05 September 2022

Kenapa Perut Perih Padahal Sudah Makan? Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Apakah perut perih setelah makan berbahaya? Ini penjelasannya!

Pernahkah Moms merasakan perut perih padahal sudah makan? Apakah ini gejala maag atau sakit perut biasa?

Rupanya, penyebab perut terasa perih disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya bisa jadi indikasi penyakit GERD, lho!

Nah, kali ini kita akan membahas penyebab perut perih padahal sudah makan dan bagaimana cara mengatasinya.

Baca Juga: 7 Makanan Penyebab Diare, Waspada Moms!

Penyebab Perut Perih Setelah Makan

Penyebab perut perih setelah makan
Foto: Penyebab perut perih setelah makan

Foto Penyebab Perut Perih setelah Makan (Orami Photo Stock)

Ketika Moms telat makan, Moms mungkin akan mengalami gejala sakit perut seperti maag atau dispepsia.

Kondisi ini memicu rasa tidak nyaman pada perut bagian atas dan membuat seseorang merasa cepat kenyang, padahal baru makan sedikit.

Untuk mengatasinya, orang-orang biasanya akan segera makan begitu merasa perutnya tidak nyaman.

Namun, ada kondisi tertentu yang kadang bikin orang bertanya-tanya. Meskipun sudah makan, kenapa perut mereka masih terasa perih, ya?

Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

1. Gangguan Pencernaan

Penyebab perut perih yang paling umum adalah gangguan pencernaan. Biasanya perut akan terasa sakit atau mengalami bloating.

Kondisi ini disebabkan oleh 2 hal, yaitu kandungan asam pada lambung dan jenis makanan/minuman yang dikonsumsi.

Lambung mengandung senyawa asam yang berfungsi untuk menghancurkan makanan di dalam sistem pencernaan.

Meskipun relatif aman, terkadang kandungan ini bisa mengiritasi dinding lambung dan menyebabkan gangguan pencernaan.

Baca Juga: Manfaat Betadine Kumur, Atasi Bau Mulut hingga Sakit Tenggorokan!

Sementara itu, jenis makanan dan minuman yang bisa memicu gangguan pencernaan antara lain:

  • Makanan berlemak.
  • Kafein.
  • Minuman dengan kadar gula tinggi.
  • Alkohol.

Kafein bisa ditemukan pada kopi, teh, soda, dan minuman energi. Kandungannya pun berbeda-beda, yaitu:

  • Kopi seduh ukuran 237 ml mengandung 96 mg kafein.
  • Teh hitam seduh ukuran 237 ml mengandung 47 mg kafein.
  • Cola ukuran 237 ml mengandung 22 mg kafein.
  • Minuman energi ukuran 237 ml mengandung 71,9 mg kafein.

Batas aman konsumsi kafein orang dewasa bisa mencapai 400 mg/hari. Namun, jumlah ini bisa berubah-ubah tergantung toleransi kafein tiap orang.

Selain kafein, perut perih juga disebabkan oleh alkohol karena minuman ini bisa menyebabkan bloating.

2. Alergi Makanan

Moms perlu memperhatikan kandungan makanan yang akan dimakan. Pasalnya, makanan yang mengandung bahan-bahan alergi bisa memicu perut perih.

Efek samping yang lebih parah misalnya gatal dan kejang-kejang.

Beberapa kandungan yang umumnya dihindari oleh banyak orang yaitu gluten, gandum (wheat), laktosa, dan seafood.

Kalau alerginya semakin parah, hal ini berpotensi menyebabkan penyakit celiac, yaitu salah satu gangguan pencernaan.

Penyakit celiac umumnya disebabkan oleh alergi gluten yang kerap ditemukan di gandum.

Gejala yang timbul diantaranya sakit perut, konstipasi/sembelit, diare, dan bloating.

3. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Penyebab perut perih selanjutnya yaitu penyakit irritable bowel syndrome (IBS) yang menyerang sistem pencernaan.

IBS bisa menyebabkan kram perut dan bloating. Gejala ini juga bisa terjadi hingga berbulan-bulan, lho!

Sementara itu, belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini.

Tapi Moms bisa meminimalkan gejalanya dengan mengubah pola hidup lebih sehat, misalnya:

  • Makan pelan-pelan.
  • Menghindari makanan berlemak dan cepat saji.
  • Mengurangi minuman beralkohol atau yang kadar gulanya tinggi.
  • Makan tepat waktu.
  • Olahraga teratur.

4. GERD

Acid reflux atau refluks asam menyebabkan cairan asam pada perut naik ke saluran kerongkongan.

Hal ini menimbulkan rasa tidak nyaman seperti terbakar di bagian dada atau disebut heartburn.

Moms juga merasa seperti makanan yang sudah ditelan kembali lagi ke kerongkongan.

Baca Juga: Infeksi Saluran Kemih: Gejala, Penyebab, Komplikasi, dan Pengobatan

Kalau Moms mengalami acid reflux setidaknya 2 kali dalam seminggu, Moms mungkin mengidap penyakit GERD (gastroesophageal reflux disease).

Beberapa kebiasaan buruk yang bikin kondisi ini makin parah di antaranya:

  • Makan terlalu banyak.
  • Langsung rebahan setelah makan.
  • Kelebihan berat badan.
  • Ngemil sebelum tidur.
  • Mengonsumsi makanan pedas, berlemak, dan asam.
  • Minum alkohol, kopi, teh, dan minuman berkarbonasi.

Cara Mengatasi Perut Perih setelah Makan

Cara mengatasi perut perih setelah makan
Foto: Cara mengatasi perut perih setelah makan (Orami Photo Stock)

Foto Cara Mengatasi Perut Perih setelah Makan (Orami Photo Stock)

Untuk mengatasi perut perih akibat alergi makanan, Moms perlu menghindari kandungan-kandungan penyebab alergi tersebut.

Kalau belum yakin makanan apa yang bikin alergi, Moms bisa lakukan tes alergi dengan ahli nutrisi di rumah sakit.

Sementara itu, kalau perut perih karena penyakit GERD bisa diatasi secara medis dengan melakukan tindakan tes, di antaranya:

  • Upper endoscopy, yaitu memasukkan selang fleksibel yang dilengkapi kamera ke dalam kerongkongan untuk melihat kondisi kerongkongan.
  • Ambulatory acid (pH) probe test, di mana selang fleksibel dimasukkan ke dalam kerongkongan untuk mencari tahu kapan dan berapa lama asam lambung muncul di sana.
  • X-ray di sistem pencernaan bagian atas, di mana Moms menenggak minuman atau menelan pil sehingga dokter bisa tahu pergerakan minuman/pil tersebut di bagian kerongkongan apakah menyempit atau normal.
  • Esophageal manometry, yaitu menghitung kontraksi otot di bagian kerongkongan ketika menelan.
  • Transnasal esophagoscopy, yaitu memasukkan selang fleksibel berkamera melalui lubang hidung, lalu turun ke kerongkongan untuk melihat apakah ada kerusakan atau tidak.

Itulah penjelasan lengkap mengenai perut perih, penyebab, serta cara mengatasinya. Semoga informasi ini bermanfaat ya buat Moms!

  • https://www.healthline.com/health/stomachache-after-eating#complications
  • https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/what-is-acid-reflux-disease
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321318#other-causes
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/indigestion/symptoms-causes/syc-20352211
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/caffeine/art-20049372
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/diagnosis-treatment/drc-20361959

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.