30 Juni 2022

Resep Mengelola Bisnis Masa Kini

Ingin tahu rahasia mengelola keuangan bisnis agar bisa bertahan dalam jangka panjang? Simak di sini!

Salah satu program komunitas dari IbuSibuk adalah "IbuSibuk Brand Academy", yaitu webinar pelatihan bagi para pemilik brand, khususnya Moms yang memiliki bisnis untuk belajar banyak hal tentang cara mengoptimalkan brand dengan memanfaatkan digitalisasi. Ada beberapa rangkaian acara dengan topik materi dan narasumber yang berbeda-beda. Pada tanggal 30 Mei 2022, IbuSibuk bekerja sama dengan Xendit untuk memberikan edukasi kepada para brand tentang “Financial Management 101 & Digitalisasi Financial Tools Anda” bersama Ajeng Karina Sari (Head of Credit and Ops dari Xencapital di Xendit) sebagai narasumber.

Strategi Pengelolaan Keuangan Tepat-IgFeed (1)
Foto: Strategi Pengelolaan Keuangan Tepat-IgFeed (1)

Perlu Anda ketahui bahwa dalam menjalankan bisnis, jangan hanya fokus pada cara mendapatkan keuntungan dan terlalu berfokus mengeluarkan budget untuk marketing dan inventory. Sebagai pemilik bisnis, sangat penting bagi Anda untuk memiliki wawasan yang cukup mengenai cashflow bisnis Anda. Agar keuangan bisa seimbang dan teratur, serta budget tidak terbuang sia-sia untuk pengeluaran yang ternyata tidak terlalu penting.

Menurut data BNI, hanya 10% pengusaha UMKM yang mengajukan kredit ke bank yang memiliki pencatatan usaha yang baik. Ternyata masih banyak bisnis yang memiliki pengaturan keuangan yang kurang baik. Lalu bagaimana mengubah kondisi tersebut agar UMKM di Indonesia menjadi lebih baik dan kuat?

Baca Juga: Buat Konten Brandmu Menarik dengan UGC dan IGC

Cara Memulai Mengatur Keuangan dengan Baik

pexels-yan-krukov-7698917
Foto: pexels-yan-krukov-7698917

  • Catat Semua Pendapatan dan Pengeluaran

Mencatat semua pendapatan dan pengeluaran adalah hal paling utama dan wajib. Pencatatan bisa sangat memudahkan beban pekerjaan, serta semua pendapatan dan pengeluaran akan selalu bisa di track. Bisa dimulai dari melakukan pencatatan sederhana dengan menulis di buku atau di smartphone secara konsisten.

  • Buat Alokasi Bulanan

Buatlah perkiraan pengeluaran untuk membeli semua kebutuhan bisnis dalam sebulan. Seperti biaya listrik, biaya gaji, dan biaya lain-lain. Selalu pastikan juga tanggal-tanggal dalam membayar biaya pengeluaran ini, atau bisa dibuat reminder melalui smartphone agar lebih simpel dan praktis. Ini untuk menghindari terjadinya keterlambatan pembayaran biaya sebelum jatuh tempo, pengeluaran pun tertata secara rapi, dan tidak membingungkan saat pencatatan.

  • Kontrol dan Awasi

Selalu cek tagihan-tagihan atau piutang dari pembeli yang belum dibayar. Jangan segan untuk menagih langsung kepada pembeli. Karena banyak pengalaman dari bisnis yang gulung tikar karena tidak berhasil menagih utang dari para pembelinya.

Baca Juga: 4 Alasan Influencer Marketing Dapat Mengembangkan Brand Anda

Apa Hal yang Paling Penting dalam Menjalankan Bisnis?

young-businessman-working-from-his-office-counting-cash-money
Foto: young-businessman-working-from-his-office-counting-cash-money

  • Ketersediaan Uang Kas Lebih Penting Daripada Keuntungan

Ketersediaan uang kas sangat penting, agar bisa mengantisipasi adanya tagihan biaya yang tidak terduga dan mendadak. Jangan tergiur menggunakan keuntungan yang besar untuk keperluan pribadi, hingga lupa mempersiapkan uang kas yang cukup. Karena kelalaian ini dapat berdampak buruk atau bahkan bisa mencelakakan bisnis Anda.

  • Uang Hari Ini Lebih Berharga Dibanding Uang di Masa Depan

Usahakan untuk melakukan negosiasi dengan supplier dengan pembayaran cicilan atau termin, supaya dapat mencocokkan antara pembayaran kepada supplier dengan siklus barang. Ini memiliki manfaat besar terhadap kelancaran cashflow bisnis. Dan jangan memberikan cicilan kepada pembeli dengan tempo yang terlalu panjang.

  • Bijak dalam Memutuskan Pembelian Aset Tetap

Saat bisnismu masih terhitung baru dan sudah memiliki keuntungan yang banyak, jangan tergiur untuk membeli aset tetap. Ketika bisnis masih di tahap awalan, siklus atau perputaran uang itu sangat penting. Jangan sampai membeli aset tetap tanpa pertimbangan dan memikirkan risiko, sehingga uang habis hanya untuk membeli aset atau investasi. Contohnya, daripada membeli mesin dengan harga, biaya perawatan, dan risiko yang lebih tinggi, bisa diganti dengan menambah karyawan sebagai alternatif.

Baca Juga: Rahasia Membangun Branding Bisnis di Media Sosial!

Cara Agar Bisnismu Bertahan Dalam Jangka Panjang

pexels-pavel-danilyuk-8112000
Foto: pexels-pavel-danilyuk-8112000

  • Menyisihkan Dana Cadangan

Sama halnya ketika menyiapkan dana darurat untuk keperluan pribadi, bisnis juga membutuhkan dana cadangan. Ketersediaan uang kas atau dana cadangan ini lah yang menyelamatkan bisnis untuk bertahan lama.

  • Membangun Relasi dengan Bank atau Lembaga Keuangan

Ketika bisnis mulai berkembang, ada baiknya mulai membangun relasi yang baik dengan bank atau lembaga keuangan. Jika bisnismu mulai tumbuh semakin besar, selain harus terus menambah modal yang lebih besar, ada baiknya juga memiliki sumber bantuan dari pihak eksternal. Pinjaman itu tidak selalu buruk. Bisa juga dengan melakukan pinjaman melalui aplikasi Fintech (Finance Technology) yang berfokus membantu UMKM di Indonesia dan berlisensi OJK, contohnya Amartha, Modalku, dan Koin Works.

  • Memisahkan Keuangan Pribadi dan Usaha

Memisahkan rekening dan catatan keuangan pribadi dan usaha agar tidak tercampur, misalnya dengan membuat dua rekening. Jangan langsung ambil semua keuntungan usaha, karena sangat penting untuk menyisihkan sebagian keuntungan sebagai akumulasi aset. Akumulasi aset adalah jumlah modal yang bertambah karena dari hasil keuntungan, sehingga Anda tidak perlu menambah modal dari uang pribadi.

Baca Juga: Wajib Tahu, Trend Influencer Marketing di tahun 2022!

Indikator Penting Saat Memiliki Bisnis

woman-post-warehouse (1)
Foto: woman-post-warehouse (1)

  • Seberapa Likuid Uang Kas

Pastikan untuk selalu memiliki cadangan uang kas sebesar 3 hingga 6 bulan biaya operasional dan budget untuk pembelian barang melalui supplier.

  • Cicilan Utang Tidak Lebih dari 30% Keuntungan

Jangan memaksakan untuk melakukan pinjaman usaha jika biaya cicilan jumlahnya lebih besar dari 30% keuntungan. Karena bisnis bersifat fluktuatif, biaya cicilan yang terlalu besar akan berisiko membuat Anda kesulitan saat membayar biaya operasional bisnis jika keuntungan sedang tidak stabil.

  • Umur Utang, Inventory dan Tagihan Pembeli Tidak Lebih dari 90 Hari

Belajar disiplin dalam pembelian inventory dan jangan membeli terlalu banyak barang. Contohnya, jangan menyiapkan stok barang yang jumlahnya bisa untuk lebih dari 90 hari, hal ini akan menyebabkan umur stok lebih panjang dan lebih lama terjualnya. Tentu saja ini bukan strategi yang baik bagi pebisnis baru karena jumlah modal yang dikeluarkan pun juga semakin besar. Jangan pula memberikan cicilan dengan jangka waktu sangat lama kepada pembeli, cukup 3 bulan saja.

Baca Juga: Wajib Tahu Istilah Ini Sebelum Memasarkan Produk di Media Sosial

Resep Jualan Masa Kini

19199013
Foto: 19199013

  • Kenali Siapa Pembeli yang Disasar

Pahami siapa yang menjadi target pasar utama, cari tahu kesukaan, kemampuan beli, dan bagaimana cara paling efektif untuk menjangkau mereka. Gunakan juga platform sesuai dengan target pasarmu, seperti gunakan Instagram dan TikTok jika targetmu adalah remaja.

  • Buka Opsi Penjualan Seluas-luasnya

Semakin banyak akses penjualan akan membuka potensi peningkatan penjualan, seperti dengan website dan e-commerce.

  • Pintar-pintar Membaca Selera Pembeli

Saat ini trend sangat cepat berubah, sehingga penting untuk melihat ke arah perubahannya. Jangan membeli stok barang yang hanya sesuai dengan selera Anda.

Pemilik bisnis baru memang harus pintar dalam memanfaatkan uang kas yang ada. Untuk meningkatkan penjualan dengan budget yang minimal, Anda bisa memanfaatkan beberapa teknik marketing seperti Influencer Marketing. Apalagi banyaknya pembeli yang menggunakan media sosial, Influencer bisa menjadi perantara mempromosikan bisnis secara maksimal.

IbuSibuk adalah platform yang mempertemukan para UMKM hingga brand besar dengan 60.000 nano dan micro Influencer. Budget pun bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan banyaknya Influencer. IbuSibuk sudah dipercaya oleh ratusan brand. Konsultasikan strategi Influencer Marketing bisnismu dengan IbuSibuk, klik di sini!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb