16 Agustus 2022

5 Kain Tenun Khas Indonesia dari Berbagai Daerah, Ada Ulos dan Songket!

Beberapa kain ini juga umumnya disakralkan

Jika membahas tentang keanekaragaman tekstil khas Indonesia, sebetulnya bukan hanya batik saja yang menjadi kebanggaan. Beberapa kain tenun khas Indonesia juga merupakan produk budaya Indonesia yang indah dan memiliki ciri khas tersendiri.

Mereka juga punya punya variasi desain dan motif yang menarik.

Sehingga tidak heran jika kain tenun khas Indonesia juga diminati banyak orang.

Sebagai salah satu karya tekstil yang bernilai seni tinggi, kain tenun khas Indonesia juga tak hanya memiliki penampilan yang menarik.

Ada beberapa kain tenun yang juga punya makna tersendiri.

Meski secara umum kain tenun difungsikan untuk menutupi tubuh, tetapi di beberapa wilayah di Indonesia, kain tenun memiliki fungsi yang lebih beragam.

Seperti misalnya fungsi sosial, estetika, dan aspek-aspek lain dalam kehidupan.

Baca Juga: 7 Ragam Pakaian Adat Yogyakarta yang Anggun Berwibawa

Jenis Kain Tenun Khas Indonesia

Berikut ini adalah beberapa jenis kain tenun khas Indonesia yang wajib Moms ketahui!

1. Kain Tenun Pandai Sikek (Minangkabau)

kain tenun khas indonesia
Foto: kain tenun khas indonesia

Foto: kain tenun pandai sikek (indonesiakaya.com)

Ini adakah kerajinan kain tenun khas Indonesia asal Minangkabau, Sumatera Barat yang sudah dikenal sejak lama.

Pandai Sikek sebenarnya adalah nama sebuah desa di kaki gunung Singgalang.

Di desa ini, Moms bisa menemukan puluhan rumah tenun menggunakan ratusan penenun di sana.

Sebenarnya terdapat pula desa lain di Minangkabau yang menekuni kerajinan tenun, akan tetapi Pandai Sikek mempunyai industri tenun yang lebih maju dibandingkan desa lainnya.

Kain tenun ini biasanya dipakai dalam upacara perkawinan atau penyambutan tamu. Dalam hal motif, tenun Pandai Sikek sebenarnya terbilang sedikit.

Hanya terdapat dua jenis motif yang umumnya digunakan pada kain tenun Pandai Sikek, yaitu motif Cukie dan Sungayang.

Motif Cukie adalah pola yang mengisi bagian berdasarkan kain, baik kepala, badan juga tepi kain. Sementara motif Sungayang adalah motif keseluruhan menurut kain tenun.

Sementara itu, ada dua jenis tenun Pandai Sikek, yaitu Balapak dan Bacatua.

Balapak merupakan kain yang ditenun dengan melewatkan benang emas di seluruh bidang kain.

Sementara Bacatua merupakan kain tenun yang terdiri dari benang lungsi dan pakan dan di bagian tertentu diberi hiasan benang emas.

Baca Juga: Mengenal Pakaian Adat Lampung Pepadun dan Saibatin yang Bersahaja dan Berkelas

2. Kain Tenun Ulos (Batak)

kain tenun khas indonesia - ulos
Foto: kain tenun khas indonesia - ulos

Foto: kain tenun ulos (kemdikbud.go.id)

Kain tenun khas Indonesia selanjutnya adalah kain ulos.

Secara harfiah, ulos berarti selimut yang menghangatkan tubuh dan melindunginya dari terpaan udara dingin.

Dahulu, nenek moyang suku Batak adalah manusia-manusia yang tinggal di gunung dan harus melawan dinginnya cuaca yang menusuk tulang.

Nah, dari situlah sejarah ulos bermula.

Berbeda dengan ulos yang sekarang disakralkan, dulu ulos hanya kain yang dijadikan selimut atau alas tidur oleh nenek moyang suku Batak.

Namun, ulos yang mereka gunakan kualitasnya jauh lebih tinggi, lebih tebal, lebih lembut dan dengan motif yang sangat artistik.

Kini Ulos memiliki arti lebih penting ketika mulai dipakai oleh tetua-tetua adat dan para pemimpin kampung dalam pertemuan-pertemuan adat resmi.

Ditambah lagi dengan kebiasaan para leluhur suku Batak yang selalu memilih ulos untuk dijadikan hadiah atau pemberian kepada orang-orang yang mereka sayangi.

Ada beberapa aturan dalam ritual mangulosi yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut tutur atau silsilah keturunan berada di bawah.

Seperti orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya.

Di samping, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat.

Kain tenun khas Indonesia ini bentuknya menyerupai selendang sepanjang sekitar 1,8 meter dan lebar 1 meter.

Kedua ujungnya berjuntai-juntai dengan panjang sekitar 15 cm.

Ulos biasanya ditenun oleh kaum wanita dari benang kapas atau rami.

Baca Juga: 8 Ragam Pakaian Adat Sumatera Utara dan Ciri Khasnya

3. Kain Tenun Songket (Palembang)

Kain Tenun Songket
Foto: Kain Tenun Songket (id.wikipedia.org/Gunkarta)

Foto: kain tentun songket (id.wikipedia.org/Gunkarta)

Kain tenun khas Indonesia selanjutnya adalah kain songket yang sudah dikenal di Palembang sejak zaman kerajaan Sriwijaya.

Songket Palembang banyak dipengaruhi kebudayaan Cina dan India yang dibawa oleh pedagang yang datang ke Sriwijaya.

Ciri spesial kain songket adalah kain yg berwarna merah dengan benang emas yang hampir menutupi seluruh kain.

Songket pada dasarnya telah menjadi pakaian adat di Sumatera Selatan.

Kain songket umumnya digunakan dalam acara pernikahan.

Tidak hanya mempelai yang menggunakan, keluarga bahkan tamu yang tiba pun menggunakan songket.

Kain songket juga umumnya digunakan sang penari Gending Sriwijaya untuk menyambut tamu kehormatan.

Motif songket Palembang diwariskan secara turun temurun sehingga polanya tidak banyak berubah.

Dalam sehelai songket Palembang, umumnya terdapat dua sampai tiga kombinasi motif.

Motif-motif ini menghasilkan gugusan gambar yang berhasil membuat kain tenun khas Indonesia ini menjadi kain yang indah dan menarik.

Baca Juga: Serunya Pernikahan Adat Palembang, Banyak Aksesoris Penuh Makna

4. Tenun Gringsing (Bali)

Tenun Gringsing
Foto: Tenun Gringsing (kemenparekraf.go.id)

Foto: tenun Gringsing (kemenparekraf.go.id)

Kain tenun khas indonesia selanjutnya adalah kain tenun Gringsing yang merupakan satu-satunya kain tenun tradisional Indonesia yang dibentuk menggunakan teknik dobel ikat.

Kain ini berasal dari Desa Tenganan, Bali dan umumnya warga Tenganan memiliki kain gringsing berusia ratusan tahun yang dipakai dalam upacara khusus.

Di Bali, ada berbagai upacara yang selalu dilaksanakan, seperti upacara pangkas gigi, upacara pernikahan, dan upacara keagamaan lain.

Upacara ini juga dilakukan dengan berasas pada kekuatan kain gringsing.

Sebagian besar motifnya merupakan motif bunga dan fauna dan tenun Grinsing pada umumnya digunakan untuk pakaian di acara-acara dan upacara adat.

Baca Juga: 10 Fakta tentang Pakaian Adat Bali yang Unik dan Sarat akan Makna

5. Tenun Sasak (Nusa Tenggara Barat)

tenun sasak
Foto: tenun sasak (itjen.kemdikbud.go.id)

Foto: tenun sasak (itjen.kemdikbud.go.id)

Menenun juga merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun pada suku Sasak, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menenun biasanya dilakukan oleh kaum wanita untuk mengisi waktu luang.

Jika dilihat, kain Tenun Sasak yang merupakan kain tenun khas Indonesia lainnya ini punya keunikan dibandingkan dengan kain tenun lainnya.

Keunikan tersebut ada pada bahan yang dipakai yang seluruhnya alami dan tidak dicampurkan bahan kimia.

Misalnya, benang yang digunakan berasa dari kapas.

Tenun sasak mempunyai ragam hias yang memiliki arti simbolik yang merupakan manifestasi menurut kehidupan dan agama yang dianut.

Itulah hal yang perlu dipahami seputar kain tenun khas Indonesia. Semoga semakin menambah wawasan dan pengetahuan akan budaya nusantara, ya!

  • https://www.liputan6.com/lifestyle/read/4490941/keunikan-7-jenis-kain-tenun-khas-indonesia-yang-bikin-bangga
  • http://bdipadang.kemenperin.go.id/forum/thread/inilah-9-jenis-kain-tenun-tradisional-nan-eksotis-kekayaan-indonesia-yang-perlu-anda-ketahui
  • https://www.idntimes.com/travel/destination/fafa/13-kain-tradisional-khas-indonesia-yang-luar-biasa-indah
  • https://www.indonesia.travel/id/id/ide-liburan/6-kain-tradisional-indonesia-yang-sudah-mendunia

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.