21 Juli 2021

STD Adalah Penyakit Seksual Berbahaya, Kenali Gejala dan Jenisnya!

Kenali gejala dan pencegahan penyakit menular seksual atau STD yang bisa menyerang pria dan wanita
STD Adalah Penyakit Seksual Berbahaya, Kenali Gejala dan Jenisnya!

Foto: Pixabay.com

STD adalah sexually transmitted diseases atau penyakit menular seksual (PMS). STD adalah infeksi yang ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui kontak seksual.

Penyebab STD dilansir dari MedLinePlus, meliputi bakteri, parasit dan virus. Adapun jenis-jenis STD termasuk chlamydia, gonore, HIV/AIDS, HPV, sipilis, trikomoniasis.

Penyakit menular seksual ini bisa memengaruhi pria dan wanita. Tetapi, kebanyakan kasus masalah kesehatan yang ditimbulkannya lebih parah pada wanita.

Jika wanita hamil menderita sexually transmitted diseases, penyakit ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius bagi bayi.

Apabila STD disebabkan oleh bakteri atau parasit, kondisi ini masih bisa diobati dengan antibiotik. Sementara itu, PMS akibat virus masih belum ada obatnya.

Baca Juga: Waspada Selalu, Ini Penjelasan Penyakit Gonore dan Dampaknya pada Kesuburan Pria

Namun, konsumsi obat yang diresepkan mungkin bisa menekan gejalanya. Adapun gejala-gejala penyakit menular seksual pada pria dan wanita seperti yang dilansir dari Centers of Disease Control and Prevention alias CDC, antara lain:

Gejala STD Adalah...

Mengenal Sexually Transmitted Diseases (STD)
Foto: Mengenal Sexually Transmitted Diseases (STD) (Pixabay.com)

Foto: pixabay.com

Gejala STD adalah sesuatu yang perlu diketahui baik pria maupun wanita. Hal ini diperlukan agar kita bisa langsung memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan penanganan yang tepat. Gejala pria dan wanita yang terkena STD adalah sebagai berikut!

1. Gejala pada Pria

Mengidentifikasi gejala pria yang mengalami STD adalah hal yang sulit. Beberapa pria yang tertular PMS mungkin tidak mengalami gejala. Tetapi, beberapa infeksi menular seksual bisa menimbulkan gejala jelas. Pada pria, gejala umumnya termasuk:

  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks atau buang air kecil
  • Luka, benjolan atau ruam di sekitar penis, testis, anus, bokong, paha atau mulut
  • Pendarahan dari penis
  • Testis yang menyakitkan atau bengkak

2. Gejala pada Wanita

Hal yang terjadi dalam kasus STD adalah kondisi ini tidak selalu membuat penderitanya mengalami gejala yang nyara. Namun, gejala umum STD pada wanita termasuk:

  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat berhubungan seks atau buang air kecil
  • Luka, benjolan, atau ruam pada atau di sekitar vagina, anus, bokong, paha atau mulut
  • Keputihan atau pendarahan yang tidak biasa dari vagina
  • Gatal di dalam atau di sekitar vagina

Baca Juga: Merasa Sakit Saat Sedang Berhubungan Seks? Hati-hati Bahaya 5 Penyakit Ini

Pencegahan Sexually Transmitted Diseases

Mengenal Sexually Transmitted Diseases (STD)
Foto: Mengenal Sexually Transmitted Diseases (STD) (Pixabay.com/sasint)

Foto: pixabay.com

Melansir dari Mayo Clinic, ada beberapa cara untuk menghindari atau mengurangi risiko penyakit menular seksual (PMS) atau sexually transmitted diseases (STD).

  • Tidak berhubungan seksual dan setiap pada pasangan yang tidak terinfeksi
  • Uji kesehatan, hindari hubungan seks vaginal dan anal dengan pasangan sampai Moms dan Dads melakukan tes untuk IMS.
  • Vaksin, vaksinasi dini sebelum hubungan seksual juga efektif dalam mencegah jenis IMS tertentu.
  • Memakai kondom setiap berhubungan seks, kondom yang terbuat dari membran alami tidak direkomendasikan karena tidak efektif mencegah IMS. Lebih baik gunakan kondom lateks saat hubungan seks.
  • Komunikasi, perlu adanya komunikasi dengan pasangan sebelum berhubungan seksual. Pastikan Moms dan Dads menentukan aktivitas seksual yang disepakati bersama.
  • Pertimbangkan profilaksis (PrEP), FDA telah menyetujui penggunaan kombinasi obat emtricitabine plus tenofovir disoproxil fumarate (Truvada) dan emtricitabine plus tenofovir alafenamide (Descovy) untuk mengurangi risiko infeksi HIV yang ditularkan secara seksual pada orang yang berisiko sangat tinggi.

Itulah penjelasan mengenai sexually transmitted diseases atau penyakit menular seksual. Jagalah selalu kesehatan seksual Moms dan Dads agar terhindar dari penyakit-penyakit tersebut, ya.

Baca Juga: 5 Cara Memberitahukan Penyakit Menular Seksual Kita Kepada Pasangan dengan Baik-Baik

Jenis Penyakit Menular Seksual

STD adalah
Foto: STD adalah

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa contoh STD yang kerap dimiliki oleh seseorang. Beberapa penyakit yang termasuk STD adalah berikut ini!

1. Klamidia

STD adalah
Foto: STD adalah

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu jenis STD adalah Klamidia. Beberapa tipe bakteri bisa menyebabkan klamidia.

Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), klamidia adalah jenis STD yang sangat umum diderita oleh orang Amerika.

Orang-orang dengan penyakit menular seksual yang satu ini tidak mengalami gejala yang terlihat. Meski demikian, mereka akan merasakan;

  • Rasa sakit atau tidak nyaman ketika buang air kecil atau melakukan hubungan seksual
  • Mengeluarkan keputihan berwarna hijau dan kuning
  • Rasa sakit di perut bagian bawah

2. HPV

STD adalah
Foto: STD adalah

Foto: Orami Photo Stock

Selanjutnya, salah satu jenis STD adalah HPV. HPV adalah singkatan dari Human Papillomavirus. Virus ini bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain dengan melakukan kontak seksual.

HPV sendiri memiliki beragam jenis virus. Beberapa di antaranya lebih berbahaya dari yang lain.

Gejala yang sering hadir ketika seseorang menderita HPV adalah kutil di kelamin, mulut atau tenggorokan.

Beberapa jenis infeksi HPV pun bisa menyebabkan kanker seperti kanker mulut, kanker serviks, dan kanker vulva.

Baca Juga: Berikut Ini 4 Fase Gejala Sifilis yang Muncul Berangsur-angsur Jika Tidak Diobati

3. Sifilis

std adalah
Foto: std adalah

Foto: Orami Photo Stock

STD adalah sebuah kondisi yang sangat membahayakan bagi tubuh kita. Salah satu jenis penyakit STD selanjutnya adalah sifilis.

Sifilis sendiri adalah infeksi bakteri yang menyerang alat kelamin dan sering tak terdeteksi pada tahap awal.

Gejala pertama yang muncul karena penyakit ini adalah luka bulat kecil yang dikenal sebagai chancre. Luka tersebut bisa hadir dan menyebar di alat kelamin, anus dan mulut.

Kondisi ini tidak menyakitkan namun bisa ditularkan dengan sangat mudah.

Gejala yang akan dirasakan oleh penderita sifilis tahap lanjut adalah;

  • Ruam
  • Kelelahan
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendiri
  • Kehilangan berat abadan
  • Rambut rontok

Untungnya, jika diobati dengan baik dan bisa dideteksi secepat mungkin, sifilis sendiri bisa disembuhkan dengan mudah lewat antibiotik.

Kendati demikian, infeksi sifilis pada bayi bisa sangat fatal. Hal tersebutlah yang membuat ibu hamil sangat penting untuk melakukan pemeriksaan sifilis.

Perlu diingat ya, Moms, lebih cepat sifilis terdiagnosa dan disembuhkan, maka akan semakin kecil akibat yang dirasakan.

4. HIV

STD adalah
Foto: STD adalah

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit berbahaya yang termasuk dalam STD adalah HIV. HIV bisa merusak imun sistem kita dan meningkatkan risiko masuknya virus dan bakteri dalam tubuh. Ketika mengalami kondisi ini, tubuh pun akan lebih mudah terkena kanker.

Jika tidak diobati dengan serius, hal ini bisa membuat tubuh terkena HIV tahap 3 yang diketahui sebagai AIDS.

Namun dengan pengobatan yang sudah berkembang, dewasa ini orang-orang yang hidup dengan HIV tidak berkembang sebagai AIDS.

Dalam tahap awal, biasanya orang-orang akan salah mengira gejala HIV sebagai flu biasa. Gejala yang biasa dirasakan oleh penderita HIV tahap dini adalah;

  • Demam
  • Panas dingin
  • Rasa pegal di tubuh
  • Sakit tenggorokan
  • Pusing
  • Mual
  • Ruam

Gejala awal ini biasanya akan hilang dalam waktu satu bulan atau lebih.

Sejak saat itu, seseorang sudah memiliki virus HIV tanpa ada gejala yang serius. Virus tersebut pun akhirnya menetap pada tubuh kita selama bertahun-tahun.

Baca Juga: HIV pada Ibu Hamil, Ini Hal yang Perlu Moms Ketahui

Saat ini, masih belum ada obat untuk HIV. Meski demikian, ada berbagai pilihan pengobatan tersedia yang bisa dipilih.

Faktanya, pengobatan bisa meringankan virus HIV yang ada dalam tubuh sehingga berada dalam level yang tak terdeteksi.

Laporan CDC mengatakan bahwa ketika HIV dalam tubuh ada pada level tak terdeteksi, maka virus tersebut tidak bisa ditularkan pada orang lain.

STD adalah penyakit yang serius dan harus dicegah dan dihindari. Jadi, waspadalah, Moms!

  • https://medlineplus.gov/sexuallytransmitteddiseases.html
  • https://www.cdc.gov/std/
  • https://www.cdc.gov/std/chlamydia/default.htm
  • https://www.cdc.gov/hiv/library/dcl/dcl/092717.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.