Kesehatan

26 Juli 2021

Obstruksi Usus: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati

Obstruksi Usus adalah masalah kesehatan yang perlu diperhatikan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Adeline Wahyu

Usus merupakan bagian penting dari sistem pencernaan manusia. Setiap makanan yang dikonsumsi akan terus bergerak selama proses pencernaan. Sayangnya, proses ini dapat terhenti karena adanya obstruksi usus.

Kondisi ini terjadi ketika usus kecil atau besar tersumbat. Penyumbatan bisa terjadi sebagian atau total dan mencegah lewatnya cairan dan makanan yang akan dicerna.

Jika obstruksi usus terjadi, makanan, cairan, asam lambung, dan gas menumpuk di belakang lokasi penyumbatan. Jika tekanan cukup menumpuk, usus bisa pecah dan membuat isinya keluar. Hal ini sangat berbahaya karena bakteri akan masuk ke dalam rongga perut. Kondisi ini adalah komplikasi yang mengancam jiwa.

Ada banyak kemungkinan penyebab obstruksi usus. Seringkali, kondisi ini tidak dapat dicegah. Diagnosis dan pengobatan dini sangat penting. Obstruksi usus yang tidak diobati bisa berakibat fatal.

Baca juga: Waspadai Radang Usus Buntu! Kenali Penyebab dan Gejalanya

Gejala Obstruksi Usus

Gejala obstruksi usus

Foto: Orami Photo Stock

Obstruksi usus menyebabkan berbagai gejala tidak nyaman, seperti:

  • Kembung.
  • Sakit perut.
  • Napsu makan menurun.
  • Mual dan muntah.
  • Ketidakmampuan untuk mengeluarkan gas atau tinja.
  • Sembelit.
  • Diare.
  • Kram perut parah.
  • Pembengkakan perut.

Beberapa gejala mungkin tergantung pada lokasi dan lamanya waktu obstruksi. Misalnya, muntah adalah tanda awal obstruksi usus kecil. Kondisi ini juga dapat terjadi dengan obstruksi usus besar, jika tidak segera diobati.

Selain itu, obstruksi parsial dapat menyebabkan diare, sedangkan obstruksi total dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mengeluarkan gas atau tinja.

Obstruksi usus juga dapat menyebabkan infeksi serius dan radang rongga perut, yang dikenal sebagai peritonitis. Hal ini terjadi ketika sebagian usus pecah.

Hal ini menyebabkan demam dan meningkatkan rasa sakit pada perut Moms. Kondisi ini merupakan keadaan darurat yang mengancam jiwa yang membutuhkan pembedahan.

Baca juga: Apa Itu Penyakit Crohn? Kenali Gejala Penyakit Radang Usus Kronis Ini

Penyebab Obstruksi Usus

Penyebab obstruksi usus

Foto: Orami Photo Stock

Obstruksi dapat bersifat parsial dan sembuh tanpa perlu tindakan operasi. Namun, saat kondisinya memburuk, mungkon saja penyembuhannya membutuhkan tindakan seperti operasi usus.

1. Obstruksi Mekanis

Obstruksi mekanis terjadi ketika sesuatu secara fisik menghalangi usus. Jika terjadi di usus kecil mungkin disebabkan oleh, adhesions atau perlengketan yang terdiri dari jaringan fibrosa yang dapat berkembang setelah operasi perut atau panggul atau setelah peradangan parah.

Jurnal Bowel Obstruction menjelaskan obstruksi usus dapat berupa obstruksi mekanis atau fungsional dari usus kecil atau besar.

Kemudian, obstruksi mekanis juga bisa terjadi karena volvulus, intususpensi, malformasi usus (ini biasa terjadi pada bayi), tumor di dalam usus kecil, batu empedu, benda tertelan (terutama pada anak-anak), hernia, yang melibatkan sebagian usus menonjol di luar tubuh atau ke bagian lain dari tubuh dan penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn.

Meskipun jarang terjadi, obstruksi mekanis juga dapat memblokir usus besar. Penyebabnya hampir sama dengan obstruksi mekanis di usus kecil. Hanya saja ada beberapa masalah kesehatan yang menyebabkan terjadinya obstruksi mekani di usus besar, seperti kanker ovarium, kanker usus besar, sumbat mekonium pada bayi baru lahir (mekonium menjadi tinja yang pertama kali dikeluarkan bayi), volvulus dan intususepsi, diverticulitis atau peradangan atau infeksi pada kantong usus yang menonjol, striktur atau penyempitan di usus besar yang disebabkan oleh jaringan parut atau peradangan.

2. Obstruksi Non-Mekanis

Usus kecil dan besar biasanya bekerja dalam sistem gerakan yang terkoordinasi. Jika sesuatu mengganggu kontraksi terkoordinasi ini, itu dapat menyebabkan obstruksi usus fungsional. Kondisi ini umumnya dikenal sebagai obstruksi nonmekanis.

Jika terjadi sementara, kondisi ini disebut ileus. Sementara untuk jika terjadi dalam jangka panjang atau kronis disebut pseudo-obstruksi.

Penyebab ileus antara lain, operasi perut atau panggul infeksi, seperti gastroenteritis atau radang usus buntu, efek konsumsi obat termasuk obat nyeri opioid dan ketidakseimbangan elektrolit.

Sementara untuk pseudo-obstruksi usus dapat disebabkan oleh, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, dan gangguan saraf dan otot lainnya. Kemudian penyebab lainnya asalah penyakit Hirschsprung atau gangguan di mana ada kekurangan saraf di bagian usus besar, gangguan yang menyebabkan cedera saraf, seperti diabetes mellitus dan hipotiroidisme, atau kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Baca juga: Usus Buntu pada Anak, Kapan Harus Dioperasi?

3. Obstruksi Usus Pada Bayi

Obstruksi usus pada bayi biasanya timbul dari infeksi, penyakit organ, dan penurunan aliran darah ke usus (strangulasi). Beberapa anak mengalami kondisi tersebut setelah mengalami flu perut. Kondisi ini dapat menyebabkan peradangan di usus mereka.

Western Journal of Medicine menjelaskan bayi baru lahir yang mengalami muntah yang mengandung empedu dan perut membuncit sebaiknya segera diperiksa ke dokter. Karena hal ini merupakan gejala obstruksi usus pada bayi baru lahir.

Intususepsi paling sering terjadi pada anak berusia 2 tahun ke bawah. Hal ini terjadi ketika satu bagian dari usus mereka runtuh atau meluncur ke bagian lain. Akibatnya, usus mereka menjadi tersumbat.

Semua jenis obstruksi usus sulit didiagnosis pada bayi karena mereka tidak dapat menggambarkan gejalanya. Sebaliknya, orang tua harus mengamati anak-anak mereka untuk perubahan dan gejala yang dapat mengindikasikan penyumbatan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat bayi mengalami obstruksi usus adalah pembengkakan perut, menarik lutut ke dada, tampak sangat mengantuk, mengalami demam, merintih kesakitan, buang air besar berdarah, menangis sangat keras, muntah, berwarna kuning-hijau, lemah dan lesu. Jika terjadi gejala-gejala ini atau perubahan lain pada anak, segera dapatkan bantuan medis.

Baca juga: 8 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Usus, Yuk Dicoba

Cara Mengobati Obstruksi Usus

cara mengatasi obstruksi usus

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengobatai obstruksi usus tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan penyakit tersebut. Jangan mencoba untuk mengatasi masalah di rumah. Perawatan yang tepat tergantung pada jenis obstruksi usus.

Untuk obstruksi parsial atau ileus, pengobatan dapat dilakukan hanya dengan mengistirahatkan usus dan memberikan cairan intravena (IV). Istirahat usus berarti tidak akan diberi makan, atau cairan bening saja, selama waktu itu. Jika penyebab obstruksi diketahui, dokter nantinya akan menangani sesuai dengan tingkat keparahannya.

Mengobati dehidrasi itu penting. Seorang dokter mungkin memberi cairan IV untuk memperbaiki ketidakseimbangan elektrolit. Kateter dapat dimasukkan ke dalam kandung kemih untuk mengalirkan urin.

Sebuah tabung mungkin perlu dimasukkan melalui hidung dan turun ke tenggorokan, perut, dan usus untuk meredakan, tekanan, pembengkakan dan muntah.

Jika masalah disebabkan oleh penggunaan obat nyeri, dokter dapat meresepkan obat yang mengurangi efek obat tersebut pada usus Moms.

Baca juga: Yang Harus Dilakukan Saat Keadaan Ibu Hamil Usus Buntu

Pembedahan akan diperlukan jika tindakan ini gagal atau jika gejala menjadi lebih buruk. Perawatan dalam kasus ini biasanya membutuhkan rawat inap di rumah sakit. Moms akan diberikan cairan IV, karena selain menghilangkan dehidrasi, mereka membantu mencegah syok selama operasi.

Komplikasi parah dari obstruksi usus dapat menjadi kerusakan permanen pada usus. Jika ini terjadi, ahli bedah akan melakukan operasi untuk mengangkat bagian jaringan mati dan menyambungkan kembali kedua ujung usus yang sehat.

Meskipun obat resep tidak dapat mengobati obstruksi itu sendiri, obat tersebut dapat membantu mengurangi mual sampai intervensi lebih lanjut dilakukan.

Beberapa obat yang mungkin akan diresepkan dokter untuk mengobatai obstruksi usus antara lain, antibiotik untuk mengurangi infeksi, obat antimual agar tidak muntah dan penghilang rasa sakit.

Ingat Moms, tidak boleh mengabaikan obstruksi usus atau mencoba menanganinya dengan cara rumahan. Karena kondisi ini dapat memperparah kondisi Moms.

Baca juga: 3 Cara Mengatasi Usus Buntu saat Hamil

Demikian penjelasan mengenai penyebab, gejala dan cara mengobati obstruksi usus. Semoga bermanfaat ya.

  • https://www.healthline.com/health/intestinal-obstruction#treatment
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait