01 Oktober 2021

Meski Kecil, Ini 5 Fungsi Penting Kelenjar Pineal bagi Tubuh

Ketahui fungsi penting dan gangguan pada kelenjar pineal dalam pembahasan ini

Meski sangat kecil dan letaknya jauh di dalam otak, kelenjar pineal punya fungsi penting bagi tubuh, lho.

Salah satu fungsi utama kelenjar seukuran kacang ini adalah memproduksi hormon melatonin.

Hormon tersebut berperan dalam pengaturan tidur dan terjaga atau ritme sirkadian, yang punya efek luas pada kesehatan.

Kelenjar pineal juga berperan dalam pengaturan kadar hormon wanita.

Artinya, ini juga dapat memengaruhi kesuburan dan siklus menstruasi. Selain itu, hormon melatonin juga berperan dalam kesehatan sistem kardiovaskular.

Baca juga: Serba-serbi Pijat Titik Refleksi Kaki, Bisa Bikin Tidur Lebih Pulas, lho!

Fungsi Kelenjar Pineal

Seperti dibahas tadi, kelenjar pineal punya fungsi penting dalam tubuh. Melansir laman Healthline, berikut ini beberapa fungsi kelenjar pineal yang perlu diketahui:

1. Memproduksi Hormon Melatonin

Susah Tidur saat Haid, Ini Cara Mengatasinya-1.jpg
Foto: Susah Tidur saat Haid, Ini Cara Mengatasinya-1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms mengalami gangguan tidur, itu bisa menjadi tanda bahwa kelenjar pineal tidak memproduksi hormon melatonin dalam jumlah yang cukup.

Beberapa praktisi pengobatan alternatif percaya bahwa mendetoksifikasi dan mengaktifkan kelenjar pineal dapat meningkatkan kualitas tidur.

Namun, tidak ada penelitian ilmiah untuk mendukung klaim ini.

Salah satu cara untuk mengontrol kadar hormon melatonin dalam tubuh adalah dengan menggunakan suplemen melatonin.

Suplemen ini biasanya akan membuat seseorang merasa lelah dan membantu untuk tertidur lebih cepat.

Namun, suplemen melatonin tidak bisa dikonsumsi sembarangan karena dapat menimbulkan efek samping.

Jadi, pastikan Moms berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu jika ingin mengonsumsi suplemen melatonin, ya.

2. Memelihara Kesehatan Sistem Kardiovaskular

Mengenal Penyakit Kardiovaskular, Penyebab Kematian Nomor Satu di Indonesia
Foto: Mengenal Penyakit Kardiovaskular, Penyebab Kematian Nomor Satu di Indonesia (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Dalam studi pada 2016 di jurnal Current Opinion in Lipidology, diungkapkan bahwa melatonin dapat menurunkan risiko masalah kardiovaskular seperti aterosklerosis dan hipertensi.

Para peneliti menemukan bukti bahwa melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal dapat berdampak positif pada jantung dan tekanan darah.

Mereka pun menyimpulkan bahwa melatonin dapat digunakan untuk mengobati penyakit kardiovaskular. Namun, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan.

3. Menjaga Siklus Mentruasi Wanita

Benarkah Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur Bikin Susah Hamil? 1.jpg
Foto: Benarkah Siklus Menstruasi yang Tidak Teratur Bikin Susah Hamil? 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa bukti ilmiah yang mengungkapkan bahwa paparan cahaya dan kadar melatonin terkait dapat memiliki efek positif pada siklus menstruasi.

Salah satunya studi pada 2007 yang dipublikasikan di jurnal Biological Research for Nursing.

Diketahui juga bahwa jumlah melatonin yang berkurang juga dapat berperan dalam perkembangan siklus menstruasi yang tidak teratur.

Meski begitu, studi ini masih terbatas dan perlu penelitian lebih lanjut.

Baca juga: Moms Sering Tidur Mangap? Ini 4 Kemungkinan Penyebabnya

4. Mengelola Suasana Hati

Suasana hati dapat memengaruhi nafsu makan
Foto: Suasana hati dapat memengaruhi nafsu makan

Foto: Orami Photo Stock

Ukuran kelenjar pineal dapat mengindikasikan risiko gangguan mood tertentu.

Studi pada 2015 di jurnal Psychiatria Danubina, menunjukkan bahwa volume kelenjar pineal yang lebih rendah dapat meningkatkan risiko skizofrenia dan gangguan mood lainnya.

5. Menurunkan Risiko Kanker

Manfaat bersepeda untuk kesehatan - 4 membantu penderita kanker.jpg
Foto: Manfaat bersepeda untuk kesehatan - 4 membantu penderita kanker.jpg (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Melatonin yang diproduksi oleh kelenjar pineal adalah antioksidan yang sangat efektif.

Hormon ini dapat melindungi neuron dalam sistem saraf pusat dari radikal bebas, seperti oksida nitrat atau hidrogen peroksida. Bahan kimia ini dihasilkan di jaringan saraf aktif.

Radikal bebas dapat meningkatkan risiko kerusakan dan disfungsi jaringan, termasuk risiko masalah medis seperti kanker dan penyakit neurodegeneratif.

Jadi, bila kadar hormon melatonin yang diproduksi kelenjar pineal menurun, risiko kanker dapat meningkat.

Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan hal ini.

Gangguan yang Terkait Kelenjar Pineal

Ada beberapa kondisi atau gangguan yang terkait dengan kelenjar pineal, yaitu:

1. Gangguan Ritme Sirkadian

Kondisi ini terjadi ketika sinkron antara pola bangun dan tidur tidak selaras dengan ritme alami terang dan gelap. Ditandai dengan waktu tidur dan bangun yang tidak teratur.

Orang yang mengalami gangguan ini akan menderita insomnia dan kantuk yang tidak tepat waktunya. Beberapa kondisi yang termasuk dalam gangguan ritme sirkadian adalah:

  • Delayed Sleep Phase Syndrome:Ditandai dengan kesulitan tidur di malam hari, dan kesulitan bangun lebih awal di pagi hari
  • Advanced Sleep Phase Syndrome: Ditandai dengan tidur lebih cepat dari seharusnya, dan bangun terlalu awal
  • Free-Running or Non-24: Paling sering ditemukan pada orang yang mengalami kebutaan
  • Irregular Sleep-Wake Rhythm: Orang dengan kondisi ini punya pola tidur yang pendek-pendek, selama 24 jam sehari

2. Gangguan Afektif Musiman (Seasonal Affective Disorder/SAD)

Gangguan ini biasanya dialami oleh orang yang tinggal di negara dengan musim dingin, atau yang mengalami malam lebih panjang dari siang.

Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan depresi musim dingin.

Seperti namanya, gejala yang timbul mirip seperti depresi. Termasuk berkurangnya aktivitas fisik dan penambahan berat badan.

Baca juga: Bisa Menyebabkan Kematian, Kenali Radang Selaput Otak Lebih Dekat!

3. Tumor Kelenjar Pineal

Sebenarnya, kanker jarang terjadi pada kelenjar pineal. Menurut American Brain Tumour Association, kurang dari 1% tumor otak terjadi di kelenjar pineal.

Namun, 3-8% tumor otak pada anak-anak ditemukan di kelenjar ini.

Umumnya, tumor kelenjar pineal terjadi lebih di kalangan orang dewasa muda, orang-orang antara 20 dan 40 tahun.

Hanya ada beberapa jenis tumor yang dapat mempengaruhi kelenjar pineal di dalam otak, yaitu:

  • Pineocytoma: Umumnya tumbuh lambat, sering diklasifikasikan sebagai tumor grade II
  • Pineoblastoma: Umumnya lebih agresif, baik diklasifikasikan sebagai bentuk menengah grade III atau lebih ganas grade IV
  • Tumor pineal campuran: Berisi kombinasi tipe sel

Gejala yang timbul akibat tumor kelenjar pineal dapat berupa sakit kepala, mual, muntah, dan penglihatan ganda.

Demikian pembahasan mengenai kelenjar pineal, yang ternyata punya banyak fungsi penting bagi tubuh.

Dapat diketahui bahwa masalah atau gangguan pada kelenjar ini dapat menimbulkan dampak negatif pada banyak fungsi tubuh.

Mengingat fungsi utama kelenjar pineal adalah memproduksi hormon melatonin, yang memengaruhi ritme sirkadian.

Moms dapat menjaga kesehatan kelenjar pineal dengan menerapkan gaya hidup sehat setiap harinya.

Termasuk makan makanan bergizi seimbang, mengelola stres dengan baik, dan tidur yang cukup. Hindari terlalu banyak begadang karena dapat mengganggu pola tidur, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4947538/
  • https://doi.org/10.1177%2F1099800407303337
  • http://www.psychiatria-danubina.com/UserDocsImages/pdf/dnb_vol27_no2/dnb_vol27_no2_153.pdf
  • https://www.abta.org/tumor_types/pineal-tumors/
  • https://www.verywellhealth.com/pineal-gland-anatomy-4774967
  • https://www.healthline.com/health/pineal-gland-function

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.