25 Oktober 2019

Stres Bisa Jadi Penyebab Depresi pada Remaja

Moms, waspada remaja rentan terkena depresi karena tingkat stres yang tinggi

Di bulan Oktober ini, tepatnya 10 Oktober, diperingati sebagai Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Tentunya hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran setiap orang terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental.

Bukan menjadi hal yang tabu untuk dibicarakan, namun gangguan kesehatan mental banyak dialami oleh mereka yang berusia muda. Salah satunya yang paling sering dialami adalah depresi.

Kondisi Depresi pada Remaja

depresi pada remaja
Foto: depresi pada remaja

Di tahun ini, The National Institute of Mental Health melaporkan bahwa sekitar 3,2 juta anak di dunia berusia 12 hingga 17 tahun telah mengalami setidaknya depresi dalam setahun terakhir.

Gejala depresi remaja cukup berbeda dengan orang dewasa. Remaja yang mengalami depresi lebih mudah tersinggung dan cepat murung, sering begadang, mengisolasi diri dari lingkungan terutama anggota keluarganya.

Baik remaja perempuan atau laki-laki sama-sama berpotensi dapat mengalami depresi. Meskipun National Survey of Drug Use and Health mengungkapkan, pada rentang tahun 2009 sampai 2014, setidaknya 36,1 persen remaja perempuan mengalami depresi dan 13,6 persen remaja laki-laki mengalami depresi. Terlepas dari hal ini, penting untuk menjaga kesehatan mental remaja.

Baca Juga: Awas, Sering Makan Fast Food Bisa Memicu Depresi pada Remaja

Moms, sebagai orang tua, tentunya ingin yang terbaik bagi anaknya termasuk kesehatan mentalnya. Depresi disebut-sebut berasal dari tingkat stres yang dialami oleh remaja.

Sayangnya, banyak remaja yang enggan untuk menceritakan masalahnya pada orang tua dan memilih teman sebayanya. Nah, hal ini yang membuat orang tua sulit untuk mengontrol anak.

Sebaiknya Moms mengetahui alasan stres sebabkan depresi pada remaja dan cara mendampingi anak agar dapat melalui semua masalahnya.

Stres adalah Penyebab Depresi

Stres Bisa Jadi Penyebab Depresi pada Remaja-2.jpg
Foto: Stres Bisa Jadi Penyebab Depresi pada Remaja-2.jpg

Depresi bisa dipicu karena banyak hal, termasuk di antaranya adalah stres. Namun, depresi pada remaja rasanya akan jauh lebih kompleks.

Menurut dr. Gene Beresin, profesor psikiater di Harvard Medical School mengungkapkan, stres pada remaja bisa terjadi karena faktor lingkungan seperti keluarga, sekolah, dan komunitas.

Padahal semakin muda anak, semakin penting bagi orang tua untuk mengarahkan anak agar mampu mengelola stresnya dengan baik.

Faktanya, orang tua yang mudah mengalami stres, maka juga memengaruhi anaknya. Untuk itu, komunikasi di keluarga sangat dibutuhkan untuk menghindari terjadinya gangguan kesehatan mental pada anak.

“Hubungan yang stabil dan konsisten adalah komponen terbaik untuk membina anak-anak. Orang tua dan anak harus mempunyai komunikasi yang suportif dengan anak. Ajarkan anak untuk dapat mengelola stresnya dengan baik,” ujar dr. Gene, menjelaskan.

Baca Juga: Stress, 1 dari 5 Faktor Penyebab Insomnia pada Anak

Ada faktor lain yang bisa sebabkan depresi pada remaja, yaitu penggunaan media sosial secara berlebihan.

Hal ini diungkapkan oleh Jean Twenge dari San Diego State University. Ia mengungkapkan bahwa kedekatan remaja dengan smartphone dan penggunaan media sosial yang berlebihan meningkatkan risiko depresi.

“Menghabiskan waktu di media sosial secara berlebihan membuat seseorang kehilangan waktu untuk berinteraksi langsung dengan orang lain dan melakukan percakapan di dunia nyata. Kamu tidak bisa melihat wajah lawan bicara atau melakukan kontak langsung. Padahal, kontak sosial baik untuk kesehatan mental seseorang,” ujar psikolog Jean yang juga menulis buku berjudul iGen ini.

Melihat faktor-faktor penyebab depresi pada remaja ini bukan semata-mata membuat Moms menjadi orang tua yang otoriter dan mengatur waktu bermain anak.

Melainkan, belajar untuk mendengarkan anak tanpa menghakimi. Dengarkan apa yang diinginkan oleh anak dan biarkan anak memahami hal yang diinginkan oleh orang tua. Bersikaplah lembut namun tetap tegas.

Baca Juga: Sulli Eks f(x) Meninggal Karena Bunuh Diri, Ini 4 Tanda Depresi yang Harus Dikenali

Jika anak memang depresi, akui perasaan mereka dan jangan mencoba bersikap menyangkal. Perasaan khawatir itu pasti ada, namun tetap dampingi anak agar ia mampu melewati masa-masa sulitnya. Pastikan anak tidak merasa bahwa ia melewati semuanya sendirian.

(DG)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.