08 Februari 2022

Moms, Kenali 7 Macam Metode Pendidikan untuk Si Kecil

Membantu anak menemukan cara belajar yang paling efektif

Metode pendidikan adalah salah satu hal yang perlu diterapkan untuk menunjang lancarnya proses pembelajaran.

Ada beragam metode pendidikan yang dapat disesuikan guru dan dosen untuk siswa/siswi dan mahasiswa/mahasiswi.

Bahkan, metode pendidikan yang dipakai setiap guru dan dosen juga bisa berbeda-beda.

Dari beragam jenisnya, apa saja metode pendidikan yang dapat dipilih untuk menunjang proses belajar?

Simak ulasan berikut ini, yuk, Moms!

Pilihan Metode Pendidikan

metode pendidikan
Foto: metode pendidikan

Foto: Orami Photo Stock

Metode pendidikan atau pembelajaran adalah teknik untuk membantu para siswa dalam belajar hingga mendapatkan hasil yang optimal.

Tak hanya perlu diterapkan oleh pengajar, siswa yang diajarkan sebenarnya perlu mengenal metode pendidikan apa yang sesuai dengan dirinya.

Semakin efektif suatu metode pembelajaran, maka semakin maksimal kemungkinan hal yang dapat diperoleh siswa.

Sebagai orang tua, Moms dan Dads juga perlu memahami apa saja metode pendidikan yang ada dan dapat diterapkan kepada Si Kecil.

Nah, berikut beberapa jenis metode pembelajarannya.

1. Metode Ceramah

Metode pendidikan yang pertama ini umum dipakai di institusi pendidikan mana saja.

Metode ceramah, atau dikenal sebagai metode konvensional, dilakukan pengajar dengan menyampaikan materi, sedangkan murid mendengarkannya.

Materi bisa disampaikan melalui cara apa pun, misalnya buku, presentasi, menulis di papan tulis, dan lainnya.

Jenis metode ini bisa dibilang sebagai cara belajar yang paling umum dan bersifat satu arah, yakni dari pengajar.

Baca Juga: 9 Tips Penting Persiapan Dana Pendidikan Anak, Sudah Coba?

Namun, metode ini bisa juga dibuat dua arah, yaitu saat pengajar mengajukan pertanyaan yang harus dijawab oleh muridnya.

Saat proses belajar berlangsung pun murid tetap dipersilakan untuk menanggapi dan menyampaikan pertanyaan.

Manfaat metode pendidikan dengan ceramah atau konvensional ini adalah:

  • Pemahaman dan pengetahuan murid jadi lebih dalam.
  • Pengajar bisa membimbing murid tentang suatu topik dan mendiskusikan hal tersebut.
  • Pengajaran bisa mengendalikan proses belajar sepenuhnya.

2. Metode Diskusi Langsung

Jenis metode diskusi langsung adalah proses pembelajaran yang umumnya dipakai untuk memecahkan masalah.

Agar diskusi berjalan lebih optimal, pembelajaran ini harus melibatkan beberapa murid dalam kelompok.

Selama proses diskusi berlangsung, para murid diharapkan bisa saling bertukar informasi dan pendapat mengenai topik tertentu sampai didapatkan suatu kesimpulan.

Semua murid juga diharapkan terlibat aktif dalam menyampaikan pendapatnya agar diskusi yang terjalin lebih optimal.

Pada metode pendidikan ini, para murid harus bisa saling meredam ego.

Tujuannya agar hasil yang diperoleh pun berdasarkan kesepakatan bersama.

Manfaat metode pendidikan diskusi langsung adalah:

  • Merangsang anak untuk lebih kreatif.
  • Menumbuhkan ide dan pemikiran anak.
  • Menambah pengetahuan dan wawasan anak.
  • Melatih anak mampu memecahkan masalah dengan tidak memaksakan pendapat sendiri.
metode pendidikan
Foto: metode pendidikan

Foto: Orami Photo Stock

3. Metode Belajar Analisis Kasus

Proses pembelajaran ini mirip dengan metode diskusi langsung.

Hanya saja, pada metode belajar dengan analisis kasus, pengajar memberikan murid suatu kasus yang perlu dipecahkan terlebih dahulu.

Kasus ini bisa berupa masalah yang disajikan dalam bentuk cerita atau situasi yang realistis.

Lalu, proses pemecahan kasus ini bisa dilakukan secara kelompok dengan jumlah orang yang sedikit, misalnya dua orang, maupun banyak.

Manfaat metode belajar analisis kasus adalah:

  • Melatih kemampuan anak memecahkan masalah.
  • Melatih anak berpikir panjang untuk memecahkan masalah.
  • Merangsang anak lebih aktif menyampaikan pendapat.

4. Metode Belajar Tanya Jawab

Metode pendidikan dengan tanya jawab adalah jenis pembelajaran yang memungkinkan komunikasi dua arah.

Jadi, tidak hanya pengajar yang banyak bicara, tapi murid pun bisa turut aktif dalam diskusi.

Pada metode belajar ini, pengajar biasanya bertanya dan murid menjawab.

Baca Juga: 9 Aplikasi Belajar Anak TK untuk Si Kecil, Recommended!

Namun, bisa juga sebaliknya, yakni murid yang gantian bertanya kemudian dijawa sembari diterangkan oleh pengajar.

Itu sebabnya, metode pendidikan ini juga dikenal sebagai pembelajaran timbal balik dalam satu waktu.

Manfaat metode belajar tanya jawab adalah:

  • Anak bisa lebih leluasa bertanya karena biasanya hanya melibatkan satu pengajar dan satu murid.
  • Anak bisa bertanya lebih banyak secara langsung.
  • Informasi dan pengetahuan yang didapat bisa lebih spesifik.
  • Pengajar dapat lebih memahami sejauh mana kemampuan anak.
  • Melatih kemampuan anak dalam menyampaikan pendapat.

5. Metode Pendidikan Berbasis Masalah

Metode pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) menyerupai metode belajar analisis kasus.

Namun, pada metode pendidikan berbasis masalah, sekelompok murid mencari suatu masalah yang bisa diteliti dan diidentifikasi lebih lanjut, mengutip dari Cornell University.

Selanjutnya, sama seperti analisis kasus, murid-murid harus mencari solusi atas masalah yang sebelumnya ditemukan.

Di sini, murid-murid dilatih untuk berpikir lebih kritis dan berani saat berada dalam kelompok.

Manfaat metode belajar berbasis masalah (problem based learning) adalah:

  • Melatih kemampuan anak dalam menemukan suatu masalah.
  • Melatih kemampuan anak memecahkan masalah.
  • Merangsang anak lebih aktif menyampaikan pendapat.
metode pendidikan
Foto: metode pendidikan

Foto: Orami Photo Stock

6. Metode Pembelajaran Berbasis Proyek

Metode pendidikan berbasis proyek (project based learning) adalah jenis pembelajaran yang melatih murid untuk merancang atau membuat sesuatu.

Ambil contohnya membuat website, produk, desain produk, karya seni, sastra, merakit komputer, dan lainnya.

Manfaat metode belajar berbasis proyek (project based learning) adalah:

  • Melatih anak berpikir kreatif.
  • Mengasah pemikiran dan ide-ide anak.
  • Melatih anak berinovasi dengan karya-karyanya.

7. Metode Belajar Eksperimen

Metode belajar eksperimen adalah jenis pendidikan praktik yang membuat murid lebih aktif dalam berpikir dan bertindak dengan percobaan yang dilakukannya.

Pada metode belajar ini, pengajar biasanya mencontohkan terlebih dahulu mengenai eksperimen yang akan dilakukan murid.

Selanjutnya, murid diberikan kebebasan untuk mencoba eksperimen, baik secara individu maupun kelompok.

Selain dilakukan di laboratorium, metode pendidikan eksperimen bisa dijalankan di lapangan dengan mencari data, membuat laporan, hingga mendapatkan kesimpulan.

Manfaat metode belajar eksperimen adalah:

  • Membuat anak lebih memahami ilmu pengetahuan dengan membuktikan sendiri apa yang ia pelajari.
  • Melatih kemandirian anak.
  • Melatih anak agar lebih berani mencoba hal-hal baru.

Baca Juga: Rangsang Kreativitas Anak, Cari Tahu 4 Cara Membuat Plastisin

Bagaimana Moms, sudah terbayang ada jenis metode pendidikan apa saja yang membantu proses pembelajaran Si Kecil, baik di sekolah maupun di rumah?

Ketika belajar di rumah, Moms bisa mengoptimalkan waktu belajar Si Kecil dengan mencoba salah satu maupun semua metode pembelajaran di atas.

Selamat mencoba dan melatih kemampuan Si Kecil, Moms!

  • https://www.buffalo.edu/catt/develop/design/teaching-methods.html
  • http://www.buffalo.edu/summer-math/program/pbl.html
  • https://teaching.cornell.edu/teaching-resources/engaging-students/problem-based-learning
  • https://www.wgu.edu/heyteach/article/5-best-teaching-methods-i-used-year1805.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.