Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Aug 5, 2018

Mengenal Gangguan Psikosomatik, Gangguan Jiwa yang Berpengaruh ke Fisik

Bagikan


Pernahkah Moms merasa mual, pusing, ataupun jantung berdebar, tapi ketika diperiksa dokter ternyata tubuh Moms sehat-sehat saja?

Tenang, hal yang Moms rasakan bukanlah mistis, tapi gangguan psikosomatik. Gangguan psikosomatik merupakan kondisi jiwa yang berpengaruh terhadap fisik.

Tahukah Moms, sebagian besar gangguan psikosomatik ini melibatkan pikiran dan tubuh. Bagaimana kita bereaksi terhadap penyakit dan bagaimana kita mengatasi itu sangat bervariasi dari orang ke orang. 

Faktor mental juga mempengaruhi beberapa titik di tubuh misalnya merasakan sesak dan sakit dada, namun secara fisik tidak ditemukan adanya indikasi gangguan di jantung atau paru-paru. Hal ini lebih disebabkan oleh stres.

Umumnya penderita psikosomatik berusia muda, dan didominasi wanita. Pemicunya adalah stres. Sebagai contoh, ketika merasa cemas dan stres, detak jantung menjadi cepat, berdebar, merasa sakit (mual), tremor, berkeringat, mulut kering, sakit dada, sakit kepala, sakit perut dan napas menjadi cepat.

Ketika kita cemas, gejala fisik meningkat akibat meningkatnya aktivitas impuls saraf yang dikirim dari otak ke berbagai bagian tubuh, dan adanya pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah. Otak mungkin dapat mempengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan penyakit.

Biasanya dokter juga akan mempertimbangkan faktor-faktor mental dan sosial yang mungkin mempengaruhi timbulnya penyakit. Oleh karena itu, dalam mengatasi masalah psikis, Moms perlu menjaga kondisi mental. Hindari stres, buat pikiran Moms tenang, atasi rasa cemas, hindari depresi dan selalu berpikiran positif.

Baca Juga : Waduh, Ini 5 Zodiak yang Gampang Panik Hingga Terkena Stres!

Penyakit yang Bersifat Psikosomatik

Sampai batas tertentu, kebanyakan penyakit bersifat psikosomatik - yang melibatkan pikiran dan tubuh. Ada aspek mental untuk setiap penyakit fisik yang muncul. Bisa juga ada efek fisik dari penyakit mental.

Misalnya, penyakit mental yang Moms alami menyebabkan Moms tidak nafsu makan, tidak merawat diri sendiri yang menimbulkan masalah fisik. Istilah gangguan psikosomatik terutama digunakan untuk "penyakit fisik yang diduga dan disebabkan oleh faktor mental".

Beberapa penyakit dianggap sangat rentan diperburuk oleh faktor mental, di antaranya sakit maag, eksim, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Beberapa orang juga menggunakan istilah gangguan psikosomatik ketika faktor mental menyebabkan gejala fisik tetapi di mana tidak ada penyakit fisik. Misalnya, nyeri dada dapat disebabkan oleh stres dan tidak ada penyakit fisik yang dapat ditemukan.

Pikiran Mempengaruhi Fisik

Pikiran dapat menyebabkan gejala fisik. Misalnya, ketika kita takut atau cemas kita sering merasa;

  • Denyut jantung cepat atau jantung berdebar-debar
  • Merasa mual
  • Gemetar (tremor).
  • Berkeringat.
  • Mulut kering.
  • Sakit dada.
  • Sakit kepala.
  • Pernapasan susah diatur

Gejala-gejala fisik ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas impuls saraf yang dikirim dari otak ke berbagai bagian tubuh dan pelepasan adrenalin (epinefrin) ke dalam aliran darah ketika kita merasa cemas/khawatir.

Perawatan untuk meredakan stres, kecemasan, depresi, dll, dapat membantu jika mereka dianggap berkontribusi terhadap penyakit fisik Moms.

Meski gejala tertentu dengan pengaruhnya terhadap pikiran yang sebabkan penyakit fisik (ruam, tekanan darah, dll), mungkin ada hubungannya dengan impuls syaraf yang menuju ke tubuh, yang tidak sepenuhnya kita pahami.

Ada juga beberapa bukti bahwa otak mungkin dapat mempengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh, yang terlibat dalam berbagai penyakit yang muncul.

Ditinjau oleh: dr. Jezy Reisya

Sumber : meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.