Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
16 Juni 2022

Regumen Obat untuk Masalah Menstruasi Wanita, Ketahui Dosisnya

Bisa untuk menunda menstruasi
Regumen Obat untuk Masalah Menstruasi Wanita, Ketahui Dosisnya

Regumen adalah obat yang biasa diresepkan dokter untuk mengatasi masalah menstruasi wanita.

Termasuk perdarahan disfungsional, amenore primer dan sekunder, sindrom pramenstruasi, penundaan menstruasi, dan endometriosis.

Lebih lanjut mengenai manfaat, dosis, dan efek samping dari obat Regumen bisa Moms simak berikut ini.

Baca juga: Beneuron, Suplemen Vitamin B Kompleks untuk Cegah Gangguan Saraf

Manfaat dan Kegunaan Regumen

Perbedaan Adenomyosis dan Endometriosis.jpg

Foto: Perbedaan Adenomyosis dan Endometriosis.jpg (carolinasfertilityinstitute.com)

Foto: Orami Photo Stock

Regumen adalah obat yang mengandung bahan aktif Norethisterone.

Manfaat utamanya adalah untuk mengobati beberapa masalah menstruasi pada wanita.

Misalnya nyeri haid, menstruasi tidak teratur, endometriosis, dan lain-lain.

Pada kondisi tertentu, Regumen juga dapat digunakan sebagai obat penunda menstruasi.

Misalnya jika Moms memiliki rencana berlibur, pergi haji atau umrah, dan ingin menghadiri acara penting lainnya.

Norethisterone yang terkandung dalam Regumen merupakan hormon progesteron buatan yang dapat menguatkan lapisan dinding rahim.

Dengan begitu, dinding rahim jadi tidak mengalami peluruhan.

Wanita yang mengonsumsi obat ini tidak akan mengalami menstruasi sampai berhenti meminumnya.

Setelah berhenti minum obat ini, biasanya periode menstruasi akan kembali normal dalam kurun waktu 2-3 hari.

Selain untuk menunda menstruasi, dokter juga dapat meresepkan Regumen untuk tujuan pengobatan.

Misalnya untuk mengobati endometriosis, gangguan inflamasi kronis yang berhubungan dengan nyeri panggul dan infertilitas.

Efektivitas Regumen untuk endometriosis telah dibahas dalam banyak penelitian, seperti di jurnal Yonago Acta Medica pada 2017.

Para peneliti menemukan bahwa ukuran endometrioma ovarium menurun setelah pengobatan selama 6 bulan.

Ini menunjukkan bahwa Regumen bisa menjadi obat yang cocok untuk mengatasi kondisi endometriosis.

Selain untuk pengobatan endometriosis, Regumen juga biasa diresepkan dokter untuk mengatasi perdarahan rahim parah.

Efektivitas obat ini untuk mengatasi perdarahan rahim berat diteliti pada 2019 di Journal of Pediatric and Adolescent Gynecology.

Penelitian ini dilakukan terhadap 29 remaja putri berusia 11-17 tahun.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa Norethisterone efektif untuk perdarahan menstruasi berat di kalangan remaja.

Dosis dan Aturan Pakai Regumen

Remaja konsumsi obat medis.jpeg

Foto: Remaja konsumsi obat medis.jpeg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Regumen adalah obat keras, yang hanya boleh dibeli dan digunakan dengan resep dokter.

Dosis pasti dari obat ini harus dikonsultasikan pada dokter.

Namun, secara umum, berikut ini dosis Regumen berdasarkan kondisi yang diatasi:

1. Menunda Menstruasi

Dosis awal 5 mg, diminum 3 kali sehari, 3 hari sebelum tanggal perkiraan menstruasi. Jangan minum obat ini lebih dari 14 hari.

2. Mengatasi Perdarahan Menstruasi Abnormal

Dosis awal 5 mg, diminum 3 kali sehari selama 10 hari.

3. Mengatasi Nyeri Menstruasi

Dosis awal 5 mg, diminum 3 kali sehari pada hari kelima sampai 24 siklus menstruasi.

Dokter biasanya akan meresepkan obat ini selama 3 sampai 4 bulan.

Baca juga: Antibiotik Cefadroxil Monohydrate: Manfaat, Dosis Aturan Pakai hingga Harganya

4. Untuk Mengatasi Endometriosis

Dosis awal 5 mg, diminum 2 kali sehari, setiap hari selama 4 sampai 6 bulan.

Ikuti petunjuk dari dokter dalam menjalani pengobatan dengan Regumen.

Jangan menambahkan atau mengurangi dosis obat tanpa berkonsultasi terlebih dulu pada dokter.

Konsumsi Regumen secara teratur pada waktu yang sama setiap harinya.

Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan obat dengan bantuan air putih secara utuh.

Selama menjalani pengobatan dengan obat ini, pemeriksaan rutin ke dokter diperlukan untuk memonitor kondisi.

Salah satu pemeriksaan yang penting adalah cek kadar gula darah, jika mengidap diabetes.

Simpan obat ini di tempat kering, tertutup, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Risiko Efek Samping Regumen

Tanda Penyakit Radang Perut

Foto: Tanda Penyakit Radang Perut (shutterstock)

Foto: Orami Photo Stock

Setiap obat memiliki risiko efek samping, termasuk Regumen.

Beberapa efek samping yang umum terjadi saat mengonsumsi obat ini adalah:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit kepala.
  • Perut kembung.
  • Nyeri payudara.
  • Penambahan berat badan.
  • Pendarahan vagina di antara periode menstruasi.
  • Menstruasi yang terlewat atau tidak teratur.

Jika salah satu dari efek ini bertahan atau memburuk, beri tahu dokter segera. Terutama jika menstruasi terlewat 2 periode berturut-turut.

Ingatlah bahwa obat ini telah diresepkan karena dokter telah menilai bahwa manfaatnya lebih besar daripada risiko efek sampingnya.

Banyak orang yang menggunakan obat ini tidak memiliki efek samping yang serius.

Regumen juga dapat meningkatkan tekanan darah. Periksa tekanan darah secara teratur dan beri tahu dokter jika hasilnya tinggi.

Beri tahu dokter juga jika memiliki efek samping yang serius, termasuk:

  • Benjolan di payudara.
  • Perubahan mental atau suasana hati, seperti depresi.
  • Sakit perut parah.
  • Perubahan perdarahan vagina yang tidak biasa, seperti bercak terus menerus, perdarahan hebat mendadak, atau telat haid.
  • Urine berwarna gelap.
  • Mata atau kulit menguning.

Pada beberapa kasus yang jarang, obat ini juga dapat menyebabkan masalah pada pembekuan darah.

Seperti deep vein thrombosis, serangan jantung, emboli paru, atau stroke.

Dapatkan bantuan medis segera jika salah satu dari efek samping ini terjadi:

  • Nyeri pada dada, rahang, atau lengan kiri.
  • Linglung.
  • Pusing mendadak.
  • Pingsan.
  • Nyeri atau pembengkakan di selangkangan atau betis.
  • Kesulitan berbicara.
  • Sesak napas atau napas cepat.
  • Sakit kepala yang tidak biasa, termasuk migrain yang memburuk, sakit kepala yang tiba-tiba atau sangat parah.
  • Berkeringat yang tidak biasa.
  • Kelemahan pada satu sisi tubuh.
  • Masalah atau perubahan penglihatan, seperti penglihatan ganda, kebutaan sebagian atau lengkap.

Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat Regumen jarang terjadi.

Baca juga: Mengenal Oligocare, Suplemen untuk Meningkatkan Kesuburan Pria

Namun, segera dapatkan bantuan medis jika mengalami gejala reaksi alergi yang serius, termasuk:

  • Ruam.
  • Gatal atau bengkak, terutama pada wajah, lidah, atau tenggorokan.
  • Pusing parah.
  • Kesulitan bernapas.

Itulah pembahasan mengenai obat Regumen, mulai dari manfaat, dosis, hingga efek sampingnya. Semoga bermanfaat!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5611474/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/31520717/
  • https://www.drugs.com/pregnancy/norethindrone.html
  • https://www.netdoctor.co.uk/medicines/a8713/norethisterone/
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-16321/norethindrone-contraceptive-oral/details