09 Juni 2023

Mengenal Diet Keto yang Dianggap 'Ampuh' Turunkan BB

Pastikan mendapat konsultasi dokter sebelum mencobanya, ya

Moms tentu sudah familier dengan diet keto, program diet yang sempat populer di masyarakat.

Diet ini bahkan juga dilakukan oleh beberapa kalangan selebriti dunia.

Jika Moms memutuskan untuk melakukan diet keto, Moms harus melakukan perubahan besar pada pola makan.

Ini karena prosesnya adalah menghilangkan atau membatasi banyak makanan yang biasa dikonsumsi.

Melansir Harvard Health Publishing, diet ini akan memaksa tubuh untuk menggunakan lemak daripada glukosa sebagai sumber energi utama.

Artinya, Moms akan lebih banyak konsumsi makanan berlemak dan harus membatasi protein dan karbohidrat.

Yuk, cari tahu seperti apa serba-serbi diet keto berikut ini, Moms!

Baca Juga: Sebelum Melakukan Diet Puasa, Perhatikan Hal Ini!

Cara Kerja Diet Keto

Diet
Foto: Diet (Freepik.com/rawpixel-com)

Sebelum melakukan ini, Moms perlu memahami terlebih dahulu bagaimana cara kerja diet keto pada tubuh dalam menurunkan berat badan.

"Diet keto adalah komposisi karbohidrat sangat rendah kurang dari 100gr per hari dan yang ekstrem hanya kurang dari 50gr per hari," jelas dr. Ida Gunawan, M.S, Sp.GK (K), dokter spesialis Gizi Klinik Konsultan Nutrisi pada Kelainan Metabolisme, RS Pondok Indah - Puri Indah.

Diet keto akan menambahkan komposisi lemak dan protein ke dalam rangkaian menu dietnya.

Melansir Diet Doctor, disebut diet “keto” atau “ketogenik” karena menyebabkan tubuh seseorang memproduksi molekul bahan bakar kecil yang disebut “keton.”

Ini adalah sumber bahan bakar alternatif untuk tubuh yang dapat digunakan ketika gula darah (glukosa) kekurangan pasokan.

Ketika Moms makan sangat sedikit karbohidrat atau sangat sedikit kalori, hati menghasilkan keton dari lemak.

Keton ini kemudian berfungsi sebagai sumber bahan bakar ke seluruh tubuh, terutama untuk otak.

Baca Juga: 5 Contoh Kerajinan Serat Alam yang Artistik dan Fungsional

Otak adalah organ yang mengonsumsi banyak energi setiap hari, dan tidak dapat langsung menggunakan lemak.

Energi ini hanya didapat dengan glukosa atau keton.

Pada diet ketogenik, seluruh tubuh mengalihkan pasokan bahan bakarnya sebagian besar pada lemak, dan membakar lemak 24 jam per hari.

Ketika kadar insulin turun sangat rendah, pembakaran lemak bisa meningkat secara dramatis.

Kondisi ini menjadi lebih mudah untuk mengakses simpanan lemak dan selanjutnya untuk dibakar.

Ketika tubuh memproduksi keton, tubuh memasuki keadaan metabolisme yang disebut ketosis.

Cara tercepat untuk mencapainya adalah dengan berpuasa.

Baca Juga: Mengenal Diet Sirtuin, Diet yang Dilakukan Adele

Manfaat Diet Keto

Makan Makanan Sehat
Foto: Makan Makanan Sehat (Freepik.com/jcomp)

Ternyata, makan rendah karbohidrat atau diet keto menyebabkan penurunan nafsu makan secara otomatis.

Eberstein JA, dokter dari Divisi Psikiatri dan Studi Ilmu Perilaku di University Duke Medical Center, mengatakan studi tentang hubungan keduanya.

Ketika sedang mengurangi karbohidrat dan makan lebih banyak protein dan lemak, seseorang akan mengonsumsi kalori jauh lebih sedikit.

Selain itu, studi Journal of Pediatric Endocrinology and Metabolism mengungkapkan bahwa pola makan diet keto yang dirancang dengan baik bisa menurunkan berat badan dan massa lemak, serta mengurangi lingkar pinggang.

Menurut Dr. Jeff Volek, pakar diet dan profesor Divisi Kinesiology di University of Connecticut, diet rendah karbohidrat bermanfaat untuk menghilangkan kelebihan air dari tubuh.

Tak hanya itu, diet ini juga menurunkan kadar insulin dan menyebabkan penurunan berat badan yang cepat pada minggu pertama atau kedua.

Selain itu, perlu diketahui juga bahwa diet rendah karbohidrat sangat efektif mengurangi lemak berbahaya di perut.

Seiring waktu, melakukan diet keto yang mengonsumsi makanan rendah karbohidrat ini akan mengarah pada penurunan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2 secara drastis.

Baca Juga: 5 Jenis Buah untuk Diet yang Menyehatkan

Efek Samping dari Diet Keto

Ilustrasi Sumber Karbohidrat
Foto: Ilustrasi Sumber Karbohidrat (Orami Photo Stock)

Banyak orang menjalani diet keto karena telah terbukti ampuh menurunkan berat badan.

Selain itu, mereka juga percaya bahwa diet keto memberikan banyak manfaat kesehatan.

Sementara itu, penelitian menunjukkan bahwa diet ketosis memang membantu mengurangi lemak tubuh.

Namun, studi jangka panjang justru menunjukkan efektivitasnya masih kurang.

Karena, orang yang menjalani diet ini pasti mendapat asupan karbohidrat kurang dari 5-10% dari total asupan kalori harian yang disarankan.

Hal ini membuat tubuh menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama, bukan karbohidrat lagi.

Artinya, diet keto ini tidak hanya mampu menurunkan berat badan.

Ada juga efek samping dari diet ketosis ini yang berdampak beberapa hal pada kondisi tubuh.

Berikut ini efek samping diet keto yang bisa terjadi pada Moms:

1. Bau Mulut

Efek samping diet keto pada kesehatan adalah menimbulkan bau badan tidak sedap.

Seperti yang dilansir dari jurnal Indian Journal of Medical Research, saat tubuh kekurangan glukosa untuk bahan bakar energi, tubuh akan membakar karbohidrat yang telah disimpan sebagai glikogen.

Proses ini akan menciptakan keton.

Setelah tubuh memasuki ketosis, seseorang akan mengalami efek sampingnya berupa napas aseton yang menghasilkan bau tidak sedap.

Kadang-kadang, keringat dan urine juga mulai berbau tak sedap.

Bagi kebanyakan orang, bau napas yang tidak biasa ini akan hilang dalam beberapa minggu.

2. Energi Tidak Stabil

Badan Lemas
Foto: Badan Lemas (Freepik.com)

Diet keto membuat seseorang tidak boleh mengonsumsi makanan karbohidrat dan tinggi gula.

Akibatnya, kadar gula dalam darah pun akan rendah.

Bagi penderita diabetes, diet jenis ini tentu bermanfaat bagi mereka karena membantu meningkatkan sensitivitas insulin.

“Namun, orang yang tidak menderita diabetes akan mengalami energi yang tidak stabil,” kata Brett Osborn, MD, seorang neurosurgeon dan spesialis ketogenik dari Amerika Serikat.

3. Kram Otot

Kram otot tidak hanya disebabkan oleh latihan fisik atau olahraga.

Diet keto juga bisa menyebabkan kram otot karena kurangnya natrium dan kalium dalam tubuh.

Sehingga tubuh tidak menyimpan banyak cadangan untuk bahan bakar.

Kram kaki, efek samping diet keto biasanya disebabkan oleh dehidrasi dan hilangnya mineral. Ini karena ketosis menyebabkan penurunan mineral dalam tubuh.

Penting untuk terus minum banyak air untuk mengurangi risiko dehidrasi, perubahan keseimbangan elektrolit, dan masalah ginjal.

4. Perubahan Warna Urine

Perempuan di Toilet
Foto: Perempuan di Toilet (Freepik.com/gpointstudio)

Efek samping diet keto yang dijalani, salah satunya juga mengalami perubahan warna, bau dan konsistensi urine.

Kondisi ini disebabkan oleh tubuh yang tidak menggunakan gula dari darah untuk bahan bakar.

Dalam kondisi jangka panjang, hal ini menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan terjadinya urinary.

"Bisa bolak-balik buang air kecil sehingga elektrolit berkurang dan akan memicu gangguan keseimbangan elektrolit dalam tubuh," tambah dr. Ida.

Sehingga proses ini merusak lever karena menyimpan banyak karbohidrat dalam bentuk glikogen.

5. Ruam

Ada pula efek samping dari diet ketosis pada kulit tubuh, salah satunya ruam yang muncul sebagai lesi kulit merah.

Kondisi ini membuat orang tidak nyaman karena gatal dan tidak nyaman.

Sebenarnya ruam akibat diet keto tidak berbahaya. Namun, hal ini mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Mengenal Diet Plant-Based, Pola Makan Nabati yang Baik untuk Kesehatan

6. Irama Jantung Tidak Teratur

Ilustrasi Detak Jantung
Foto: Ilustrasi Detak Jantung (Orami Photo Stock)

"Sering kali diet keto yang diutamakan adalah konsumsi lemak, sehingga memicu terjadinya irama jantung yang tidak teratur," jelas dr. Ida.

Beberapa orang juga mengalami peningkatan detak jantung sebagai efek samping ketosis.

Ini juga disebut jantung berdebar-debar atau jantung berdebar kencang. Itu bisa terjadi selama beberapa minggu pertama pasca diet ketogenik.

Selain itu, asupan garam yang rendah dan minum kopi juga menambah gejala ini.

7. Mudah Lelah

Menurunkan asupan karbohidrat memaksa tubuh membakar keton untuk energi, bukan glukosa.

Hal ini memicu tubuh lebih mudah lelah.

Bahaya dari diet keto dalam jangka panjang, tubuh beralih dari menggunakan gula sebagai sumber energi dan menggunakan simpanan lemak tubuh.

Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi dan gejala mirip flu, seperti kelelahan, pusing, lekas marah, mual, dan nyeri otot.

Baca Juga: 5 Menu Buka Puasa untuk Diet, Sehat dan Rendah Kalori

8. Menstruasi Tidak Teratur

Ilustrasi Menstruasi
Foto: Ilustrasi Menstruasi (Parents.com)

Bahaya diet keto juga tidak baik untuk wanita, karena memicu menstruasi tidak teratur.

Mengutip Kids Health, menstruasi tidak teratur dapat disebabkan oleh efek samping obat, terlalu banyak berolahraga, memiliki berat badan yang sangat rendah atau tinggi, atau tidak cukup makan kalori.

Ketidakseimbangan hormon juga dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur.

Misalnya, kadar hormon tiroid yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dapat menyebabkan masalah menstruasi.

9. Masalah Pencernaan

Perubahan pola makan akibat diet keto, terkadang dapat menyebabkan masalah pencernaan.

Biasanya sebagian orang mengalami sembelit, sebagai efek samping yang umum pada awalnya.

Penyebab sembelit sering terjadi karena kurang makan serat dan kurang minum cairan.

Beberapa orang mungkin juga mengalami diare, tetapi ini jarang terjadi.

Jika peralihan ke diet keto ekstrem secara dramatis mengubah pola makan, kemungkinan besar Moms akan mengalami masalah pencernaan.

Meski demikian, masalah pencernaan biasanya akan selesai dalam beberapa minggu

10. Penyakit Kronis

Sakit Tulang
Foto: Sakit Tulang (Freepik.com)

"Asupan lemak jenuh tidak sehat yang tinggi akan berdampak negatif jangka panjang,” jelas dr. Ida.

Diet keto juga minim konsumsi buah, sayur dan kacang-kacangan tertentu yang umumnya dianggap sehat.

Tanpa makanan ini, orang yang menjalani diet keto dapat kehilangan serat, vitamin, mineral, dan fitokimia tertentu.

Sehingga bisa muncul bahaya dan dampak kesehatan yang signifikan dalam jangka panjang seperti pengeroposan tulang dan peningkatan risiko penyakit kronis.

Sebuah studi menunjukkan bahwa pola makan yang kaya akan makanan nabati dikaitkan dengan risiko rendah mengalami osteoporosis, penyakit Alzheimer, penyakit jantung, kanker, dan diabetes tipe 2.

Baca Juga: 5 Menu Sarapan Pagi untuk Diet yang Ampuh

Aturan Diet Keto di Bawah Pengawasan Dokter

Pola Makan Sehat
Foto: Pola Makan Sehat (Womenshealth.com)

Diet keto tak boleh sembarang dilakukan dan harus di bawah pengawasan dokter.

"Biasanya dilakukan di rumah sakit, dan diutamakan untuk pasien epilepsi," terang dr. Ida.

Menu untuk pemula diet keto harus melalui beberapa tahapan. Mulai dari komposisi karbohidrat dan lemak yang umum.

Untuk komposisi lemak dalam diet keto biasanya sekitar 25-30%, sedangkan protein maksimal 20%.

Setelah itu, komposisi karbohidrat diturunkan menjadi 50% kemudian 40% dan seterusnya.

Pengawasan dokter penting untuk mengontrol lemak yang masuk, yakni lemak jenuh.

Lemak jenuh komposisi tinggi seperti daging dan makanan berminyak tidak memberikan efek sehat untuk tubuh.

"Justru meningkatkan kolesterol dan risiko penyakit jantung," tutup dr. Ida.

Sehingga tak jarang, bahaya diet keto juga menyebabkan gangguan tidur dan mudah lupa.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Sereal untuk Diet Sehat, Rendah Gula!

Moms tentu dapat memodifikasi menu diet keto di atas dengan bahan-bahan lokal yang mudah didapat.

Asal prinsipnya sama, yaitu menu yang kaya lemak dan rendah karbohidrat.

“Sangat penting untuk mengetahui makanan apa yang akan dimakan sebelum memulainya, serta mengatur asupan lemak sehat ke dalam diet keto” ujar Kristen Mancinelli, RD, penulis The Ketogenic Diet: A Scientifically Proven Approach to Fast, Healthy Weight Loss.

Itu dia Moms, serba-serbi tentang diet keto.

Apakah Moms masih berminat untuk melakukan diet ini sebagai usaha dalam menurunkan berat badan?

  • https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/should-you-try-the-keto-diet
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23155696
  • https://www.ijmr.org.in/article.asp?issn=0971-5916;year=2018;volume=148;issue=3;spage=251;epage=253;aulast=Shilpa
  • https://kidshealth.org/en/teens/irregular-periods.html
  • http://kristenmancinelli.com/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.