14 Januari 2023

5 Jenis Painkiller serta Rekomendasi Produk Obat yang Aman

Beberapa obat aman dikonsumsi tanpa resep dokter

Painkiller adalah obat-obatan yang dapat dibeli di apotek tanpa resep dari dokter.

Obat ini bisa mengurangi atau menghentikan rasa sakit hingga menurunkan demam.

Cara kerja painkiller adalah merangsang bagian otak dan memblokir rasa sakit, sehingga Moms tidak merasakan nyeri.

Melansir Informed Health, penggunaan painkiller harus diperhatikan dan disesuaikan dengan kondisi yang dialami, karena beberapa obat menimbulkan efek samping.

Nah, untuk itu, Moms harus mengenal lebih jauh tentang painkiller, mulai dari jenis, fungsi, hingga rekomendasi obat yang aman untuk dikonsumsi.

Yuk, Moms simak penjelasannya di bawah ini!

Baca Juga: Moms Perlu Tahu, 8 Jenis Sakit Kepala Berdasarkan Penyebab dan Gejalanya

Jenis Painkiller

Obat-obatan (Orami Photo Stocks)
Foto: Obat-obatan (Orami Photo Stocks)

Painkiller memiliki beberapa jenis. Dokter biasanya akan memberikan jenis yang berbeda pada setiap kasus.

Jika Moms mengalami peradangan, seperti sakit kepala, maka parasetamol merupakan painkiller yang cocok digunakan.

Namun, jika Moms mengalami nyeri yang disebabkan saraf, seperti linu pinggul, maka bisa diobati dengan tablet yang mampu mengubah cara kerja sistem saraf pusat.

Umumnya tujuan mengonsumsi painkiller adalah menghilangkan rasa sakit. Namun, Moms perlu mempertimbangkan keuntungan dan kerugiannya.

Berikut ini jenis painkiller beserta fungsinya. Disimak ya, Moms.

1. Parasetamol

Parasetamol digunakan untuk mengobati sakit kepala dan sebagian besar nyeri non-saraf.

Melansir Health Navigator, parasetamol digunakan untuk mengobati berbagai jenis nyeri, termasuk:

  • Sakit kepala
  • Migrain
  • Nyeri haid
  • Nyeri yang berhubungan dengan pilek dan flu

Dosis yang aman untuk dikonsumsi orang dewasa adalah 2 tablet parasetamol 500 mg hingga 4 kali sehari. Jangan minum lebih dari 8 tablet sehari ya, Moms.

Overdosis parasetamol dapat menyebabkan efek samping yang serius, seperti gagal ginjal hingga kematian.

Jika rasa sakit tetap berlangsung selama lebih dari 3 hari, segera temui dokter.

2. Ibuprofen

Obat antiinflamasi non steroid (NSAID), seperti ibuprofen, diklofenak, dan naproksen, dapat digunakan bila Moms mengalami inflamasi seperti artitis atau cedera.

Melansir Oman Medical Journal, painkiller jenis ini dijual bebas tetapi tidak boleh digunakan dalam waktu lama, kecuali Moms telah berkonsultasi dengan dokter.

Efek samping dari ibuprofen bisa beragam, antara lain:

  • Sakit perut
  • Pendarahan
  • Masalah ginjal dan jantung

Ibu hamil sebaiknya tidak mengonsumsi ibuprofen kecuali dokter menganjurkan dan meresepkannya.

Baca Juga: Obat Sakit Kepala untuk Ibu Menyusui Berbahan Kimia dan Alami yang Aman

3. Aspirin

Aspirin adalah jenis painkiller lainnya. Jenis ini dapat menghilangkan rasa sakit hingga menurunkan demam.

Moms sebaiknya konsumsi aspirin setelah makan, karena obat ini dapat menimbulkan sakit maag.

Jangan pernah memberikan aspirin kepada anak di bawah 16 tahun kecuali jika diresepkan oleh dokter.

Efek samping yang umum terjadi adalah perut mulas, sakit maag, dan mudah mengalami pendarahan.

4. Codeine

Jenis painkiller yang satu ini tidak dapat bekerja dengan sendirinya. Obat ini bekerja lebih baik, apabila dikombinasikan dengan parasetamol.

Codeine dapat mengurangi rasa nyeri hingga menyembuhkan batuk.

Moms dapat membeli co-codamol (parasetamol dan kodein dosis rendah) tanpa resep.

Namun, codeine dosis tinggi tetap harus diresepkan oleh dokter, ya, Moms.

Jangan mengonsumsi painkiller ini dalam jangka panjang, ya. Hal ini karena dapat membuat Moms menjadi ketergantungan dan sulit untuk berhenti mengonsumsinya.

Jika Moms khawatir akan menjadi ketergantungan pada obat penghilang rasa sakit, hubungi dokter untuk berkonsultasi.

5. Morfin

Morfin merupakan painkiller yang bisa menghilangkan rasa sakit atau nyeri yang parah. Jenisnya ada banyak, antara lain:

  • Oxycodone
  • Fentanyl
  • Buprenorphine

Painkiller jenis ini akan diresepkan setelah berkonsultasi dengan dokter atau spesialis nyeri. Dosis akan dipantau secara ketat.

Obat-obatan ini hanya boleh digunakan sebagai bagian dari rencana jangka panjang untuk mengatasi rasa sakit.

Baca Juga: 5+ Penyebab Nyeri Dada dan Gejalanya, Ternyata Tidak Melulu karena Sakit Jantung

Rekomendasi Produk Painkiller Terbaik

Moms, sebelum membeli painkiller, ada baiknya untuk melihat rekomendasi agar disesuaikan dengan dosis dan kondisi yang dialami.

Berikut ini rekomendasi painkiller yang bisa Moms beli di apotek.

1. Panadol Biru (Rp11.500)

Panadol Biru
Foto: Panadol Biru

Panadol merupakan produk painkiller yang digunakan untuk meredakan rasa nyeri hingga demam.

Produk ini mengandung paracetamol (Acetaminophen), yaitu zat aktif yang memiliki manfaat sebagai penurun demam atau antipiretik dan pereda nyeri.

Panadol menghambat pembentukan prostaglandin, zat yang memicu nyeri dan demam di hipotalamus untuk meningkatkan pelepasan panas supaya suhu tubuh normal.

Dosis aman mengonsumsi panadol adalah 1-2 kaplet sebanyak 3-4 kali sehari, maksimal 8 tablet dalam 24 jam.

2. Neo Rheumacyl Neuro (Rp10.000)

Neo Rheumacyl Neuro
Foto: Neo Rheumacyl Neuro

Produk painkiller ini efektif mengatasi pegal, kram, kesemutan, dan nyeri saraf otot.

Neo Rheumacyl Neuro mengandung ibuprofen dan vitamin neurotropik (B1, B6, B12) yang membantu memelihara kesehatan saraf.

Obat ini boleh dibeli secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, tetapi aturan pakai serta efek sampingnya perlu diperhatikan.

Neo Rheumacyl dapat diminum sebelum atau sesudah makan. Dosis yang aman, yaitu bagi orang dewasa minum 1 tablet, 3-4 kali sehari.

Baca Juga: Obat PK untuk Bayi, Bolehkah Dipakai untuk Mandi Saat Si Kecil Ruam dan Gatal-gatal?

3. Cataflam Tablet 25 mg (Rp32.500)

Cataflam Tablet
Foto: Cataflam Tablet

Banyak yang mengira, produk painkiller ini hanya mengobati sakit gigi, padahal obat ini memiliki fungsi yang sangat banyak.

Cataflam mengandung kalium diklofenak yang berfungsi sebagai pereda nyeri, nyeri ringan hingga pasca operasi.

Khususnya ketika pasien juga mengalami peradangan dan mengurangi gangguan inflamasi.

Cara kerja kandungan ini menghambat enzim siklooksigenase (COX), dimana enzim tersebut membantu pembentukan prostaglandin dan menyebabkan rasa sakit serta peradangan.

Obat ini tergolong keras, sehingga sebelum mengonsumsinya Moms harus berkonsultasi dengan dokter. Umumnya, dosis aman untuk orang dewasa, yaitu 3 kali sehari.

4. Bodrex Herbal Sakit Kepala (Rp18.600)

Bodrex Herbal Sakit Kepala
Foto: Bodrex Herbal Sakit Kepala

Bodrex herbal sakit kepala merupakan obat herbal yang dapat meredakan sakit kepala hingga mengurangi rasa sakit.

Produk painkiller ini diolah dari kombinasi tanaman Feverfew, Willow Bark, dan Guarana yang berfungsi sebagai analgesik alami dan sudah teruji secara ilmiah.

Dosis yang aman untuk orang dewasa, yaitu 1-2 tablet diminum 3 kali per hari.

5. Pamol Sirup (Rp24.500)

Pamol Sirup
Foto: Pamol Sirup

Pamol aman untuk dikonsumsi untuk anak-anak. Produk painkiller ini merupakan obat generik yang digunakan untuk meredakan sakit kepala, nyeri, dan demam.

Pamol sirup mengandung zat aktif parasetamol. Kandungan ini bekerja mengurangi produksi prostaglandin.

Penurunan prostaglandin dalam tubuh akan mengurangi gejala peradangan, seperti demam dan nyeri.

Moms dapat melihat dalam kemasan, dosis yang aman sesuai dengan usia Si Kecil.

Baca Juga: 5 Aturan Pemberian Obat Warung untuk Anak

6. Paramex Nyeri Otot (Rp3.000)

Paramex Nyeri Otot
Foto: Paramex Nyeri Otot

Obat ini mengandung parasetamol dan ibuprofen yang dapat meredakan nyeri otot, sendi hingga demam.

Jika Moms ingin mengonsumsi paramex nyeri otot, ada baiknya diminum setelah makan agar obat ini bekerja dengan efektif.

Dosis yang aman untuk orang dewasa, yaitu 1 tablet sebanyak 3-4 kali per hari.

Nah, itu dia jenis dan rekomendasi produk painkiller terbaik.

Jika Moms sedang hamil atau menyusui, pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tersebut, ya.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK361006/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3191627/
  • https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/which-painkiller-to-use/
  • https://www.healthnavigator.org.nz/medicines/p/paracetamol/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.