06 Februari 2024

Herpes Zoster, Jenis Herpes di Leher yang Mirip Cacar Air

Seseorang yang ketularan herpes bisa mengalami cacar air. Ini penjelasannya!

Herpes di leher merupakan infeksi kulit yang terjadi akibat virus varicella zoster. Infeksi yang disebut sebagai herpes zoster ini umumnya berbentuk ruam dengan garis lepuh pada kulit.

Biasanya, ruam ini muncul hanya pada satu sisi tubuh seperti di sekitar satu mata atau satu sisi leher dan wajah.

Apakah Moms pernah mengalami kondisi serupa? Jika iya, yuk simak cara mengobatinya berikut!

Baca Juga: 5 Cara Sederhana Agar Herpes Cepat Kering, Manjur!

Penyebab Herpes di Leher

Seseorang Terkena Herpes di Leher
Foto: Seseorang Terkena Herpes di Leher (Freepik.com/benzoix)

Pada umumnya, herpes di leher disebabkan oleh virus varicella zoster. Virus ini juga bisa menyebabkan cacar air.

Setelah terkena cacar air, biasanya virus akan tetap ada di dalam tubuh penderita seumur hidup dan dapat aktif kembali sebagai herpes zoster.

Namun, tidak semua orang yang menderita cacar air akan mengalami herpes zoster.

Hingga kini belum ada penelitian yang menyebutkan secara pasti penyebab pasien terkena herpes zoster.

Namun, faktor usia dinilai sebagai salah satu faktor yang memengaruhinya. Pasalnya, seiring bertambahnya usia maka sistem kekebalan tubuh semakin lemah.

Vaksin untuk Herpes Zoster

Leher Gatal
Foto: Leher Gatal (Freepik.com/8photo)

Nah, salah satu cara yang bisa Moms lakukan untuk mencegah infeksi herpes zoster adalah dengan vaksin varicella dan vaksin herpes zoster.

Vaksin varicella merupakan vaksin pencegah cacar air yang dapat digunakan oleh orang dewasa yang belum pernah terkena cacar air.

Sedangkan vaksin herpes zoster terbagi menjadi dua jenis yaitu Zostavax dan Shingrix.

Zostavax telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) pada 2006 dan terbukti memberikan perlindungan kepada seseorang dari infeksi herpes zoster sekitar 5 tahun.

Jenis vaksin ini hanya diperuntukkan untuk orang berusia <60 tahun.

Sementara vaksin Shingrix, yang disetujui FDA pada 2017, diperuntukkan untuk orang berusia >50 tahun dan dapat melindungi seseorang dari herpes zoster selama lebih dari 5 tahun.

Ketiga jenis vaksin tersebut tidak menjamin seseorang tidak akan terkena herpes zoster, tetapi dapat mengurangi tingkat keparahan infeksi hingga menurunkan risiko neuralgia pascaherpetik.

Kendati demikian, ada beberapa hal yang perlu Moms perhatikan jika ingin menggunakan vaksin tersebut, di antaranya:

  • Dilarang menggunakan vaksin Shingrix jika pernah mengalami reaksi alergi parah dari vaksin ini.
  • Tidak boleh menginjeksikan vaksin jika sedang terinfeksi herpes zoster, hamil, dan menderita penyakit sedang/berat.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Salep Herpes untuk Bayi, Pilih yang Tepat!

Gejala Herpes Zoster

Seseorang Terkena Herpes di Leher
Foto: Seseorang Terkena Herpes di Leher (Freepik.com/lifestylememory)

Walaupun herpes zoster tidak mengancam jiwa, keberadaannya dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bahkan rasa sakit.

Jika tidak segera ditangani, hal ini dapat menimbulkan komplikasi seperti neuralgia postherpetic.

Kondisi ini menyebabkan timbulnya rasa nyeri bahkan kulit melepuh meskipun herpes di leher sudah hilang.

Sebelum herpes di leher muncul, Moms mungkin akan mengalami gejala-gejalanya terlebih dahulu.

Gejala-gejala berikut ini bisa terjadi hingga 4 minggu atau lebih, di antaranya:

  • Nyeri, rasa terbakar, atau mengalami kesemutan.
  • Sensitif terhadap sentuhan.
  • Ruam merah yang muncul beberapa hari setelah terserang rasa sakit.
  • Kulit melepuh berisi cairan yang pecah dan mengeras.
  • Gatal.

Herpes zoster termasuk dalam kategori penyakit menular. Penularannya terjadi melalui kontak langsuk dengan luka terbuka seperti ruam.

Namun, hasil penularan ini bukan berbentuk herpes, melainkan cacar air.

Oleh sebab itu, jika Moms sedang mengalami herpes, sebaiknya hindari kontak fisik dengan orang yang belum pernah terkena cacar air, orang dengan sistem imun yang lemah, wanita hamil, dan bayi baru lahir.

Cara Mengobati Herpes di Leher

Seseorang Terkena Herpes di Leher
Foto: Seseorang Terkena Herpes di Leher (Freepik.com/stefamerpik)

Herpes di leher tentu bisa diobati dengan penanganan yang tepat. Berikut ini beberapa obat yang bisa Moms gunakan untuk mengobati herpes zoster, yaitu:

  • Obat antivirus seperti valacyclovir, famciclovir, dan acyclovir.
  • Obat nyeri seperti hidrokodon untuk nyeri yang sedang-berat, atau obat anti inflamasi untuk nyeri ringan.
  • Difenhidramin, hidroksizin, dan losion kalamin untuk meredakan gatal
  • Obat antibiotik jika infeksi bakteri berkembang di sekitar ruam.

Baca Juga: Herpes Labialis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Selain menggunakan obat-obatan yang tersedia di apotek, Moms juga bisa melakukan home remedy untuk mengurangi rasa tidak nyaman akibat herpes, di antaranya:

  • Makan makanan yang seimbang, banyak istirahat, dan melakukan olahraga ringan.
  • Berendam air hangat dan oatmeal yang sudah dihaluskan untuk menghilangkan rasa sakit dan gatal.
  • Mengoleskan waslap basah dingin atau mengompres ruam untuk mengurangi rasa sakit.
  • Lakukan apapun yang tidak menyebabkan stres karena dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
  • Mengenakan pakaian longgar sehingga tidak akan menyenggol dan menyebabkan iritasi pada ruam.
  • Mengolesi luka dengan lapisan tipis petroleum jelly lalu menutup luka dengan perban untuk mencegah terjadinya iritasi.
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Itulah informasi mengenai herpes zoster yang bisa menyerang leher. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/shingles/symptoms-causes/syc-20353054
  • https://www.healthline.com/health/what-causes-shingles-to-activate#causes
  • https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-herpes-zoster
  • https://rsud.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/herpes-zoster-52
  • https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/shingles/public/shingrix/index.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.