Home & Living

16 Juni 2021

13 Penyebab Kucing Muntah dan Cara Mengatasinya, Jangan Panik Dulu ya Moms!

Anabul sakit juga kerap bikin panik ya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Moms mungkin bertanya-tanya, kenapa kucing kesayangan di rumah tiba-tiba muntah. Banyak yang menganggap kucing muntah karena terkena penyakit atau karena makanannya tidak cocok. Sebelum berpikir kucing Moms terkena penyakit parah, ada baiknya mengenali penyebab kucing muntah untuk mengambil tindakan selanjutnya.

Kucing muntah biasanya ditandai dengan kontraksi pada perutnya, kepalanya terayun-ayun, seolah ingin mengeluarkan sesuatu dari mulutnya hingga terdengar suara dari tenggorokannya.

Ada banyak yang jadi penyebab kucing muntah. Mulai dari masalah ringan seperti bola bulu maupun masalah berat seperti gagal ginjal. Menurut DVM dari Atlanta, dr. JoAnna Pendergrass,, ada dua kategori yang mengklarifikasikan kucing muntah. Pertama adalah kucing muntah akut dan kedua kucing muntah kronis.

Baca Juga:penyebab kucing mencret

Penyebab Kucing Muntah Akut

kucing muntah

Foto: dailypaws.com

Untuk muntah akut, dr. Joanna mengatakan, kondisi itu terlihat dari muntah yang tiba-tiba dan berlangsung selama 1 hingga 2 hari. Kucing muntah akut biasanya tidak memiliki gejala lain.

Sementara untuk kucing muntah kronis mengacu pada muntah yang berlangsung terus menerus. Kucing muntah kronis akan muntah lebih dari 1 atau 2 kali per hari dan memiliki gejala lain, seperti sakit perut, penurunan berat badan, dan depresi.

Jadi, apa saja penyebab kucing muntah secara akut?

1. Diet

Salah satu alasan paling umum di balik muntah adalah diet. Banyak makanan kucing mengandung produk sampingan hewan, seperti tulang dan berbagai organ yang tidak aman dikonsumsi manusia.

Produk sampingan hewani tersebut, biasanya menambahkan nutrisi penting dan protein sehat pada makanan kucing. Namun, kucing bisa muntah jika kesulitan mencerna produk sampingan ini.

Bukan hanya itu, perubahan pola makan atau jenis makanan yang tiba-tiba juga bisa menyebabkan kucing muntah. Biasanya diikuti dengan diare atau kucing mencret.

2. Camilan dan Susu

milk5.jpg

Foto: thehappycatsite.com

Penting diketahui bahwa camilan kucing sama pentingnya untuk mempertahankan pola makan kucing yang berkualitas. Meski begitu, Moms juga perlu memperhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam camilan kucing. Tidak ada salahnya membaca bahan-bahan camilan kucing di rumah. Pengemulsi, surfaktan, pewarna, propilen glikol adalah aditif dan pengawet yang dapat menyebabkan radang saluran cerna dan, selanjutnya, muntah.

Selain itu, jika berniat memberi susu pastikan susu khusus untuk kucing. Karena kucing tidak memiliki enzim yang diperlukan untuk memecah gula susu dalam susu sapi. Oleh karena itu, masalah gastrointestinal sekunder seperti muntah cenderung berkembang jika kucing meminum susu sapi.

Baca Juga: Suka Pelihara Anjing atau Kucing? Kenali Bahaya Bulu Hewan Untuk Kesehatan

3. Makan Terlalu Cepat

Jika kucing Moms makan terlalu cepat, mereka mungkin memuntahkan makanan utuh yang tidak tercerna, bahkan setelah beberapa menit berlalu. Kondisi tersebut disebabkan makanan yang tertelan bisa tertimbun di kerongkongan.

4. Mengkonsumsi Benda Asing

Gray-and-white-kitten-with-string.jpg

Foto: catster.com

Kucing tidak dapat mencerna benda asing seperti mainan dan bola rambut yang masuk ke dalam sistemnya. Namun, yang jadi masalah adalah kucing selalu membersihkan diri dengan menjilati bulunya.

Hasil menjilati bulu kucing yang konstan akan membuat bulu menggumpal menjadi bola bulu. Saluran pencernaan kucing tidak dilengkapi peralatan untuk menangani semua bulunya. Hal itulah yang menyebabkan kucing muntah.

5. Racun atau Bahan Kimia

Menelan racun atau bahan kimia juga bisa menyebabkan kucing muntah. Keracunan biasanya menyebabkan muntah parah secara tiba-tiba pada kucing.

6. Parasit Usus

Vomiting-in-Cats.jpg

Foto: arrowdogcat.com
Kucing muntah juga bisa menjadi tanda adanya parasit usus. Parasit usus dapat ditularkan melalui air yang terkontaminasi atau sumber makanan yang terkontaminasi. Parasit usus umum terjadi pada kucing.

Infestasi parasit akan menyebabkan diare, anemia, dan kelemahan, meningkatkan kemungkinan infeksi lain. Selain itu, parasit usus juga merampas nutrisi penting dari tubuh.

Misalnya, anak kucing dengan parasit usus akan kesulitan menambah berat badan karena tidak memiliki cukup nutrisi untuk mendukung penambahan berat badan yang sehat.

Beberapa parasit GI yang ditemukan pada kucing juga dapat menyerang manusia, seperti cacing gelang. Oleh karena itu, diagnosis dan rencana perawatan yang tepat sangat penting untuk mencegah parasit ini menular ke pemilik kucing.

Beberapa parasit usus yang perlu Moms ketahui adalah giardia, cacing pita, cacing tambang, cacing cambuk, toksoplasma, cacing gelang, dan isospora sp. (coccidia).

Baca Juga: Selain Cacing Pita, 4 Parasit Ini Tidak Kalah Berbahaya

7. Gagal Ginjal Akut dan Gagal Hati Akut

Disfungsi organ yang bertanggung jawab untuk detoksifikasi — hati dan ginjal — dapat menyebabkan kucing munyah. Dalam kasus ini, muntah sering dianggap sebagai gejala non-spesifik, artinya muntah tidak terkait langsung dengan gagal ginjal atau hati.

8. Peradangan Gastrointestinal

poorly-cat2.jpg

Foto: homeopet.com

Peradangan pada organ utama, termasuk kantong empedu, usus kecil, dan usus besar, dapat menyebabkan kucing muntah. Peradangan secara langsung terkait dengan penyakit seperti kanker.

Untuk mencegah berkembangnya masalah kesehatan yang lebih parah, Moms bisa meminta dokter hewan mengetahui penyebab yang mendasari peradangan saluran cerna.

9. Infeksi Bakteri dan Saluran Pencernaan

Seperti manusia, kucing memiliki bakteri normal dan sehat yang hidup di ususnya dan membantu pencernaan dan penyerapan nutrisi. Namun, jika terjadi pertumbuhan berlebih dari bakteri "jahat" karena infeksi, fungsi normal usus sangat terpengaruh, yang menyebabkan kucing muntah dan kucing mencret.

10. Kucing Muntah Empedu

Muntahan kuning berbusa yang mungkin Anda temukan disebut empedu. Kucing memuntahkan empedu saat empedu masuk ke perut dan menyebabkan peradangan. Muntah bilus umumnya terjadi saat perut kosong di pagi hari atau larut malam.

Jika muntah empedu terjadi sekali, kemungkinan itu bukan alasan untuk khawatir. Namun, jika kucing muntah terus menerus lalu berwarna kuninh dan berbusa, bawalah kucing Anda ke dokter hewan untuk diagnosis yang tepat.

Baca Juga: 5 Bahaya Bulu Kucing, Bisa Menyebabkan Toksoplasmosis!

Penyebab Kucing Muntah Kronis

kucing muntah

Foto: petcube.com

Dalam kasus kucing muntah kronis, Moms harus waspada. Ingatlah, saat kucing muntah terus-menerus, maka hal ini dapat menandakan kondisi medis yang belum terselesaikan. Berikut ini penyebab kucing muntah kronis yaitu:

11. Makanan

Intoleransi makanan dan alergi makanan bisa menyebabkan kucing muntah kronis. Moms mungkin tidak menyadari kondisi seperti itu, namun alergi makanan sering menjadi penyebab kucing muntah yang terjadi sesekali dalam jangka waktu yang lama.

12. Radang Usus

Penyakit radang usus menyebabkan kucing muntah secara kronis. Jika tidak ditangani dengan tepat, radang usus bisa jadi lebih serius karena secara langsung terkai dengan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Muntah kronis pada kucing juga merupakan gejala kanker saluran cerna.

13. Obstruksi Usus

Obstruksi usus dapat terjadi karena beberapa alasan, mulai dari menelan benda asing hingga penyebab yang lebih parah seperti tumor atau hernia.

Baca Juga: 8 Fakta Ilmiah Seputar Kebaikan Memelihara Kucing Bagi Anak

Cara Mengatasi Kucing Muntah

kucing muntah

Foto: kittenlady.org

Kucing muntah memang membuat khawatir, terutama jika terjadi secara terus menerus. Untuk mengatasi hal tersebut, Moms bisa melakukan beberapa hal di rumah sebelum menghubungi dokter hewan terdekat.

Menurut dr. Krista Williams DVM dari VCA Hospital Kanada menyarankan untuk memberi makan kucing dengan makanan yang mudah dicerna. Makanan lunak dalam jumlah kecil menjadi salah satu solusi untuk tetap memberikan nutrisi pada kucing.

Salah satu makanan terbaik untuk kondisi tersebut adalah makanan diet resep dokter hewan yang diformulasikan secara khusus. Penting agar kucing tidak menerima makanan lain selain yang disarankan oleh dokter hewan Moms selama periode ini.

Selain itu, Moms juga perlu menyediakan air secara bebas untuk mencegah dehidrasi. Jika kondisi kucing membaik, Moms bisa menambahkan porsi makanan secara bertahap hingga ke porsi normal sebelum diet. Lakukan hal tersebut selama beberapa hari.

Jika kondisi kucing tidak membaik, jangan ragu untuk segera membawa kucing kesayangan di rumah ke dokter hewan untuk melakukan tes lebih lanjut dan mengevaluasi masalahnya kucing muntah ini secara lebih menyeluruh.

Baca Juga: Tak Perlu Khawatir Memelihara Kucing Saat Hamil, Ini Cara Amannya

Jadi, itulah penyebab dan cara mengatasi kucing muntah yang mungkin terjadi pada peliharaan kesayangan Moms ini. Jangan anggap sepele dan tetap perhatikan gejalanya ya Moms!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait