

Biasanya bahan cat yang sintetis ini akan membantu merekatkan struktur atap sehingga ia akan semakin kuat.

Pada bagian luar rumah, Dads perlu memerhatikan ranting atau cabang pohon yang tumbuh menjulur ke atap.

Segera potong ranting atau cabang tersebut sebelum membahayakan rumah.

Cara pencegahan ini mudah diterapkan dan tidak memerlukan biaya tambahan. Dads hanya perlu memperhatikan atap dan langit-langit rumah.

Melakukan pengecekan secara rutin juga akan mempermudah Dads untuk mengetahui masalah pada atap.

Ini juga penting dilakukan untuk dapat melakukan penanganan sederhana tanpa perlu renovasi besar-besaran.

3. Memanggil Tenaga Profesional

Terkadang ada beberapa bagian atap yang tidak mampu untuk Dads perbaiki sendiri.

Misalnya kondisi bangunan yang terlalu tinggi, atap yang curam, serta keterbatasan alat yang Dads miliki akan menjadi hambatan saat memperbaiki bagian atap rumah.

Oleh karena itu, minta bantuan pada tenaga profesional untuk melakukan perbaikan yang dibutuhkan. Saat proses perbaikan berlangsung, pastikan Dads ikut mengamati proses pengerjaannya.

Bila memungkinkan, Dads juga perlu mendampingi tukang bangunan agar lebih paham perihal kerusakan yang terjadi pada atap.

Itulah informasi yang perlu dipahami tentang jenis atap rumah yang cocok di negara tropis.

  • https://www.rumah.com/panduan-properti/atap-rumah-37557
  • https://www.tokopedia.com/blog/jenis-atap-rumah/
  • https://www.rumah.com/berita-properti/2020/10/193949/cara-menjaga-atap-rumah-agar-lebih-tahan-lama
  • https://fabelio.com/blog/jenis-atap-rumah-berdasarkan-material/
  • https://stellamariscollege.org/atap-rumah/