09 Februari 2023

5 Manfaat Talas untuk Kesehatan Tubuh, Jangan Dilewatkan!

Mudah diolah dan punya segudang manfaat sehat

Sudah tahukah Moms tentang segudang manfaat talas untuk kesehatan tubuh?

Talas merupakan tanaman akar yang banyak terdapat di Asia, termasuk Indonesia.

Umbi yang memiliki kulit luar cokelat dan daging putih dengan bintik-bintik ungu ini identik dengan kota Bogor, Jawa Barat.

Selain rasanya yang enak dan mudah diolah, manfaat talas juga sangat banyak untuk tubuh.

Pada dasarnya talas mengandung berbagai zat gizi yang bermanfaat, salah satunya serat.

Berkat kandungan di dalamnya, talas bahkan disebut sebagai makanan yang dapat mengontrol kadar gula darah dan menyehatkan jantung, lho.

Yuk, cek selengkapnya tentang manfaat talas bagi kesehatan tubuh, Moms!

Baca juga: Penuhi Kebutuhan Serat Si Kecil dengan Jenis Buah-buahan Ini

Kandungan Nutrisi Talas

Kandungan Nutrisi Talas (Orami Photo Stocks)
Foto: Kandungan Nutrisi Talas (Orami Photo Stocks)

Talas berukuran 150 gram yang sudah dimasak memiliki kandungan 150-200 kalori.

Selain itu, talas dalam jumlah tersebut juga memiliki kandungan nutrisi sebagai berikut:

  • 4 gram protein
  • 5-7 gram serat
  • 450-600 miligram kalium
  • 15-170 miligram kalsium
  • 60-70 miligram fosfor
  • 30-50 miligram magnesium

Talas juga memiliki kandungan karbohidrat kompleks, sehingga sering dijadikan pengganti nasi.

Selain itu, umbi ini pun mengandung antioksidan, vitamin A, B, C, dan tembaga serta zat besi.

Kombinasi nutrisi di dalam talas membuatnya dapat membantu memelihara kesehatan tubuh apabila dikonsumsi dengan tepat.

Baca Juga: Mengenal Pengertian Umbi Akar, Contoh dan Manfaat bagi Kehidupan

Manfaat Talas untuk Kesehatan

Manfaat Talas (Orami Photo Stocks)
Foto: Manfaat Talas (Orami Photo Stocks)

Berkat kandungan nutrisinya yang beragam, talas dapat memberikan beragam manfaat bagi kesehatan.

Apa saja manfaat talas? Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Mengontrol Kadar Gula Darah

Ada dua jenis karbohidrat yang ada di dalam talas yang bermanfaat untuk gula darah, serat dan pati resisten.

Serat adalah karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh manusia.

Karena tidak diserap, tidak berdampak pada kadar gula darah. Sehingga manfaat talas dapat dirasakan oleh penderita diabetes.

Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition menyebutkan, serat juga membantu memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat lain.

Serat juga membantu mencegah lonjakan gula darah terlalu tinggi setelah makan, lho, Moms.

Studi menemukan bahwa diet tinggi serat, sekitar 42 gram per hari, dapat menurunkan kadar gula darah hingga 10 mg/dl pada penderita diabetes tipe 2.

Talas juga mengandung jenis pati khusus, yang dikenal sebagai pati resisten.

Pati ini tidak dapat dicerna oleh manusia, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah.

Sekitar 12% pati dalam akar talas yang dimasak merupakan pati resisten, menjadikannya salah satu sumber nutrisi yang lebih baik.

Kombinasi pati dan serat yang resisten ini menjadikan talas sebagai pilihan karbohidrat yang baik, terutama bagi penderita diabetes.

Baca juga: 14 Makanan Penangkal Radikal Bebas untuk Anak

2. Dapat Mengurangi Risiko Penyakit Jantun

Manfaat talas lain adalah mengurangi risiko penyakit jantung. Hal ini karena kandungan pati resisten dan serat yang ada di dalam talas.

Penelitian substansial telah menemukan bahwa orang yang makan lebih banyak serat cenderung memiliki tingkat penyakit jantung yang lebih rendah.

Terdapat teori yang menyebut, mengonsumsi 10 gram serat per hari dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung hingga 17 persen.

Hal ini diyakini karena efek serat yang dapat menurunkan kolesterol di dalam tubuh.

Talas juga menyediakan pati resisten, yang diyakini bisa menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung.

3. Talas Mengandung Zat Antikanker

Talas mengandung senyawa nabati yang disebut polifenol yang memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, termasuk berpotensi menurunkan risiko kanker.

Jenis senyawa polifenol utama yang ditemukan dalam talas adalah quercetin.

Penelitian tabung reaksi dan hewan telah menemukan bahwa quercetin dapat memicu kematian sel kanker dan memperlambat pertumbuhan beberapa jenis kanker.

Senyawa ini merupakan antioksidan kuat yang melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Seperti yang diketahui, paparan radikal bebas yang berlebihan sering dikaitkan dikaitkan dengan kanker

Sebuah penelitian tabung reaksi menemukan, ekstrak talas mampu menghentikan penyebaran sel kanker payudara dan prostat.

Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi manfaat tersebut.

4. Membantu Menurunkan Berat Badan

Talas merupakan sumber serat yang baik. Dalam 132 gram talas, mengandung 6,7 gram per cangkir. Tak heran kalau banyak orang percaya manfaat talas untuk penurunan berat badan.

Penelitian telah menemukan bahwa orang yang makan lebih banyak serat cenderung memiliki berat badan lebih rendah dan lebih sedikit lemak tubuh.

Baca Juga: 20 Manfaat Buah Pisang untuk Kehamilan dan Kesehatan, Bisa jadi Menu Diet Sehat!

Hal ini mungkin karena serat memperlambat pengosongan perut, sehingga dapat memberikan efek kenyang lebih lama.

Serat juga dapat mengurangi jumlah kalori yang ada di dalam makanan sepanjang hari. Seiring waktu, kandungan ini dapat menyebabkan penurunan berat badan.

5. Baik untuk Kesehatan Usus

Karena talas mengandung banyak serat dan pati resisten, sehingga bermanfaat untuk kesehatan usus.

Tubuh tidak dapat mencerna atau menyerap serat dan pati resisten, sehingga tetap berada di usus.

Ketika mereka mencapai usus besar, kandungan ini bisa menjadi makanan bagi mikroba di usus dan mendorong pertumbuhan bakteri baik.

Ketika bakteri usus memfermentasi serat-serat ini, mereka menciptakan asam lemak rantai pendek yang memberi makan sel-sel yang melapisi usus.

Hal itu membantu menjaga sel-sel tersebut tetap sehat, kuat, dan bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Sebuah studi pada hewan menemukan, makanan yang kaya akan pati resisten dapat meningkatkan kesehatan usus besar dengan mengoptimalkan produksi asam lemak rantai pendek.

Menariknya, penelitian pada manusia telah menemukan bahwa orang dengan peradangan usus cenderung memiliki kadar asam lemak rantai pendek yang lebih rendah.

Tidak heran, terdapat dugaan yang menyatakan bahwa konsumsi serat dan pati resisten dapat membantu menurunkan risiko penyakit radang usus dan kanker usus besar.

Baca Juga: 5+ Makanan Penyebab BAB Berdarah, Salah Satunya Karena Makanan Pedas!

Cara Mengolah Talas Agar Bermanfaat

Cara Mengolah Talas (Orami Photo Stocks)
Foto: Cara Mengolah Talas (Orami Photo Stocks)

Talas memang bisa diolah menjadi berbagai sajian, termasuk keripik, kue, hingga campuran teh.

Akan tetapi, cara pengolahan tersebut dinilai bisa mengurangi manfaat talas bagi kesehatan.

Lantas, bagaimana cara terbaik mengolah talas agar bisa merasakan manfaat kesehatan yang dimilikinya?

Pada dasarnya, cara terbaik mengolah talas adalah dengan dikukus atau direbus.

Hindari menambahkan garam atau gula terlalu banyak, karena dikhawatirkan bisa merusak manfaat yang ada di dalamnya.

Selain memerhatikan cara mengolahnya, Moms juga mesti membatasi porsi talas yang dikonsumsi.

Sebesar apa pun manfaat talas bagi kesehatan, umbi-umbian ini tetap tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

Ingat, segala sesuatu yang dikonsumsi berlebihan cenderung kurang baik bagi kesehatan.

Baca Juga: 9 Manfaat Yodium, Cukupi Kebutuhannya!

Nah, itu dia manfaat talas bagi kesehatan tubuh. Agar bisa merasakan manfaat tersebut, perhatikan cara mengolahnya, ya, Moms.

Batasi juga porsi konsumsi talas agar tidak berlebihan. Hal yang tak kalah penting, yaitu mengombinasikan konsumsi talas dengan penerapan gaya hidup dan pola makan sehat.

Dengan hal-hal tersebut, diharapkan Moms bisa merasakan seluruh manfaat talas bagi kesehatan tubuh.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24901089/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4863277/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.