Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Pasca Melahirkan | Jul 30, 2018

Sulit Buang Air Kecil Setelah Persalinan? Mungkin ini Penyebabnya!

Bagikan


Dalam proses persalinan normal, tubuh akan melakukan hal yang luar biasa, yaitu mengeluarkan bayi dengan berat sekitar 2-3 kilogram.

Walaupun tubuh wanita sudah dirancang untuk mampu melakukan hal tersebut, tetap ada kemungkinan ada bagian tubuh yang membutuhkan perawatan, misalnya perineum vagina yang harus dijahit karena robek.

Selain jahit vagina, salah satu keluhan lain pasca persalinan adalah tentang buang air. Ada ibu yang sulit mengontrol kandung kemihnya, tapi ada pula ibu yang justru sulit buang air kecil setelah persalinan. Kondisi yang kedua disebut sebagai retensio urin pasca persalinan (RUPP).

Definisi RUPP

Retensio urin pasca melahirkan adalah kondisi saat ibu tidak buang air kecil 6 jam setelah persalinan.

Ibu baru melahirkan seharusnya buang air kecil sekitar 6-8 jam setelah persalinan. Hal ini penting untuk mencegah luka atau pendarahan yang mungkin terjadi jika kandung kemih Moms terlalu penuh.

Baca Juga: Sering Buang Air Kecil Saat Hamil? Bahayakah?

Penyebab RUPP

Karena persalinan terjadi di daerah vagina, tidak heran jika kandung kemih juga terkena dampak karena lokasi keduanya yang berdekatan.

Tekanan saat janin akan keluar dari tubuh dapat membuat kandung kemih trauma. Persalinan cesar juga dapat memengaruhi kandung kemih.

Penggunaan anestesi dapat menurunkan tingkat sensitivitas kandung kemih. Faktor psikologis juga ikut berkontribusi, karena ada beberapa ibu yang takut merasa sakit saat buang air kecil, tubuh pun jadi sulit diajak bekerja sama.

Tindakan Dokter

Perawat atau bidan akan memeriksa kandung kemih Moms dan kemungkinan memasang kateter untuk mengosongkan kandung kemih.

Kateter akan dipasang beberapa hari tergantung dari banyaknya urin yang dikeluarkan dan kapan Moms siap untuk buang air.

Dokter dapat memberikan obat-obat yang dapat menurunkan resistensi uretra saat bekerja, sehingga Moms lebih mudah buang air.

Jika Moms merasa ingin buang air kecil tapi tidak dapat mengeluarkannya, atau merasa sakit saat buang air, segera panggil bidan atau dokter.

Baca Juga: Waspadai Penyebab Perdarahan Setelah Melahirkan

Tips Mempermudah Buang Air Setelah Persalinan

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan supaya RUPP cepat berakhir dan tak perlu menggunakan kateter:

1. Minum banyak cairan agar Moms mendapat dorongan untuk buang air. Hal ini juga berguna untuk mengatasi sembelit yang mungkin dialami pasca persalinan.

2. Jika Moms sudah mampu berjalan, manfaatkan kesempatan tersebut untuk jalan ringan. Gravitasi dan gerakan-gerakan ringan akan membantu sistem tubuh kembali ke normal, termasuk sistem di bagian kandung kemih.

3. Jangan ragu untuk meminta privasi ketika mencoba buang air. Minta perawat, bidan, atau doula untuk menunggu di luar kamar mandi.

4. Minum air hangat untuk mengurangi rasa sakit ketika akan buang air kecil dan rasa perih di bagian perineum.

5. Buka keran air ketika hendak mencoba buang air. Trik ini berguna untuk membuat anak kecil buang air saat potty training, dan bisa jadi berguna juga untuk Moms.

Terlepas dari semua tips tersebut, cobalah untuk melewati proses ini dengan sabar dan senyaman mungkin. Hal yang Moms hadapi ini normal dan dihadapi oleh beberapa ibu baru lainnya. Pada akhirnya tubuh akan kembali normal kok, Moms!

(HIL)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.