Fashion & Beauty

5 Oktober 2021

Prosedur dan Risiko Suntik Kurus yang Dipercaya Bisa Kurangi Lemak Tubuh

Suntik kurus dipercaya bisa mengurangi lemak dan mengencangkan kulit
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nydia
Disunting oleh Debora

Bagi beberapa orang, memiliki berat badan ideal adalah sebuah impian. Itu sebabnya banyak cara bisa dilakukan, mulai dari diet sehat, hingga menjalani prosedur tertentu, seperti suntik kurus.

Dalam medis, suntik kurus dikenal dengan sebutan mesotherapy.

Tindakan ini dilakukan untuk menghilangkan lemak berlebih dan mengencangkan kulit, dengan menyuntikkan vitamin, enzim, hormon, dan zat lainnya.

Bagi Moms yang tertarik mencoba suntik kurus, penting untuk memahami bagaimana prosedur serta risikonya.

Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

Baca juga: 5 Rekomendasi Susu Rendah Lemak, Tinggi Kalsium tapi Rendah Kalori!

Tentang Suntik Kurus

suntik kurus

Foto: esteticajersey.com

Melansir laman Healthline, suntik kurus pertama kali dikembangkan pada 1952 oleh seorang dokter di Prancis, bernama Michel Pistor. Awalnya, prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit. Bertahun-tahun setelah itu, suntik kurus menjadi populer di Amerika Serikat dan banyak negara lain.

Karena terus mengalami perkembangan, suntik kurus atau mesotherapy kini sering digunakan untuk:

  • Menghilangkan lemak di area seperti perut, paha, bokong, pinggul, kaki, lengan, dan wajah.
  • Mengurangi selulit.
  • Memudarkan kerutan dan garis halus.
  • Mengencangkan kulit kendur.
  • Membentuk kembali tubuh.
  • Mencerahkan kulit berpigmen.
  • Mengobati alopecia, suatu kondisi yang menyebabkan kerontokan rambut.

Dalam prosedurnya, suntik kurus dilakukan menggunakan jarum tipis yang ditusukkan ke lapisan tengah kulit (mesoderm).

Tujuan utama dari prosedur ini sebenarnya untuk memperbaiki masalah mendasar seperti sirkulasi yang buruk dan peradangan yang menyebabkan kerusakan kulit.

Karena banyak manfaat yang bisa ditawarkan dari suntik kurus, tidak ada formula standar untuk zat yang disuntikkan.

Namun, umumnya, zat yang digunakan dalam suntik ini adalah:

  • Obat resep seperti vasodilator dan antibiotik.
  • Hormon seperti kalsitonin dan tiroksin.
  • Enzim seperti kolagenase dan hyaluronidase.
  • Ekstrak herbal.
  • Vitamin dan mineral.

Baca juga: Apa Manfaat Bersepeda untuk Turunkan Berat Badan? Simak Penjelasannya!

Prosedur Suntik Kurus

suntik kurus

Foto: bimcbali.com

Untuk menjalani suntik kurus, Moms perlu menjalani konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Dokter biasanya akan menyarankan untuk menghindari konsumsi aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) lain selama satu minggu sebelum prosedur.

Sebab, obat-obatan tersebut dapat meningkatkan risiko pendarahan dan memar selama prosedur suntik kurus dilakukan.

Selanjutnya, prosedur suntik kurus akan dilakukan dalam beberapa sesi.

Selama setiap sesi, dokter dapat mengoleskan obat mati rasa pada kulit.

Lalu, serangkaian suntikan dengan jarum kecil khusus diberikan.

Jarum juga dapat ditempatkan ke alat khusus mirip senapan, untuk memberikan banyak suntikan berturut-turut.

Suntikan dapat diberikan pada kedalaman yang berbeda.

Mulai dari 1 hingga 4 milimeter ke dalam kulit, tergantung pada kondisi dan kebutuhan.

Dokter mungkin menempatkan jarum ke kulit pada suatu sudut, atau menjentikkan pergelangan tangan mereka dengan sangat cepat saat menyuntikkan.

Setiap suntikan hanya dapat menempatkan setetes kecil larutan ke dalam kulit.

Sesi suntik kurus ini biasanya perlu dilakukan beberapa kali, agar bisa mendapatkan hasil yang diinginkan.

Bila Moms tertarik mencoba, bersiaplah bolak-balik ke dokter 3-15 kali untuk disuntik, ya.

Awalnya, suntikan akan diberikan setiap 7-10 hari.

Lalu, jika kondisi kulit mulai membaik, perawatan akan diperpanjang menjadi 2 minggu sekali atau sebulan sekali.

Karena mesoterapi bersifat non-invasif atau non-bedah, banyak orang dapat segera kembali ke aktivitas rutin mereka.

Namun, beberapa orang yang mengalami efek samping mungkin perlu istirahat untuk pemulihan.

Efektivitas Suntik Kurus

Sebenarnya, sulit untuk menetapkan efektivitas suntik kurus.

Hal ini karena ada begitu banyak bahan dan metode berbeda yang digunakan dalam perawatan.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk menguji teknik ini.

Misalnya studi pada 2008 yang diterbitkan di jurnal Plastic and Reconstructive Surgery.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa dari 20 wanita yang menjalani suntik kurus untuk body contouring, tidak ditemukan pengurangan ukuran paha.

Selain untuk mengurangi lemak tubuh, suntik kurus juga digadang-gadang mampu mengencangkan kulit.

Namun, penelitian pada 2012 di International Journal of Dermatology menemukan fakta berbeda.

Studi tersebut mengungkapkan bahwa dari 6 orang yang mendapatkan perawatan suntik kurus selama 6 bulan, tidak ditemukan adanya perbaikan pada kerutan.

Meski begitu, dua penelitian tadi baru dilakukan dalam skala kecil.

Jadi, dibutuhkan penelitian lanjutan atau yang berskala lebih besar, untuk mengungkapkan efektivitas dari suntik kurus.

Baca juga: Venustraphobia, Fobia saat Berhadapan dengan Wanita Cantik

Risiko Efek Samping yang Perlu Diketahui

gatal.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setiap prosedur, termasuk suntik kurus, tentu ada risikonya.

Beberapa risiko efek samping yang umum terjadi setelah suntik kurus, yaitu:

  • Mual.
  • Nyeri.
  • Sensitif pada area yang disuntik.
  • Pembengkakan.
  • Gatal.
  • Kemerahan.
  • Memar.
  • Benjolan di tempat suntikan.
  • Bercak-bercak hitam pada kulit.
  • Ruam.
  • Infeksi.
  • Bekas luka.

Berbagai risiko efek samping tersebut bisa diminimalisir jika Moms lebih cermat memilih tempat untuk suntik kurus.

Carilah klinik atau rumah sakit yang tepercaya, juga dokter atau praktisi yang bersertifikat dan berpengalaman di bidangnya.

Itulah pembahasan mengenai suntik kurus, mulai dari sejarah, prosedur, hingga risiko efek sampingnya.

Prosedur ini mungkin terdengar menarik untuk menghilangkan lemak tubuh yang tidak diinginkan.

Namun, ingatlah bahwa efektivitas dan keamanannya masih belum terbukti, terutama untuk tujuan kosmetik atau kecantikan.

Banyak penelitian telah dilakukan untuk menguji efektivitas suntik ini sebagai pengobatan.

Namun, untuk tujuan perawatan kosmetik, penelitian yang ada masih kurang memadai.

Perlu diketahui juga bahwa suntik kurus atau mesotherapy sebagai prosedur belum disetujui oleh US Food and Drug Administration (FDA).

Namun, banyak zat atau bahan yang digunakan dalam suntik ini terbilang aman.

Jadi, selama bahan yang digunakan untuk suntik kurus aman, dan dilakukan oleh dokter atau tenaga medis profesional, prosedur ini boleh saja dilakukan.

Karena tidak ada formula standar untuk suntik kurus, Moms sebaiknya banyak bertanya pada dokter sebelum menjalaninya, ya.

Terutama, tanyakan soal bahan atau zat apa saja yang terkandung dalam larutan yang akan disuntikkan.

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18349597/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3513770/
  • https://www.healthline.com/health/mesotherapy
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/95640#1
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait