Parenting Islami

3 September 2021

Kisah Nabi Yusuf dan Berbagai Nilainya yang Bisa Diajarkan pada Anak

Selain ketampanannya, Nabi Yusuf terkenal baik hati dan pemaaf
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Ada beragam kisah-kisah Nabi yang perlu kita ajarkan pada Si Kecil sejak dini. Salah satunya yakni dengan mengenalkan kisah Nabi Yusuf.

Banyak penelitian yang menyebutkan jika dongeng tak hanya membantu Si Kecil tidur nyenyak tetapi juga membantu perkembangan otak anak.

Sebuah studi pada 2015 dalam Journal of Pediatrics, menyebut anak-anak yang sering dibacakan dongeng oleh orang tuanya menunjukkan aktivitas otak yang lebih kompleks.

Selain itu, manfaat mendongeng agama ini pada anak sekaligus menyelipkan nilai-nilai keagamaan.. Salah satunya adalah kisah Nabi Yusuf diajarkan ke anak.

Selain membiasakan untuk melaksanakan ibadah salat dan membaca Al-Quran, menceritakan kisah Nabi Yusuf dapat membuat Si Kecil belajar banyak hal.

Dalam Al-Quran, kisah Nabi Yusuf diceritakan memiliki wajah yang tampan. Selain itu, ia juga baik hati dan pemaaf.

Cerita Teladan Kisah Nabi Yusuf

Berikut ini kisah Nabi Yusuf yang perlu diajarkan ke anak serta bisa Moms bacakan untuk Si Kecil sebagian dongeng menjelang tidur:

1. Nabi Yusuf, Saudaranya, dan Sumur

Kisah Nabi Yusuf

Foto: freepik.com

Dalam kisah Nabi Yusuf, beliau merupakan anak yang paling dicintai ayahnya. Sewaktu kecil, Nabi Yusuf bermimpi bahwa 11 bintang, matahari, dan bulan semuanya sujud di hadapannya.

Dia meriwayatkan mimpi ini kepada ayahnya keesokan paginya, lalu Nabi Ya'qub menyadari bahwa ini adalah visi dari Allah dan indikasi kenabian Yusuf di masa depan.

Nabi Ya'qub memperingatkan putranya untuk tidak mengungkapkan penglihatan ini kepada saudara-saudaranya.

Dia khawatir hal itu akan menyebabkan kecemburuan lebih lanjut di antara mereka yang sudah sangat membenci Nabi Yusuf.

Saudara Nabi Yusuf

Saudara laki-laki Nabi Yusuf sangat membenci cinta ayah mereka untuk Nabi Yusuf dan saudara kandungnya Binyamin.

Mereka merasa bahwa Nabi Yusuf merampas cinta ayah mereka. Sedikit yang mereka peduli bahwa sebenarnya, itu adalah karakter terpuji Nabi Yusuf yang luhur yang dianugerahi cinta yang mendalam dan kasih sayang dari ayahnya.

Dengan demikian, saudara laki-lakinya berkomplot untuk menyingkirkan Nabi Yusuf dari posisi cinta dan kasih sayang ini sehingga mereka dapat menerima pengabdian tak terbagi dari ayah mereka.

Karena itu, setelah banyak bersekongkol, mereka membuat rencana untuk mengusir dan mengasingkan Nabi Yusuf ke negeri yang jauh.

Baca Juga: 6 Fakta Ali Bin Abi Thalib, Sahabat Nabi Muhammad SAW dan Pemimpin Islam Terakhir

Cerita Sumur

Mereka dengan licik mengundang Nabi Yusuf untuk pergi bersama mereka dan melemparkannya ke dalam sumur yang dalam dan meninggalkannya untuk mengurus dirinya sendiri.

Saudara-saudara itu kemudian dengan licik memberi tahu ayah mereka bahwa Nabi Yusuf dimangsa oleh serigala gurun dan memberikan kemejanya, yang telah mereka rendam dalam darah domba.

Setelah menerima berita tragis yang memilukan tentang putranya yang paling tercinta, Nabi Ya'qub tidak mempercayai putra-putranya. Allah berhubungan dengan tanggapan ummah Ya'qub

Dia berkata, 'Tidak, tapi kalian sendiri telah mengarang dongeng. Jadi (bagi saya) kesabaran adalah yang paling pas. Dan itu adalah Allah (sendiri) yang dapat dicari pertolongan terhadap apa yang Anda tegaskan , " ucapnya dan ditulis dalam Al-Quran Surat Yusuf ayat 18.

Memohon Pertolongan Allah

Dalam menghadapi kehilangan yang begitu besar, Nabi Ya'qub menunjukkan kepada kita bagaimana seharusnya seseorang menghadapi situasi tersebut.

Nabi Ya'qub tidak putus asa dengan pertolongan Allah, atau tidak puas dengan malapetaka yang menimpanya.

Sebaliknya, dia tetap bersabar dan mencari perlindungan dan pertolongan Allah saja.

Memang ada hikmah bagi kita dari episode kisah dalam surat Yusuf ini. Allah berkata, "Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan," dalam surat Yusuf ayat 19.

Allah menyadari sepenuhnya apa yang terjadi dan memang bisa menghentikan orang-orang yang melakukan kesalahan yang merugikan Nabi Yusuf.

Namun, dari pandangan jauh ke depan dan kebijaksanaan Allah yang tak terbatas, Allah memutuskan sebaliknya dan membiarkannya terjadi sehingga keputusan-Nya tentang masa depan yang besar bagi Nabi Yusuf akan menang pada waktu yang ditentukan.

Allah membiarkan orang-orang yang salah memiliki waktu istirahat sejenak sehingga pada akhirnya Nabi Yusuf akan berhasil dan memiliki otoritas atas bangsanya, bukan hanya atas saudaranya.

Hikmah dari kesabaran dan ketabahan membuat kisah Nabi Yusuf diajarkan ke anak merupakan hal yang tepat dijadikan contoh dalam keseharian.

Baca Juga: 8 Inspirasi Nama Bayi Laki-laki dari Nama Nabi dan Rasul

2. Nabi Yusuf Sebagai Budak

Kisah Nabi Yusuf

Foto: freepik.com

Sekelompok pelancong mampir ke sumur dalam perjalanan mereka ke Mesir. Saat para pengembara mengangkat ember dari sumur, Nabi Yusuf muncul juga.

Para pengelana membawa Nabi Yusuf dari Palestina ke Mesir, dimana mereka menjualnya sebagai budak. Nabi Yusuf dibeli oleh Ketua Menteri, Aziz, Mesir.

Ketua menteri, Aziz, memperlakukan Nabi Yusuf dengan baik, dan Nabi Yusuf bersyukur kepada Allah dan tetap menjadi budak yang setia.

Selama bertahun-tahun, Nabi Yusuf tumbuh menjadi seorang pria, dan Allah memberinya keindahan dan kebijaksanaan yang luar biasa.

Nabi Yusuf adalah orang yang sederhana, tetapi dia mendapat banyak perhatian karena ketampanannya.

Akhirnya, meski tidak berbuat salah, Nabi Yusuf dijebloskan ke penjara untuk menghindar perhatian dan dosa yang tidak diinginkan.

Setelah di penjara, kisah Nabi Yusuf memasuki tahap ketiga ujian, di mana ia melanjutkan misi kenabiannya dakwah kepada sesama narapidana.

Nabi Yusuf menghabiskan beberapa tahun di penjara (mungkin sembilan tahun) karena kejahatan yang tidak dilakukannya.

Namun, ada kebijaksanaan yang lebih besar di balik pemenjaraan Nabi Yusuf, yang akan segera diungkapkan oleh Allah dan ini salah satu buah dari kisah Nabi Yusuf diajarkan ke anak.

Baca Juga: 3 Serial dan Film Kartun Yang Mengajarkan Anak Tentang Agama Islam

3. Mimpi Raja Mesir

Kisah Nabi Yusuf

Foto: freepik.com

Raja Mesir melihat mimpi yang menakutkan yang membuatnya takut akan kerajaannya.

Raja dengan putus asa mencari arti dari mimpi ini tetapi semua upaya interpretasi gagal.

Para penasihat, peramal, dan pakar yang paling berpengalaman pada saat itu gagal menafsirkan mimpi ini secara akurat.

Pada titik inilah seorang pelayan di rumah raja mengingat Nabi Yusuf dan kemampuannya untuk menafsirkan mimpi.

Pelayan ini akhirnya memberi tahu raja untuk meminta bantuan Nabi Yusuf yang ada di penjara.

Pejabat raja lalu meriwayatkan mimpi itu kepada Nabi Yusuf di penjara. Dalam penafsirannya, Nabi Yusuf memberi tahu bahwa Mesir akan mengalami 7tahun subur diikuti oleh 7 tahun kekeringan.

Nabi Yusuf menasihati raja bahwa selama tahun-tahun sulit yang akan datang ini, pengelolaan dan distribusi sumber daya sangat penting.

Nabi Yusuf menyebutkan bahwa setelah 14 tahun ini, kesuburan akan kembali ke Mesir dan sumber daya akan berlimpah lagi.

Ketika raja menerima interpretasi ini, dia merasa yakin. Raja mengakui kebajikan, pengetahuan, dan pandangan ke depan Nabi Yusuf dan segera memerintahkan pembebasannya.

Baca Juga: Kisah Romantis Nabi Muhammad dan Siti Aisyah: Panutan Keluarga Harmonis

Namun, Nabi Yusuf menolak untuk meninggalkan penjara kecuali dia dibebaskan dan dinyatakan tidak bersalah.

Raja kemudian menyelidiki tuduhan yang dibuat terhadap Nabi Yusuf oleh Zulaikha, yang kemudian terbukti tidak berdasar.

Raja lalu memerintahkan pembebasannya segera.

Allah mengatakan:

“Dan raja berkata: 'Bawakan dia kepadaku agar aku dapat mendekatkan dia pada orangku.' Kemudian, ketika dia berbicara dengannya, dia berkata: 'Sungguh, hari ini, kamu bersama kami berpangkat tinggi dan dipercaya sepenuhnya,"dalam surat Yusuf ayat 54.

Nabi Yusuf meminta raja untuk mengangkatnya sebagai menteri keuangan Mesir sehingga ia dapat memikul tanggung jawab atas pengelolaan panen dan gudang serta mendistribusikan sumber daya secara efisien.

Raja mematuhinya karena Nabi Yusuf adalah orang terbaik untuk tugas ini.

Dengan demikian, rencana Allah untuk melambungkan Nabi Yusuf ke dalam kebesaran menjadi kenyataan setelah bertahun-tahun ketekunan dalam menghadapi ujian yang sulit.

Allah berkata:

“Demikianlah Kami memberikan kewenangan penuh kepada Yusuf di tanah itu, untuk mengambil kepemilikan di dalamnya, kapan atau di mana dia suka. Kami melimpahkan Rahmat Kami kepada siapa Kami menyenangkan, dan Kami membuat agar tidak hilang pahala Al-Muhsinun (pelaku kebaikan)," surat Yusuf ayat 56.

Terlepas dari ujian besar yang telah dihadapi Nabi Yusuf (seperti yang telah disebutkan di atas), Allah tidak membiarkan kesabaran Nabi Yusuf hilang dengan sia-sia.

Sebaliknya, Allah justru menghadiahi Nabi Yusuf dengan kebesaran, kemenangan, dan otoritas.

Baca Juga: Anak Suka Menyisakan Makanan? Begini Menurut Pandangan Islam

Sifat Teladan Nabi Yusuf

Dari rangkaian kisah Nabi Yusuf di atas, tentu terdapat pelajaran yang bisa didapat untuk kehidupan anak.

Beberapa sifat teladan dari Nabi Yusuf tersebut yang bisa dipelajari seperti:

1. Kesabaran

Sifat dan Kisah Nabi Yusuf

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam Islam, kesabaran adalah perilaku yang meliputi rasa tabah, kekuatan, dan ketekunan diri.

Adapun sifat-sifat ini terkandung dari kisah Nabi Yusuf di masa itu.

Sepertinya halnya ketika Nabi Yusuf menghadapi saudara laki-lakinya dan dipertemukan kembali dengan ayah dan adik bungsunya Bunyamin.

Dalam perjalanan kisahnya, ia banyak dihadapi rintangan hidup, terutama dalam hal keluarganya.

Nah untuk itu, ada baiknya untuk selalu menerapkan kesabaran pada Si Kecil dalam sehari-hari beraktivitas ya, Moms.

2. Keyakinan

Kisah Nabi Yusuf sebelumnya, diketahui dijebloskan ke penjara karena menolak dirayu oleh istri tuannya.

Melansir Hizb ut-Tahrir, ketika dia harus membuat pilihan, dia telah menemukan keyakinan terhadap Allah SWT.

Dia berkata, "Ya Tuhanku, penjara lebih saya sukai daripada mereka yang mengundang saya. Dan jika Allah tidak mencegah saya dari rencana mereka, saya mungkin condong ke arah mereka dan [dengan demikian] menjadi orang-orang bodoh," surat Yusuf, ayat 33.

Untuk tetap berada di jalan Tuhan, Nabi Yusuf telah memutuskan bahwa penjara lebih baik. Ia percaya dalam keyakinannya bahwa Allah SWT selalu merupakan pilihan yang lebih baik.

Yuk, Moms ajarkan keyakinan kuat dalam diri Si Kecil untuk selalu berada di jalan Allah SWT!

Baca Juga: Kisah Nabi Sulaiman: Raja Cerdas dan Bijak yang Bisa Berbicara dengan Binatang

3. Menjadi Seorang Pemaaf

Kisah Nabi Yusuf, Catat!

Foto: Orami Photo Stocks

Bertahun-tahun setelah dijebloskan ke penjara, Nabi Yusuf diangkat sebagai penasihat pribadi Raja.

Kisah Nabi Yusuf yang bisa kita ambil pelajarannya yakni menjadi seorang pemaaf pada siapapun.

Hal ini terlihat ketika beliau bertemu dengan saudara laki-lakinya lagi di lain waktu.

Meskipun berada dalam posisi berkuasa, Nabi Yusuf tetap memaafkan mereka atas ketidaktahuan dan kesalahan mereka di masa lalu terhadapnya.

“Dia berkata, tidak ada kesalahan yang akan menimpamu hari ini. Allah akan mengampuni Anda, dan Dia adalah yang paling penyayang dari yang penyayang, surat Yusuf, ayat 92)

Sungguh mulia sekali bukan Moms sifat dan kisah Nabi Yusuf ini?

4. Ketangguhan Diri

Sifat dan kisah Nabi Yusuf satu ini juga bisa jadi pelajaran hidup. Ketika beliau menghadapi banyak tantangan di awal kehidupannya, ia selalu mengedepankan ketangguhan hatinya.

Bahkan ketika beliau berada di penjara selama beberapa tahun. Sebaliknya, dengan setiap kesulitan, ia mampu terus-menerus bangkit, menyemangati dirinya sendiri, dan melanjutkan hidup di jalan yang lurus.

Sifat pantang menyerah ini yang perlu kita ajarkan pada Si Kecil sejak dini, Moms.

5. Kesadaran Diri

59+ Rangkaian Kata-kata Islam Pemberi Semangat, Bisa jadi Motivasi!

Foto: Orami Photo Stocks

Nabi Yusuf dikenal sebagai seseorang yang mengenali kekuatan dan kelemahannya sendiri.

Ia menyadari kelemahannya sendiri, ketika dia masuk penjara untuk menghindari keadaan 'dirayu' oleh istri tuannya Zulaikha.

Ia menyadari kekuatannya sendiri, seperti pengetahuannya tentang hal-hal tertentu, dan mengajukan tawaran untuk diangkat oleh Raja.

“[Yusuf] berkata, 'Tunjukkan aku atas gudang-gudang tanah. Sesungguhnya aku akan menjadi wali yang mengetahui," surat Yusuf, ayat 55.

Dengan demikian, dari kisah Nabi Yusuf ini kita bisa belajar untuk menghadapi tantangan hidup dengan integritas, moralitas, dan kepercayaan diri.

Baca Juga: 5 Nabi yang Bergelar Ulul Azmi dan Mukjizatnya, Wajib Diteladani!

Ketika kita telah melakukan semua yang diusahakan untuk memperbaiki situasi, tetaplah bersabar.

Karena kesulitan yang kita hadapi sebenarnya adalah kesempatan bagi kita untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT.

Bagaimanapun, Allah SWT. telah menjamin bahwa tantangan dalam hidup ini bersifat sementara dan kita akan terbebas darinya dengan satu atau lain cara.

"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan," merupakan ayat yang tertuang dalam surat Al-‘Alaq ayat 6.

Demikianlah kisah Nabi Yusuf untuk dijadikan pelajaran. Dari cerita ini, kita bisa mengambil 5 hal yaitu kesabaran, keimanan, pemaaf, ketahanan, dan kesadaran diri.

Yuk, tambah pengetahuan Si Kecil dengan membacakan kisah Nabi Yusuf ini!

  • https://pediatrics.aappublications.org/content/136/3/466
  • https://www.hizb.org.uk/islamic-culture/lessons-prophet-yusuf/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait