2-3 tahun

15 Juni 2021

Pentingnya Makan Serat Bagi Anak dan Sumber-sumber Terbaiknya

Serat dapat mencegah, dan bahkan dapat mengobati, sembelit anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Intan Aprilia

Selain karbohidrat, protein dan lemak, tentu makan serat juga perlu diperhatikan, Moms. Serat adalah senyawa makanan yang diperlukan tubuh untuk memperlancar pencernaan kita.

Ini bisa kita dapatkan dari asupan makanan sehari-hari seperti buah dan sayur. Manfaat serat ini pun berbagai macam untuk tubuh.

Begitu juga jika anak kekurangan asupan serat, akan berakibat fatal bagi tumbuh kembangnya.

Tak jarang, banyak anak Indonesia menolak makan serat karena rasanya yang tidak enak atau cenderung pahit, bukan? Tenang Moms.

Adapun cara di bawah ini untuk mengedukasi anak agar rutin makan serat! Yuk cari tahu.

Pentingnya Makan Serat Bagi Anak

Pentingnya Makan Serat bagi Pertumbuhan Anak

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip Kids Health, serat adalah jenis karbohidrat yang tidak dicerna tubuh (dipecah).

Serat makanan ditemukan dalam makanan nabati seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

"Secara global, 9 dari 10 orang anak tidak dapat asupan makan serat dari yang direkomendasikan," jelas Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, MSc - Pakar Ahli Nutrisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dalam Konferensi Pers Virtual Peluncuran Program Kampanye “Jam Makan Serat” pada 3 Juni 2021.

Sehingga hal ini dapat membawa kekhawatiran bagi kesehatan anak.

Mengutip studi dari pakar ahli yang akrab disapa Prof. Tati ini, sekitar 70 persen komponen sistem daya tahan tubuh terdapat pada pencernaan.

Ini merupakan faktor penting untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan Si Kecil.

Namun, konsumsi makan serat pada anak-anak masih harus ditekankan.

Seperti data yang diterbitkan Kementerian Kesehatan Indonesia, kecukupan serat anak Indonesia masih belum memenuhi standar rekomendasi asupan serat harian.

Sehinga para orang tua harus menanamkan pola hidup makan serat sejak ia dini, bahkan dari balita.

Baca Juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Pencernaan Anak, Gampang Kok!

Dampak Anak Kekurangan Serat

Banyak anak masih kurang konsumsi serat, padahal ini salah satu penunjang kesehatan tubuhnya.

Memang Moms, sulit untuk mengajak anak untuk perbanyak makan sayur atau buah.

"Mereka terbiasa makan makanan manis dan gurih, sehingga bertemu sayur merupakan hal baru bagi anak," terang Prof. Tati.

Meski begitu, kita sebagai orang tua perlu tahu apa sih dampak anak kurang asupan makan serat? Yuk telaah bersama.

1. Gangguan Saluran Cerna

Tanpa serat yang cukup, saluran pencernaan dapat kehilangan fungsinya.

Meski jarang terjadi, ini dapat menyebabkan divertikulosis, suatu kondisi infeksi yakni terdapat kantong kecil di dinding saluran pencernaan.

American Society for Gastrointestinal Endoscopy memaparkan, ini disebabkan salah satunya karena pola makan rendah serat, konstipasi dan obesitas.

Gejalanya adalah rasa sakit perut kronis selama beberapa hari serta demam tinggi. Biasanya rasa sakit ada di bagian perut kiri ataupun kanan.

2. Memicu Risiko Diabetes

Tahukah Moms, dampak anak kurang makan serat adalah memicu diabetes. Mengapa demikian?

"Serat cukup lambat dicerna oleh tubuh, sehingga kadar gula lebih stabil," jelas Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K) - Dokter Spesialis Anak Konsultan dan Ahli Gastrohepatologi.

Nah maka, apabila anak kekurangan serat, akan memicu risiko gula darah tinggi.

Seiring waktu, lonjakan gula darah yang konstan dapat menyebabkan komplikasi pada tumbuh kembang anak.

3. Sulit Melawan Peradangan

Peradangan kronis dalam tubuh pada akhirnya akan memicu berbagai penyakit, jadi sangat penting untuk memastikan Si Kecil makan serat.

Dampak tubuh jika kekurangan serat adalah sulit melawan peradangan atau inflamasi.

Apalagi jika anak suka sakit batuk atau flu, pemulihannya akan semakin lama.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Sakit Telinga pada Anak, Ini Cara Mengatasinya

Manfaat Serat untuk Kesehatan

Manfaat Serat untuk Kesehatan

Foto: Orami Photo Stocks

Umumnya, jenis serat umumnya terbagi dua, serat larut dan tidak larut, namun adapun jenis serat lain, seperti:

  • Serat pangan: serat asli, yang mengandung karbohidrat dan tidak bisa dicerna oleh enzim pencernaan.
  • Serat fungsional: serat yang sengaja ditambahkan pada makanan tertentu. Ini memberi manfaat untuk kesehatan. Contohnya dari serat hewani, serat pangan, cangkang seafood.
  • Serat larut: larut dalam air membentuk jelly yang akan difermentasi oleh bakter usus besar.
  • Serat tidak larut: tidak larut dalam air.

Nah dari jenis-jenis ini tentu, manfaat makan serat banyak sekali ya Moms untuk kesehatan saluran cerna, seperti dapat mengurangi sembelit ataupun diare pada anak.

"Serat merupakan makanan biota usus, sehingga dapat menambah massa feses (untuk serat tidak larut)" terang dr.Ariani.

Mengutip Mayo Clinic, serat juga dapat membantu mencapai berat badan yang ideal bagi anak.

Makanan berserat tinggi cenderung lebih membuat 'rasa kenyang' lebih lama. Sehingga ini akan menambah energi bagi anak di kala aktivitas tinggi.

Tak hanya itu, meski asupan makan serat anak telah tercukupi, hindari makanan junk food dan tidak sehat lainnya ya.

Ini bisa membentuk pola makan yang tidak sehat serta memicu anak mudah sembelit atau konstipasi.

The Journal of Nutrition juga memaparkan bahwa makan serat juga bisa meningkatkan kecerdasan otak, lho! Tak ayal ini dapat menstabilkan mood anak juga, Moms!

Baca Juga: Apa Sumber Karbohidrat yang Baik untuk Anak Selain Nasi?

Berapa Banyak Serat yang Dibutuhkan Anak?

Berapa Banyak Serat yang Dibutuhkan Anak?

Foto: Orami Photo Stocks

Moms tentu bertanya-tanya berapa gram serat yang tepat untuk dikonsumsi Si Kecil, bukan?

Sebenarnya tak ada aturan pasti dalam makan serat untuk pertumbuhan.

Mengutip dr. Ariani, aturan umum asupan serat bagi anak adalah usia anak ditambah 5 gram.

Untuk bayi sendiri tidak memerlukan serat tambahan, karena telah diperoleh dari ASI.

Penting bagi si Kecil mengkonsumsi serat dalam jumlah cukup sesuai Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang telah ditentukan berdasarkan kelompok umur.

Jika dilihat dari data Kemenkes, inilah jumlah makan serat yang mereka butuhkan:

  • Balita (1-3 tahun) harus mendapatkan 19 gram serat setiap hari
  • Anak-anak berusia 4-8 tahun harus mendapatkan 25 gram sehari
  • Anak perempuan yang berusia 9-13 tahun dan gadis remaja berusia 14-18 tahun harus mendapatkan 26 gram serat sehari
  • Anak laki-laki yang berusia 9-13 tahun harus mendapatkan 31 gram dan remaja laki-laki berusia 14-18 tahun harus mendapatkan 38 gram per hari

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Anak Susah Makan yang Paling Efektif, Moms Wajib Tahu!

Mudahnya, untuk anak-anak membutuhkan sekitar 25-35 persen serat seharinya. Untuk orang dewasa yakni 50 persen dari asupan makanan.

Jumlah ini umumnya cukup sulit dipenuhi melalui makanan yang mereka konsumsi sehari-hari dalam sekali makan.

Oleh karenanya, peran orang tua dibutuhkan dalam merencanakan pola makan serat sesuai kebutuhan anak.

"Ini bisa dibantu dengan strategi tambahan seperti memberikan makanan berserat 3 kali sehari sebagai selingan (snack) makan atau snacking time." jelas Prof. Tati.

Jenis Camilan Berserat untuk Anak

Jenis Camilan Berserat untuk Anak

Foto: Orami Photo Stocks

Banyak sekali alasan mengapa asupan makan serat penting bagi anak. Salah satu manfaat serat yang paling besar berhubungan dengan pencernaan.

Ketika dipasangkan dengan hidrasi yang baik, serat membuat saluran pencernaan anak bergerak sebagaimana mestinya.

Serat dapat mencegah, dan bahkan dapat mengobati, sembelit sehingga Moms tak perlu khawatir Si Kecil kesulitan buang air besar.

"Yuk terapkan pola makan 10-2-8, yakni jam 10 pagi 2 siang dan 8 malam adalah waktu makan serat untuk buah hati," jelas Shiera Syabila Maulidya Brand Manager Danone Specialized Nutrition (SN) Indonesia.

Inilah makanan-makanan mengandung serat yang baik untuk anak, antara lain:

1. Oatmeal

Mulailah sarapan pagi anak Moms dengan semangkuk oatmeal.

Oatmeal atau sereal ini sepertinya salah satu makanan serat yang disukai Si Kecil ya, Moms.

Makanan yang lezat ini mengandung sekitar 4 gram serat per mangkuk.

Moms dapat menjadikannya favorit anak dengan menambahkan hal-hal yang mereka saukai seperti sirup maple dan kismis.

2. Apel

Buah apel salah satu makanan yang tinggi serat. Hampir setiap anak menyukai renyahnya sebuah apel, bukan?

Nah, dengan 3,6 gram serat dalam porsi kecil, satu apel sehari mungkin benar-benar menjadi asupan serat yang tepat, lho!

4. Popcorn

Anak sulit makan buah ataupun sayur? Nah kalau diberikan yang satu ini, Si Kecil tak mungkin menolak.

Ternyata di dalam popcorn mengandung serat yang dapat membantu pencernaan, lho.

Kandungan serat pada popcorn per 100 gram adalah sekitar 1,15 gram serat.

Baca Juga: Sebenarnya di Usia Berapa Balita Harus Berhenti Disuapi Makan?

5. Pir

Moms, buah-buahan lain yang tinggi serat adalah buah pir.

Ingin mendapatkan kandungan serat yang besar? Sajikan semangkuk buah pir untuk anak sebagai camilan di selingan makan utama.

Buah pir mengandung hingga 5,5 gram serat dalam buahnya.

6. Roti Gandum

Roti gandum adalah salah satu makan serat yang bisa dikonsumsi Si Kecil.

Ia sendiri memiliki rata-rata 2 gram serat. Si Kecil mungkin tak mau makan roti gandum begitu saja bukan?

Maka Moms harus lebih kreatif dalam mengolahnya. Roti gandum memang paling cocok bila dibuat sandwich, lho.

7. Berbagai Jenis Beri

Cobalah untuk memberikan anak berbagai jenis beri dengan biji. Anak-anak suka beri seperti strawberry ataupun blueberry.

“Salah satu beri serat tertinggi, raspberry, memiliki serat yang sama dengan yang Anda temukan di satu apel utuh,” ujar Louise Goldberg, RD, LD, ahli gizi dan pemilik An Apple A Day Nutrition Consulting in Houston, Texas, Amerika Serikat.

8. Kacang-Kacangan

Cobalah untuk memberi asupan anak dengan kacang-kacangan.

Cobalah memberikannya kacang merah, kacang hitam, dan kacang pinto, yang semuanya memiliki setidaknya 16 gram serat per porsi.

Baca Juga: Moms, Begini Cara Mengajarkan 5 Kebiasaan Makan Sehat pada Balita

9. Mangga

Si Kecil masih menolak makan serat dengan berbagai varian makanan? Yuk coba buah mangga, Moms!

Jika ia tak suka buah potongan, yuk ubah menjadi smoothies mangga.

Secangkir jus mangga memiliki hampir 3 gram serat. Sehingga ini bisa menjadi penunjang kebutuhan serat harian anak.

10. Sayur Wortel

Tentu, wortel adalah sayuran yang kaya akan serat.

Yuk tambahkan beberapa potongan wortel ke dalam mangkuk sop anak. Karena rasanya cenderung manis, tak heran jika Si Kecil banyak yang menyukainya.

Selain sebagai bahan sup, Moms juga bisa 'menyulap' nya ke dalam bentuk smoothies.

Kandungan 2,9 gram serat hadir di setiap 1/2 cangkir jus wortel, lho!

Baca Juga: Brokoli Bantu Tingkatkan Kesuburan? Simak Penjelasannya di Sini

Yuk mulai sekarang terapkan pola makan serat ini untuk buah hati. Moms tak perlu takut bila berlebihan memberikan makanan berserat pada Si Kecil, karena mendapatkan serat yang berlebih tak berisiko diare ketimbang kekurangan serat.

  • https://www.asge.org/home/for-patients/patient-information/understanding-diverticulosis
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/fiber/art-20043983
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4264019/
  • http://panganku.org/assets/files/publikasi/319c9fede8b22ba16a6a678c0ae19f9c.xls
  • https://kidshealth.org/en/parents/fiber.html
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait