Trimester 1

18 Januari 2021

Ondansetron untuk Ibu Hamil, Apakah Aman?

Amankah penggunaan ondansetron untuk ibu hamil? Ini ulasannya!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Saat masa kehamilan, sudah sewajarnya apabila Moms sangat berhati-hati dalam memilih obat yang masuk ke dalam tubuh. Sebab, pertumbuhan dan perkembangan janin adalah hal yang krusial. Bahkan, dalam pemilihan makanan dan minuman saja juga memiliki banyak pertimbangan.

Ondansetron, adalah jenis obat yang sering digunakan untuk mengobati mual dan muntah. Ondansetron sering dikonsumsi ibu hamil untuk meredakan mual dan muntah.

Biasanya, ibu hamil akan mengalami mual dan muntah pada trimester pertama, di mana kondisi ini disebut morning sickness.

Lantas, sebenarnya aman atau tidak penggunaan ondansetron untuk ibu hamil?

Selain itu, apa saja cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi morning sickness selama masa kehamilan? Lengkapnya, simak ulasannya berikut ini, ya, Moms!

Baca Juga: Alami Morning Sickness? Ini Sederet Obat Mual untuk Ibu Hamil

Penggunaan Ondansetron untuk Ibu Hamil

Penggunaan Ondansetron untuk Ibu Hamil.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Persoalan tentang penggunaan ondansetron untuk ibu hamil memang perlu melihat dari berbagai sisi.

Menurut jurnal dari Canadian Family Physician, ondansetron adalah agen antiemetik yang kuat untuk menghalangi efek serotonin. Awalnya, obat ini dirancang untuk mual dan muntah akibat kemoterapi bagi para pengidap kanker.

Ondansetron juga diberi label untuk digunakan mengatasi mual dan muntah yang berhubungan dengan terapi radiasi, anestesi, dan pembedahan.

Nah, bagaimana dengan penggunaan ondansetron untuk ibu hamil? Sejauh ini, masih menurut jurnal di atas, Badan Pengawasan Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) belum memberikan label pada ondansetron untuk mengatasi mual dan muntah pada ibu hamil.

Jadi, belum bisa dipastikan dengan tepat apakah ondansetron aman untuk ibu hamil atau tidak.

Meski begitu, faktanya adalah penggunaan ondansetron untuk ibu hamil sudah mulai ramai dibicarakan.

Dilansir dari laman MGH Center for Women’s Mental Health, terjadi peningkatkan penggunaan ondansetron untuk ibu hamil mulai dari tahun 2001 hingga 2014.

Melalui artikel yang diterbitkan oleh Journal of Clinical Psychiatry, Dr. Chittaranjan Andrade mengulas data tentang keamanan reproduksi ondansetron.

Namun, lagi-lagi, artikel tersebut tidak dapat dijadikan acuan utama karena temuan di dalamnya dianggap kurang konsisten.

Paparan ondansetron diduga dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko cacat jantung dan/atau cacat orofasial, dan mungkin terkait dengan malformasi besar lainnya.

Risiko ini memang ada tapi kemungkinannya sangat kecil sekali, seperti dilansir dari laman UTSouthwestern Medical Center.

Perlu dipahami, pengonsumsian ondansetron untuk ibu hamil juga dapat menyebabkan berat badan turun dan meningkatkan dehidrasi, yang jika tidak segera diatasi dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Baca Juga: Redoxon untuk Ibu Hamil, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?

Lalu, kesimpulannya apakah Moms harus menghindari pengonsumsian ondansetron saat hamil?

Nah, akan lebih baik bagi Moms untuk bertanya langsung pada dokter kandungan masing-masing. Sebab, setiap kondisi ibu hamil dapat berbeda.

Ondansetron memang dapat mengatasi mual dan muntah, namun tidak spesifik ditujukan untuk ibu hamil.

Jika dokter kandungan Moms memang memberikan resep untuk minum obat ini, tetap jaga hidrasi tubuh agar terhindar dari dehidrasi.

Selain itu, jangan pernah sesekali memilih obat sembarangan selama masa kehamilan. Morning sickness memang sangat menyebalkan, ya, Moms?

Penyebab utamanya adalah perubahan hormon, di antaranya hormon progesteron dan estrogen.Tingkat progesteron yang tinggi mengendurkan otot-otot rahim untuk mencegah kelahiran bayi prematur.

Pada kondisi yang parah, morning sickness bahkan bisa menjadi hiperemesis gravidarum. Perlu diketahui, pilihan obat untuk mengatasinya sebenarnya beragam.

Umumnya, ibu hamil paling sering diobati dengan vitamin B6, doxylamine, dan antagonis dopamin (misalnya, metoclopramide, prochlorperazine), dengan hasil yang bervariasi untuk mengobati mual dan muntah.

Namun, tetap ada pilihan yang lebih alami dan aman digunakan ibu hamil untuk mengatasi mual dan muntah saat morning sickness.

Baca Juga: 5 Alasan Ada Ibu Hamil yang Tidak Mengalami Morning Sickness

Morning Sickness, Tanda Janin Sehat?

Morning Sickness, Tanda Janin Sehat?.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Morning sickness biasanya mulai terjadi sekitar minggu keenam kehamilan Moms, biasanya dua minggu setelah haid pertama yang terlewat. Gejala dapat muncul secara bertahap, atau tampaknya terjadi dalam semalam.

Adapun gejala morning sickness yang umum terjadi, di antaranya adalah:

  • Mual dan muntah.
  • Sensitif terhadap aroma tertentu.
  • Hanya mengeluarkan sedikit urine atau urine berwarna gelap.
  • Tubuh terasa lemas atau mudah kelelahan.
  • Moms merasa pusing atau pingsan saat berdiri.
  • Jantungmu berdebar kencang.
  • Nafsu makan berkurang.

Meski terlihat mengkhawatirkan, ternyata morning sickness adalah indikator positif plasenta sedang berkembang dengan baik, seperti yang diungkap dalam Stanford Children’s Health.

Selain itu, Noel Strong, peneliti kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Fakultas Kedokteran Icahn di Mount Sinai, New York, mengungkapkan bahwa morning sickness dipengaruhi kadar hormon pada wanita yang baru hamil berubah.

"Dengan kadar hormon kehamilan yang lebih tinggi, perempuan lebih cenderung memiliki gejala seperti mual dan muntah," kata Strong seperti dilansir WebMD.

Strong menyebutkan, morning sickness pada Moms yang hamil bayi kembar, intensitas mual dan muntahnya cenderung lebih tinggi.

Strong melanjutkan, hormon hCG yang meninggi, diproduksi oleh sel di dalam plasenta. Prosesnya terjadi setelah sel telur dibuahi dan kehamilan Moms dimulai. Ia juga berspekulasi bahwa morning sickness tanda janin sehat.

Baca Juga: 5 Alasan Ada Ibu Hamil yang Tidak Mengalami Morning Sickness

Kondisi itu menjadi indikator dari jaringan plasenta yang berfungsi dengan baik. Dengan kata lain, jaringan plasenta yang tidak melepaskan hormon yang cukup membuat Moms yang sedang hamil mengalami masalah kandungan.

Nah, lalu bagaimana dengan Moms yang tidak mengalami morning sickness selama masa kehamilan? Tidak perlu khawatir karena kondisi tersebut juga normal terjadi, ya, Moms.

"Penting bagi ibu hamil untuk memahami bahwa tidak semua kehamilan sama. Hanya karena mereka tidak memiliki gejala, bukan berarti mereka mengalami hamil yang berisiko," ujar Strong.

Mual dan muntah selama kehamilan tidak berdampak bagi janin, asalkan masih ada makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Pada kasus yang berat, mual dan muntah ini juga jarang membahayakan asalkan ditangani dengan benar.

Jika Moms merasa terganggu oleh gejalanya, maka dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat atau vitamin, salah satunya ondansetron untuk ibu hamil.

Namun, pastikan Moms mengonsumsi sesuai dengan anjuran dan dosis yang diberikan dokter, ya.

Baca Juga: Pola Makan Ibu Hamil agar Tidak Mual di Trimester Pertama

Cara Mengatasi Morning Sickness

Morning sickness bisa diatasi dengan pengobatan rumahan dan tidak selalu harus menggunakan obat-obatan. Berikut ini beberapa cara mengatasi morning sickness yang bisa Moms coba, yaitu:

1. Menjaga Pola Istirahat

Menjaga Pola Istirahat

Foto: Orami Photo Stock

Cara paling mudah untuk mengatasi morning sickness adalah menjaga pola istirahat. Ibu hamil penting untuk menjaga pola istirahatnya, terutama pada malam hari.

Hindari begadang dan stres berlebihan agar tidak berpengaruh pada pola tidur sehari-hari.

Jika Moms mengalami susah tidur pada malam hari, coba gunakan lampu yang temaram atau menggunakan aromaterapi di kamar agar suasananya menjadi lebih tenang.

Selain itu, hindari mengemil berlebihan pada malam hari dan minum kafein saat sedang hamil karena dapat memengaruhi pola tidur.

2. Perhatikan Pola Makan

Perhatikan Pola Makan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Biasanya mual dan muntah yang terjadi saat morning sickness akan menyebabkan Moms kehilangan nafsu makan.

Kondisi ini juga yang sebabkan Moms dapat kehilangan berat badan saat trimester pertama kehamilan. Ingat, jangan sampai hal ini membuat Moms stres, ya!

Pastikan perut Moms selalu terisi dan konsumsi jenis makanan yang disukai. Jika Moms tidak nafsu makan berat, cobalah makan untuk beberapa biskuit atau sepotong roti panggang untuk mengisi perut. Terpenting adalah membuat perut sedikit terisi sepanjang waktu.

Namun, hindari mengisi perut secara berlebihan, tetapi jangan biarkan perut kita benar-benar kosong juga.

Makan enam porsi kecil sepanjang hari daripada tiga porsi besar seperti biasa. Perut yang kosong akan membuat Moms cenderung merasa mual.

Ditambah lagi, makanan kecil lebih mudah dicerna dan cenderung tidak memicu mual dan mulas, gejala kehamilan klasik lainnya. Penting untuk diketahui, jenis makanan yang asam ternyata membantu mengurangi rasa mual, lho!

"Cobalah untuk makan sedikit, namun dengan intensitas sering, dan segera sarapan setelah bangun tidur.

Selain itu, makan sesuatu hal yang asam membantu menghilangkan rasa mual saat hamil," ungkap Michele Hakakha, dokter kandungan di Beverly Hills.

Jika Moms harus bepergian, jangan meninggalkan rumah tanpa persediaan camilan sehat yang dapat ditangani perut kita, seperti buah dan kacang kering, granola atau protein bar, biskuit gandum atau keripik kedelai.

Baca Juga: 6 Olahraga yang Aman selama Trimester Pertama

3. Tetap Aktif Bergerak

Tetap Aktif Bergerak.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Hal ini mungkin terasa sulit untuk dilakukan, ya, Moms. Saat morning sickness, tubuh pasti akan mudah mengalami kelelahan.

Namun, faktanya adalah Moms harus tetap aktif bergerak. Bahkan, Moms dianjurkan untuk berolahraga ringan untuk membantu meredakan gejala mual yang ada.

Olahraga yang dimaksud mungkin tidak benar-benar berlari atau melakukan olahraga berat yang memerlukan intensitas tinggi selama kehamilan.

Moms bisa bergerak ringan, misalnya berjalan kaki secara perlahan-lahan di pagi hari sehingga dapat mengurangi rasa mual atau morning sickness selama hamil.

Jangan bayangkan olahraga yang berat, cukup dengan berjalan 20 menit setiap harinya ternyata membantu melepaskan endorfin yang akhirnya mengatasi rasa mual. Jadi, pastikan tubuh tetap aktif bergerak setiap harinya.

4. Minum Teh Jahe Hangat

Minum Teh Jahe Hangat.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Cara alami dan mudah dilakukan untuk mengatasi morning sickness saat hamil dengan minum teh jahe hangat.

Mengonsumsi jahe bisa menjadi salah satu cara mengatasi mual saat hamil secara medis. Di dalam British Journal of Anaesthesia, suplemen jahe dapat membantu mengurangi gejala mual selama kehamilan.

Jahe juga dipercaya dapat mengatasi sakit kepala, sakit perut, dan pembengkakan saat hamil. Namun, sebaiknya ibu hamil menghindari mengonsumsi jahe kering, ya.

Bila Moms ingin membelinya setelah berkonsultasi dengan dokter, pilih penjual online yang bisa dipercaya dan reputasinya baik, atau kunjungi toko kesehatan.

Meski jahe bisa membantu mengatasi gejala mual saat morning sickness, beberapa kondisi ibu hamil sebaiknya menghindari pengonsumsian jahe.

Dikutip dari jurnal BMC Complementary Medicine and Therapies, hindari mengonsumsi jahe apabila pernah memiliki riwayat keguguran sebelumnya, mengalami gangguan pembekuan darah, mengalami pendarahan vagina, memiliki riwayat diabetes gestasional, serta ibu hamil yang mengonsumsi obat-obatan tekanan darah tinggi.

Baca Juga: 5 Hal yang Harus Diketahui Saat Pemeriksaan Kehamilan Pertama

Indra penciuman Moms akan jauh lebih sensitif saat hamil, sehingga mudah terjadi mual. Jadi, sebaiknya jauhi bau yang menyengat atau memicu mual.

Jauhi juga makanan yang Moms tidak suka melihatnya. Bicarakan pada pasangan dan anggota keluarga terdekat untuk mendampingin Moms saat alami morning sickness.

Itulah cara-cara alami untuk mengatasi morning sickness saat hamil di samping pengonsumsian ondansetron untuk ibu hamil. Tetap nikmati perjalanan kehamilan dengan bahagia agar janin tumbuh dengan sehat, ya, Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait