Kesehatan

24 Juni 2021

10 Salep Gatal Paling Ampuh untuk Alergi, Bisa Dibeli di Apotek

Mudah ditemui di apotek dan ampuh mengatasi gatal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Intan Aprilia

Alergi adalah salah satu masalah kulit yang sering menerpa hampir setiap orang. Beragam salep gatal dicoba untuk mengatasi permasalahan kulit ini.

Rasa gatal tak tertahankan membuat kita ingin untuk menggaruknya hingga meninggalkan luka, berair serta bernanah.

Namun tak semua orang bisa cocok dengan salep gatal yang dijual di pasaran, lho.

Nah bagi Moms yang sedang mencari obat gatal alergi yang mudah ditemukan di apotek, bisa mencoba beberapa daftar salep gatal di bawah ini.

Namun ada beberapa obat gatal alergi yang memerlukan resep dokter ya, Moms.

Pilihan Salep Gatal Akibat Alergi

Dilansir dari American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology (AAAAI), gatal akibat alergi biasa disebut dengan pruriceptive.

Gatal pruriceptive timbul akibat alergi, eksim, psoriasis, pengobatan, tungau, biduran, dan kulit kering.

Rasa gatal bisa jadi sangat menganggu, menimbulkan ketidaknyamanan, dan membuat lapisan pelindung kulit rusak akibat terus-terusan digaruk.

Jika ini terjadi pada Moms atau bahkan Si Kecil, tentu saja akan menghambat aktivitas harian.

Supaya kegiatan harian Moms tetap berjalan sesuai dengan rencana, Moms bisa mengandalkan beberapa salep gatal-gatal akibat alergi yang bisa dibeli di apotek. Tentunya dengan menyesuaikan dengan jenis alergi yang Moms derita ya.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membantu Menghilangkan Komedo

1. Antihistamin

Salep Gatal untuk Kulit Berair, Yuk Cari Tahu!

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip Cochrane, obat antihistamin biasa digunakan untuk penderita kulit eksim.

Obat gatal alergi ini juga bisa dipakai untuk selangkangan dan daerah tubuh lain yang gatal.

Obat antihistamin tersedia dalam bentuk salep, tablet minum, semprot, bahkan sirup.

Umumnya, salep gatal jenis antihistamin ini menjadi obat pertolongan yang patut dicoba ketika gejala alergi muncul.

Sebenarnya, rasa gatal saat alergi muncul karena tubuh sedang memproduksi zat histamin dalam jumlah yang banyak.

Maka itu, obat antihistamin ini bekerja dengan cara menghentikan dan mengurangi jumlah zat histamin dalam tubuh.

Moms bisa langsung minum obat gatal alergi yang satu ini jika merasa gatal-gatal akibat alergi.

Beberapa obat antihistamin yang terdapat di apotek seperti:

  • Desloratadine
  • Loratadine
  • Cetirizine
  • Fexofefenadine
  • Chlorpheniramine

Meski cepat menghilangkan gatal-gatal, obat antihistamin juga bisa menimbulkan efek samping, seperti kepala pusing dan mulut kering.

Bila Moms berencana untuk memberikannya pada Si Kecil, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter anak.

Baca Juga: 4 Arti Jerawat di Dagu, Begini Pengobatannya

2. Kortikosteroid

salep gatal medis.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Salep gatal paling ampuh seterusnya adalah kortikosteroid.

Obat kortikosteroid tersedia dalam berbagai bentuk, dari cairan, tablet minum, nasal spray, hingga salep.

Namun, khusus untuk mengatasi gatal-gatal, Moms bisa menggunakan obat kortikosteroid dalam bentuk salep.

Karena berbentuk krim, cara pakainya pun sangat mudah. Moms hanya tinggal mengoleskan krim tersebut ke bagian kulit yang terasa gatal. Umumnya obat salep ini digunakan satu atau dua kali per hari.

Gunakan sesuai dengan anjuran dokter atau sampai gejala gatal yang dirasakan menghilang.

Pastikan juga untuk tidak menggaruk kulit terlalu keras, apalagi sebelum menggunakan obat gatal alergi ini.

Pasalnya, menggaruk terlalu kencang justru dapat menyebabkan luka dan iritasi. Bila ada luka atau berair pada kulit, sebaiknya jangan langsung menggunakan salep gatal yang satu ini.

3. Non-kortikosteroid

rekomendasi salep gatal untuk alergi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dalam National Library of Medicine, salep gatal untuk jenis ini biasa digunakan pada penderita asma.

Namun, tak jarang penderita gatal-gatal pada kulit karena bakteri, juga bisa menggunakan obat alergi ini.

Salep gatal non kortikosteroid bekerja dengan meringankan rasa gatal yang ditimbulkan secara sementara. 

Ia hadir dalam bentuk krim, salep, lotion, gel, dan juga bedak.

Mudah didapat di apotek dan Moms memerlukan resep dokter untuk menebusna.

Salep gatal golongan ini juga dibagi ke dalam beberapa kelompok, sesuai dengan kandungannya. Ada golongan obat dengan dosis rendah, sedang, dan tinggi.

Baca Juga: Kulit Biduran, Ketahui Penyebab dan Obat Biduran Alami untuk Ibu Hamil

4. Antidepresan

Beberapa salep gatal dapat menyebabkan mood swing

Foto: Orami Photo Stocks

Pilihan salep gatal yang paling ampuh selanjutnya adalah antidepresan.

Dalam Journals Sage Pub, ia memang tak berfokus untuk meredakan gatal, namun efeknya dapat melemahkan sensor gatal pada tubuh sehingga tubuh tidak membaca ‘lokasi’ tertentu yang sebenarnya gatal.

Antidepresan yang biasa ditemukan di apotek seperti citalopram, escitalopram, fluoxetine, dan sertraline, memang bukan obat yang dirancang khusus untuk meredakan gatal. 

Tergolong dalam salah satu obat keras, tentu memerlukan pengawasan dokter untuk mendapatkannya.

Beberapa efek samping yang mungkin disarakan seperti mual, sakit kepala, kehilangan kesadaran dan mulut terasa kering.

Tanyakan dulu pada dokter apakah obat gatal alergi ini dapat menyembuhkan gatal kulit karena bakteri atau tidak, ya.

5. Antibiotik

Amankah Mengonsumsi Salep Gatal Saat Hamil Ketahui Penjelasannya!.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Antibiotik umum dipakai untuk memberantas bakteri dalam tubuh, misalnya saat sedang mengalami gangguan pencernaan.

Nyatanya, obat gatal alergi juga memakai antibiotik untuk kasus tertentu, lho.

Gatal kulit karena bakteri biasanya menggunakan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

Tak hanya dalam bentuk oral (minum), antibiotik dalam bentuk salep gatal mungkin juga diresepkan oleh dokter. 

Biasanya, dokter kulit akan meresepkan antibiotik sebagai obat gatal alergi dalam jumlah dosis yang sedikit. Hal ini karena penggunaan antibiotik tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Cara minumnya juga harus dihabiskan meski gejala gatal sudah berkurang.

Baca Juga: Alergi Dingin Saat Hamil, Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

Jika Moms tidak menghabiskan obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter, beberapa jenis bakteri mungkin dapat bertahan hidup dan meningkatkan risiko kebal terhadap antibiotik (resisten antibiotik) sehingga menjadi sulit untuk mengobati infeksi.

Jadi tetap ikuti arahan dokter untuk mengobati alergi yang Moms derita, ya.

6. Dekongestan

salep-gatal-tetes-mata.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

National Health Service menjelaskan, dekongestan adalah salah satu obat alergi yang digunakan untuk meredakan hidung tersumbat dan sering kali diresepkan bersama dengan antihistamin untuk alergi.

Produk ini datang dalam bentuk semprotan hidung, tetes mata, cairan, atau pil.

Dekongestan jenis semprotan hidung dan tetes mata harus digunakan hanya dalam beberapa hari, karena penggunaan jangka panjang sebenarnya dapat memperburuk gejala.

Pil dan dekongestan cair dapat diminum lebih lama dengan lebih aman.

Contoh-contoh obat dekongestan yang beredar di apotek adalah oxymetazoline, pseudoephedrine, ephedrine, ipratropium bromide, dan phenylephrine.

7. Mast Cell Stabilizer

Ini-Perbedaan-Salep-Alergi-dan-Batuk-Flu-pada-Balita.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Stabilisator sel mast adalah obat gatal alergi paling ampuh lainnya yang dapat digunakan untuk mengobati peradangan ringan hingga sedang pada penderita alergi.

Ia tersedia sebagai obat tetes mata untuk konjungtivitis alergi, dan semprotan hidung untuk gejala alergi hidung.

Seperti jenis salep gatal lainnya, mungkin diperlukan beberapa minggu sebelum efek penuh dirasakan.

Beberapa contoh jenis obat alergi ini meliputi:

  • Cromolyn sodium (Opticrom generik)
  • Lodoxamide-tromethamine (Alomide)
  • Nedocromil (Alocril)
  • Pemirolast (Alamast)

Untuk tahu mana yang lebih cocok bagi Moms, lebih baik tanyakan pada dokter kulit dulu, ya.

Baca Juga: 5 Jenis-Jenis Alergi Kulit yang Umum Terjadi Pada Anak

8. Leukotrien

obat salep gatal yang disetujui BPOM

Foto: Orami Photo Stocks

Leukotrien digunakan untuk mengobati gejala asma dan alergi hidung. Mereka biasa diresepkan bersama dengan obat lain.

Obat-obatan alergi ini hanya tersedia dengan resep dokter dan tersedia dalam bentuk pil, tablet, dan pil.

Satu-satunya obat leukotrien yang mendapat persetujuan Food Drug Administration adalah monteleukast (Singulair).

Efek samping obat ini jarang terjadi, tetapi mungkin termasuk:

Tanyakan pada dokter apakah obat alergi ini cocok dengan gejala yang Moms derita ya.

9. Krim Pelembap

3 Pilihan Salep Gatal Herpes untuk Bayi

Foto: Orami Photo Stocks

Salep gatal lainnya untuk selangkangan dan yang paling ampuh adalah krim pelembap.

Krim pelembap dapat membantu kulit tetap terhidrasi sehingga kondisi kulit kering bisa dicegah.

Kulit kering menjadi salah satu pemicu kulit gatal dan merah-merah.

Untuk merasakan efeknya secara optimal, Moms bisa memasukkan salep gatal ini dalam kulkas terlebih dahulu. Kemudian, oleskan pada area kulit yang gatal secara tipis.

Sensasi dingin yang ditimbulkan dapat membantu meringankan gejala gatal-gatal. Nah, Moms juga disarankan untuk mengoleskan krim pelembap ini setelah mandi saat kulit masih lembap.

10. Miconazole

salep-gatal-di-selangkangan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Miconazole adalah salep gatal antijamur yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, seperti kurap (tinea), kutu air, panu, dan candidiasis.

Infeksi jamur ini menyebabkan rasa gatal di selangkangan, paha dan menyebar ke bokong.

Gejala infeksi jamur dapat ditandai dari ruam kemerahan pada selangkangan, serta rasa gatal dan perih, terutama saat berkeringat.

Ruam juga tampak bersisik dan terkelupas.

Oleskan salep gatal ini untuk selangkangan dan area sekitarnya. Bila obat ini tidak ampuh, Moms bisa menggunakan obat antijamur yang diminum sesuai resep dokter.

Baca Juga: Mengenal Scabies Kucing, Parasit yang Bisa Bikin Kucing Terus Merasa Gatal!

Moms juga harus tau bahwa pilhan salep dan obat gatal di atas tentu punya efek samping yang berbeda setiap orang.

Jadi, apabila gejala alergi tidak kunjung mereda, segera konsultasikan dengan dokter ya Moms.

  • https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/what-makes-us-itch
  • https://www.cochrane.org/CD007770/SKIN_effects-antihistamines-eczema
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18020494/
  • https://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/039463201302600110
  • https://www.nhs.uk/conditions/decongestants/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait