20 Oktober 2021

Mengenal Phantom Pain, Nyeri pada Bagian Tubuh yang Sudah Diamputasi

Sensasi phantom pain biasanya dialami orang setelah amputasi sebagai masalah psikologis

Bagi pasien amputasi, rasa nyeri muncul pada luka jahitan. Namun, tak jarang pula pasien merasakan nyeri pada anggota tubuh yang sudah diamputasi. Ini disebut dengan phantom pain.

Phantom pain adalah rasa sakit yang seolah berasal dari anggota tubuh yang sudah diamputasi atau tidak ada.

Dilansir dari Mayo Clinic, biasanya terjadi pada orang yang baru saja melakukan amputasi bagikan kaki, lengan, maupun anggota tubuh lainnya.

Banyak dokter mempercayai phantom pain pasca amputasi ini termasuk masalah psikologis.

Tetapi, ahli medis sekarang mengatakan sensasi tersebut berasal dari sumsum tulang belakang dan otak.

Ini menyebabkan orang yang sudah tidak memiliki salah satu anggota tubuhnya, terkadang merasa nyeri di bagian tersebut.

Sensasi tanpa rasa sakit inilah yang dikenal sebagai sensasi nyeri hantu, atau phantom pain.

Biasanya, sensasi phantom pain ini terjadi dalam minggu pertama setelah amputasi. Namun, ada pula yang merasakannya setelah beberapa bulan atau lebih.

Lantas, bagaimana cara menanganinya? Berikut ini adalah informasi seputar phantom pain yang sudah dirangkum Orami. Disimak yuk, Moms!

Baca Juga: Hati-Hati, 8 Penyakit Ini Ternyata Sebabkan Nyeri Perut Sebelah Kanan

Gejala Phantom Pain

phantom pain.jpg
Foto: phantom pain.jpg

Foto: pinterest.com

Phantom pain ini bisa terjadi dan hilang secara tiba-tiba. Gejalanya cenderung memengaruhi bagian tungkai seperti kaki yang diamputasi.

Sebagian orang bisa mengalami phantom pain berkelanjutan jika tidak melakukan perawatan atau pengobatan.

Namun, tidak semua pasien amputasi merasakan sakit yang sama. Kadang, pasien merasa sakit kepala, atau bahkan kram perut.

Melansir WebMD, gejala lain yang mungkin dirasakan adalah:

  • Rasa seperti tertembak
  • Rasa seperti terbakar
  • Rasa seperti ditusuk jarum
  • Bagian yang diamputasi terasa ngilu
  • Seperti sengatan listrik

Selain rasa sakit, penderita phantom pain mungkin juga merasakan perasaan lain dari bagian tubuh yang sudah tidak ada lagi, seperti:

  • Adanya pergerakan
  • Perbedaan suhu
  • Tekanan
  • Getaran
  • Gatal

Faktor berikut ini juga meningkatkan gejala dan kondisi phantom pain, yaitu:

1. Nyeri sebelum Amputasi

Orang yang mengalami nyeri di tungkai sebelum diamputasi cenderung mengalami nyeri serupa sesudahnya.

Ini mungkin karena otak menyimpan ingatan akan rasa sakit dan terus mengirimkan sinyal rasa sakit, bahkan setelah anggota tubuh diamputasi.

2. Nyeri Angggota Tubuh yang Diamputasi

Orang yang mengalami nyeri terus-menerus di sisa anggota tubuh biasanya juga mengalami phantom pain.

Nyeri anggota tubuh sisa dapat disebabkan oleh pertumbuhan abnormal pada ujung saraf yang rusak (neuroma).

Faktor lainnya, termasuk:

  • Sentuhan di bagian tubuh yang teramputasi
  • Stres
  • Kelelahan
  • Kebiasaan merokok
  • Perubahan suhu udara, misalnya suhu udara menjadi dingin atau panas
  • Kurang lancarnya aliran darah pada bagian tubuh yang diamputasi
  • Pembengkakan atau tekanan berlebihan pada bagian tubuh yang diamputasi
  • Infeksi, misalnya herpes zoster

Baca Juga: 7 Bahaya Mandi Malam Hari, Demam Hingga Nyeri Otot

Penyebab Phantom Pain

Mengenal Nyeri Phantom, Nyeri pada Bagian Tubuh yang Sudah Diamputasi 01.jpg
Foto: Mengenal Nyeri Phantom, Nyeri pada Bagian Tubuh yang Sudah Diamputasi 01.jpg

Foto: medicalexpress.com

Menurut artikel yang diterbitkan Journal of Pain and Symptoms Management, penyebab phantom pain sendiri belum diketahui pasti.

Tetapi, sensasi ini diduga berasal dari sumsum tulang belakang dan otak.

Hasil pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) atau positron emission tomography (PET) telah memperlihatkan bagian otak yang terhubung dengan saraf-saraf dari ekstremitas yang diamputasi.

Rekaman tersebut secara neurologis menunjukkan aktivitas orang ketika merasakan phantom pain. Para ahli percaya sensasi nyeri hantu itu akibat respons sinyal campuran dari otak.

Studi juga menunjukkan bahwa otak dapat memetakan kembali bagian dari sirkuit sensorik tubuh ke bagian lain dari tubuh setelah amputasi.

Artinya, informasi dirujuk ke bagian tubuh lain karena area yang diamputasi tidak bisa lagi menerima informasi sensorik.

Bagian tubuh lain ini, contohnya sensorik tangan yang dipindah ke pipi.

Jadi ketika orang memegang pipinya, maka ia akan merasakan sensasi seolah-olah menyentuh tangannya yang sudah diamputasi.

Sejumlah faktor lain juga berkontribusi terhadap phantom pain, termasuk:

  • Ujung saraf yang rusak
  • Jaringan parut di lokasi amputasi
  • Memori fisik nyeri pra-amputasi di daerah yang terkena amputasi

Baca Juga: Nyeri Bahu dan Cara Tepat Mengatasinya Menurut Ahli Ortopedi

Cara Mengobati Phantom Pain

Mengenal Nyeri Phantom, Nyeri pada Bagian Tubuh yang Sudah Diamputasi 02.jpg
Foto: Mengenal Nyeri Phantom, Nyeri pada Bagian Tubuh yang Sudah Diamputasi 02.jpg

Foto: independent.co.uk

Sebenarnya tidak ada obat khusus untuk mengatasi phantom pain.

Namun, dilansir melalui WebMD, ada obat-obatan lain untuk depresi hingga epilepsi juga meredakan gejalanya.

Jika konsumsi obat-obatan saja tidak cukup, dokter biasanya akan merekomendasikan perawatan non obat untuk meredakan phantom pain, seperti pembahasan berikut ini.

1. Stimulasi Sumsum Tulang Belakang

Dokter akan meletakkan elektroda kecil di dalam tubuh khususnya sepanjang sumsum tulang belakang dan mengirimkan arus listrik kecil.

Dalam beberapa kasus, cara ini dapat membantu menghilangkan rasa sakit akibat phantom pain.

2. Stimulasi Otak

Mirip dengan stimulasi sumsum tulang belakang, ahli bedah akan menempatkan elektroda di otak pasien untuk mengurangi gejala akibat phantom pain.

Tetapi, para ilmuwan masih mempelajari efektivitas metode ini.

Baca Juga: Mengenal Serba-serbi Tentang Fisioterapi, Sudah Tahu Moms?

3. Operasi Revisi

Jika akar masalahnya adalah nyeri saraf, maka dokter perlu melakukan operasi di bagian tunggul untuk memperbaikinya.

4. Terapi Cermin

Terapi cermin dilakukan dengan cara menempatkan atau menghadapkan cermin ke anggota tubuh yang sehat.

Lalu dokter atau ahli fisioterapi akan meminta pasien menggerakkan kedua anggota gerak tubuh, baik yang normal maupun yang sudah diamputasi.

Sebagian penderita phantom pain merasakan perbaikan gejala setelah menjalani terapi cermin.

Namun, efektivitas dan manfaat terapi cermin sebagai penanganan untuk mengatasi keluhan nyeri pasca amputasi masih diteliti lebih lanjut.

Baca Juga: Hindari Amputasi, Begini Cara Mengobati Luka Diabetes

Nah, Moms, itulah penjelasan tentang phantom pain. Ternyata, nyeri juga bisa mengenai bagian tubuh yang bahkan sudah tidak ada karena diamputasi, ya.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/phantom-pain/symptoms-causes/syc-20376272
  • https://www.webmd.com/pain-management/guide/phantom-limb-pain
  • https://www.amputee-coalition.org/limb-loss-resource-center/resources-for-pain-management/managing-phantom-pain/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12092-phantom-limb-pain
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3198614/
  • https://www.uofmhealth.org/health-library/ty6877

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.