09 Januari 2024

Mengenal Proses Terjadinya Gunung Meletus, Moms Wajib Tahu!

Pengetahuan ini bisa menyelamatkan dari letusan gunung berapi yang hebat

Pernahkah Moms menjelaskan pada anak anak tentang proses terjadinya gunung meletus?

Anak-anak mungkin terkagum-kagum saat pertama kali melihat fenomena gunung meletus saat mempelajarinya di sekolah.

Namun, mereka juga perlu paham lebih detail mengenai proses terjadinya gunung meletus.

Mereka juga perlu memahami bahwa gunung meletus juga bisa menjadi bencana alam yang sangat berbahaya.

Jauh di dalam perut bumi, suhunya ternyata sangat panas sehingga beberapa batu perlahan akan meleleh.

Ini akhirnya menjadi zat yang mengalir tebal yang disebut magma.

Menurut U.S. Science for A Changing World, karena lebih ringan dari batuan padat di sekitarnya, magma ini naik dan terkumpul di ruang magma.

Akhirnya, beberapa magma juga mendorong melalui ventilasi dan celah ke permukaan bumi.

Inilah proses terjadinya gunung meletus dan magma yang telah meletus ini disebut lava.

Baca Juga: Baru Pertama Kali? Ini Rekomendasi Gunung dan Tips Mendaki Gunung bagi Pemula

Proses Terjadinya Gunung Meletus

Gunung Meletus (psmag.com)
Foto: Gunung Meletus (psmag.com)

Sebenarnya dalam proses terjadinya gunung meletus, ada beberapa tahapan yang dapat dijelaskan dan dipahami.

Pengetahuan ini juga penting untuk diketahui, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Apalagi Indonesia juga memiliki banyak gunung berapi, sehingga negara ini memang cukup sering terjadi bencana gunung meletus.

Oleh karena itu, dengan mempelajari proses terjadinya gunung meletus, Moms jadi lebih waspada agar sewaktu-waktu saat terjadinya aktivitas gunung berapi.

Moms juga dapat mengetahui tahapannya dan tetap siaga untuk menyelamatkan diri.

Nah, berikut ini adalah 3 tahapan dalam proses terjadinya gunung meletus:

1. Endapan Magma di Perut Bumi

Dalam proses terjadinya gunung meletus biasanya diawali dengan adanya endapan magma di perut bumi atau pada inti bumi yang sangat jauh di dalam lapisan tanah.

Magma ini adalah batuan cair yang berada pada perut bumi.

Mereka terbentuk akibat panasnya suhu di dalam interior bumi.

Setelah magma terbentuk di dalam bumi, tekanan dan panas yang terus bertambah dapat menyebabkan magma tersebut naik ke permukaan melalui retakan atau lubang-lubang dalam kerak bumi.

Ketika magma mencapai permukaan, ia dapat mengalir keluar sebagai lava yang panas dan cair. Proses inilah yang seringkali menjadi pemicu utama terjadinya letusan gunung berapi.

2. Adanya Gas Bertekanan Tinggi

Proses terjadinya gunung meletus juga tidak bisa terlepas dari adanya gas yang bertekanan tinggi di dalam perut bumi.

Suhu panas yang ada di dalam bumi ini mampu melelehkan batuan penyusun lapisan bumi.

Saat batu-batuan tersebut meleleh maka akan dihasilkan gas yang kemudian akan bercampur dengan magma.

Magma ini kemudian akan terbentuk di kedalaman 60 hingga 160 km di bawah permukaan bumi.

Baca Juga: Ketahui Gunung Aktif di Indonesia yang Tersebar di Seluruh Wilayah

3. Magma Didorong Gas Bertekanan Tinggi

Proses terjadinya gunung meletus ini akibat adanya magma yang telah terdorong oleh gas yang bertekanan tinggi.

Magma yang mengandung gas ini kemudian akan terdorong sedikit demi sedikit ke permukaan bumi.

Nah, magma yang mengandung gas berada dalam kondisi dibawah tekanan batuan-batuan berat yang berada di sekitarnya.

Tekanan ini yang menyebabkan magma meletus atau yang disebut erupsi gunung berapi atau gunung meletus.

Baca Juga: Sejarah Letusan Gunung Raung, Erupsi Pertama Tercatat Tahun 1586

Namun, beberapa letusan gunung berapi ada yang bersifat eksplosif dan yang lainnya tidak.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb