Kesehatan

27 April 2021

Minyak Atsiri, Ragam Manfaat dan Jenis-jenisnya

Minyak atsiri bisa mengatasi beberapa masalah kesehatan secara alami
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Intan Aprilia

Minyak atsiri atau minyak esensial (essential oil) memang lebih dikenal sebagai bahan dasar aromaterapi karena mengandung aroma wewangian yang cukup mencolok.

Namun, minyak atsiri juga populer sebagai minyak gosok untuk mengatasi beberapa masalah kesehatan secara alami. Apa saja manfaatnya?

Minyak Atsiri

Minyak Atsiri essential oil

Foto: pixabay.com

Dikutip dari Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, aromaterapi merupakan salah satu terapi pelengkap yang menggunakan minyak atsiri sebagai agen terapeutik utama untuk mengobati beberapa penyakit.

Minyak esensial atau minyak atsiri diekstraksi dari bunga, kulit kayu, batang, daun, akar, buah-buahan, dan bagian tanaman lainnya dengan berbagai cara.

Penggunaan minyak atsiri sebagai aromaterapi muncul setelah para ilmuwan menguraikan sifat antiseptik dan permeabilitas kulit dari minyak esensial.

Metode seperti menghirup dan mandi dengan aromaterapi biasanya dimanfaatkan untuk mengaplikasikan ekstrak tumbuhan ini agar bisa menembus permukaan kulit.

Setelah minyak berada di dalam sistem tubuh, cairan atsiri akan mengubah dirinya sendiri dan bekerja dengan baik di area kerusakan pada tubuh.

Jenis terapi ini menggunakan berbagai permutasi dan kombinasi untuk meringankan berbagai gejala penyakit mulai dari stress, depresi, gangguan pencernaan, sakit kepala, insomnia, nyeri otot, masalah pernapasan, penyakit kulit, sendi bengkak, komplikasi terkait urin, dan lain-lain.

Lebih lanjut, minyak atsiri juga telah diteliti dalam berbagai jenis literatur terkait penanganan kesehatan mental, medis, kosmetik, psikologis, indera penciuman, relaksasi, hingga perawatan tanaman.

Baca Juga: Layak Dicoba, 7 Essential Oil Ini Bisa Bantu Tingkatkan Kesuburan Pria

Manfaat Minyak Atsiri

Peradaban kuno seperti Mesir, Cina, dan India telah menggunakan aromaterapi sebagai terapi komplementer dan alternatif yang populer dari setidaknya 6000 tahun lalu.

Meski beberapa pakar kesehatan belum banyak yang mengklaim khasiat dari minyak atsiri, namun beberapa metode terapi telah menggunakan ekstrak tumbuhan ini untuk mendukung pengobatan alternatif dan pengendalian stres secara berkala yang lebih alami di samping mengonsumsi obat-obatan.

Bahan kimia dalam minyak esensial dapat berinteraksi dengan tubuh Moms dan Dads dalam beberapa cara, namun tidak untuk dikonsumsi secara langsung dengan cara ditelan.

Dikutip dari Healthline, saat dioleskan ke kulit, beberapa bahan dalam ekstrak tanaman ini mudah diserap dan masuk ke dalam aliran darah. Metode aplikasi tertentu dapat meningkatkan penyerapan, seperti mengaplikasikan ke area tubuh yang berbeda.

Meskipun minyak atsiri saat ini sudah populer, manfaat minyak atsiri lebih dari sekadar pewangi ruangan dan meringankan stres. Beberapa manfaat minyak atsiri, yakni:

1. Membantu Pasien Penyakit Jantung

Manfaat minyak atsiri

Foto: freepik.com

Sebuah studi yang dilakukan British Association of Critical Care Nurses pada tahun 2015, meneliti pasien yang menjalani perawatan di intensive care unit (ICU) akibat penyakit jantung yang tidak bisa tidur dengan nyenyak.

Aromaterapi digunakan untuk melihat efektivitasnya dalam menurunkan tingkat depresi, kecemasan, dan stres yang diduga menimbulkan gangguan tidur.

Dari total 60 pasien yang berpartisipasi dalam studi ini, disimpulkan bahwa penggunaan minyak atsiri, khususnya minyak lavender, meningkatkan kualitas tidur dan menurunkan level kecemasan untuk pasien dengan penyakit jantung koroner.

2. Gangguan Tidur dan Insomnia

Manfaat minyak atsiri selain memiliki aroma yang unik juga telah terbukti meningkatkan kualitas tidur.

Hasil penelitian yang meneliti 15 jenis minyak esensial yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur membuktikan bahwa menghirup aroma minyak atsiri terutama minyak atsiri lavender memiliki efek positif yang menimbulkan kualitas tidur yang lebih baik.

Sebuah studi yang dirilis tahun 2014 menyimpulkan bahwa gangguan tidur adalah masalah kesehatan yang seringkali mempengaruhi kesehatan fisik, mental, dan emosional.

Menghirup minyak esensial dapat menjadi alternatif yang aman untuk intervensi obat-obatan kimia untuk menghalau gangguan tidur ringan pada tingkat sedang.

Baca Juga: Review Jujur Essential Oil Young Living Lavender dari Moms Orami

3. Meningkatkan Daya Ingat

Minyak atsiri membantu meningkatkan daya ingat

Foto: freepik.com

Manfaat minyak atsiri ketika dihirup juga dapat merangsang area sistem pada bagian otak yang berperan dalam emosi, perilaku, indra penciuman, dan memori jangka panjang.

Menariknya, sistem tersebut sangat berperan dalam pembentukan daya ingat. Hal ini berhubungan erat dengan studi yang menyatakan bahwa aroma ternyata dapat memicu daya ingat dan emosi.

Sistem yang disebut limbik dalam bagian saraf otak juga berperan dalam mengontrol beberapa fungsi fisiologis bawah sadar, seperti pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah.

Karena itu, sebagian praktisi pengobatan alternatif memberi klaim bahwa minyak esensial dapat memberikan dampak pada tubuh.

Namun, pernyataan tersebut hingga kini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut sebelum diakui secara resmi dalam dunia medis.

4. Mengurangi Stres dan Depresi

Penelitian yang dilakukan oleh Molecules pada tahun 2015 menerangkan bahwa sekitar 43% orang mengalami stres dan kecemasan menggunakan beberapa bentuk terapi alternatif untuk membantu meredakan gejalanya.

Penggunaan minyak atsiri menunjukkan bahwa aromanya dapat bekerja berdampingan dengan terapi tradisional untuk mengobati kecemasan dan stres.

Namun, karena aromanya yang unik dan mudah dikenali, para peneliti sulit untuk melakukan studi buta dan menyingkirkan bias.

Oleh karena itu, banyak ulasan tentang efek menghilangkan stres dan kecemasan dari minyak atsiri belum terlalu meyakinkan.

Menariknya, menggunakan minyak atsiri selama melakukan aktivitas pijatan dapat membantu menghilangkan stres, meskipun efeknya mungkin hanya bertahan selama aktivitas memijat berlangsung.

Baca Juga: Essential Oil untuk Ibu Hamil, Mana yang Aman dan yang Harus Dihindari?

5. Mengatasi Sakit Kepala dan Migrain

Minyak atsiri membantu mengurangi sakit kepala

Foto: freepik.com

Pada tahun 90an, uji klinis menemukan bahwa mengoleskan campuran minyak peppermint dan etanol pada dahi dan pelipis dapat meredakan sakit kepala.

Studi terbaru juga mengamati bahwa minyak atsiri dapat meredakan sakit kepala setelah mengoleskan peppermint dan minyak lavender ke kulit.

Mengoleskan campuran minyak atsiri chamomile dan minyak wijen ke pelipis juga diketahui dapat mengobati sakit kepala dan migrain.

Penggunaan minyak atsiri ini adalah obat sakit kepala tradisional dari Persia. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian lebih jauh tentang minyak atsiri dan efeknya dalam mengobati sakit kepala.

6. Mengurangi Inflamasi

Manfaat minyak atsiri juga banyak disarankan oleh pakar kesehatan kulit untuk mengurangi kondisi inflamasi.

Inflamasi adalah peradangan yang merupakan mekanisme tubuh untuk melindungi diri dari infeksi mikroorganisme asing seperti virus, bakteri, dan jamur.

Sebuah studi yang melibatkan seekor tikus menemukan bahwa kombinasi minyak thyme dan oregano membantu meringankan remisi kolitis (radang usus besar). Dua penelitian pada tikus yang mengkonsumsi minyak jintan dan rosemary juga menemukan hasil yang serupa.

Namun, sangat sedikit penelitian pada manusia yang meneliti efek minyak ini terutama pada penyakit inflamasi. Oleh karena itu, efektivitas dan keamanannya hingga saat ini belum diketahui.

Selain itu, minyak atsiri juga terkenal sebagai zat yang mengandung antibiotik dan anti mikrobakterial yang membantu mencegah infeksi bakteri.

Di sisi lain, minyak atsiri tidak hanya digunakan sebagai aromaterapi saja, tetapi juga sebagai pengusir nyamuk alami, atau sebagai salah satu zat untuk membuat kosmetik.

Baca Juga: 7 Jenis Essential Oil untuk Menyamarkan Bekas Luka

Beberapa Jenis Minyak Atsiri

Jenis minyak atsiri

Foto: freepik.com

Terdapat lebih dari 90 jenis minyak atsiri yang dapat memberikan efek untuk kesehatan.

Beberapa jenis minyak ini masing-masing memiliki aroma unik dan berpotensi memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Beberapa jenis minyak atsiri populer, di antaranya:

  • Peppermint: untuk meningkatkan energi dan membantu pencernaan
  • Lavender: untuk menghilangkan stres
  • Sandalwood: untuk menenangkan saraf dan membantu fokus
  • Bergamot: untuk mengurangi stres dan memperbaiki kondisi kulit seperti eksim
  • Mawar: untuk meningkatkan mood dan mengurangi kecemasan
  • Chamomile: untuk meningkatkan mood dan relaksasi
  • Ylang-Ylang: untuk mengobati sakit kepala, mual, dan kondisi kulit
  • Tea tree: untuk melawan infeksi dan meningkatkan kekebalan
  • Melati: untuk membantu depresi, persalinan, dan libido
  • Lemon: untuk membantu pencernaan, mood, sakit kepala, dan lainnya

Baca Juga: Review Essential Oil Bonnels Happy Tummy oleh Moms Orami

Untuk masalah kesehatan ringan, penggunaan minyak esensial sebagai terapi pelengkap kemungkinan besar tidak berbahaya.

Namun, jika Moms atau Dads memiliki kondisi kesehatan yang serius, hamil dan menyusui, atau sedang dalam pengobatan, penggunaan minyak atsiri membutuhkan konsultasi lebih lanjut dengan dokter.

  • https://www.healthline.com/nutrition/what-are-essential-oils
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2221169115001033
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26211735/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24720812/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26473822/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait