Scroll untuk melanjutkan membaca

OBAT-OBATAN
17 November 2022

14 Rekomendasi Salep Gatal yang Bisa Dibeli di Apotek

Jangan digaruk, lebih baik oleskan saja salep gatal berikut ini
14 Rekomendasi Salep Gatal yang Bisa Dibeli di Apotek

Foto: Orami Photo Stocks

Alergi adalah salah satu masalah kulit yang mengganggu. Beragam salep gatal pun dicoba untuk mengatasi penyakit kulit ini.

Namun, tak semua orang bisa cocok dengan salep gatal yang dijual di pasaran, lho!

Nah, bagi Moms yang sedang mencari obat gatal yang mudah ditemukan di apotek, bisa mencoba beberapa daftar di bawah ini.

Yuk, cari tahu, Moms!

Baca Juga: 16 Serial dan Film Kartun Anak Terbaik yang Menghibur dan Punya Nilai Positif tentang Kehidupan

Pilihan Salep Gatal untuk Berbagai Penyebab

Dilansir dari American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology (AAAAI), gatal akibat alergi biasa disebut dengan pruritoceptive.

Gatal pruriceptive timbul akibat alergi, eksim, psoriasis, pengobatan, tungau, biduran, dan kulit kering.

Rasa gatal bisa jadi sangat mengganggu, menimbulkan ketidaknyamanan, dan membuat lapisan pelindung kulit rusak akibat terus-terusan digaruk.

Jika ini terjadi pada Moms atau bahkan Si Kecil, tentu saja akan menghambat aktivitas harian.

Supaya kegiatan harian Moms tetap berjalan sesuai dengan rencana, Moms bisa mengandalkan beberapa salep gatal-gatal akibat alergi yang bisa dibeli di apotek.

Tentunya dengan menyesuaikan dengan jenis alergi yang Moms alami, ya.

1. Antihistamin

Gejala Alergi

Foto: Gejala Alergi (Orami Photo Stocks)

Mengutip Cochrane, obat antihistamin biasa digunakan untuk penderita kulit eksim.

Obat gatal ini juga bisa dipakai untuk selangkangan dan daerah tubuh lain yang gatal.

Obat antihistamin tersedia dalam bentuk salep, tablet minum, semprot, bahkan sirup.

Umumnya, salep gatal jenis antihistamin ini menjadi obat pertolongan yang patut dicoba ketika gejala alergi muncul.

Sebenarnya, rasa gatal saat alergi muncul karena tubuh sedang memproduksi zat histamin dalam jumlah yang banyak.

Maka itu, obat antihistamin ini bekerja dengan cara menghentikan dan mengurangi jumlah zat histamin dalam tubuh.

Moms bisa langsung minum obat gatal alergi yang satu ini jika merasa gatal-gatal akibat alergi.

Beberapa obat antihistamin yang terdapat di apotek seperti:

  • Desloratadine
  • Loratadine
  • Cetirizine
  • Fexofenadine
  • Chlorpheniramine

Meski cepat menghilangkan gatal-gatal, obat antihistamin juga bisa menimbulkan efek samping, seperti kepala pusing dan mulut kering.

Bila Moms berencana untuk memberikannya pada Si Kecil, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter anak.

Baca Juga: Mengenal Hybrid Learning, Metode Belajar yang Dilakukan selama Pandemi

2. Kortikosteroid

Salep untuk Gatal

Foto: Salep untuk Gatal (Orami Photo Stocks)

Salep gatal paling ampuh seterusnya adalah kortikosteroid.

Obat kortikosteroid tersedia dalam berbagai bentuk, dari cairan, tablet minum, nasal spray, hingga salep.

Namun, khusus untuk mengatasi gatal-gatal, Moms bisa menggunakan obat kortikosteroid dalam bentuk salep.

Karena berbentuk krim, cara pakainya pun sangat mudah.

Moms hanya tinggal mengoleskan krim tersebut ke bagian kulit yang terasa gatal.

Umumnya obat salep ini digunakan satu atau dua kali per hari.

Gunakan sesuai dengan anjuran dokter atau sampai gejala gatal yang dirasakan menghilang.

Pastikan juga untuk tidak menggaruk kulit terlalu keras, apalagi sebelum menggunakan obat gatal alergi ini.

Pasalnya, menggaruk terlalu kencang justru dapat menyebabkan luka dan iritasi.

Bila ada luka atau berair pada kulit, sebaiknya jangan langsung menggunakan salep gatal yang satu ini

3. Non-kortikosteroid

Gatal Gatal

Foto: Gatal Gatal (Orami Photo Stocks)

Dalam BioDrugs, salep gatal untuk jenis ini biasa digunakan pada penderita asma.

Namun, tak jarang penderita gatal-gatal pada kulit karena bakteri, juga bisa menggunakan obat alergi ini.

Salep gatal non kortikosteroid bekerja dengan meringankan rasa gatal yang ditimbulkan secara sementara. 

Salep ini hadir dalam bentuk krim, salep, lotion, gel, dan juga bedak.

Mudah didapat di apotek dan Moms memerlukan resep dokter untuk menebusnya.

Salep gatal golongan ini juga dibagi ke dalam beberapa kelompok, sesuai dengan kandungannya.

Ada golongan obat dengan dosis rendah, sedang, dan tinggi.

Baca Juga: Keputihan Saat Hamil: Penyebab, Jenis, dan Cara Mencegah Munculnya Keputihan yang Tidak Normal

4. Antidepresan

Obat dalam Kemasan

Foto: Obat dalam Kemasan (Orami Photo Stocks)

Pilihan salep gatal yang paling ampuh selanjutnya adalah antidepresan.

Penelitian di International Journal of Immunopathology and Pharmacology menyatakan, bahwa obat ini memang tak berfokus untuk meredakan gatal.

Namun, efeknya dapat melemahkan sensor gatal pada tubuh sehingga tubuh tidak membaca ‘lokasi’ tertentu yang sebenarnya gatal.

Antidepresan yang biasa ditemukan di apotek seperti citalopram, escitalopram, fluoxetine, dan sertraline, memang bukan obat yang dirancang khusus untuk meredakan gatal. 

Tergolong dalam salah satu obat keras, tentu memerlukan pengawasan dokter untuk mendapatkannya.

Beberapa efek samping yang mungkin disarankan seperti mual, sakit kepala, kehilangan kesadaran, dan mulut terasa kering.

Tanyakan dulu pada dokter apakah obat gatal alergi ini dapat menyembuhkan gatal kulit karena bakteri atau tidak, ya

5. Antibiotik

Ibu Hamil Minum Obat

Foto: Ibu Hamil Minum Obat (Orami Photo Stocks)

Antibiotik umum dipakai untuk memberantas bakteri dalam tubuh, misalnya saat sedang mengalami gangguan pencernaan.

Nyatanya, obat gatal alergi juga memakai antibiotik untuk kasus tertentu, lho!

Gatal kulit karena bakteri biasanya menggunakan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

Tak hanya dalam bentuk oral (minum), antibiotik dalam bentuk salep gatal mungkin juga diresepkan oleh dokter. 

Biasanya, dokter kulit akan meresepkan antibiotik sebagai obat gatal alergi dalam jumlah dosis yang sedikit.

Hal ini karena penggunaan antibiotik tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Cara minumnya juga harus dihabiskan meski gejala gatal sudah berkurang.

Jika Moms tidak menghabiskan obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter, beberapa jenis bakteri mungkin dapat bertahan hidup.

Hal itu bisa meningkatkan risiko kebal terhadap antibiotik (resistensi antibiotik), sehingga menjadi sulit untuk diobati.

Jadi, tetap ikuti arahan dokter untuk mengobati alergi yang Moms alami, ya.

Baca Juga: 12 Rekomendasi Water Heater Terbaik untuk Rumah Minimalis

6. Dekongestan

Obat Tetes Mata

Foto: Obat Tetes Mata (Orami Photo Stocks)

Dilansir dari National Health Service menjelaskan, dekongestan adalah salah satu obat alergi yang digunakan untuk meredakan hidung tersumbat.

Obat ini sering kali diresepkan bersama dengan antihistamin untuk alergi.

Produk ini datang dalam bentuk semprotan hidung, tetes mata, cairan, atau pil.

Dekongestan jenis semprotan hidung dan tetes mata harus digunakan hanya dalam beberapa hari, karena penggunaan jangka panjang sebenarnya dapat memperburuk gejala.

Pil dan dekongestan cair dapat diminum lebih lama dengan lebih aman.

Contoh-contoh obat dekongestan yang beredar di apotek adalah oxymetazoline, pseudoephedrine, ephedrine, ipratropium bromide, dan phenylephrine.

7. Mast Cell Stabilizer

Anak Bersin

Foto: Anak Bersin (Orami Photo Stocks)

Stabilisator sel mast adalah obat gatal alergi paling ampuh lainnya yang dapat digunakan untuk mengobati peradangan ringan hingga sedang pada penderita alergi.

Ia tersedia sebagai obat tetes mata untuk konjungtivitis alergi, dan semprotan hidung untuk gejala alergi hidung.

Seperti jenis salep gatal lainnya, mungkin diperlukan beberapa minggu sebelum efek penuh dirasakan.

Beberapa contoh jenis obat alergi ini meliputi:

  • Cromolyn sodium (Opticrom generik)
  • Lodoxamide-tromethamine (Alomide)
  • Nedocromil (Alocril)
  • Pemirolast (Alamast)

Untuk tahu mana yang lebih cocok bagi Moms, lebih baik tanyakan pada dokter kulit dulu, ya.

Baca Juga: 9 Ide Jualan Makanan Online Kekinian, Mulai dari Croffle, Salad Buah, hingga Katering Menu Diet

8. Leukotrien

Obat obatan

Foto: Obat obatan (Orami Photo Stock)

Leukotrien digunakan untuk mengobati gejala asma dan alergi hidung.

Mereka biasa diresepkan bersama dengan obat lain.

Obat-obatan alergi ini hanya tersedia dengan resep dokter dan tersedia dalam bentuk pil, tablet, dan pil.

Satu-satunya obat leukotrien yang mendapat persetujuan Food Drug Administration adalah montelukast (Singulair).

Efek samping obat ini jarang terjadi, tetapi mungkin termasuk:

Tanyakan pada dokter apakah obat alergi ini cocok dengan gejala yang Moms derita ya.
Baca Juga: Obat PK untuk Bayi, Bolehkah Dipakai untuk Mandi Saat Si Kecil Ruam dan Gatal-gatal?

9. Krim Pelembap

Krim Pelembap

Foto: Krim Pelembap (Orami Photo Stocks)

Salep gatal lainnya untuk selangkangan dan yang paling ampuh adalah krim pelembap.

Krim pelembap dapat membantu kulit tetap terhidrasi sehingga kondisi kulit kering bisa dicegah.

Kulit kering menjadi salah satu pemicu kulit gatal dan merah-merah.

Untuk merasakan efeknya secara optimal, Moms bisa memasukkan salep gatal ini dalam kulkas terlebih dahulu. Kemudian, oleskan pada area kulit yang gatal secara tipis.

Sensasi dingin yang ditimbulkan dapat membantu meringankan gejala gatal-gatal. 

Nah, Moms juga disarankan untuk mengoleskan krim pelembap ini setelah mandi saat kulit masih lembap.

10. Miconazole

Selangkangan Gatal

Foto: Selangkangan Gatal (Orami Photo Stocks)

Miconazole adalah salep gatal antijamur yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, seperti kurap (tinea), kutu air, panu, dan candidiasis.

Infeksi jamur ini menyebabkan rasa gatal di selangkangan, paha dan menyebar ke bokong.

Gejala infeksi jamur dapat ditandai dari ruam kemerahan pada selangkangan, serta rasa gatal dan perih, terutama saat berkeringat.

Ruam juga tampak bersisik dan terkelupas.

Oleskan salep gatal ini untuk selangkangan dan area sekitarnya.

Bila obat ini tidak ampuh, Moms bisa menggunakan obat antijamur yang diminum sesuai resep dokter.

Baca Juga: Begini Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan, Bisa Via Website atau Aplikasi Mobile JKN

11. Krotamiton

Gatal di Leher

Foto: Gatal di Leher (kimdeyir.com)

Krotamiton merupakan obat yang sering digunakan untuk masalah kulit, yaitu skabies.

Dilansir dari WebMD, skabies adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau yang masuk ke dalam kulit.

Iritasi dari tungau tersebut menyebabkan gatal parah dan benjolan kecil berisi cairan atau nanah.

Krotamiton bekerja dengan membunuh tungau penyebab skabies.

Krotamiton merupakan obat yang termasuk dalam dua kelas obat, yaitu scabicid dan antipruritik.

12. Hidrokortison

Kulit Gatal

Foto: Kulit Gatal

Salep gatal hidrokortison umumnya menjadi pilihan utama yang diresepkan dokter untuk mengatasi gatal pada kulit. 

Hidrokortison adalah salah satu krim steroid topikal yang dapat mengurangi rasa gatal akibat alergi dan peradangan. 

Hal ini termasuk mengobati ruam dan gatal yang disebabkan oleh logam perhiasan, gesper, dan iritan dari produk laundry.

Cara kerja hidrokortison, yakni dengan menghambat respons peradangan yang memicu rasa gatal pada kulit. 

Pada awal pemakaian, kulit Moms mungkin akan terasa perih, sensasi seperti terbakar, iritasi, kulit kering, dan kulit kemerahan.

Perlu diketahui bahwa salep hidrokortison harus dengan resep dokter. 

Moms bisa menggunakan krim steroid ini 3 menit setelah mandi untuk mendapatkan hasil yang optimal. 

Sebagian besar obat steroid topikal cukup digunakan 1 kali dalam sehari, atau ikuti petunjuk dokter.

Gunakan salep gatal hidrokortison setelah mengoleskan pelembap. 

13. Calamine 

Cacar Air

Foto: Cacar Air

Calamine juga menjadi kandungan yang umum ditemui dalam salep kulit gatal.

Calamine mengandung campuran zinc oxide dan oksida besi yang efektif untuk menghilangkan gatal dan meredakan ruam yang melepuh. 

Tak hanya itu, salep kulit gatal ini dapat digunakan untuk menenangkan sekaligus meredakan rasa gatal dan iritasi kulit akibat gigitan atau sengatan serangga, kulit terbakar sinar matahari, campak, cacar air, hingga eksim. 

14. Diphenhydramine

Alergi pada Kulit

Foto: Alergi pada Kulit (Shutterstock.com)

Diphenhydramine adalah antihistamin yang banyak terdapat pada krim, gel, maupun obat semprot untuk mengobati kulit gatal.

Salep gatal kulit ini bekerja dengan menghambat efek gatal dari histamin.

Salep untuk gatal mengandung diphenhydramine terkadang direkomendasikan untuk meredakan gejala dalam jangka pendek akibat gigitan serangga atau biduran. 

Namun, Moms perlu hati-hati karena penggunaan obat gatal ini dapat mengiritasi kulit dan menimbulkan alergi pada beberapa orang.

Jika menggunakan salep kulit diphenhydramine, sebaiknya jangan lakukan lebih dari 7 hari.

Jangan pula menggunakan kandungan salep penghilang gatal ini bersamaan dengan obat mengandung diphenhydramine dalam bentuk lainnya, seperti pil atau tablet.

Perlu diketahui bahwa diphenhydramine tidak dianjurkan untuk meredakan gejala gatal kronis yang disebabkan oleh eksim, psoriasis, herpes zoster, kerusakan saraf (neuropati), atau kondisi kulit lainnya. 

Baca Juga: Mengenal Scabies Kucing, Parasit yang Bisa Bikin Kucing Terus Merasa Gatal!

Moms juga harus tahu bahwa pilihan salep dan obat gatal di atas tentu punya efek samping yang berbeda pada setiap orang.

Jadi, apabila gejala alergi tidak kunjung reda, segera konsultasikan dengan dokter, ya, Moms.

  • https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/what-makes-us-itch
  • https://www.cochrane.org/CD007770/SKIN_effects-antihistamines-eczema
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18020494/
  • https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/039463201302600110
  • https://www.nhs.uk/conditions/decongestants/
  • https://www.webmd.com/drugs/2/drug-6258/crotamiton-topical/details

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.