23 Februari 2022

Panleukopenia, Infeksi pada Kucing yang Bisa Sebabkan Kematian

Perhatikan bagi Moms yang memiliki kucing peliharaan

Banyak yang tidak tahu, jika panleukopenia adalah salah satu penyebab kematian pada kucing.

Bahkan, penyakit ini juga sangat mudah menular.

Jika di rumah ada banyak kucing, kemungkinan kucing yang sakit bisa menulari kucing sehat dengan cepat.

Nah, bila Moms atau Dads memiliki peliharaan kucing di rumah, penting mengetahui penyakit ini agar lebih waspada.

Baca Juga: 8 Cara agar Kucing Cepat Gemuk, Sering Ajak Bermain!

Apa Itu Panleukopenia?

Panleukopenia adalah infeksi virus Feline parvovirus yang mudah menular pada kucing.

Dulu penyakit ini paling sering menyebabkan kematian.

Namun, sekarang ini risiko kematiannya bisa dicegah dengan vaksinasi.

Ketika virus ini masuk ke tubuh, virus dapat menginfeksi dan membunuh sel-sel yang tumbuh dan membelah dengan cepat.

Seperti sel pada sumsum tulang belakang, usus, dan janin yang sedang berkembang.

Baca Juga: 7 Jenis Kucing Kaki Pendek yang Imut Banget!

Seperti Apa Tanda dan Gejala Panleukopenia?

kucing 2.jpg
Foto: kucing 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Berikut ini beberapa gejala yang ditunjukkan pada kucing yang terinfeksi, yaitu:

  • Kucing muntah.
  • Dehidrasi.
  • Berat badan menurun.
  • Demam tinggi.
  • Anemia karena sel darah merah menurun.
  • Depresi.
  • Hilang minat untuk makan.
  • Kucing mencret, bisa juga BAB berdarah.
  • Sering kali bersembunyi.
  • Menunjukkan gejala neurologis, seperti tubuhnya kurang koordinasi.

Setiap kucing bisa menunjukkan gejala yang berbeda-beda.

Bila Moms atau Dads mengamati ada yang tidak beres dengan kucing di rumah, pisahkan dengan kucing lain, perhatikan perubahan lain yang kucing tunjukkan, agar lebih mudah untuk dijelaskan ke dokter hewan.

Baca Juga: 8 Fakta Unik Tentang Tibetan Mastiff, Anjing dengan Tubuh Besar

Apa Penyebab Panleukopenia?

Anak kucing dan induknya.jpeg
Foto: Anak kucing dan induknya.jpeg (Khpet.com)

Foto: Orami Photo Stock

Feline parvovirus (FPV) adalah penyebab awal panleukopenia kucing.

Kucing mendapatkan infeksi ini ketika mereka bersentuhan dengan darah, feses, urine, atau cairan tubuh dari kucing lain yang terinfeksi.

Virus ini juga dapat ditularkan oleh orang-orang yang tidak mencuci tangan dengan benar atau tidak berganti pakaian saat menangani kucing yang sakit.

Bisa juga menular lewat, atau melalui bahan seperti tempat tidur, tempat makanan, atau peralatan yang digunakan untuk kucing yang terinfeksi.

Virus ini bertahan di banyak permukaan dan resisten terhadap disinfektan sehingga dapat bertahan di lingkungan selama satu tahun.

Pada anak kucing, penularan virus terjadi di dalam rahim atau melalui ASI jika ibunya terinfeksi.

Baca Juga: Berbagai Fakta Burung Unta yang Menarik untuk Edukasi Anak

Pengobatan Panleukopenia

Cara Mengawinkan Kucing Jantan Penakut 2.jpg
Foto: Cara Mengawinkan Kucing Jantan Penakut 2.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Tidak pengobatan khusus untuk kucing yang terinfeksi virus.

Namun, kucing tetap membutuhkan perawatan intensif dan pengobatan yang mendukung kesehatan kucing, seperti obat-obatan dan pemberian cairan tubuh.

Tanpa perawatan yang memadai, risiko kematiannya bisa mencapai 90 persen.

Meskipun penyebabnya adalah virus, kadang dokter meresepkan antibiotik.

Pemberian antibiotik mencegah infeksi bakteri pada kucing yang berisiko karena sistem imun tidak berfungsi optimal.

Jika kucing bertahan selama lima hari, peluangnya untuk pulih sangat meningkat.

Isolasi ketat dari kucing lain diperlukan untuk mencegah penyebaran virus.

Kucing lain yang mungkin pernah kontak dengan kucing yang terinfeksi, harus dipantau untuk melihat tanda-tanda penyakit.

Pada kebanyakan kasus, setelah kucing pulih, kucing tidak akan menulari kucing lain melalui kontak langsung.

Akan tetapi, beberapa kucing yang sembuh dapat mengeluarkan virus dalam feses dan urine hingga 6 minggu.

Baca Juga: 5+ Cara Mengawinkan Kucing Galak dan Penakut

Panleukopenia Dapat Dicegah

penyebab kucing mencret
Foto: penyebab kucing mencret

Foto: Orami Photo Stock

Risiko kematian yang tinggi terjadi pada kucing tidak divaksinasi.

Jadi, untuk mencegah penyakit ini, berikan kucing vaksin utama dan vaksin tambahan antara usia 8 hingga 16 minggu.

Kekebalan yang dihasilkan oleh vaksin panleukopenia umumnya kuat tetapi menurun seiring waktu, pada tingkat yang lebih cepat pada beberapa kucing daripada yang lain.

Oleh karena itu, vaksinasi tambahan setiap satu sampai tiga tahun sangat dianjurkan.

Dokter hewan akan memberikan jadwal yang sesuai untuk pemberian vaksin booster.

Vaksin umumnya aman dan jarang menimbulkan efek samping.

Namun, seperti semua vaksin, beberapa kucing mungkin lesu selama satu atau dua hari setelah vaksinasi.

Sangat jarang reaksi alergi yang lebih parah yang disebut syok anafilaksis, yang menyebabkan kucing sulit bernapas.

Reaksi parah seperti itu, jika terjadi, biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah vaksinasi, tetapi mungkin tertunda beberapa jam dalam situasi tertentu.

Jika Moms atau Dads mengamati tanda-tanda seperti kesulitan bernapas, pembengkakan wajah, atau tanda-tanda kesusahan lainnya, segera hubungi dokter hewan.

  • https://www.avma.org/resources-tools/pet-owners/petcare/feline-panleukopenia
  • https://www.petmd.com/cat/conditions/infectious-parasitic/c_ct_feline_panleukopenia
  • https://vcahospitals.com/know-your-pet/feline-panleukopenia

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.