Kehamilan

KEHAMILAN
25 Juli 2020

Sariawan pada Vagina, Ini Hal yang Patut Moms Ketahui

Sariawan pada vagina ternyata bisa menyerang ibu hamil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Phanie Fauziah
Disunting oleh Dina Vionetta

Tidak hanya di dalam rongga mulut, sariawan juga bisa terjadi di daerah vagina.

Bagi sebagian orang mungkin aneh mendengar keluhan ini.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini beberapa informasi mengenai sariawan pada vagina yang perlu diketahui.

Baca Juga: Sariawan pada Balita, Yuk Cari Tahu Penyebab dan Penanganannya

Sariawan pada Vagina

sariawan pada vagina.jpg

Foto: stuff.co.nz

Better Health Channel mengatakan sariawan pada vagina adalah infeksi umum yang disebabkan oleh kelebihan Candida albicans di area vagina.

Candida albicans adalah jamur yang ada secara alami di vagina, mulut, usus, dan tempat lainnya.

Biasanya tidak menyebabkan masalah, tetapi dalam beberapa keadaan, keseimbangan bakteri dan jamur normal dalam tubuh berubah dan menyebabkan beberapa gejala, salah satunya sariawan.

Nama lain untuk infeksi ini adalah vulvovaginal candidiasis.

Baca Juga: 5 Cara Mengobati Sariawan di Lidah dengan Bahan Alami

Tanda Sariawan pada Vagina

sariawan pada vagina 3.jpg

Foto: krsk.sibnovosti.ru

Meskipun sebagian besar sariawan vagina ringan, beberapa wanita dapat mengembangkan infeksi parah yang melibatkan kemerahan, pembengkakan, dan retakan pada dinding vagina.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa gejala pada umumnya yang biasa dirasakan oleh wanita yang mengalami sariawan pada vagina adalah merasakan gatal atau rasa sakit pada vagina, nyeri saat berhubungan seksual, rasa sakit atau tidak nyaman saat buang air kecil,dan keputihan yang tidak normal.

Penyebab Sariawan pada Vagina

sariawan pada vagina 4.jpg

Foto: hips.hearstapps.com

Kaum hawa perlu mengetahui penyebab sariawan pada vagina untuk mendapatkan pengobatan segera dan tepat.

Dikutip dari Health Direct, salah satu penyebab sariawan pada vagina paling umum adalah penyakit menular seksual.

Penyakit herpes dan sifilis merupakan salah satu penyebab sariawan pada vagina.

Selain jamur vulvovaginal candidiasis, sariawan pada vagina juga bisa disebabkan banyak virus seperti virus Epstein-Barr, varicella zoster, dan cytomegalovirus.

Penyebab lainnya yang memicu keluhan pada vagina adalah infeksi bakteri dari kategori Streptococcus dan Mycoplasma.

Peradangan dan autoimun juga dapat menyebabkan sariawan vagina seperti peradangan pembuluh darah, sistem pencernaan dan selaput lendir di dalam mulut atau alat kelamin, penyakit langka yang menyebabkan ruam di kulit (sindrom Stevens-Johnson), penyakit yang memicu kemunculan kutil (penyakit darier), pyoderma gangrenosum, dan hidradenitis suppurativa.

Kebiasaan seperti menggaruk vagina juga akan menyebabkan kemunculan sariawan di area vagina akibat iritasi.

Baca Juga: Menyakitkan, Tengok Penyebab Sariawan di Gusi dan Cara Mencegahnya

Mengatasi Sariawan pada Vagina

sariawan pada vagina 5.jpg

Foto: zliving.com

Sariawan pada vagina bisa terjadi pada wanita yang sedang hamil, wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal seperti pil KB, penderita diabetes, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sedang atau baru saja mengonsumsi antibiotik.

Bagi wanita yang telah mengetahui gejala-gejalanya, pastikan untuk segera melakukan pengobatan untuk menghindari dampak buruk lainnya yang bisa saja terjadi.

Perawatan bertujuan untuk mengurangi jumlah ragi atau jamur yang berada di sekitar vagina sehingga tidak lagi menyebabkan gejala.

Penderita sariawan vagina bisa menggunakan obat-obatan tanpa resep seperti krim antijamur yang dimasukkan ke dalam vagina dengan aplikator khusus dan digunakan satu atau enam hari, tergantung pada produk yang digunakan.

Adapun tablet yang biasanya tidak direkomendasikan bagi wanita yang sedang hamil. Konsultasi ke dokter adalah jalan terbaik untuk mendapatkan tindakan yang tepat.

Untuk membantu mencegah sariawan pada vagina, perlu dilakukan pembersihan di area vagina dan pantat untuk mencegah penyebaran jamur, hindari menggunakan sabun untuk mencuci area genital, hindari penggunaan antiseptik, semprotan, atau wewangian di area genital, hindari menggunakan celana ketat dan pakaian sintetis, dan pertimbangkan untuk mengganti deterjen pencuci dan pelembut kain.

Baca Juga: 5 Penyakit yang Ditandai Sariawan di Bibir, Ayo Mulai Deteksi Dini!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait